
Mario kini berkeringat dingin melihat istri yang sedang kesakitan. Padahal itu hanya karena refleksi dari gerakan Lea yang tiba-tiba karena melihat suaminya itu terjatuh dari pohon mangga, membuat Lea mengalami kram perut.
Kini Mario sibuk untuk membawa Lea ke rumah sakit, Kekhawatiran nya membuat Lea merasa heran melihat suaminya yang paniknya luar biasa.
"Daddy mengapa sampai panik begitu,aku ini tidak apa apa"
"Kamu bilang tidak apa apa sementara perut mu sedang sakit kan?" Mario menatap wajah Lea yang sedang tersenyum kepada nya.
"Daddy kami tidak apa apa, juga belum waktunya untuk lahiran, jangan khawatir kalau sudah waktunya mereka pasti dengan senang hati akan hadir di alam ini dan bertemu dengan Daddy nya" Lea berusaha membuat tenang suaminya.
Namun Mario tetap bersikeras mengantarkan leader rumah sakit dan periksa langsung ke dokter kandungan.
Ia baru merasa lega setelah dokter mengatakan bahwa istri dan anaknya tidak apa-apa. itu hanya pengaruh dari gerakan refleks wilayah saat melihat Mario terjatuh dan membuat yang di dalam sana merasa terkejut.
Setelah dari rumah sakit mereka mampir sebentar untuk membeli susu untuk bumil dan juga susu untuk Sesil.
Di perjalanan pulang Mario menggenggam tangan Lea sambil tangannya yang satu menyetir.
di Cimahi lembut Lea berulang kali dengan rasa kasih sayangnya.
Hingga mobil nya memasuki halaman rumah mewah mereka namun Mario masih enggan untuk turun.
Ditatapnya lekat lekat wajah cantik yang duduk di sampingnya, mereka berdua Belum juga turun dari mobil.
"Sayang?! jangan buat aku ketakutan seperti ini, taukah engkau betapa aku sangat takut untuk kehilangan mu" Mario memeluknya mencium pipi Lea dengan lembut.
Lea tersenyum menatap wajah tampan suami nya. "Mereka masih ingin bersama dengan papa nya, menjalani kehidupan dengan takdir yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa, betapa penuh perjuangan untuk bisa memiliki mereka, semua sudah menjadi ketentuan nya".
Lea tau Mario merasa trauma dengan kepergian Karina ibunya Sesil.
Mereka berdua baru turun setelah Sesil mengetuk pintu mobilnya. Mario membuka pintu mobil dan menggendong Putri kecilnya.
Mencium pipi gembul nya dengan gemas, Lalu membuka pintu mobil untuk Lea. Membantu nya turun sambil menggendong Sesil.
"Mommy?!"
"Sayang?" Lea mencubit pipi si kecil.
"BI tolong bawa masuk semua barang yang ada di dalam bagasi" perintah Mario sambil membantu Lea memegang tangan nya.
Mereka lalu masuk dengan Sesil yang masih bermanja sama Daddy nya. Lea memilih untuk beristirahat di kamar nya.
Setelah bermain dengan Sesil Mario menyusul Lea ke kamar. Di lihat nya sang istri sedang membereskan alat alat make-up nya.
"Sayang?!" Mario melangkah Santai ke arah nya, memeluk Lea dari belakang mencium pipi nya meletakkan dagunya di pundak sang istri.
"I Love you" bisik nya.
Tangan Lea terangkat mengusap pipi Mario yang bekas di cukur rapi, meraba dagu kebiruan bekas cukur yang membuat nya semakin terlihat lebih mudah tampan dan kharismatik.
Terbersit akal untuk mengerjai suaminya Lea pun tersenyum sambil mengambilnya beberapa alat kecantikan nya.
Lipstik, pensil alis, sisir bedak dan juga tidak lupa bando berwarna pink.
"Daddy ayo duduk sini" Memutar tempat duduk nya ke arah sebuah kursi yang ada di dekatnya, "Ayo!"menepuk bangku yang ada di hadapannya.
Mario lalu ikut duduk manis tanpa curiga dengan apa yang akan di lakukan Bu mil terhadapnya. Lea mulai mengambil sisir, menyisir rambut Mario.
