Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Sebuah Kenangan


__ADS_3

Setelah puas bercerita dengan adik tercinta nya ,Kiki mengajak suami nya Reno untuk pulang.


"Selamat ya! akhirnya kamu akan menggendong dua bayi, aku salut dengan kehebatan mu" ujar Reno kepada nya.


"Aku pun salut kepada mu, karena satu satunya orang yang di cintai Kiki hanyalah kamu" balas Mario mencoba mengusik masa lalu.


Reno menatap nya intens dia tau Mario sempat dekat dengan Kiki, bahkan perhatian Mario dulu kepada Kiki bagaikan seorang kekasih yang setia.


Tapi hati yang sudah tertambat di satu dermaga cinta selamanya akan tetapi akan berlabuh di sana.


"Yang sangat beruntung itu kamu, tidak mendapatkan kakak nya tapi adik nya, dan menjadi adik ipar" Reno tersenyum kecil.


"Hei dia itu sahabat ku"


"Ya aku tau itu"


Kedua pria itu berangkulan tiada batas bagai dua sahabat yang saling mendukung.


Kiki yang baru pertama kalinya melihat suami dan adik iparnya itu begitu akrab. Merasa senang


"Akhirnya mereka bisa akur juga" kata Kiki.


"Emang mereka tidak pernah akur selama ini" tanya Lea yang sempat mendengar apa yang di katakan kakaknya.


"Maksudnya mereka jarang sekali bertemu dan bercerita seperti itu" Ralat Kiki.


ia takut salah berbicara dan akan membuat adiknya yang super keras kepala ini akan membuat kekacauan, pada suami nya yang Kiki sendiri tau seperti apa penderitaan nya saat di tinggalkan adik nya itu dan memilih menikah dengan Oscar.


Kisah mereka yang unik dan rumit, pada akhirnya mereka di pertemukan dengan keadaan yang berbeda.Mereka lalu pamit pulang.


"Daddy! pingin makan gado gado, tapi Daddy yang harus membuat nya" pinta Lea.


"Baik lah aku Daddy buat kan untuk kalian, biar bibi siapkan bahan bahan nya ya" Mario menyanggupi walaupun sebenarnya dia sendiri kurang mengerti bagaimana mengolah makanan itu.


Ia lalu mencari akal agar gado gado nya biar di beli saja kan lebih cepat. Tapi sayang Lea justru ingin melihat bagaimana suaminya itu memasak makanan yang di inginkan nya.


"BI beli sekalian gado gado nya yang banyak, sembunyikan ya!" bisik Mario.


"Baik Tuan!"


bibi bersiap kepasar membeli apa yang di inginkan majikan nya.


Suami siaga itu menyuruh bibi Ratih untuk membeli bahan untuk membuat gado gado sekalian bli juga gado-gado yang sudah jadi.


"Sayang" Mario duduk di lantai berkarpet merah itu, sementara Lea sedang duduk di sofa bersilonjor kedua kakinya.


Mario duduk di bawahnya.Tangannya dengan lembut memijit kaki Lea. Kaki dengan betis nya yang indah. Membuat Mario mengelusnya dan memijit nya dengan lembut.


Senyum terukir di bibirnya membayangkan bagaimana dulu dia hampir gila saat Lea memilih menikah dengan Oscar.


Hingga Karina menjadi tempat pelarian nya, mengingat hal itu Mario merasa berdosa telah membuat Karina meninggal setelah melahirkan anaknya.


"Daddy,,,,,,?" suara Sesil yang baru pulang membuat mereka menoleh.


Gadis kecil itu berlari menuju papa nya dan melompat ke pelukannya.


"I Love you Daddy"


"Love you to baby" Mario mencium pipi putri nya.


"Mommy, apakah Dede bayi baik baik saja?"


"Ya sayang" Jawab Lea sambil tersenyum.


Sesil melepaskan pelukannya lalu beralih ke Lea menatap perut Lea yang dia tau ada adik bayinya di dalam sana.


Asyik dengan kehadiran Sesil Lea jadi lupa akan gado gado keinginan nya. Itu membuat Mario merasa senang dan bersemangat untuk bercerita dengan Sesil.


Sesil menceritakan pengalaman nya jalan jalan dengan Oma dan Tante nya ke luar negeri. Dengan sangat bersemangat Sesil bercerita kadang di selingi tawa senangnya.


Entah sudah berapa banyak uang yang di habiskan keluarga Karina untuk berlibur ke berbagai negara yang tentu saja itu pakai uang Mario.


Sore hari Lea minta di temani pergi ke Mall untuk berbelanja. Asyik memilih susu hamil Lea di kejutkan dengan suara seorang pria yang menyapanya.

