Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Pengakuan Rayyan


__ADS_3

Pagi ini Arina mendatangi kantor Rayyan,ia menanyakan kepada resepsionis setelah di izinkan ia melangkah menuju ruangan kerja calon suaminya.


"Ada apa?Kamu rindu denganku?"tanya Rayyan menyapa calon istrinya.


Arina menatap tajam calon suaminya itu dengan hati kecewa. Ia menghampiri Rayyan yang berjalan mendekati dirinya.Arina melayangkan tamparan di pipi Rayyan cukup kuat.


"Hei,kamu kenapa?Mengapa menamparku?"tanya Rayyan berusaha tenang.


"Pembohong!"hardik Arina dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak mengerti?"tanya Rayyan heran.


"Kau yang telah membuatku celaka dan lumpuh!"sentak Arina dengan nada tinggi.


"Bagaimana dia tahu?"tanya Rayyan membatin.


"Maksud kamu apa sayang?"tanyanya.


"Kau menyewa mobil di rental milik Mischa dan kamu juga yang menabrakku di depan restoran!"ucap Arina dengan terisak.


"Arina,maafkan aku!"Rayyan memeluk tubuh calon istrinya namun mendapatkan penolakan.


"Mengapa kau lakukan itu?"tanya Arina.


"Aku mengaku salah, tolong maafkan!"pinta Rayyan memohon."Aku khilaf!"ucapnya lirih.


"Kau datang dan hadir di hidupku tapi semua penuh kepalsuan,"ujar Arina. "Aku benci kamu,Ray!"teriaknya.


"Tolong,jangan membenciku!"pinta Rayyan berusaha mengenggam kedua tangan Arina.


Arina terduduk di lantai,ia terus menangis dan berkata memukul dada Rayyan,"Kamu jahat,kamu jahat!"


"Arina,tenang. Kita bisa bicarakan ini!"ucap Rayyan.


"Apa yang mau dibicarakan lagi? Semua cukup jelas,kau sengaja melakukan ini!"ucap Arina mendorong tubuh Rayyan.


Rayyan berusaha mendekap erat tubuh Arina dan berkata,"Maafkan aku! Aku ingin jujur padamu tapi waktunya belum tepat!"


"Kapan tepatnya?"tanya Arina menantang dan menghapus air matanya yang menetes."Mengapa kau tidak jujur?"tanyanya lagi.


"Aku melakukan ini karena terpaksa, Mischa mencintai Reno lalu aku berusaha mencoba menyingkirkanmu tapi Mamaku mengetahuinya,"jelas Rayyan.


"Mama Hanum tahu semuanya?"


Rayyan menganggukan kepalanya lalu kembali berucap,"Dia menyuruhku bertanggung jawab!"


Arina mendorong tubuh Rayyan lalu berdiri,"Jadi kamu mau menikahi aku karena terpaksa?"tanyanya penuh emosi.


"Awalnya iya tapi semua berubah,aku mencintaimu!"ujar Rayyan jujur.


"Aku tidak mempercayai kamu lagi!"teriak Arina.


"Arina , tolong maafkan aku!"mohon Rayyan.


"Aku akan membatalkan pernikahan ini!"ucap Arina membalikkan badannya bergegas keluar ruangan.

__ADS_1


Rayyan menarik lengan Arina dan membentaknya,"Jangan gegabah! Pernikahan kita tinggal 3 hari lagi!"


"Aku tidak mau menikah dengan pembohong sepertimu!"sentak Arina.


"Kamu mau membuat malu orang tua kita!"hardik Rayyan.


Arina terdiam dan mematung mendengar Rayyan menyebut kata orang tua."Aku tidak ingin mereka malu!"batinnya berucap.


Tanpa menjawab Arina menghapus air matanya dan memakai kacamata hitamnya kembali ia keluar ruangan Rayyan dengan terburu-buru, semua mata karyawan tertuju padanya dan Rayyan yang berjalan mengikutinya.


Bisik-bisik terdengar dari bibir para karyawan yang terheran-heran melihat pimpinannya berjalan terburu-buru mengikuti calon istrinya.


Arina masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Rayyan yang ikut masuk dan duduk disampingnya.


"Keluar,Ray!"ucap Arina membuang wajahnya.


"Aku takkan keluar,sebelum kamu maafkan!"ujar Rayyan.


"Aku tidak akan memaafkanmu!"ucap Arina dengan tegas.


"Lalu bagaimana dengan pernikahan kita?"tanya Rayyan.


Arina kembali terdiam dan menangis,"Apa aku tak pantas bahagia!"ucapnya lirih.


"Sayang!"panggil Rayyan lembut.


"Jangan panggil aku sayang!"hardiknya.


