Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Alasan Rasti


__ADS_3

"Mengapa secepat itu,Bu?"protes Reno.


"Lebih cepat lebih bagus biar tidak berlarut-larut,"sahut Marni santai.


"Bu,tapi kami butuh mengurus surat-suratnya!"ujar Rasti.


"Itu masalah gampang,"sahut Marni ."Bantu adikmu Reno!"perintah Marni kemudian berlalu.


Rasti dan Danu saling menatap karena bingung.


"Kamu ngapain di sini, sana pulang?"usir Reno pada Danu. "Aku akan bantu mengurusnya, besok sore kalian menikah!"lanjutnya menarik tangan Rasti agar segera meninggalkan Danu.


Danu pun pergi saat akan membuka pintu mobilnya,mata menangkap sesosok balita berjenis kelamin laki-laki yang sedang bermain dengan dua orang pengasuh.


"Apa dia anakku?"batinnya bertanya,seulas senyum merekah di bibirnya.Ia pun meninggalkan rumah calon mertuanya dengan hati gembira.


Lain halnya dengan Sarah yang tiba-tiba mengeluh mual dan ingin muntah. Tio yang melihat istrinya mendekatinya lalu bertanya,"Kamu kenapa sayang?"


"Entahlah aku gak tahu,Mas!"ucapnya memegang tengkuknya."Rasanya ingin muntah!"lanjutnya.


"Jangan-jangan kamu hamil,sayang?"tanya Tio bersemangat.


"Gak usah aneh,mana ada wanita hamil baru dua hari yang lalu berhenti datang bulan,"gerutu Sarah.


"Aku cuma tebak saja karena pas hamil Rangga kamu begitu juga,"ujarnya.


"Mending Mas ,pijit aku saja!"perintahnya pada suaminya.


"Aku tidak mau,tanganku bau minyak angin ,"tolak Tio.


"Oh ,gitu ! baiklah kalau begitu jangan ganggu tidur malam ku!"ancam Sarah lalu ia memanggil salah satu pelayan seorang wanita.


"Sayang ,aku ini bos besar di kantor masa harus pijit istrinya,"protesnya pada Sarah.


"Memangnya kenapa? "


"Ya gak apa-apa,ya sudah aku yang pijit!"ajaknya.


"Nona ,ada apa memanggil saya?"tanya pelayan itu.


"Tidak jadi, kembalilah bekerja,"usir Tio.


Pelayan itu pun pergi.


Akhirnya Tio memijit Sarah,ia membuka seluruh pakaiannya dan hanya tersisa pakaian dalam saja.


Tio yang melihatnya hanya menelan saliva.


"Sayang,ini masih terlalu sore,"gerutunya.


"Memang masih sore,kenapa?"tanya Sarah ketus.

__ADS_1


Tio mulai memijit betis Sarah lalu berkata,"Kamu memancingku?"


Sarah mengernyitkan dahinya lalu menjawab,"Aku tidak memancingmu,Mas!"


"Kamu menunjukkan bentuk tubuh begitu sama saja memancingku!"sahutnya kesal.


Sarah terkekeh melihat wajah suaminya yang haus akan dirinya. "Cepat pijit ,Mas!"perintahnya lagi.


Baru beberapa menit,Tio memberhentikan pijitannya,"Aku capek, mau tidur saja!"keluhnya lalu berbaring di samping istrinya.


"Mas !"protes Sarah kemudian duduk berhadapan dengan wajah suaminya.


"Kita main sekarang saja!"godanya pada istrinya, tangannya mulai bergerilya di bagian dada.


Sarah menepis tangan Tio," Anakmu masih di luar!"gerutunya.


"Biarkan saja dia dengan pengasuh, terpenting kamu sama aku!"Tio menarik tengkuk istrinya dan ******* bibirnya.


Baru menikmati sebentar,suara ketukan pintu menghentikan aktivitas mereka. Sarah pun melangkah membukakan pintu."Ada apa?"tanya Sarah yang sudah memakai pakaiannya kembali.


"Rangga menangis mungkin dia ingin menyusui, Nyonya!"ujar salah satu pengasuh menggendong Rangga.


Sarah pun mengambil anaknya dari tangan pengasuhnya, kemudian membawa ia masuk ke dalam kamar.


"Kamu lapar ya,sayang?"tanyanya pada bayi mungilnya


lalu mulai menyusuinya.


Sarah mencubit lembut pinggang suaminya itu.


...****************...


Hari ini pernikahan Rasti dan Danu, persiapan dilakukan secara mendadak dari gaun pengantin,katering dan lainnya tetapi mereka tidak mengundang banyak tamu hanya ada keluarga besar Reno dan perwakilan keluarga Danu.