__ADS_1


"Hei Lea? apa kabar?" Malik kini berada di sampingnya.


"Malik?" Lea terkejut melihat Malik yang menatapnya dengan heran.


Malik sendiri hampir tidak percaya, lama tidak bertemu dengan Lea, wanita yang di cintai nya itu kini tengah hamil besar.


Lea tersenyum melihat Malik yang terpaku menatap nya.


"Hei,,?! mengapa kamu menatap ku seperti itu"


Malik baru tersadar dan mengulurkan tangannya "Selamat Lea, akhirnya aku akan memiliki keponakan lagi"


Mereka kini berjabat tangan dan Malik membantu mengambil beberapa kotak susu ibu hamil yang hendak di ambil Lea. Memasukkan ke dalam troli yang di dorong nya.


"Sini biar aku yang mendorong Troli nya,Mario nya Mana?" Malik mengambil alih mendorong troli.


'Mario sedang bersama Sesil membeli es krim"


Mereka berdua berjalan beriringan sambil Malik mendorong troli. Banyak pasang mata yang menatap kagum kepada mereka.


Orang orang itu mengira Malik dan Lea adalah pasangan suami istri. "Istri nya cantik suaminya ganteng, mereka merupakan pasangan yang serasi" kata salah satu pengunjung yang berada di dekat Mario sambil menatap ke arah Malik dan Lea.


Mario yang sempat mendengar itu, menatap ke arah yang sama. Sungguh diri nya terkejut demi melihat Malik bersama dengan istri nya.


"Malik?! apa sudah tidak ada lagi stok wanita di dunia ini hingga dia terus saja mendekati istri ku?' geram mario, cepat cepat dia berjalan ke arah di mana Malik dan Lea, sambil menggendong Sesil.


Sangking kesal dan cemburu nya Mario melangkah buru buru hingga Es krim di tangan Sesil terjatuh.


"Daddy pelan pelan dong jalan nya Es krim ku terjatuh" teriak Sesil.


"Nanti aja kita beli lagi" kata Mario tidak menghiraukan teriakan Putri nya.


Malik yang mendengar suara Sesil segera menoleh ke arah datangnya suara. Malik tersenyum melihat Sesil yang sedang cemberut.


"Sayang?! apakah sudah selesai memilih Susunya, putri mu memilih es krim yang banyak hingga kelamaan" ujar Mario sambil menurunkan Sesil dari gendongan nya.


Menghampiri Malik dan mengambil alih troli nya. " Biar aku bawa" kata Mario.


"Uncle Malik?!" teriak Sesil girang.


"Cup! ponakan Uncle yang cantik,apa kabar?"


Malik melayangkan satu kecupan di pipi gembul Si kecil Sesil.


"Baik uncle,,,,,Uncle tadi Daddy buru buru jalan nya hingga Es krim ku jatuh semua" rengek Sesil.


Malik tertawa mendengar pengaduan Sesil yang membuat nya gemas.


"Okey,,,?! bagaimana kalau sekarang kita beli gantinya?"


"Mau,,,,mau ayo uncle ke sana!' pekik Sesil kegirangan.


"Sesil?" tegur Mario melotot kepada nya.


Malik terkekeh melihat Mario yang tidak setuju dengan permisi putri nya.


"Urus belanjaan Bu mil, aku bawa Sesil makan es krim" seru Malik lalu pergi membawa Sesil menuju tempat penjualan Ea krim, tanpa menghiraukan Mario yang tidak setuju.


"Biar kan saja Dadd! toh Sesil sudah akrab dengan uncle Malik nya" imbuh Lea.


"Sejak kapan Malik menjadi uncle anak ku?" ujar Mario.


Nada nya seakan tidak suka dengan kehadiran Malik dan lagi lagi Malik mengusiknya.


"Sejak pertama kali mereka bertemu" Lea tertawa melihat wajah kesal suaminya.


Lea tau, Mario tipe pria yang posesif cemburuan "jangan cemburu milik mu ada di dalam sini" bisik Lea menggoda nya.


Maksudnya adalah anak kembar yang ada di dalam rahim Lea. Namun Mario yang salah mengartikan kalimat itu.


Senyum mengembang di bibirnya dan menatap wajah cantik yang membuatnya tidak ingin ada lelaki lain yang mendekati istri nya, apalagi Malik yang sempat menjadi saingan nya.


"Apakah semua keperluannya sudah di dapat Momm?"

__ADS_1


"Sudah! ayo ke kasir"


Mario mendorong troli nya, giliran orang orang menatap bingung. Tadi pria lain yang tampan, ini juga tidak kalah tampan nya, namun berwajah dingin dan datar pikir mereka.


