Salah Jatuh Cinta

Salah Jatuh Cinta
Arina pindahan


__ADS_3

"Bagaimana kondisi Arina?"tanya Maya pada menantunya yang baru saja selesai membersihkan diri.


"Lukanya tidak terlalu parah,tadi sempat pingsan juga,"ujar Sarah mengangkat tubuh Rangga dari gendongan mertuanya.


"Memangnya apa yang terjadi?"tanya Mama Maya pada Sarah.


"Sarah tidak tahu apa yang terjadi?"ucapnya menaikkan kedua bahunya.


"Lalu Tio, kenapa wajahnya penuh luka juga?"tanyanya kembali pada menantunya itu.


"Nanti Sarah tanyakan pada Mas Tio,apa yang terjadi padanya,"jelas Sarah sedikit berbohong.


"Bukankah kamu tadi pulang dengannya?"Mama merasakan ada yang disembunyikan oleh menantunya itu.


"Sarah belum sempat tanyakan,Mah!"ucapnya sembari menyusui Rangga.


"Hmm..ya sudah,Mama pulang ya!"pamit Maya,ia tidak ingin terlalu banyak bertanya.


"Mama mau pulang ,biar di antar Mas Tio!" tawar Sarah.


"Tidak usah,Mama dengan sopir saja,"tolak Maya. Ia tidak ingin merepotkan anaknya,ia tahu pasti Tio sedang ada masalah.


"Makasih ya Mah,sudah jaga Rangga!"ucap Sarah tersenyum.


"Iya,Nak! sampaikan pada Tio kalau tidak sempat berpamitan dengannya,"ucap Maya memeluk menantunya."Jika ada masalah katakan pada Mama,"lanjutnya mengelus lengan menantunya.


Sarah tersenyum tipis.


"Oma pulang ya ,sayang!"cium Maya di pipi cucunya.


Sepulangnya Maya,Sarah ke kamar .


"Mama sudah pulang?" tanya Tio yang sedang mengompres lebam di pipinya.


"Iya, dia tak sempat berpamitan dengan Mas!"jawab Sarah ketus.


Tio tersenyum dan menatap Rangga yang tertidur pulas di ranjang.


"Sini biar aku obati lukanya!"Sarah menawarkan diri dengan mengambil alih handuk yang di pegang Tio. Perlahan ia mengompres lebam di pipi kiri Tio dan mengoles salep pereda nyeri.


"Terima kasih!"ucap Tio merasa canggung.


"Hmm..!


"Aku bisa jelaskan kesalahpahaman ini!"ujar Tio memelas.


"Aku capek,Mas. Besok saja jelaskan!"ucap Sarah mengangkat tubuh Rangga dan memindahkannya ke ranjang bayi.


...****************...


Pagi ini Tio kedatangan tamu dua orang wanita,"Selamat pagi keponakanku!"sapa Citra pada Tio.


"Ada apa kalian kesini?"tanya Tio ketus.


"Kami ingin melihat keponakan ku!"ujar Celin tersenyum hangat.

__ADS_1


"Dia lagi mandi ."Menatap tidak suka melihat kehadiran anak dan ibu . Citra dan Celin dibebaskan atas permintaan kakek Jayana, mereka hanya di tahan selama dua hari saja.


"Nah ,itu dia!"ujar Citra tersenyum manis pada Sarah.


"Tante,Celin apa kabar?"sapa Sarah mencium tangan Citra .


"Baik,Nak. Ini lucu banget sih!"sapa Citra memegang tangan mungil bayi Rangga.


"Jangan terlalu dekat dengan anakku!"sindir Tio pada dua tamunya pagi ini.


"Mas!"ucap Sarah menegur suaminya.


"Kalian tidak berniat jahat dengan kami 'kan?"tanya Tio .


"Mana mungkin kami ingin mencelakai kalian!"ujar Citra memasang wajah sedih.


"Sudahlah,Mas!"ucap Sarah lembut melerai perdebatan kecil antara keponakan dan tantenya.


"Kalian belum sarapan 'kan?"tawar Sarah.


"Belum ,Kak!"jawab Celin.


"Ayo,kita sarapan bareng!"ajak Sarah pada dua tamunya.


"Terima kasih,Nak!"tutur Citra.


Mereka pun sarapan bersama,Sarah sengaja bersikap baik pada Tio di depan Citra dan Celin agar mereka tidak mencurigai dan mengetahui masalah yang sedang dihadapinya.


Tak lama Tio pergi ke kantor, Citra dan Celin pamit pulang.


