
"Sabar Sayang, ini lah resikonya punya banyak anak"
Lea mengecup bibir suaminya dengan gemes melihat wajah cemberut itu. Mereka berdua menghampiri box bayi menggendong untuk memberikan mereka asi.
"Cup! pangeran Daddy yang tampan, putri Daddy yang cantik" Mario mencium mereka satu satu.
Puas mendapatkan asi, Mario kini asik bersama anak anaknya di tempat tidur, bermain dan menatap kecil kecil mungil nya.
Senyum selalu mengembang di wajah tampannya. Lea yang sedang menyusun peralatan bayi nya melihat ke arah Mario dan anak anaknya.
Setelah selesai Lea mendekati mereka duduk di samping Mario.
Tangan Mario melingkar di pinggang istri nya, sembari berbisik, rupanya ia tidak lupa akan keinginan nya.
"Aku kangen" mengecup bibir seksi yang selalu menggoda nya.
Lea tau sudah berapa lama Mario tidak meminta haknya. Ia menunggu hingga istri tercinta nya benar benar sembuh.
Wajah tampannya nampak letih dan tidak bersemangat. Mungkin juga ia sedang menahan hasrat nya yang terpendam.
Lea melingkar kan tangan nya di leher sang suami. Ciuman lembut nya berubah panas, hingga akhirnya Mario menggendong nya menuju ke kamar mereka.
Membawa Lea lewat pintu yang menghubungkan kamar mereka dengan kamar anak anak nya.
Lea mendesah saat Mario mulai bergerilya di tubuh nya. Sensasi bercinta yang beberapa waktu lamanya terpendam.
Gairah yang membuncah Mario akhirnya melakukan tugasnya. Lea sendiri harus memberikan hak suami nya. Memuaskan sang suami di ranjang itu sudah menjadi kewajiban nya sebagai istri.
Mario tersenyum mengecup lembut kening Lea yang sedang terpejam setelah di buat kecapean melayani dan memuaskan sang suami.
Mario menatap tubuh seksi yang kini kembali ramping setelah kehadiran anak kembar nya. Wanita cantik yang sudah mengahasilkan tiga malaikat kecil nya.
Mario kembali bergairah saat melihat tubuh molek nan seksi itu menggoda dan membuat junior nya kembali bangkit ingin bertarung.
"Daddy, hentikan, sekujur tubuhku sakit semua akibat ulah mu" ucap Lea dengan mata nya yang masih terpejam.
Namun Mario tidak mengehentikan aksinya dia mulai lagi dan kembali menghajar istri nya tanpa ampun. Hasrat kelakian nya menutut memuaskan birahinya.
Lea pada akhirnya menikmati permainan suaminya dan mengimbangi gerakan erotis yang menghadirkan rasa nikmat.
Sekian waktu tidak merasakan sentuhan dan belaian membuat keduanya begitu bersemangat saling mengejar rasa.
Ranjang itu bergoyang seiring irama gerakan dan ******* kenikmatan syurga dunia yang mereka rasakan.
Mario benar benar menggila dengan Akasi nya, berbagi pose dan berganti posisi membuat mereka bermandikan keringat.
Lenguhan panjang terdengar dengan gerakan cepat saat Mario akhirnya menuntaskan permainan nya. ******* nafas mereka yang memburu bagaikan habis mengarungi samudra.
Lea akhirnya benar benar terlelap dalam pelukan sang suami yang benar benar puas menuntaskan hasratnya.
Asyik tidur karena kelelahan hingga dia melewatkan jam makan malamnya. Mario pun tidak membangunkan istri nya. Ia tau wanita tercinta nya itu sedang kecapean.
'Bi, siapkan makan malam untuk nyonya letakkan di meja makan" titah Mario.
Mario sedang membuat susu untuk ibu menyusui. Agar anak anak nya mendapatkan asi dengan baik.
Lea terbangun ketika teringat akan putra putrinya, bergegas masuk ke dalam kamar mandi, berendam air hangat sebentar dan buru buru meyelesaikan mandinya.
Begitu keluar dari kamar mandi di lihatnya Mario masuk dengan nampan makanan.