"Sayang aku bisa menyisir sendiri" Mario meraih sisir di tangan Lea.
"Diamlah jangan bergerak!"
Lea mulai mengatur posisi Mario hingga membuat wajah nya mendongak.
__ADS_1
"Daddy duduk manis aku akan merias mu"
"Apa yang kamu lakukan sayang?"
"Diam lah anak anak mu ingin melihat mommy merias wajah Daddy nya"
Lea mulai mengatur wajah Mario mencuci dengan kapas dan menyuruh Mario duduk tenang.
Mario terpaksa duduk diam membiarkan istrinya yang sedang hamil itu merias wajahnya seperti seorang wanita.
"Astaga mommy?"
"Ssst jangan bergerak nanti makeup nya rusak"
Mario hanya pasrah bibir seksinya kini di poles lipstik merah. giliran kening nya yang di permak oleh Lea.
"Auuuhs!"
Mario menjerit kesakitan ketika Lea mencabut bulu keningnya.
"Apa apaan mommy? sakit tau!'
"Ssssst diam lah, kamu akan semakin cantik"
"Mommy hentikan, lakukan yang lain aja jangan cabut bulu kening ku, sayang!' Mario berusaha untuk menghentikan kegilaan istri nya.
Tapi sayang Lea tidak berhenti sampai di situ dia terus menjadikan wajah Mario sebagai tempat bereksperimen. Wajah Mario di permak habis dan di dandani sedemikian rupa.
Lea cikikikan melihat wajah suaminya yang sudah menjadi cantik. Mario berontak ketika Lea bersikeras untuk mencabut bulu keningnya. Terasa sakit hingga Mario mengeluarkan air mata.
"Sudahlah mom! ini sakit tau" Mario meringis kesakitan merasakan sakit yang tidak terkira karena bulu keningnya di cabut oleh Lea.
Mario mengusap keningnya yang terasa perih mana mungkin semua bulu di keningnya akan di cabut. Ia berusaha untuk menghentikan kegilaan istrinya.
"Tidak kamu rapikan juga sudah rapi Mom!" protesnya. Mario sungguh di buat tidak berdaya.
Tapi Lea melotot jahat padanya hingga Mario terpaksa mengikuti kemauan istri nya.
Demi cinta dia rela membiarkan bu mil melakukan aksinya, wajah Mario di permak sehingga mirip seorang wanita.
Mario kini sangatlah cantik akibat ulah istri nya, wajah Mario di rias sedemikian rupa. Lea tersenyum puas. Sedangkan Mario kini cemberut tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
"Andaikan anak mu lahir perempuan pasti sangat lah cantik seperti Daddy nya"
Wajah Mario mengkerut mendengar celoteh istrinya,entah seperti apa nanti kalau sampai ia ke kantor dengan kondisi nya yang seperti ini.
"Kamu sudah cantik Ayo kita jalan jalan ke taman kota"
"Hahhh????" Mario terlonjak sangking kaget nya.
Mana mungkin dia akan ke taman depan kondisi nya yang seperti ini. "Oh no!"
"Tidak apa,,,?! orang akan terpesona melihat kecantikan mu"
Mario mulai mencari akal agar mereka tidak pergi ketaman dengan permintaan istri nya yang konyol ini.
Mau di taruh di mana harga diri nya sebagai seorang laki-laki sejati. yang benar saja masa dirinya harus berubah menjadi seorang wanita.
Bagaimana kalau sampai ada karyawan di kantor nya yang melihat dirinya dalam keadaan seperti ini. Habislah riwayatnya sebagai seorang bos yang begitu berwibawa tampan dan kharismatik.
"Sayang!' Mario mengelus perut buncit istri nya. Tangan nya mulai nakal meraba raba paha Lea.
"Daddy ingin bercerita dengan debay di dalam sini, apakah Daddy kalian terlihat cantik atau kah sangat tampan?" kata Mario sambil terus mengelus perut Lea.
__ADS_1
Terlihat ada gerakan dan beberapa tonjolan di perut Lea, mereka seperti mendengar suara Daddy nya.