"Sama-sama,Tante !"ucap Sarah tersenyum."Aku senang kalian mengunjungi kami,"lanjutnya.


"Lain waktu aku akan kesini membawa Raja,"jelas Celin.


"Aku sangat senang jika kamu bawa Raja!"ungkap Sarah.


Di kantor Tio menghubungi seseorang untuk mencari informasi tentang Rasti."Aku akan mengirimkan fotonya, pastikan kamu mendapatkan informasi keberadaannya!"ucapnya menahan marah.Lalu ia mematikan sambungan telepon.


Tio menoleh ke arah Seno yang sedari tadi sudah ada di ruangannya ,"Bagaimana kondisi Arina?"


"Saya masih menyuruhnya beristirahat di rumah,Tuan!"ucap Seno.


"Lalu bagaimana dengan Reno?"


"Kemarin saat Tuan pulang,Reno datang dan sempat mengobrol dengan Arina tapi saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena saya lagi mencari taksi!"jelas Seno kembali.


"Kita harus lindungi Arina,aku takut dia juga dalam bahaya!"ujar Tio.


"Sepertinya Reno tidak akan menyakiti Arina,"ungkap Seno.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"tanya Tio lagi.


"Reno begitu panik dan khawatir saat Arina terluka, sampai ia juga menyusul ke rumah sakit untuk menanyakan kondisi Arina,"tutur Seno."Apa kita minta bantuan Arina untuk mencari keberadaan Rasti,


Tuan?"usulnya.

__ADS_1


"Apa kamu yakin Arina akan membantu kita? saya tidak mau mengambil resiko."Ujar Tio


"Kita belum mencoba ,Tuan!"ucap Seno.


"Ini terlalu sulit, jika Reno tahu kita menyuruh Arina mencari tahu tentang Rasti yang ada dirinya dalam bahaya,"tolak Tio. "Suruh dia pindah apartemen!"


perintahnya pada asisten pribadinya itu.


"Baik,Tuan. Sore ini Arina akan segera pindah,"jawab Seno menuruti perintah atasannya itu.


Seno pun keluar ruangan dan segera mencari apartemen yang disewakan untuk Arina .Di lift Tari berpapasan dengan Seno lalu bertanya,"Kamu mau kemana?"


"Saya di suruh Tuan Tio untuk mencari apartemen untuk Arina!"ujarnya.


"Memangnya kenapa dia harus pindah?"tanya Tari.


"Saya tidak bisa kasih alasannya,Nona. Saya permisi!"pamit Seno berlalu


"Kak Tio begitu perhatian sekali dengan Arina,"batinnya.


Sore harinya Seno membantu Arina pindahan,"Apa harus saya pindah?"tanya Arina.


"Ini demi kebaikanmu,"jelas Seno.


"Tapi aku sudah enak tinggal di sini!"pinta Arina.


"Tuan Tio tidak mau terjadi hal buruk pada mu,Reno itu berbahaya!"jelas Seno .


"Tapi.."


"Arina, tolong jangan mempersulit pekerjaan ku!"pinta Seno.


"Iya,maaf!"


Mereka pun pergi ke apartemen barunya Arina yang tidak jauh dari rumah Tio.


"Terima kasih ya!"ucap Seno pada orang suruhannya yang telah membantu pindahan Arina.


"Sama-sama, Tuan. Jika ada yang mau pindahan lagi hubungi kami ya!"ucap salah satu di antara mereka.


"Oke!" sahut Seno. Mereka pun meninggalkan Arina dan Seno di dalam apartemen.


"Aku akan keluar membeli makanan dan beberapa bahan untuk kamu masak,"ucap Seno.


Arina hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Sementara Reno mendatangi apartemen Arina di malam hari. Dia mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada tanda orang yang membukakan pintu.


"Maaf ,Tuan. Arina sudah pindah tadi sore,"jelas ibu muda salah satu tetangga apartemen Arina yang kebetulan mengetahui Arina pindah.


"Pindah? apa anda tahu dimana dia pindah?"tanya Reno kembali.


"Saya tidak tahu,dia tidak bilang akan pindah dimana. Tapi ada seorang pria kemungkinan itu temannya yang membantu Arina pindahan,"jelas tetangga lama Arina.


"Apa dia lelaki yang bersama Arina di rumah sakit?"batinnya."Baiklah kalau begitu, terima kasih informasinya,saya permisi!"ujar Reno pamit.

__ADS_1


"Sama-sama, Tuan!"sahut ibu muda tersebut.


__ADS_2