Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Reuni


__ADS_3

Malik yang tidak bisa tidur masih terus berpikir tentang Lea.


Entah mengapa bayang bayang tatap mata itu berkabut duka bila menatap nya.


Andaikan ada tawa ceria, tatap bersinar dari mata indah milik Lea, mungkin Malik tidak akan berpikir sampai tidak bisa tidur seperti ini.


"Malik, apakah stok anak perawan di dunia ini sudah habis sampai sampai kamu harus suka sama seorang janda hah?!" kata sang Mommy sinis di sertai amukan saat Malik bercerita tentang Lea.


"Lea itu anak nya baik momm"


"Apa??? baik kamu bilang,,? mana ada wanita baik baik sampai tiga kali jadi janda, Apapun yang terjadi mommy tidak akan setuju kamu sampai bawa bawa itu janda kemari"


"Mommy?!" Malik jadi gusar Mommy mengatai Lea sedemikian.


"Kalau mommy tidak suka ya sudah, aku tidak ingin di jodohkan dengan wanita mana pun" Malik lantas pergi hanya mengenakan kaos oblong.


Mengambil kunci motor sport nya , terdengar bunyi motor nya yang meraung pergi dari rumah nya.


Tujuan Malik mengunjungi sebuah Club di mana biasa dia bersama tiga temannya berkumpul.


Tidak berapa lama muncul dua pria tampan yang menghampiri meja di mana Malik sedang menunggu nya.


"Astaga Malik,,?!" Yudha menatapnya heran.


"Ngapain kamu ajak ketemuan? di tolak Lea?" Army menatapnya.


Teman mereka yang satu ini sepertinya lagi galau , sampai sampai pake ajak ajak ketemuan segala.


Malik yang bisanya kuat kini menjadi lemah hanya karena rasa penasarannya kepada Lea.


"Nyokap gue tidak setuju kalo gue hubungan sama Lea"


"Emang sudah sejauh mana hubungan kalian?" tanya Army menatap serius wajah Malik penuh curiga.


Dia pikir Malik pasti sudah melakukan hubungan yang lebih jauh dengan Lea alias tidur bareng.


"Sudah sejauh Santorini" Malik merasa dongkol mendapat tatapan curiga dari sahabatnya itu.


"Eh kok marah sih!"


"Ya, tatapan mu itu seakan menuduh ku, telah meniduri nya, sebejat apa pun aku ini, tapi aku masih waras juga bro" Malik melotot ngotot.


"hahaaa apakah kamu telah tobat?" tawa Yudha.


Malik tidak peduli dengan omongan dua sahabatnya itu dia mulai sibuk dengan minumannya.


"Hey bro,.. jangan seperti itu, minum terus" Army meraih gelas dari Malik.


"sedikit saja,Ok!"


"Kebiasaan minum mu ini kapan hilangnya ya"


"Mana bisa insaf dia minum Mulu"


"Sebaiknya lu rubah semua kebiasaan buruk itu, Lea itu orang nya, susah di dekati apalagi dengan melakukan mu yang seperti ini" Yudha menasihati sambil memindahkan botol minuman dari hadapan Malik.


Dia sahabat itu tidak mau sampai Malik mabuk mabukan seperti dulu saat di tinggal menikah oleh Kekasihnya.


Mereka bertiga ketemuan hanya untuk mendengarkan curhat dari Malik. Soal ibunya yang tidak menyetujui Malik menyukai Lea.


Padahal belum juga perasaan sukanya itu di beritahukan kepada yang bersangkutan. Malik sudah lebih dulu memberitahu ibunya. Dan mendapatkan protes dan penolakan keras.


Bagaimana mau mendekati Lea, kalau belum apa apa sudah di tolak the power of calon mama mertua haha...


Yudha dan Army terpaksa ikut minum bersama Malik. Teman mereka yang anti nasehat itu, bukan nya insaf lalu berobat malah semakin jadi pemabuk.


Malik yang lucu menurut dua sahabat nya itu, bagaimana tidak lucu.Lea aja tidak tau soal rasa suka Malik kepada nya.


"haha ....Belum apa-apa sudah bikin laporan tentang calon pacar kepada ibu mu" kata Yudha.


"Dongeng sebelum tidur kali"


Mereka mulai tertawa mendengarkan cerita Malik yang ada ada saja. belum jadi pacar kata mutiara aja belum di rangkai untuk menembak Lea, sudah duluan bikin pemberitahuan kepada calon mertua, dasar Malik.


