
Mischa mempercepat langkahnya mengikuti suaminya yang masuk ke dalam kamar. Dia heran suaminya tiba-tiba saja berubah.
Reno bergegas ke kamar mandi membersihkan diri selesai mandi ia menyugar rambutnya. Mischa memeluk tubuh suaminya dari belakang.
"Katakan? Apa yang terjadi?"tanya Mischa lembut.
Reno membalikkan tubuhnya dan mencengkeram lengan Mischa serta menatap sinis,"Tidak usah berpura-pura baik kepadaku!"ucapnya menekankan kata-katanya.
"Maksud kamu apa?"tanya Mischa keheranan.
"Cepat katakan siapa orang yang membuat Arina celaka?"tanya Reno dingin.
"A...aku tak tahu,"jawab Mischa terbata-bata.
"Jangan berbohong!"bentaknya.
Mischa meringis kesakitan .
"Kau mau aku yang mencari pelakunya atau kau sendiri yang mengatakannya?"tanyanya kembali.
"Baik,aku akan katakan!"ucap Mischa menangis.
Reno melonggarkan cengkramannya.
"Rayyan yang membuat Arina celaka,"ucap Mischa lirih.
"Apa!"ucap Reno terkejut."Jadi selama ini dia pelakunya?"tanyanya kembali.
Mischa menggangukkan kepalanya.
"Mengapa dia melakukan itu?"tanya Reno geram.
"Aku tak tahu,"jawab Mischa gugup.
"Aku yakin kau pasti tahu!"bentaknya lagi.
"Aku cuma curhat kepadanya,aku begitu mencintaimu,aku cemburu kau memilih dia!"ucap Mischa berlinang air mata.
"Ayo,ikut aku! Kita ke rumah Arina sekarang,"ajak Reno menarik tangan Mischa.
"Tidak !"tolak Mischa.
"Kenapa kamu takut?"tanya Reno.
"Mereka akan menikah,aku tidak ingin Arina membatalkan pernikahannya,"ucap Mischa.
"Kamu mau mereka menikah dalam kebohongan, calon suaminya yang sudah membuat dia celaka!"ucap Reno geram.
Mischa memundurkan langkahnya.
Reno tetap memaksa Mischa mengikutinya, mereka menuju apartemen Arina.
Sesampainya di sana Arina yang membukakan pintu, orang tuanya tidak lagi di rumah.
"Kalian!"
"Maaf,kami menganggu waktumu!"ujar Mischa dengan mata sembab.
__ADS_1
"Silahkan masuk!"ujar Arina membuka pintunya lebar.
Arina mempersilakan suami istri itu duduk.
"Aku akan buatkan minuman untuk kalian!"tawar Arina.
"Tidak perlu,kami ingin menyampaikan sesuatu. Jelaskan pada Arina!"ucap Reno menatap Mischa.
Mischa pun menceritakan semuanya dengan penuh penyesalan.
"Maafkan aku!"ucap Mischa terisak menggenggam tangan Arina.
Arina yang mendengarnya terkejut dan syok. Dia berusaha membuka hatinya untuk Rayyan ternyata dia pelaku sebenarnya.
"Aku sudah memaafkanmu!"ucap Arina dingin.
"Aku benar-benar tidak tahu jika dia melakukan itu,"ucap Mischa."Aku mohon, jangan kamu batalkan pernikahan ini. Dia begitu mencintaimu!"lanjutnya lagi.
Reno tersenyum tipis,ia membiarkan istrinya meluapkan kesalahannya pada wanita yang sempat mengisi hatinya.
"Kalian pulanglah! Biarkan aku yang menentukan ini semua,"ujar Arina membuang wajahnya.
"Kami pamit pulang,"ucap Reno menarik tangan Mischa dan membawanya pulang.
Sepulang Reno dan Mischa menangis hingga tangisannya terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu.
Arina segera menghapus air matanya dan membuka pintu ternyata kedua orang tuanya baru saja pulang.
"Mengapa matamu ?"tanya Nana.
"Oh,ini cuma kena debu saja!"ucap Arina.
Arina pun masuk ke dalam kamar,ia ingin meminta penjelasan dari Rayyan.Kebetulan besok ia sudah mengajukan cuti.
Di lain tempat rumah Reno."Mana ponselmu!"ucapnya.
Mischa memberikan ponselnya kepada Reno.
"Ponsel kamu aku tahan,"ucapnya.
"Mengapa ditahan?"
"Aku tak mau kamu menghubungi pria itu,"ucapnya.