Reno mendekati adiknya yang lagi memilih gaun di kamar yang akan digunakan saat pengucapan janji.


"Apa kamu yakin akan menikah dengannya?".


Rasti masih fokus memilih gaun tanpa melihat wajahnya,"Tidak ada pilihan lagi,dia memang ayah dari Rado!"


"Lalu mengapa kamu mengatakan pada Ibu jika mencintainya?"tanya Reno kembali.


"Lelaki itu sudah menikah dengan wanita lain,tak ada harapan lagi aku memilikinya!"ucapnya lirih.


"Jangan siksa dirimu dengan pernikahan ini!"sahut Reno .


"Ibu menginginkan pernikahan ini,Rado juga butuh ayahnya!"ujar Rasti menatap kakaknya.


"Aku harap ini yang terbaik untukmu!"ucap Reno mengelus pundak adiknya memberi semangat lalu tersenyum tipis dan keluar kamar.


Rasti terduduk lemas dan menangis,ia teringat saat bersama Tio. Mereka sudah mengenal lama tapi baru dekat sebulan saja. Ia mengenali lelaki itu dari sepupunya Miko dan Reno juga mengenal baik Tio, kedua orang tuanya juga menyetujui hubungan mereka .Lelaki itu begitu sayang padanya hanya karena Tio terlalu sibuk dengan mengembangkan bisnis saat itu ,membuat Rasti kesepian ia menghianati Tio ditambah lagi Tio pergi ke luar negeri begitu juga dengan keluarganya beberapa minggu ,ia semakin kesepian padahal Tio mencoba menghubungi Rasti tapi ia memutuskan komunikasi.

__ADS_1


Beberapa bulan putus dengan Tio,ia hamil membuat Reno murka."Siapa ayah dari janin yang kau kandung?"tanyanya dengan lantang dan marah.


"Tio Mahendraya,"sahutnya terisak.


"Aku akan bertemu dengan pria itu!"ujar Reno.


"Jangan, Kak! aku takut dia menghancurkan bisnis kita,"ucapnya berbohong menahan Reno.


"Aku tidak peduli ,dia harus bertanggung jawab!"ucapnya dengan marah.


"Apa benar dia ayahnya bukan Danu?"tanya Marni dengan sendu.


"Iya,Bu!" sahut Rasti.


"Kamu tidak berbohong,Nak! Ibu dengar kamu dekat dengan Danu?"tanyanya kembali.


"Aku tidak berbohong,Bu!"ucap Rasti terus terisak.


"Jika lelaki itu Danu ,aku akan menyuruhmu menggugurkan kandungan itu!"ancam Reno.


"Reno, janin yang dikandungnya tidak bersalah!"protes Marni marah pada anak lelakinya itu.


"Aku pastikan juga pria itu hancur!"geram Tio."Besok kamu harus berangkat dan tinggal bersama keluarga kakek di Jerman!"titahnya.


"Aku tak mau,Kak!"protesnya.


"Kamu memilih aku menghancurkan Tio atau menggugurkan kandunganmu!"ujar Reno memberikan pilihan.


"Aku akan tinggal di luar negeri!"


Rasti masih menangis dia merasa bodoh saat itu,ia melepaskan lelaki yang begitu menyayanginya. Tangisannya berhenti mendengar namanya dipanggil.


"Nak,apa kamu sudah memilih gaunnya?"teriak Marni dari balik pintu.


Rasti segera menghapus air matanya dan berusaha tersenyum,ia membukakan pintu untuk ibunya itu."Sudah, Bu! Rasti pilih yang warna hijau muda ini saja!"ucapnya.


Ibu melihat wajah Rasti lalu bertanya,"Kamu menangis,Nak?"


Rasti mencoba tersenyum lalu berucap,"Rasti bahagia akan menikah dan kalian setuju dengan hubungan kami!"


"Nak,asal kamu bahagia dan lelaki itu serius mencintaimu. Ibu setuju saja,"ujarnya menggenggam tangan Rasti.


"Terima kasih,Bu!"ucapnya memeluk tubuh Marni.


Ibu tersenyum hangat dan melepaskan pelukan anaknya lalu berkata,"Mana gaun yang akan dikembalikan?"


Rasti menyerahkan 3 gaun yang tidak dipilihnya. Karena serba mendadak terpaksa Rasti memilih gaun yang dikirim oleh pemilik butik.


Tepat jam empat sore Danu dan Rasti mengucapkan janji pernikahan. Marni menangis haru,dia berharap Danu bisa membahagiakan Rasti.


"Aku serahkan tanggung jawab Rasti kepadamu ,"ucap Reno.

__ADS_1


"Aku akan membahagiakannya!" Danu berjanji.


__ADS_2