__ADS_1
Setelah membuat kan susu untuk Lea, Mario bergegas membawa susu dan makanan untuk istri nya ke kamar.
Lea yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum melihat sang suami telah menyiapkan makanan untuk dirinya.
"Seharusnya Daddy tidak perlu untuk membawa makanan itu ke dalam kamar ini, aku bisa makan kok di meja makan"
Mario tersenyum "Sayang, kamu pasti capek, sekarang ganti pakaian lalu kita makan"
"Baiklah, bentar ya"
Setelah berpakaian Lea menghampiri suami nya yang sedang duduk menanti nya. Di sana tersedia makanan untuk mereka berdua.
"Dadd, apakah kembar tidak rewel?" Lea duduk di samping Mario.
"Tidak mereka sudah sudah tidur"
"Aku sampai lupa untuk memberikan mereka Asi"
"Nanti kalau mereka rewel barulah berikan mereka asi, Sekarang makan yang banyak untuk memulihkan tenaga mu yang habis terkuras"
Lea cemberut mengambil piring yang di berikan Mario. Semua menu sudah di berikan pada piring itu. Namun seperti biasa pola makan Lea benar di jaga.
Melihat istrinya yang hanya makan sedikit membuat Mario protes. "Sayang, makan yang banyak karena kamu punya tiga bayi,aku tidak ingin kamu sampai kurus nanti, karena kurang makan"
"Aku tidak bisa banyak makan, lambung ku terlalu kecil tidak muat menampung banyak makanan ,aku akan muntah nanti nya" tolak Lea.
"Anak anak ku akan kekurangan Asi nanti nya, tolong pikir kan mereka sayang" bujuk Mario.
"Mereka tidak akan pernah kekurangan Asi, lihatlah bajuku sampai basah begini, gegara kamu yang tidak bisa di hentikan,aku sampai tidak sempat memompa asi untuk di simpan"
Mario menatap baju Lea yang memang sudah basah dengan tumpahan ASI-nya setelah meminum susu panas ibu menyusui yang di berikan oleh Mario.
Setelah makan malam mereka lalu masuk ke kamar bayi lewat pintu penghubung. Menengok si kembar yang terlelap tidur dengan pulasnya.
Tampan dan cantik.Mario sendiri merasa bangga memiliki tiga anak sekaligus.
"Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki tiga orang anak, bahkan Daddy menyembunyikan hal itu dari ku, beruntung mereka lahir dengan selamat" Lea menatap Mario yang sedang memperbaiki letak bantal si cantik Zia.
Putri nya itu di beri nama Zia, oleh Lea. Seorang putri yang cantik dan membuat Lea sangat bahagia.
"Aku khawatir mommy akan ketakutan dan drop, makanya aku sengaja meminta dokter via untuk tidak memberitahukan hal itu kepada mu" Kata Mario setelah membenah bantal Zia dengan posisi yang nyaman.
Maraih tubuh Lea mendekapnya sangat erat, sebagai bentuk dari rasa sayang nya. mengusap wajah dan membelai lembut rambut nya.
"Terima kasih,telah melahirkan mereka untuk melengkapi kebahagiaan ku" bisiknya sambil mengecup bibir Lea.
Lae balas pelukan suami nya dengan bersandar manja di dada nya. Lea kini percaya dengan kalimat bahwa "Semua akan indah pada waktunya"
Pasangan berbahagia itu berada di kamar bayi menjaga sampai rasa kantuk datang menyerang. Tak terasa kedua nya menemani kembar hingga tengah malam.
Setelah memompa asi untuk si kembar meletakkan di tempat steril, baru lah Mario mengajak istrinya untuk tidur.
"Sayang ayo kita tidur" Mario membimbing istrinya untuk kembali ke kamar mereka.
Paginya saat Mario hendak ke kantor datang Kakak nya Lian. Wanita cantik itu datang menengok para ponakan nya.
"Kak Lian? kok pagi pagi sudah ke sini?" Tanya Mario yang heran dengan kehadiran kakaknya ini.
Lian tersenyum dan meminta sopirnya mengeluarkan barang bawaannya dari bagasi.