"Kamu takut aku menghubungi dia atau kamu takut kehilangan Arina,"ucap Mischa.
"Jika aku mau, Arina bisa jadi milikku. Tapi aku bukan pria seperti itu!"sahut Reno menatap tajam manik mata istrinya kemudian berlalu.
Mischa menjatuhkan tubuhnya di ranjang,ia menangis terisak.
"Baru saja aku merasakan bahagia!"gumamnya.
Reno memilih keluar rumah, mendengar suara deru mobil Mischa terbangun dan melihat dari jendela.
"Mau ke mana dia?"tanya Mischa dalam hati ia melihat jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam.
Mischa pun tak bisa tertidur dengan nyenyak, suaminya belum juga pulang jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Ponselnya ditahan suaminya.
__ADS_1
Mischa berusaha memejamkan matanya, namun suara derit pintu membuat matanya kembali terbuka.
"Reno!"gumamnya. Ia pun bangkit menghampiri suaminya.
"Arina!"ucapnya tersenyum .
"Aku bukan Arina,kamu mabuk?"tanya Mischa.
"Minggir kamu!"ucap Reno menolak tubuh istrinya.
Mischa tetap memegang tubuh Reno hingga terjatuh di ranjang. Ia pun segera membuka sepatu dan pakaian. Ia pun menyelimuti tubuh suaminya namun tangan itu menarik tubuh Mischa hingga membuatnya jatuh tepat di atas tubuh suaminya. Reno pun membalikkan tubuhnya hingga posisi Mischa di bawah.
"Reno,sadar!"teriak Mischa.
"Diam!"hardiknya.
"Lepaskan aku,Reno!"teriak Mischa kembali sembari menangis. Ada rasa sakit hati di dalam dadanya,saat mulut Reno mengucapkan nama Arina terus menerus dalam keadaan tidak sadar.
Reno tidak menggubris teriakan Mischa,ia mulai menelusuri lekuk tubuh istrinya itu dengan rakus dan kejadian itu terulang kembali.
Mischa menatap suaminya yang sudah terlelap disampingnya,"Kamu masih saja menyebut nama wanita itu,"batinnya menangis.
...****************...
Pagi harinya Reno membuka matanya, tubuhnya terasa sakit ia melihat disampingnya Mischa tertidur tanpa menggunakan pakaian begitu juga dengan dirinya yang hanya ditutupi selimut.
Ia pun terbangun dan mengingat semuanya.
"Bodoh!"ucapnya membatin. Semalam ia bertengkar hebat dengan Mischa ia memilih pergi ke klub,ia hanya minum sedikit tapi efeknya luar biasa . Beruntung dia masih bisa pulang dengan selamat.
Sekarang ia harus seranjang dengan wanita yang telah membohonginya. Memang bukan semalam saja mereka melakukan itu, sebelumnya mereka melakukan hal yang sama tapi dalam keadaan sama-sama suka.Namun kini rasa benci itu kembali lagi.
Mischa pun menggeliatkan tubuhnya dan menatap suaminya dan segera bangkit duduk dengan wajah lesu.
"Kamu sengaja memanfaatkan aku yang setengah sadar?"tuduh Reno.
"Aku?"tanya Mischa balik.
"Iya,kamu sengaja!"
"Maaf,aku tidak mengambil keuntungan darimu!"ucap Mischa ketus.
"Kamu bahkan rela melakukan apapun, asal keinginanmu terwujud!"ucap Reno dingin.
Mischa menyunggingkan senyumnya dan berkata,"Aku memang terlalu bodoh, mengharapkan cinta dari pria yang tidur denganku tapi masih menyebut nama wanita lain."
Reno terdiam dan berkata dalam hati,"Apa semalam aku menyebut namanya?"
"Sekarang,aku tidak peduli dengan hubungan kita. Aku akan mengganti uang Ibumu dan pergi menjauh dari hidupmu!"ujar Mischa tegas kemudian bangkit menuju kamar mandi.
Reno masih mencerna semua ucapan Mischa. Sampai istrinya keluar kamar mandi,ia masih tetap di atas ranjang.
"Aku akan menemui Rayyan agar ia membatalkan pernikahannya dengan Arina sesuai inginmu!"ujar Mischa.
Reno membangkitkan tubuhnya dengan cepat menarik lengan Mischa.
"Jika berani melangkah pergi dari rumah ini,kamu akan tahu akibatnya,"gertak Reno.
__ADS_1
"Bukankah kamu mencintai dia?"tanya Mischa menantang.
"Tapi sekarang kamu adalah istriku!"jawabnya tegas.