*

__ADS_1


*


*


*Hari ini sepulang kampus Lea menuju Mall, dia akan membeli beberapa barang dan keperluannya sebagai wanita.


"Sayaaaang spontan seorang wanita berlari memeluk nya. siapa lagi kalau bukan Gaby.


Lea yang sedang mendorong troli belanja menjadi kaget. Lea pun tertawa ketika tau Gabby yang telah memeluknya.


"Tega kamu ya beb, sampai menutup akses mu dari kami, Tau tidak betapa rindu ini sampai menggunung untuk mu" Gaby melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Lea.


Senyum itu mereka seperti dulu lagi saat My LeGaCy masih aktif.


"Sorry ya say...aku tau kita semua pada sibuk dengan urusan sebagai ibu RT hehe ...!" Lea beralasan.


Dua wanita yang baru bertemu ini kembali berpelukan erat Gabby mengeratkan pelukannya, seakan takut untuk berpisah lagi.


"Apa kabar mu yang" tanya Gabby masih dengan keceriaannya.


Sekian tahun berpisah dengan wanita tangguh yang super nakal ini membuat rindu di hati Gabby seakan terobati.


"Seperti apa yang kamu lihat say,,,,?!" Lea dengan tawa ceria nya.


"Terus gimana kabarnya Oscar bareng anak-anak mu?" Tanya Gabby yang mengira Lea pasti sudah memiliki beberapa orang anak. "Mereka pasti nya tampan dan cantik seperti Papa dan mamanya ini" sambung Gabby yang tidak memperhatikan raut wajah ceria di hadapannya yang sudah meredup sendu.


Pertanyaan Gabby bagaikan sebuah belati yang langsung menusuk ke jantung Lea. wanita itu tertegun, wajah cantik itu kini berubah sendu.


Gabby yang melihat perubahan wajah Lea menjadi heran temannya itu diam seribu bahasa seperti linglung.


"Lea ,,,Leaaa,,,,?!!! ada apa dengan mu?" Gabby menggoyang tubuh Lea yang kini diam terpaku.


Ada beberapa pengunjung yang lewat di dekat mereka sempat menatap heran.


melihat dua wanita yang sedang saling menatap bingung.


Lea yang menyadari perubahan sikap nya kembali tersenyum. menampilkan keceriaan nya walau seperti terpaksa.


Gabby yang penasaran menarik nya duduk di sofa yang ada di sana.


Lea menatap Wajah Gabby senyum nya kini sendu menampilkan wajah duka yang mendalam.


"Kita pulang ntar malam kita bertemu di Kediaman My LeGaCy" lea berdiri mengajak Gabby ke kasir.


Dua wanita itu kini antri dengan belanjaan mereka, ada ibu ibu yang memperhatikan Lea. mengagumi kecantikan nya yang alami.


Setelah selesai mereka berdua menuju parkiran mobil Lea dan Gabby berjauhan.


"Kamu pulang ke My Legacy?" Tanya Gabby.


"Tidak! aku di rumah orang tua ku, nanti sore aku akan ke sana menunggu kalian untuk Reuni"


"Oke, baiklah, by" Gabby menuju mobilnya.


Lea masih di tempat nya menatap Kepergian Gabby. menarik nafasnya yang terasa menyesakkan dada lalu menghembuskan dengan kuat. Berusaha memberikan kelonggaran dalam dada yang terasa begitu sesak.


Tidak pernah terpikirkan bahwa nasib akan melempar nya terpuruk di jurang duka sedalam ini. Meskipun berusaha untuk ku relakan. Namun tak urung hati ini tetap terkoyak di mana luka yang kesedihan setiap kali mendengar nama Oscar.


Suami yang memberikan kebahagiaan kepada nya dan pada akhirnya melempar dirinya ke jurang duka dengan kepergian lelaki yang sangat di cintanya itu.


Lea menuju mobilnya setelah merasa hatinya kembali iklhas. benarkah Lea kini telah mengikhlaskan kepergian Oscar?


Meletakkan belanjaan nya di kursi belakang lalu masuk ke depan kemudi melesat kan mobil nya pulang ke rumah.


Lea pulang dengan wajah nya yang murung, weekend di gunakan untuk pergi berbelanja semua kebutuhannya.


Bunda yang melihat wajah putri tersayang nya nampak semurung itu menyusul nya ke kamar.


