
Setelah menikah Mario memboyong istri dan anaknya ke rumah baru mereka.
Jelas nya rumah milik mario dengan Lea dulu. rumah di mana terdapat banyak kenangan manis dan juga pahit.
Rumah mewah ini masih terawat rapi seperti dulu. kagrena Mario menyewa sepasang suami istri untuk merawat dan menjaganya.
Lea tidak menolak saat Mario berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk membawa Lea pulang ke Kediaman mereka.
Dia akan bebas protes jika Mario macam macam dari perjanjian yang telah mereka sepakati. Mario yang sedang berbahagia tersenyum Lea kini telah menjadi milik nya lagi.
Segudang rindu yang ada untuk wanita yang kini sangat di cintai nya itu sekarang meluber. Meskipun nantinya Lea belum bisa untuk menerima nya di hati.
Mario akan berusaha untuk membuat Lea jatuh cinta kepadanya lagi. Mereka akan memulai semuanya dari awal.
Lea terkejut ketika Mobil Mario memasuki sebuah rumah yang tidak asing baginya.
"Mengapa kamu membawa ku ke sini?"
"Ini rumah mu,,, rumah kita" kata Mario pelan.
Dengan ragu Lea melangkah masuk sambil mengendong Sesil yang sedang tertidur. bocah cantik itu tidak mau lepas dari Lea.
Mario sudah memaksa untuk menggendong nya namun sesil tidak mau. Dia bahkan lebih senang di gendong Lea.
"Sini berikan dia kepada ku" Mario hendak mengambil sesil.
"Tidak usah tunjukkan di mana kamarnya biar aku saja yang menidurkan sesil".
Lea mengikuti langkah Mario menuju sebuah kamar yang tersedia untuk Sesil. Rupanya Mario sudah siapkan segalanya di rumah ini.
Mereka akan menempati rumah yang pernah menyisakan rasa sakit di hati Lea. Lea tidak mau untuk tidur di kamar atas.
Setiap kali melihat tangga yang dulu membuat dirinya kecelakaan hingga sulit untuk bisa hamil itu membuatnya trauma.
Lea bahkan merasakan ngilu di bawah perut nya dia menjadi pucat seakan kesakitan. Mario akhirnya mengikuti kemauan Lea untuk tidur di kamar bawah.
"Kamu bisa di kamar atas, biar aku di kamar yang ada di bawah" putus Lea.
"Kita ini suami istri jadi kita akan sekamar" Mario malah menatap nya intens.
"Tidak kita kamu tidak boleh sekamar dengan ku!" bantah Lea.
"Itu tidak tertulis di dalam perjanjian mu kan?" ujar Mario. " Jadi aku juga punya hak sekamar dengan mu"
'Kamu,???"
Lea meras kalah kali ini Mario memaksa harus sekamar dengan nya.
"Awas ya jangan macam macam" ancam Lea.
"Itu juga tidak terdapat di dalam perjanjian mu kan berdoalah semoga aku tidak khilaf dan melakukan kewajiban ku sebagai suami mu"
"Mario!" pekik Lea.
"Ya sayang?!" Mario malah menggoda nya.
Lea hendak melangkah ke luar dari kamar itu tapi Mario dengan kuat menarik tangan nya hingga tubuh Lea berada di dalam pelukannya.
"Lepaskan!" bentak Lea gusar.
Mario tersenyum lalu melepaskan pelukannya, sikap Mario membuat Lea jadi kesal.
Malam ini mereka tidak tidur bersama Mario memilih untuk tidur di kamar tamu. Lea merasa lega karena Mario tidak ada di kamar itu.
Lea meletakkan Laptop nya di meja yang ada di kamar luas itu. Mario mendesain semua kamar di rumah ini sangat luas dan mewah.
__ADS_1
Setiap kamar yang lengkap dengan sofa dan meja kerja nya. agar yang punya kamar dapat bekerja dengan nyaman.
Lea lalu menghidupi Laptopnya di layar nya masih terdapat foto Oscar.
