Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Penggemar


__ADS_3

Dokter mengatakan Arina telah sadar tetapi belum bisa di ajak bicara,kedua kakinya belum bisa di gerakkan. Masih ada rasa trauma hingga pemulihannya cukup lama.


"Anakku!"ucap Nana menangis haru begitu juga Ari.


Arina hanya meneteskan air matanya saat tangannya di genggam erat ibunya.


"Nak,kami semua sayang padamu. Kamu kuat,kamu bisa melewati ini semua,Ayah yakin itu!"ucap Ari memberikan semangat pada putrinya itu.


"Nak,ada yang ingin bertemu denganmu. Lelaki itu selalu datang ke sini tiap hari!"ucap Nana.


Arina mengerakkan bibirnya seakan ingin berbicara.


Reno pun masuk ke dalam ruangan tempat Arina di rawat, mereka secara bergantian menjenguk. Lelaki itu tersenyum hangat.


"Arina!"ucapnya lirih."Maafkan aku selama ini menjauh darimu,"lanjutnya.


Arina terus meneteskan air mata dan berusaha menggerakkan tubuhnya seakan ingin berontak.


"Kami tidak mau aku di sini. Baiklah,aku keluar!"ucap Reno.


Dokter kembali masuk memeriksa kondisi lalu ia pun keluar menghampiri keluarga Arina dan berkata, "Mohon maaf,pasien untuk sementara tidak menerima kunjungan lagi dalam proses pemulihan cukup seorang yang menjaganya!"


"Nak,baiknya kamu pulang saja biar aku dan istriku yang menjaga Arina!"ucap Ari.


"Tapi Paman,kalian belum ada istirahat dari awal,"ucap Reno.


"Tidak apa-apa,Nak!" ucap Ari. "Kami akan kabari kami jika kondisinya benar-benar pulih,"lanjutnya lagi.


"Baiklah,saya pamit Paman!"


Reno kembali ke rumahnya,Marni sudah menunggu putranya itu pulang.


"Apa Arina sudah sadar?"tanya Marni.


Reno menatap Ibunya dan berkata,"Untuk apa Ibu menanyakan dia?"


"Nak, kamu masih marah pada Ibu ?"


"Tidak,aku tidak marah. Aku akan menuruti semua permintaan Ibu,"ucap Reno kecewa.


"Nak,Ibu ingin menjenguknya!"ucap Marni.


"Dia belum bisa di jenguk ,"sahutnya.


"Jika Arina bisa di jenguk,temani Ibu menemaninya!"


Ia tersenyum tipis dan berucap,"Reno mau istirahat,Bu!"


...****************...


Tiga hari ini sejak dia sadar bunga, coklat,roti,kue dan buah-buahan selalu berdatangan ke kamarnya. Hingga nakas penuh dengan aneka buah tangan.


"Permisi ,Nona! Ada bunga dari seseorang yang di titipkan untuk anda!"ucap perawat wanita.


"Terima kasih,"balasnya tersenyum.Ia melihat inisial nama yang di sematkan di kertas kecil dengan huruf 'R'. "Pasti lelaki itu?"batinnya.


"Dari siapa,Nak?"tanya Nana.


"Biasa ,Bu . Orang yang sama!"jawabnya."Kapan kita pulang,Bu?"tanyanya.


"Dokter belum memberi keputusan,"ucapnya Nana.

__ADS_1


"Aku bosan di sini , apa lagi dalam kondisi kakiku lumpuh,"ucap Arina sendu. Saat Dokter mengatakan bahwa kakinya lumpuh ia begitu tak bersemangat.


"Dok,kakiku kenapa sulit digerakkan?"


"Maaf ,Nona! Anda mengalami kelumpuhan tapi ini bisa di sembuhkan selama mengikuti terapi dan menghilangkan rasa trauma di dalam diri,"jelas Dokter.


"Sampai kapan,Dok?"tanyanya terisak.


"Selama Nona tidak stress dan rutin minum obat mungkin secepatnya anda bisa kembali beraktivitas."


Ketukan pintu mengalihkan pandangan Arina,"Apa kami boleh masuk?"tanya Sarah.


"Boleh Nyonya, silahkan!"sahut Nana membukakan pintu.


"Nyonya Sarah,Tari!"ucap Arina.


"Akhirnya kami bisa juga menjengukmu,"ujar Sarah.


"Bagaimana kabarmu?"tanya Tari.


"Beginilah,aku tak bisa berjalan,"ucap Arina dengan nada merendah.


Sarah menutup mulutnya lalu memeluk Arina,"Kamu harus sabar dan kuat,saya dan suami akan bantu kamu."


"Tidak, Nyonya. Kalian sudah cukup banyak membantu saya dari biaya rumah sakit hingga biaya orang tua saya di sini!"tolak Arina.


"Kamu itu karyawan di perusahaan kami,memang seharusnya kami membantumu!"