"Aku janji akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahanku tapi tolong jangan batalkan pernikahan kita!"pinta Rayyan.


"Baiklah,kalau begitu. Kamu mau aku antar pulang?"


"Tidak perlu,"ucap Arina ketus.


Rayyan pun keluar dari mobil. Kendaraan yang dikemudikan Arina berlalu.


Sesampainya di apartemen, Arina memanggil kedua orang tuanya.


"Ayah,Ibu!"panggilnya berulang kali dengan gusar.


"Ada apa,Nak?"tanya Ari khawatir.


"Ibu! Rayyan membohongiku!"ucapnya terisak memeluk tubuh Nana.


"Berbohong bagaimana?"tanya Ari penasaran.


"Dia yang telah menabrakku,"ujar Arina terbata.


Ari dan Nana hanya saling pandang.


"Jadi kamu mau bagaimana?"tanya Ari lembut.


"Aku ingin membatalkan pernikahan ini,"ucap Arina dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan ,Nak! Pernikahan kalian sebentar lagi,"ucap Ari tenang.

__ADS_1


"Ayah dan Ibu,mengapa tidak marah?"tanya Arina heran.


"Ayah dan Ibu sudah mengetahuinya,"ucap Ari santai.


Arina mendongakkan kepalanya dan menatap wajah kedua orang tuanya.


"Mengapa kalian tidak memberi tahu?"tanya Arina kecewa.


"Jika kami memberi tahu,kamu tidak akan mau menerima lamaran dari Rayyan,"jelas Ari.


"Ayah dan Ibu tahu dari Rayyan?"


Keduanya menggelengkan kepalanya lalu Ari berkata,"Kami tahu dari Hanum saat kami bertemu ,dia menceritakan semuanya. Rayyan menyesali perbuatannya dan Hanum meminta kami untuk menerimanya sebagai menantu!"


"Nak, maafkan kami tidak jujur padamu. Tapi yakinlah Ray mencintaimu,jika dia berani menyakitimu beri tahu kami!"ucap Ari.


Arina tersenyum dan memeluk ayahnya.


"Jadi kalian tetap ingin aku melanjutkan pernikahan ini?"tanya Arina sekali lagi.


"Kalau kami tetap ingin Rayyan jadi menantu tapi semua terserah kamu. Jika memang kamu mau membuat kami malu,"ucap Nana.


Arina pun bangkit dan menuju kamarnya,ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Tatapan matanya menerawang di atap langit kamar.


Ponselnya terus berdering, tertera nama Rayyan memanggil. Ia tetap tidak menghiraukan panggilan.


Arina memejamkan matanya, rasanya berat sekali masalah yang ia hadapi. Berbagai pertanyaan muncul di kepalanya,"Jika seandainya aku lumpuh selamanya,apa ia akan bertanggung jawab?"ucapnya membatin.


Hampir empat jam,ia terlelap tidur. Tak terasa hari menjelang sore ia melewatkan makan siang. Ia pun terbangun dan keluar kamar. Sesosok pria yang ia temui tadi pagi muncul di apartemennya.


"Kalian bicaralah!"ucap Ari menepuk pelan bahu calon menantunya."Ayo,Bu! Kita ke kamar biarkan mereka bicara!"ajaknya pada istrinya.


Kedua orang tuanya Arina meninggalkan mereka berdua untuk menyelesaikan masalah.


"Kamu sudah lama di sini?"tanya Arina.


"Baru dua jam,"jawab Rayyan santai.


"Berarti aku tertidur terlalu lama,"gumamnya


"Bagaimana dengan hubungan kita?"tanya Rayyan.


Arina mengambil buah apel di atas meja makan kemudian mencucinya dan memakannya. Ia memposisikan diri di sebelah Rayyan.


"Seandainya Mama Hanum tidak mengetahui kejadian ini,apa kamu masih mau bertanggung jawab?"tanya Arina.


Rayyan tak bisa menjawab dan hanya diam.


"Kamu tak bisa jawabkan?"hardik Arina."Kamu ,lelaki pengecut yang pernah ku temui!"ucap Arina menekankan kata-katanya.


"Iya,aku lelaki pengecut yang telah jatuh cinta padamu. Apa salah jatuh cinta denganmu?"tanya Rayyan.


"Caramu yang salah,Ray!"ucap Arina."Karena cinta buta kau menyakitiku, bagaimana jika aku meninggal dalam kecelakaan itu?"tanyanya kembali.


Rayyan mengenggam tangan calon istrinya dan berkata,"Aku tak bisa menjawab semua pertanyaan kamu,tapi yakinlah ini semua sudah jalannya. Kita dipertemukan dengan cara begini. Aku menyesal melakukan ini,aku benar-benar mencintaimu!"

__ADS_1


__ADS_2