"Dadd,,,Aku merindukan dirimu" bisik nya.
Jemari Lea mulai menari dengan lincah menulis cerita untuk Oscar. Lea mengadukan apa yang terjadi dengan nya saat ini.
Sementara di kamar tamu Mario tidak bisa tidur pikiran nya mengembara ke mana mana. mengingat masa bahagia nya dulu bersama Lea di rumah ini.
Lea yang mulai mengantuk kini tertidur dengan laptopnya yang masih menyala. ada beberapa tulisan yang masih belum tersimpan.
Tengah malam Mario menuju ke kamar putri nya,menengok gadis kecil nya itu. Dia sedang terlelap dalam mimpi. Mario tersenyum lalu mencium keningnya.
Dari kamar putri nya Mario iseng membuka pintu kamar Lea yang ternyata tidak terkunci. Pelan pelan Mario mendorong nya lalu masuk.
Mario tertegun menatap layar laptop itu, di mana foto Oscar terpasang dengan senyum lembutnya.
Ada rasa nyeri yang kini terasa di relung hati nya, sakit dari luka yang tidak berdarah. lebih terkejut lagi dengan cincin di jari manis Lea.
"Di mana cincin kawin yang ku sematkan itu?" pikir Mario kaget.
Baru sehari menikah Mario sudah di uji oleh Lea. wanita itu ternyata sudah melepaskan cincin kawin dari Mario. Dia bahkan memakai cincin kawin nya bersama Oscar.
Mario lalu mematikan Laptop itu, dengan hati hati Mario mengangkat tubuh Lea meletakkan dia ke tempat tidur.
Mario menatap wajah cantik yang kini terlelap dalam mimpi nya itu. Dia pun melangkah keluar dari kamar Lea.
Namun saat langkahnya menuju pintu.Mario kembali di buat tertegun. Lea sedang mengigau menangis memanggil nama Oscar.
Mario menatap sendu wajah Lea , ada nyeri yang lagi lagi menggores hatinya. Begitu besarnya cinta Lea kepada mendiang suaminya.
Mario berpikir rumah ini akan mengabadikan kenangan indah mereka. Tapi lagi lagi dia salah Lea semakin mengingat Almarhum Oscar.
Bagaimana bisa Mario harus bersaing dengan orang yang telah mati. Sementara cinta nya tetap abadi di hati Lea.
Mario kini tidak tidur dia lalu mengambil sebatang rokok menyala kan dan menghisapnya.
Pikiran nya kini kalut dengan pernikahan yang dia rencanakan untuk mengikat Lea.
Namun ternyata hati Lea telah terpatri untuk orang lain bukan dirinya. Mario kini harus ekstra bersabar.
Paginya Mario mendapatkan Sesil yang sudah mandi dan cantik. Lea dengan telaten telah merawat nya. Sesuai isi perjanjian pra nikah nya,Lea akan merawat Sesil hingga anak Mario itu sembuh.
"Daddy!' pekik Sesil mengulurkan tangannya.
Mario yang sudah rapi hendak berangkat ke kantor segera mendekat mencium pipi putri nya penuh kasih sayang.
"Love you Dad!" seru Sesil ceria.
"Love you too!" tawa Mario sambil mencium gemas putrinya.
Setelah itu Mario menuju meja makan di mana sarapan pagi sudah tersedia di sana.
"Ayo kita sarapan" Ajak mario.
Lea membawa Sesil ke meja makan, gadis kecil itu kini duduk di kursi rodanya.
"Mau Daddy siap?" Mario mengarah kan sendok ke mulut Sesil.
Namun anak kecil itu menggeleng dengan senyum manis nya. "Sesil sudah makan bubur ayam buatan Mommy" kata nya girang.
"Benarkah,apakah masakan mommy mu itu enak?" tanya Mario. Dia melirik Lea yang duduk tenang.
"Sangat dad! sangat enak!" puji nya mengacungkan jempol.