"Bolehkah bunda masuk" suara bunda di balik pintu.


"Silahkan bunda pintanya tidak Lea kunci"


Wanita paruh baya itu mendorong daun pintu lalu masuk. Bunda yang kelihatan tetap awet muda itu tersenyum kepada nya.


"Sayang kapan wisuda nya?" suara bunda nampak lembut.

__ADS_1


"Tunggu pemberitahuan Bun,di Minggu ini"


"Apakah sudah pasti mau lanjut ke Ause?"


"Setelah itu Lea akan mengurus beasiswa untuk ke sana Bun"


"Baiklah bunda tetap mendukung" bunda mengelus lembut rambut Lea. Lalu menciumi nya, saat bunda melihat kesedihan kembali terlukis di wajah yang tadi di lihatnya saat baru pulang. bunda tau sesuatu pasti sedang terjadi itu pasti tentang Oscar.


Sore Lea sudah siap untuk mengunjungi kediaman My LeGaCy tempo Doeloe. Rindu akan dua sahabat nya itu.


Seperti yang telah di sepakati muncul dua wanita yang kini menjadi istri Dandy dan juga Tommy. Cynthia dan Gabby.


Cynthia yang sudah sekian lama tidak pernah mengetahui kabar tentang Lea selama ini menjadi girang bisa bertemu lagi dengan sahabat sejati nya ini.


Dua wanita itu berpelukan erat bahkan sangat erat Cynthia memeluknya.Mereka berkumpul bercerita seperti dulu.


"Trus gimana kabarnya Oscar mu itu say"


"Aku kini sendiri lagi!" kata Lea tertawa getir.


"Hah,,,kamu bercerai lagi,,,???!" suara Cynthia keras.


"Oscar telah meninggal kan aku"katanya sendu.


Lea sudah menguatkan hatinya untuk tidak lagi menangis, toh seperti apapun kesedihan itu tidak akan bisa mengembalikan Oscar hidup lagi.


"Apa karena wanita lain?"tanya Gabby. ada nada kemarahan dalam kalimat nya.


"Oscar telah meninggal dunia setahun lalu" jawab Lea, kali ini dia sangat tegar.


"Apa,,,????? Oscar telah meninggal?" pekik dua sahabatnya itu tidak percaya.


"Jangan bercanda deh,ini tidak lucu tau?" Cynthia menggeleng menolak apa yang barusan di katakan Lea.


Lea menceritakan semua tentang Oscar bahkan tentang akses nya yang di tutup. Pantasan keluarga nya tidak ada yang mau memberikan informasi tentang Lea.


Gabby dan Cynthia akhirnya mengucapkan turut berdukacita kepada sahabat sejati mereka ini dengan linangan air mata. My LeGaCy itu bercerita sampai hari berganti malam melepaskan sekian rindu akan sahabat mereka.


Untung mereka punya suami dan anak yang menunggu di rumah kalau tidak mereka tidak akan pulang malam ini.


*


*


*


Sepulang kampus Lea berniat untuk membeli topi, sudah lama tidak pernah memakai benda itu. Lea akan membeli topi dan akan kembali menjadi Lea yang sesungguhnya.


Tanpa air mata tanpa duka yang akan selalu membayangi tatap matanya. Lea yang akan memulai dengan kehidupan yang sesungguhnya.


Dengan penampilan nya yang santai, bercelana pendek baju kaos seadanya, Lea pergi ke mall dari kampus. Mata Lea tertuju pada sebuah topi yang menarik perhatiannya.


Tangan Lea terulur hendak mengambil topi yang letaknya agak sedikit tinggi. tapi sayang sebuah tangan sudah duluan mengambilnya.


Dengan gerakan spontan Lea menarik topi itu dari tangan tersebut. Membuat mereka harus bertatapan muka, ternyata seorang pria.


Dua orang berebut topi itu terkejut ketika saling mengenal.


"Ka ...Kamu,,,?!!" mata Lea membulat sempurna.


"Lea,,,??!!!" ucap lelaki yang tidak lain adalah Mario.


Tapi sayang Lea sudah secepatnya pergi ke luar dan masuk ke mobil nya melesat pergi dari sana.


Mario yang buru buru keluar mengejarnya hanya mampu menatap kepergian mobil Lae.



*


*


*


***** Love you All❤️❤️❤️❤️ aku rindu kalian semua****

__ADS_1


__ADS_2