Mereka langsung merespon dengan beberapa gerakan hingga Lea merasakan kaki dan tangan mereka bergerak.
"Daddy sangat cantik hari ini, andaikan Daddy seorang wanita pasti banyak ciwi ciwi yang naksir hahahaaaaa" jawab Lea menertawakan Mario yang terlihat lucu di matanya.
"Tidak! Daddy tidak ingin menjadi Ciwi, biar kan Daddy tetap menjadi lelaki yang sempurna buat kalian, terutama untuk Mommy" balas Mario sambil cemberut.
Mario berusaha untuk membuat Lea lupa akan tujuan nya untuk mengajaknya ke taman. Terang aja Lea pasti akan mempermalukan dirinya di sana.
"Ha ha haaaaa,,,!" Lea tertawa melihat mimik Mario yang lucu.
Mario langsung memeluknya menghujani nya dengan ciuman. Dari yang iseng hingga serius, Mario yang pandai membuat suasana menjadi romantis dengan caranya agar Lea lupa diri.
Benar'saja mereka kini hanyut dalam ciuman panas yang di ciptakan Mario. Kedua asyik berciuman hingga Sesil mengetuk pintu kamar nya.
Sesil yang selalu saja merusak suasana dan mengganggu aktivitas berciuman mereka.
"Daddy tidak ingin Sesil sampai melihat aku seperti ini" Bergegas Mario masuk ke dalam kamar mandi.
Dia bersyukur dengan kehadiran Sesil yang menggagalkan rencana Lea untuk membawa nya ke taman dalam bentuk wanita jadi jadian.
Mario cepat cepat mandi dan membersihkan semua make-up yang di poleskan Lea ke wajahnya.
Mario menatap wajah di cermin, tragis nian keningnya yang berbulu lebat menjadi korban,sebagian bulunya telah tercabut menyisakan tanda merah dan perih.
Mario menggeleng sambil tersenyum mengingat kegilaan Lea. wanita hamil itu selalu saja membuat dirinya menjadi korban kehamilannya, alias ngidam.
"Mommy Daddy nya mana?' Tanya Sesil begitu Lea membuka pintu kamar nya. Mata gadis gadis kecil itu mencari cari di seisi ruangan. Mencari keberadaan Daddy nya.
"Daddy sedang mandi sayang?!"
"Oooh!" Sesil menatap perut Lea yang membesar, gadis kecil itu lalu tersenyum.
"Momm?! kapan dedek bayi lahir?"
"Kalau sudah waktunya mereka pasti akan lahir sayang?!".
"Sesil sudah tidak sabar Momm pingin bermain dengan dedek bayi" ujarnya lagi.
Lea mengajak Sesil untuk keluar menuju ruang keluarga duduk di sana. menunggu Mario yang sedang mandi.
Tidak berapa lama Mario pun keluar dan menghampiri mereka ketiganya lalu bercerita sambil nonton TV.
Hari ini Lea sedang serius di depan Laptop nya. Mengotak Atik laporan keuangan di kantor Suaminya. Lea terkejut ketika melihat laporan keuangan di kantor Mario yang setiap bulan nya sampai ratusan juta yang keluar.
Tidak ada laporan untuk apa uang sebanyak itu terpakai dan Mario sendiri yang mentransfernya.
Lea berfikir selama ini dia tidak pernah menggunakan uang sebanyak itu bahkan semua kebutuhan mereka Mario yang mengaturnya sendiri. Kalau di pikir pikir tidak sampai ratusan juta perbulan.
Karena Lea bukanlah tipe wanita yang boros dan tidak terlalu membeli barang mewah yang menurut nya tidak terlalu penting.
"Untuk apa uang sebanyak itu dan siapa yang selalu mendapat uang sebanyak itu dari Mario? kok aku tidak pernah tau kalau suamiku selalu mengirimkan uang untuk orang lain selain keluarga nya?"
Lea kini di buat penasaran dengan dana ratusan juta yang selalu di kirim Mario.
*
*
*
***** Love you All ❤️❤️❤️Salam Rinduku untuk kalian******
__ADS_1