__ADS_1
Mario menatap Lea yang hanya diam menyaksikan interaksi ayah dan anak nya itu.
"Makasih ya, aku berangkat kerja, titip Sesil" Mario berdiri dari duduknya dan mencium pipi putri nya sebelum pergi.
Lea mendorong kursi roda Sesil mengantar Daddy nya sampai ke pintu. Mario masih sempat mencium pipi putrinya.
"Jangan nakal Ama Mommy ya!" pesan Mario.
"Baik dadd!"
Mario mengucap salam laku keluar menuju mobilnya yang sudah di siapkan oleh mang Karim sopir pribadi nya selain Dandy.
Di kantor nya Mario tidak fokus dengan pekerjaannya, hatinya di liputi kejadian semalam.
Mario akhirnya hanya menatap berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya.hatinya di liputi pertanyaan yang akan dia ajukan kepada Lea.
Soal cincin kawin nya dan foto Oscar yang ada di layar Laptop Lea. Terasa egois memang tapi Mario ingin pernikahan mereka bukan pura pura lagi.
Sorenya Mario pulang terlebih dahulu dia singgah untuk membeli beberapa buah segar untuk Lea. Mario tau apa saja makanan kesukaan Lea.
Sebuah kartu kredit sudah Mario siapkan untuk Lea. Namun Lea menolak untuk menerima pemberian Mario.
"Aku tidak terlalu membutuhkannya, masih ada uang ku yang bisa aku pakai untuk semua keperluan ku nanti" tolak Lea.
"Lea,,,,pegang kartu ini, jika kamu tidak mau pakai .kamu bisa memakainya untuk membeli kebutuhan putri ku di saat tidak ada" Mario menatap wajah yang kini tanpa senyum itu.
Lea terpaksa menerima nya karena Mario beralasan untuk keperluan putri nya. Rupanya Mario sangat mengkhawatirkannya Putrinya jika bersama Lea.
Malam nya Mario masuk ke dalam kamar Lea, dia akan bertanya soal Cincin kawin nya.
"Lea ,,,di mana cincin pernikahan kita?"
Lea terkejut mendapatkan pertanyaan itu, dia lalu mengambil sebuah cincin dari laci meja. menyerahkan kepada Mario.
"Simpan cincin dari Oscar, kamu pakai Cincin ini" Mario meraih tangan Lea.
Lea menepis tangan Mario menatap tajam wajah suaminya itu.
"Kamu tidak punya hak untuk menyuruhku melepaskan cincin milik suami ku"
"Lea yang ada sekarang ini aku suami mu"
"Kamu hanya suami pura pura dan kita terikat perjanjian, ingat itu" Lea menatap tajam wajah Mario.
Sikap keras kepala nya tidak pernah berubah dan itu membuat Mario harus merubahnya.
Mario menatap dalam dalam wajah cantik yang pernah menjadi istrinya dulu dan kini.
"Oscar telah tiada,,,, kita mulai semau dari awal" Mario berkata lembut.
"Ya ...kamu benar Oscar telah tiada,,tapi cinta dan kasih sayangnya masih ada di hati ku, tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi nya di hatiku" tegas Lea.
Mario tersenyum tidak ingin bertengkar dengan Lea. Mario tau jika di paksakan Lea akan membuat keputusan nya sendiri.
Mario tidak ingin memaksa Lea saat ini, biarkan waktu yang akan merubah nya. Mario cukup puas dengan apa yang di lakukan Lea kepada putrinya.
Lea memperlakukan Sesil dengan lembut penuh kasih sayang. Merawat nya bagai anak nya sendiri. Tanpa Lea sadari sudah ada ikatan batin antara dirinya dengan Sesil.
Karena di dalam tubuh Sesil kini mengalir sebagian darah Lea. Mario sendiri tidak pernah tahu kalau Lea telah mendonorkan darahnya kepada sesil.
*
*
*
__ADS_1
*****Love you All ❤️❤️❤️ salam rindu ku untuk kalian ❤️❤️❤️***