
Di gerbang sekolah, Widi bertemu dengan Rudi tetapi mereka tidak lagi bertegur sapa seperti biasanya. Iren yang melihat kejadian itu merasa sangat khawatir. Apakah ini karena dirinya? Atau ada masalah antara mereka? Iren benar-benar bingung dengan semua itu. Tetapi Iren sama sekali tidak mempertanyakan hal tersebut pada Rudi, karena yang dia tahu hanya Widi yang tidak menyukai Rudi.
Iren yang sudah cinta pada Rudi, cowok yang baru 4 kali bertemu dengannya, benar-benar membuat Iren jadi sangat berbeda. Dia bisa membuat Iren, cewek yang sangat sulit untuk percaya sama omongan cowok bisa luluh.
Iren melupakan setiap masalahnya saat bersama dengan Rudi. Dia merasa bahwa Rudi adalah orang yang bisa membahagiakan dirinya disaat dia sedang sedih.
Iren dan Rudi akhirnya pergi bersama, Rudi membawa Iren berjalan-jalan ke mall sebelum mengantarnya pulang. Rudi mengajak Iren makan, nonton dan bermain. Iren merasa sangat senang karena merasa diperlakukan sangat manis oleh Rudi.
“Makasih yah mas, karena sudah sangat baik sama aku.” ucap Iren dengan manja sambil menggandeng tangan Rudi.
“Sama-sama nonaku.” Jawab Rudi sambil mencubit lembut pipi Iren.
Pukul 8 malam, Iren baru sampai di rumah. Iren tidak lagi menemui Ibu Nadia di kamarnya, seperti yang biasa dia lakukan setiap ia pulang. Iren langsung masuk ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaian sekolahnya. Iren mengeluarkan ponsel dari tasnya karena tidak ingin ketiduran lagi dan tidak sempat mengabari Rudi atau tidak menjawab telepon darinya.
Iren sangat menjaga Rudi agar tidak marah. Dia sudah tahu kalau Rudi sangat gampang marah. Tetapi dia sangat berusaha untuk tidak melakukan hal yang membuat Rudi marah. Dia tidak mau perasaannya pada Rudi hilang, karena kebiasaan Rudi yang sangat pemarah.
Benar saja, Rudi menelepon Iren setelah dia sampai di rumahnya. Iren yang melihat panggilan itu langsung menjawabnya dengan cepat.
__ADS_1
“Assalamualaikum mas Rudi.” ucap Iren.
“Waalaikumsalam nona Iren hehehe.” Rudi sambil tertawa.
“Hehehe apa sih mas. Ada apa mas?” tanya Iren, tersenyum malu.
“Aku senang deh kalau kamu bahagia kayak tadi. Aku akan berusaha bikin kamu bahagia Ren. Aku janji!” ucap Rudi serius.
“Iya mas aku percaya kok kalau mas Rudi enggak akan sakitin aku.” kata Iren yakin.
“Oh iya enggak apa-apa kok mas, aku besok diantar sama iparku. Kalau mau pulang, aku bareng teman-teman.” Jawab Iren meyakinkan Rudi bahwa dia tidak sedih, padahal dia sangat ingin jika Rudi yang mengantarnya. Iren merasa sangat bahagia jika setiap hari bertemu dengan Rudi kekasihnya.
“Yasudah, kamu istirahat yah. Aku mau turun dulu, dipanggil sama Ayah. Assalamualaikum nonaku!” ucap Rudi memutuskan telepon.
Iren tidak bisa tidur, dia akhirnya membuat makalah kelompoknya. Dia berpikir ingin menghubungi Widi, menanyakan hal yang kurang dia pahami selama membantu menjadi kasir di cafe 27. Akhirnya Iren benar menghubungi Widi. Tiga kali panggilan Iren tidak dijawab oleh Widi, akhirnya ia memutuskan mengirimkan pesan saja.
"Widi yang manisnya enggak ada tandingan, angkat telepon aku dong. Mau nanya soal tugas kelompok kita aja kok, enggak maksud mau gangguin kamu." Tulis Iren menggoda Widi.
__ADS_1
Akhirnya Widi mengangkat telepon Iren.
"Assalamualaikum.. Nah gitu dong Widi, diangkat teleponnya hehehe." ucap Iren sambil tertawa.
"Waalaikumsalam.. Iya ada apa?" jawab Widi cuek.
"Dih.. Gimana deh, nyolot betul kawanku yang satu ini. Hahaha" sahut Iren meledek Widi.
"Aku ke rumah kamu aja. Kita kerjakan sama-sama, gimana? Kebetulan aku ada di dekat rumah kamu." kata Widi.
"Iya deh kalau kamu enggak apa-apa. Kesini aja, aku tungguin!" ucap Iren setuju.
****
Mangadd banget authors nih nulisnya.. Ga bucin tapi yaaa😂😂
Stay calm ajaa yaa bacanyaa, akan lebih tegang dan menguras emosi banget kok kedepannya wkwk. With Love ^_^
__ADS_1