__ADS_1
"Mang tolong keluar kan belanjaan ku tadi"
"Apa itu kak?" Mario heran melihat beberapa barang dengan dos yang besar.
"Ini hadiah untuk para ponakan ku" ujarnya sambil sibuk dengan bawaan nya.
Tidak ingin terlambat Mario lalu berpamitan dengan kakak nya. "Baiklah kak Lian bisa bertemu Lea dengan baby triplet, aku butuh butu ke kantor ada meeting penting hari ini"
"Ya, hati hati di jalan"
Mario segera masuk ke dalam mobil nya melaju menuju kantor. Sudah berapa waktu dirinya tidak masuk kantor, semua urusan di serahkan kepada Dandy.
Para pegawai menyambut kehadirannya dengan menunduk hormat. Mario melangkah masuk menuju lift petinggi perusahaan dengan langkah tegap nya, Raut wajahnya yang tegas memancarkan aura kepemimpinan.
Tidak ada yang berani bicara bila berhadapan dengan nya. Hanya Dandy yang selalu dengan senyum keramahan nya.
"Selamat pak, atas kelahiran baby Triplet nya" ujar Vina sekretaris nya. Wanita cantik nan seksi itu masuk membawa beberapa berkas untuk di tanda tangan oleh Mario.
"Oh ya pak! ini proposal yang akan di bahas saat meeting satu jam lagi"
Vina menunduk di hadapan Mario sambil memberikan map yang di bawa nya. Belahan dadanya terlihat jelas di antara belahan bajunya yang agak terbuka.
Mario yang sempat melihat hal itu berdecih dan menegur nya. "Vina! mulai dari besok ganti pakaian mu dengan berpakaian yang sopan, jangan pamerkan anggota tubuh mu di kantor. Semua orang sudah punya istri, siap yang ingin kamu goda dengan penampilan mu itu?"
Vina sontak terkejut mendengar perkataan Mario yang pedas. " Baik pak!" jawab Vina buru buru keluar dari ruangan bos nya yang mendadak dingin..
Teguran Mario membuat diri nya merasa malu, Vina sendiri kini sudah bersuami. Kalau di pikir perkataan Mario ada benarnya.
Vina kembali ke meja kerjanya sibuk dengan pekerjaan nya setiap hari menumpuk di atas meja.
"Pagi bos" Dandy menerobos masuk tanpa permisi.
"Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu, ini bukan di bar nyelonong masuk seenak nya" ujar Mario yang sibuk membuka laporan yang di berikan Vina.
"Eh salah minum obat apa pagi ini bos,atau kah vaksin nya tidak di suntik?" Dandy malah menggoda nya.
Vaksin yang di maksud Dandy adalah hubungan suami istri. "Jarum suntik nya tersumbat kali ya, jangan jangan obat nya membeku dan tidak bisa di keluarkan" Dandy semakin menjadi.
"Dandy,ini bukan saat nya untuk bercanda, katakan padaku, apakah tugas mu mengurus Regina sudah selesai?" Mario menatap serius kepada nya.
"Oh, hahaaaa,,,,! soal itu beres boss! mereka sudah ku kirim sekalian dengan paspor nya ke alam baka" kata Dandy di iringi tawa nya.
"Tidak bisa kah kamu berbicara serius?" Mario melotot.
"Tenang bos, aku bahkan dua rius" Dandy tertawa.
"Apakah aku perlu mengirim kamu ke rumah sakit jiwa sekarang" Mario di buat kesal oleh perkataan Dandy yang menurut nya hanya lelucon.
Dandy akhirnya terdiam dan menatap serius ke arah Mario yang sedang gusar.
"Santai Bro"
"Bagaimana aku bisa santai kalau dia telah membahayakan nyawa istri dan anak anak ku" untung saja Lea seorang wanita yang kuat. Kalau tidak aku saat ini bukan duduk di sini, kamu akan menemukan diri ku di rumah sakit jiwa sekarang"
"Ya tuhan?!" pekik Dandy dengan mulut ternganga.
*
*
__ADS_1
*
*****Love you All ❤️❤️❤️ batapa rindu nya aku pada kalian jangan lupa like, komen dan dukungannya ya love love ❤️❤️❤️*****