Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Duka Sekeping Hati


__ADS_3

Sebelum terjadi sesuatu akan ada tanda tanda! begitulah yang telah tersirat dan di tetapkan sang pemilik hidup.


Sikap yang di tunjukkan Oscar belakang menunjukkan bahwa sebentar lagi dia akan berpulang. Dan mereka tidak pernah menyadari akan hal itu.


Lea sendiri yang pernah merasa heran dan berulang kali Oscar tanpa sadar telah memberikan isyarat namun tidak di sadari Lea.


Hari ini dunia seakan runtuh baginya, mimpi buruknya semalam kini menjadi kenyataan.


Anggota polisi yang datang benar benar membawa bendera duka untuk dirinya. Lea di jemput ke rumah sakit Bhayangkara di mana suaminya mendapatkan pertolongan namun sayang nyawa Oscar tidak dapat tertolong.


Oscar kehabisan darah, terlalu banyak darahnya yang keluar dari robekan luka, tusukan sangkur dari salah seorang kawanan pengedar narboka yang berhasil menikam dan merobek perut Oscar dan mengenal Lambungnya.


Malam itu Oscar yang mendapat laporan ada pesta narkoba di salah satu diskotik, petugas kepolisian itu langsung menuju lokasi dengan penyamaran nya.


Pesta yang mulai terjadi kekacauan membuat Oscar segera menghubungi timnya untuk segera ke lokasi. Sesampainya Tigor dan Kornel di sana.


Mereka mendapatkan Oscar yang telah berlumuran darah. namun pria tangguh itu tidak menghiraukan luka tusukan di perutnya.


Oscar masih berkelahi dengan beberapa penjahat itu hingga dia berhasil menembak mati dua di antaranya sebelum dirinya terjatuh lemah.


Melihat hal itu Tigor dan Kornel segera membawa Oscar ke rumah sakit. Namun nyawa Oscar tidak tertolong karena terlalu banyak mengeluarkan darah.


"Tolong jaga istri dan keluarga ku" pesan terakhir Oscar sebelum menutup mata.


Lea tiba di rumah sakit di mana Oscar terbaring pucat. Dengan mata nya yang terpejam dalam tidur panjangnya.


"Daddy,,,???!" lirih Lea dengan Air mata yang sudah membanjir di pipi nya. segera di pelukan nya tubuh sang suami yang terbujur kaku.


Lea seakan masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


"Bangun Daddy,,,bangun! jangan bercanda seperti ini?!" tangis Lea. sambil menggoyang goyang tubuh Oscar.


"Kornel,,, Tigor!Ayo bangun kan dia,,, kenapa kalian biarkan sahabat kalian tertidur seperti itu???" Lea menatap Kornel dan Tigor bergantian.


Manarik narik tangan dua pria yang menjadi anak buah suaminya itu.


Kornel menarik Lea membawa nya dalam pelukan, memberikan kekuatan kepada istri sang atasan.


"Maaf kan kami Bu yang terlambat menolong nyawa pak Oscar" Kata Kornel penuh penyesalan.


Mereka juga sangat bersedih dan merasakan kesedihan yang di rasakan Lea, dengan penyesalan yang mendalam.


Jenazah Oscar segera di kemas dan akan dibawa pulang ke rumah duka. Dengan Lea yang mendampingi suaminya. sampai di rumah.


Suara tangisan dan pekik histeris seluruh keluarga Oscar terdengar pilu saat mobil Ambulans memasuki halaman rumah berlantai dua itu.


Lea yang lemas seakan tidak bertulang di papah oleh Kornel. Wanita cantik itu sudah tidak bisa lagi untuk menangis, air matanya seakan mengering telah mengalir habis.


Setelah mendapat kabar duka itu.Seluruh keluarga besar Lawrans langsung bertolak dengan penerbangan malam menuju kota di mana tempat Lea dan suaminya tinggal.


Pagi subuh keluarga besar Lea tiba di kediaman Orang tua Oscar.


Bunda Ranny yang tidak kuasa menahan air matanya memeluk putri bungsunya itu.


Tangis bunda yang tidak terbendung melihat bagaimana putrinya yang kini rapuh dengan kenyataan yang memilukan hati.


