Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
BAB 14


__ADS_3

Iren berlari ke kamarnya. Dia menangis sejadi-jadinya hingga sesenggukan. Kenapa dia bisa sekasar itu berbicara pada Widi? Sesekali ia mengusap air matanya yang mengalir deras. Tapi dia juga tidak mengerti kenapa melakukan itu. Dia sangat marah jika Widi mengurusi hubungannya dengan Rudi.


Tak terasa, Iren tertidur karena tidak henti-hentinya menangis. Matanya menjadi sembab.


Ditempat lain, Widi membayangkan kenapa semua menjadi seperti ini?. Walaupun Iren sudah memarahinya, Widi tetap mengambil alih tugas Iren. Widi tetap saja mengerjakan tugas yang harusnya dikerjakan oleh Iren, karena Iren sudah mengatakan bahwa akan pergi bersama Rudi.


***


Iren bangun pukul 9 pagi. Dia tidak melihat ponselnya, Iren bangun terburu-buru. Dia baru ingat kalau Rudi mengajaknya untuk pergi ke acara keluarganya.


Iren melihat ponselnya, ia sangat kaget melihat banyak sekali panggilan dari Rudi. Benar saja ada 20 PANGGILAN TIDAK TERJAWAB dari Rudi. Iren benar-benar tidak mendengar ponselnya yang berdering. Tidak ada yang membangunkan Iren, karena Ibu Nadia tahu bahwa Iren sedang libur.


Iren berpikir bahwa mungkin Rudi sudah pergi bersama keluarganya. Tapi ternyata tidak! Rudi masih menunggu Iren menelponnya kembali. Akhirnya Iren menelpon Rudi, karena takut Rudi akan marah padanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum Mas. Aku minta maaf sama kamu, aku baru saja bangun. Aku harap kamu enggak marah dan harus senang-senang sama keluarga kamu yah Mas disana." ucap Iren panjang lebar merasa sangat panik setelah Rudi mengangkat telponnya.


"Waalaikumsalam. Iya enggak apa-apa kok, kamu sudah selesai? Aku jemput sekarang yah? Aku belum pergi ini, nanti kita menyusul." kata Rudi.


"Aku siap-siap sebentar yah mas." ucap Iren lega.


"Yasudah, 15 menit lagi aku otw ke rumah kamu. Bye!" kata Rudi memutuskan sambungan telepon.


Iren bersiap-siap untuk mandi dan berpakaian. Dia tidak mau mengecewakan Rudi lagi untuk kedua kalinya. Iren bahkan lupa masalahnya dengan sahabatnya Widi, jika bersama dengan Rudi.


Sekitar 15 menit Iren menunggu Rudi di teras rumahnya, sambil bermain ponsel dan juga melihat apakah ada telepon atau pesan yang masuk dari Widi, atau dari grup sahabat-sahabatnya. Tetapi, ternyata tidak ada. Akhirnya Rudi datang, saat itu tidak menggunakan motor gede yang biasa dia pakai, melainkan datang menggunakan mobil. Awalnya Iren tidak tahu kalau itu Rudi, karena sebelumnya tidak pernah melihat Rudi menggunakan mobil. Akhirnya Rudi membunyikan klakson mobilnya sembari membuka kaca mobilnya.


"Ren! Iren!" panggil Rudi pada Iren yang serius melihat ponselnya, sehingga tidak mendengar panggilan Rudi. Akhirnya Rudi menelponnya.

__ADS_1


"Aku ada di depan kamu. Sibuk banget emang yah?" tanya Rudi mengagetkan Iren.


"I.. Iyaa Mas Rudi, aku izin sebentar." ucap Iren terkejut.


Iren akhirnya melihat Rudi dan menyuruhnya untuk menunggu sebentar karena akan izin pada Ibu Nadia dulu.


Iren berjalan ke arah mobil Rudi yang berada di depan rumahnya, entah kenapa moodnya berubah menjadi bahagia setelah bersama dengan Rudi. Iren bisa melupakan masalahnya dengan Widi yang ia sadari dengan penuh bahwa Widi pasti sangat tersakiti oleh kata-katanya semalam.




Gumuuusshhh jugaa sii sama Widi yang bertele\-tele ungkapkan semua ke Iren. Tapi baiknyaa juga yaah kejadiannya bisa jadi pelajaran paling dan sangat berharga untuk Iren dan aku pribadi. Iren melewati semua cobaan tapi akhirnya bisa menceritakan kisahnya ini dengan berbesar hati. Saluuuuuttt banget author tuhhh sama Iren❤

__ADS_1



Jangan lupa tinggalkan like, vote dan komen yaaapphh. With Love^\_^


__ADS_2