"Benar yang di katakan Kak Sarah,"sahut Tari.


Tak lama kemudian Tio dan Seno datang menjenguk.


"Bagaimana keadaanmu?"tanya Tio.


"Oh ya,Arina maaf kami belum bisa menangkap pelakunya!"ujar Seno.


"Lebih baik tidak usah di lanjutkan,Tuan. Mungkin dia tidak sengaja melakukan ini,"ujar Arina.


"Dia sudah membuatmu seperti ini,Nak!"protes Nana.


"Percuma,Bu. Aku juga sudah lumpuh,dia tertangkap pun tidak akan membuatku kembali seperti dulu,"ucap Arina.


"Biar dia bertanggung jawab,Nak!"ucap Ari.


"Sudahlah Yah,Bu!"ucap Arina."Tuan,saya ingin mengundurkan diri,"lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.


"Saya hanya kasih kamu cuti,kapan pun kamu mau kembali kerja saya tetap akan menerimanya,"jelas Tio menolak pengunduran dirinya.


"Kamu bisa sembuh,kamu harus kuat!"ujar Sarah tersenyum menasehatinya.


Tak lama mereka pulang,sore hari Reno datang menjenguk.


"Nak Reno,datang menjengukmu!"ucap Nana pada putrinya.


"Arina tak mau berjumpa dengannya,"ujarnya.


"Kamu tak boleh begitu,jangan membedakan tamu yang datang,"ucap Nana kembali.


Arina tidak menjawab.


"Nak Reno, silahkan duduk! tawarnya. "Saya dan suami mau keluar sebentar, kalian bicaralah!"ujar Nana lagi.Ia memanggil dan menarik tangan suaminya agar pergi keluar.

__ADS_1


"Bu,kenapa aku di tinggal sendiri!"panggil Arina.


"Ada dia!"teriak Nana kemudian menutup pintu .


Reno mendekati Arina tanpa berkata cuma bisa tersenyum .


"Terima kasih kiriman bunga,coklat dan buah-buahan," ucap Arina membuka percakapan.


"Kiriman bunga dan coklat?"tanyanya heran.


"Iya, kamu yang mengirim sebagian ini!"Arina menunjukkan barang yang di maksud.


"Aku tidak mengirimnya sebanyak ini,"ungkap Reno jujur,melihat di samping ranjang Arina terdapat 3 kuntum bunga mawar,2 keranjang buah, 7 batang coklat dan 1 kotak kue yang di kirim tadi pagi.


"Lalu?Oh mungkin penggemarku,"celetuk Arina.


Reno tersenyum tipis lalu berkata,"Ya bagus, kalau ada yang menyukaimu!"


"Biar kamu gampang melupakanku!"sahut Arina.


"Arina ,aku minta maaf !"


"Yang lalu biar berlalu, ikuti saja mau Ibumu!"ucap Arina. Saat makan siang ia sempat mendengar Marni berbicara kepada Mischa jika ia tak setuju dengan hubungan anaknya dengan dirinya.


"Ibu bicara apa ?"tanya Reno penasaran.


"Aku memang bertemu dengan ibumu ,tapi ia tidak pernah berbicara tentangmu atau aku,"tutur Arina.


"Arina ,aku tidak bermaksud menyakitimu. Tapi.."ucap Reno terpotong.


"Sekarang aku lumpuh,Ibu semakin tak menyukaiku dan aku tak pantas ada di sampingmu!"ujar Arina berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.


Reno memegang tangan Arina lalu berucap lirih,"Aku mencintaimu ,aku menyayangimu!"


Arina menarik tangannya,"Tapi aku tidak mencintaimu!"ucapnya menekankan kata-katanya.


"Silahkan,kamu keluar. Aku mau tidur!"usirnya.


"Arina,tolong dengarkan aku!"mohon Reno.


"Keluar!"teriak Arina pelan.


Reno pun keluar,Arina menangis di pelukan bantal.


...****************...


Hari ini Arina dibolehkan pulang oleh dokter. Ia harus duduk di kursi roda. Rencananya seminggu lagi ia akan kembali ke kampung. Arina di jemput Seno dan di antarkan ke apartemennya.


"Kamu yakin akan kembali ke kampung?"tanya Nana.


"Iya ,Bu . Mungkin kalau di sana aku bisa segera sembuh dekat dengan kalian!"ujarnya.


"Ya, sudah. Ayahmu akan menjemput kita Minggu depan,"ucap ibu kandung Arina.


"Bu,aku ingin ke taman. Tolong,antar aku ke sana?"pintanya.


"Bisa,tapi tak bisa menunggumu. Ibu mau masak."


"Tak apa,Bu. Nanti kalau aku ingin kembali,bisa minta tolong pada satpam ,"tuturnya.


Ibu mengantarkan Arina ke taman apartemen,ia melihat anak-anak berlari dan antar warga saling mengobrol.

__ADS_1


"Hei,Nona!"


__ADS_2