Prosesi pemakaman Oscar berlangsung hikmat, upacara penyerahan Janazah dari keluarga Oscar kepada kesatuannya untuk di makamkan secara militer.


Setelah proses pembacaan riwayat hidup Jenazah di berangkatkan ke tempat pemakaman di Taman Makam Pahlawan.


Lea di dampingi keluarga besar nya mengiring kepergian Oscar. Lea yang berusaha untuk tegar menerima kenyataan ini.

__ADS_1


Lae dengan Ikhlas Melepaskan pergi sang suami tercinta nya ke peristirahatan terakhir. walaupun dengan tangis dan tetesan air matanya.


Gerimis yang mulai turun perlahan, semesta seakan menangis dengan kepergian putra bangsa.


Upacara dan penghormatan terakhir di laksanakan dengan tiga kali tembakan yang di lakukan oleh para regu tembak.


Lea memejamkan matanya menyaksikan bagaimana semua kebahagiaan nya seakan telah pergi seiring kepergian Oscar.


Saat terakhir pemakaman peletakan krans bunga dan ucapan ucapan turut Berdukacita dan Berbelasungkawa dari segenap jajaran Polri.


Terakhir penyerahan bendera Bendera Merah Putih dari pimpinan kepada Lea.


"Turut berdukacita semoga ibu di berikan kesabaran dan ketabahan" Kalimat singkat yang di ucapkan sang pimpinan menyerahkan bendera yang diterima Lea dan mencium nya.


Luruhlah air mata membasahi merah putih di tangan nya. Isak tangis tak dapat di tahan tangis Lea kembali terdengar dalam pelukan bunda nya.


Lae melantunkan ayat-ayat dan bait bait doa, mengiringi kepergian suaminya.


"Selamat jalan sayang?!! mimpi indahlah dalam tidur panjang mu" batinnya seiring tangisan.


Lea menatap Nissan di mana suaminya berbaring untuk selama nya. Seakan baru kemarin terukir semua kenangan indah saat Oscar akan pergi meninggalkan dirinya untuk selama lamanya.


"Aku seakan tidak percaya kamu tega tinggal aku sendiri di sini,,,Dadd terimakasih atas sekian banyak nya cinta dan kasih sayang mu yang engkau berikan, namun pada akhirnya kau pun pergi tinggalkan aku juga"


Lea masih terpaku di tempatnya menatap gundukan tanah yang basah dengan nisan yang tertanam di sana.


"Di bawah batu nisan ini tlah ku sandarkan kasih sayang kamu,,,,,begitu dalam sungguh ku tak mampu ucapan selamat jalan kasih,,,,,?!!!"


Semua keluarga besar Lea masih berada di area pemakaman. Sementara sekian pelayat telah pulang setelah selesai pemakaman.


Papi dan Om Sean yang berdiri tidak jauh dari tempat Lea. mereka turut merasakan apa yang kini di rasakan Lea. Semua bagikan sebuah Elegi dari masa lalu.


Bagaimana dulu mereka pernah merasakan di tinggal pergi Wanita yang di cintai untuk selamanya.


Papi yang pernah merasakan bagaimana dulu di tinggal pergi Lilian kekasih pertama nya. hingga butuh waktu sepuluh tahun bagi papi sebelum akhirnya bertemu bunda.


Begitu pula dengan Om Sean yang di tinggal pergi Sonya dalam keadaan mengandung benih cinta nya. Lima tahun Sean baru membuka hati nya untuk istri nya yang bernama Virgin.


Mereka perlahan melangkah menuju Lea memeluk nya penuh kasih. Sebelum akhirnya membawa Lea pulang ke rumah.


Lea berusaha untuk kuat dan tegar meskipun diri hatinya kini begitu rapuh untuk bisa menerima kenyataan.


Suasana duka yang masih menyelimuti keluar Oscar.


Lea yang seperti linglung sepeninggal Oscar, wanita muda itu kini kembali menyandang status janda untuk yang ke sekian kalinya.


Semua kenangan indah yang membuat Lea baru sadar. Oscar telah memberikan tanda tanda akan kematian nya.


Kemesraan yang seakan tidak ingin berpisah dan tingkah manja yang kelewatan.


Semua tempat di mana mereka menghabiskan waktunya untuk liburan.


Janji janji terakhir nya dan semua menjadi kenangan.