Sementara Sesil asyik tertawa bersama Malik, gadis kecil itu merasa senang Malik membelinya banyak Es krim.


"Terima kasih Uncle, I Love you" kata nya girang.


"Love you to baby" Malik mengecup pipinya.


Puas menikmati es krim nya, Malik mengajak Sesil ke toko mainan anak-anak. Entah mengapa pria itu ingin membuat Sesil bergembira.


Mungkin karena rasa sayang nya kepada Sesil atau juga karena dia anak wanita yang dia suka selama ini.


"Uncle aku ingin membelikan mainan yang banyak untuk debay" ujar Sesil.


"Baiklah Beby,,,ayo pilih sebanyak yang kamu suka, uncle akan membeli nya untuk debay" kata Malik.


"Benarkah?" Sesil berbinar ceria.


"Hemmm?!" Gumam Malik setuju.


Sesil akhirnya memilih semua mainan anak-anak yang dia suka.


Malik malah membantu memilih banyak mainan, hampir seisi toko Mereka borong. Penjaga toko kerepotan mengumpulkan dan menghitung berapa harganya ya sambil tersenyum lebar.


Senang karena hari ini isi toko semua mainan anak-anak di borong oleh Malik.


"Oh ya Pak, sebut kan saja di mana alamat nya kami akan mengantarkan semau ke alamat bapak" Kata si penjaga toko.


Malik tersenyum ada sebuah boneka Barbie besar yang terlihat sangat cantik dan menarik. Malik lalu menuju boneka yang masih dalam kaca pajangan itu.


"Aku ingin kamu bungkus bonekanya dan Oh ya ,tolong ukir nama ini di kulit boneka nya ya,aku tunggu sekarang" kata Malik menunjuk boneka khusus itu.Dia memberikan kartu nama kepala penjaga toko itu.


"Baik lah bapak boleh tunggu di sini"


Penjaga toko itu mengeluarkan Boneka itu lalu membawanya masuk ke sebuah ruangan. Ruangan itu khusus untuk mencetak nama di berbagai mainan. Intinya sebagai kenangan atau hadiah istimewa.


Tidak berapa lama penjaga toko itu menemui Malik yang sedang duduk menunggu sambil memangku Sesil.


Membawa boneka pesanan Malik yang sudah terbungkus rapi dan tertera sebuah nama di kulit boneka Barbie cantik itu.


"Nih Uncle belikan boneka cantik untuk mu, sebagai hadiah dan kenangan dari uncle" Malik memberikan boneka itu kepada Sesil.


"Terima kasih uncle,aku semakin mencintai mu' katanya girang. Wajah imut itu semakin lucu mengemaskan.


Di mobil Mario sedang kesal menunggu Sesil yang di bawa Malik entah kemana pikir nya.


"Kemana pria gila itu membawa putri ku?" Mario jadi geram, lama menunggu." Jangan jangan dia sudah menculiknya"


"Sabar Daddy, mereka pasti ada di sekitar sini" kata Lea berusaha membuat Mario tidak marah kepada Malik.


"Tuh mereka datang" tunjuk Lea.


Mario terkejut melihat Malik yang menggendong Sesil dengan sebuah boneka yang sangat besar, menuju parkiran di mana Mario sedang menunggu nya.


Lea hanya tersenyum melihat boneka cantik yang di belikan oleh Malik untuk Sesil.


"Maaf kalau lama menunggu ku membawa Sesil membelikan boneka kesukaan nya" ujar Malik menyerahkan Sesil kepada orang tua nya.


"Oh ya aku pamit dan selamat ya kalian akan segera memiliki momongan, Sampai jumpa"


"Terima kasih" ucap Lea tersenyum kepada nya.


Sementara Mario hanya diam dengan wajah kesalnya.


"Uncle terima kasih" teriak Sesil yang kini berada di dalam mobil sambil melambaikan tangannya kepada Malik, yang di balas lambaian dan senyuman dari Malik.


Sesil masih terus menatap sosok Malik yang masih berdiri menatap kepergian mobil Mario hingga Uncle kesayangan nya itu hilang dari pandangan. Seperti halnya Malik yang merasakan ada sesuatu yang hilang dari hidup nya.


*


*

__ADS_1


*


****** Love you All ❤️❤️❤️ Salam manis dan rindu ku untuk kalian, mohon maaf pekerjaan yang menyita waktu hingga otor jarang Up, terima kasih untuk semuanya yang masih setia bersama ku ❤️❤️❤️*****


__ADS_2