Hari ini Lea berada di makam suaminya, orang yang sangat di cintai nya. Dia yang selalu memberikan kasih sayang dan perhatian serta ketulusan hati nya.


"Aku tidak pernah menyangka apa yang kamu lakukan hanya untuk pergi dari sisi ku, taukah engkau bahwa aku sendirian? bagaimana nantinya aku merajut hari tanpa mu?"


Lea menghapus air matanya yang kembali menetes jatuh, masih di tatapnya batu nisan yang seakan membuat luka di hati nya.


"Tau kah engkau tidak ada siapapun yang ku miliki di sini, bagaimana aku bisa menjaga diri ini tanpa mu, tanpa ada siapapun yang akan melindungi ku, sementara aku tidak punya siapa siapa di kota ini" Isak ya terdengar lirih.

__ADS_1


Perlahan Lea pergi meninggalkan segenap perasaan nya yang seakan tertinggal di sana.


Selamat jalan kasih semoga mimpi indah dalam tidur panjang mu.


Dua Minggu keluarga besar Lea baru kembali setelah memastikan Lea baik baik saja.


Rumah yang kemarin kemarin ramai kini terasa sunyi dan sepi.


Setiap sore Lea mengunjungi makam Oscar, berdoa untuk nya, lalu menganjaknya bercerita.


Lea seakan mengemukakan apa yang sedang dia rasakan. Kesedihannya, rasa kehilangan dan semua kenangan indah mereka untuk terakhir kalinya.


*Tak pernah terbayangkan dan tidak pernah terpikirkan kamu akan pergi tinggalkan ku sendiri ...


Di bawah batu nisan kini tlah ku sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam.....


Sungguh aku tak mampu ucapkan selamat jalan kasih....


Satu jam saja ku telah bisa cintai kamu di hatiku namun bagi ku melupakanmu mu butuh waktu*....


Bait dan syair lagu itu seakan menjadi nyanyian jiwa dara lara di hatinya.


Meskipun Lea sadar setiap yang bernyawa pasti akan kembali ke tempat sang pencipta.


Tapi semua terasa bagai mimpi yang membuat Lea sadar bahwa Oscar telah tiada.


Senyum canda dan tawa nya seakan tidak pernah mengisyaratkan kepergiannya.


Oscar seakan pergi membawa sebagian kehidupan nya.


Semua keluarga memberikan dukungan agar Lea tidak terpuruk dan bisa bangkit kembali.


Hidup yang terus berjalan yang harus kita jalani yang telah pergi tidak mungkin kembali.


Tigor dan Via serta Kornel yang selalu datang berkunjung di saat mereka lepas piket. Kornel yang merasa bersimpati akan apa yang menimpa keluarga ini, selalu berusaha untuk menghibur Lea.


Di waktu mereka selalu berkumpul, Daddy, mommy serta kedua adiknya, mereka tau Lea pasti sangat kehilangan dan bersedih, mereka pun telah meniklhlas kan kepergian Oscar.


Mereka kini telah menganggap Lea seperti anak mereka sendiri. Meskipun Oscar telah tiada.


Waktu berlalu, hari berganti bulan, bulan berganti tahun.


Lea kini berada di pantai berdiri dimana tempat dia dan Oscar pernah bersama dulu.


Tahun ke tahun di kota ini ombak bapukul sama deng dulu... namun ada satu ngana pe hati so nyanda di sini ...


Mungkin takdir yang memisahkan jika kita harus berpisah. Tapi aku tetap mengenang mu dalam kenangan di mana keabadian cinta ini akan tetap ada di relung hati ku. Meskipun engkau kini telah tiada di sisi ku.


Tanpa terasa Lea kembali menangis dan terisak di tepian pantai ini.


Sebuah tangan terulur membawa Lea dalam dekapan nya. Memberikan bahunya untuk tempat menumpahkan tangis nya.


"Menangislah kalau itu membuat mu lega!" Kornel kini memeluk nya.


Kornel yang selalu menemani Lea kemanapun dia pergi.


*


*


*

__ADS_1


***** Love you All ❤️❤️❤️ Thor seakan tidak sanggup menulis di bab ini.... kisah dari sebagian kehidupan yang pernah Thor Alami *****


__ADS_2