Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Ucapan Selamat


__ADS_3

Lea merasakan kepalanya tiba tiba pusing, saat tubuhnya akan terjatuh Oscar sudah memeluknya dan menggendong membawa tubuh lemas nya ke kamar.


"Sayang kamu kenapa? apa yang kamu rasakan? mengapa sampai seperti ini?" Cecar Oscar panik.


Saat dirinya terbangun Oscar mendengar suara Lea yang sedang muntah di kamar mandi.


Oscar segera bangun memakai celana pendek dan lari menuju ke kamar mandi.


Saat itu dilihat olehnya Lea yang sedang limbung hendak terjatuh. Oscar dengan sigap langsung menangkap tubuh Lea.


Menggendongnya membawa istrinya itu ke kamar dan memberikan Lea di tempat tidur.


Oskar yang sangat panik melihat kondisi istrinya tiba-tiba lemas tak berdaya. entah apa yang harus dia lakukan secepatnya dia melakukan mandi kilat. Buru buru membawa istrinya ke rumah sakit.


"kita ke rumah sakit sekarang!" Oscar nampak panik dan sangat cemas. Takut istri nya kenapa-napa.


'Dadd! aku tidak sakit" protes Lea saat Oscar menggendong nya.


"Sayang,,! jangan membantah, kita ke dokter terdekat" Kata Oscar cepat tergesa-gesa.


Buru buru membuka pintu mobil dengan satu tangan, beruntung Oscar memarkirkan mobilnya di depan rumah mereka, tidak terlalu sulit baginya untuk membawa Lea.


"Pa, ibu Lea kenapa, sakit ya?"tanya tetangga sebelah. ikut panik, melihat Oscar yang menggendong Lea.


"Iya, saya akan membawanya ke dokter" jawab Oscar lalu masuk ke dalam mobil.Oscar membawa Lea di klinik terdekat.


"Selamat anda akan menjadi bapak" kata dokter.


Oscar tertegun mendengar apa yang di katakan dokter. apakah dia salah dengar?


"Maksud dokter apa?" Tanya Oscar ingin memastikan pendengarannya.


"Istri anda sedang mengandung, menjelang Enam Minggu. harus banyak istirahat, jangan sampai stress, karena kandungan nya lemah" terang dokter lalu menulis resep pada selembar kertas menyerahkan kepada Oscar.


Oscar hampir tidak percaya bahwa istri nya akhirnya bisa hamil setelah perjuangan mereka mengikuti terapi dengan rutin.


Lea yang mengetahui dirinya kini akhirnya hamil juga, merasa bahagia sama halnya dengan Oscar.


Pasangan muda ini akhirnya akan punya anak setelah penantian panjang dengan usaha yang gigih.


Oscar pun menebus resep yang di berikan oleh dokter. Akhirnya penantian dan kesabarannya tidak sia sia.


Lea menitikan air mata, mengingat dirinya yang akan sulit untuk bisa kembali hamil setelah kecelakaan jatuh dari tangga sewaktu pertengkaran nya dulu bersama Mario.


"Sayang terima kasih" Oscar memeluknya menciumi nya berulang kali.


Lea membenamkan wajahnya di dada Oscar menghirup harum aroma parfum suami nya.


Entah mengapa Lea jadi ingin mencium bau tubuh Oscar.


Oscar sangat sibuk dengan kehamilan istri nya, dia membawa Lea pulang ke rumah.


"Sayang?! kamu istirahat jangan melakukan pekerjaan apapun, Jaga anak kita!. aku akan ke pasar mencari buah segar untuk mu" pesan Oscar lalu pergi.


Oscar segera ke pasar mencari buah buahan segar untuk Lea. hampir semua jenis buah di belinya.


"Biasanya wanita hamil akan memakan buah buahan"


Si penjual buah sampai heran melihat Oskar membeli buah sebanyak itu, dia juga senang buah-buahan yang dijualnya laku di borong Oscar.


"Dadd!" apa yang kau beli?"


Lea menatap heran melihat Oscar membawa banyak kantong. Berbagai jenis buah yang di belinya.


'Hahhh..?! untuk apa buah sebanyak ini...????"


Tanya Lea saat melihat Oscar sibuk mencuci semua buah yang telah di belinya. Sangking senang dengan kehamilan Lea, hingga Oscar ingin membuat Lea senang dengan buah yang di belinya.


"Semua buah ini untuk kita" jawab Oscar sembari memasukkan buah buahan tersebut ke dalam lemari pendingin.

__ADS_1


Oscar sibuk mengupas sebagai buah yang sengaja tidak dia masukan ke dalam kulkas. sampai mangga muda pun di belinya.


Air liur nya sampai menetes saat mengupas mangga muda nya. Dia tidak sabar ingin melihat Lea menikmati buah buahan itu.


Konon katanya wanita hamil sangat suka dengan buah yang asam asam.


Makanya begitu banyak mangga muda yang di belinya.


Lea sampai menggeleng melihat suaminya yang heboh ini. beberapa piring buah sudah tertata di meja ruang tamu.


Andaikan ada tamu yang datang mereka mengira Oscar menjamu mereka dengan makan buah bersama.


"Selamat menikmati nyonya Harahap!" seru Oscar dengan gayanya yang lucu.


Oscar memeluk Lea yang sedang menatap hidangan aneh yang di sajikan suaminya. keduanya kini duduk sambil menonton acara sepakbola.


Oscar meraih tubuh Lea bersandar di dada nya, tangan mengusap lembut pipi Lea.


Oscar yang sangat berbahagia dengan kehamilan Lea.


"Kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apapun karena kandungan mu lemah,jaga janin kita baik baik, mengerti,,,?!" kata Oscar memperingati.


"Siap komandan" Lea tertawa.


"Nih, buka mulut!" Oscar mengigit ****** apel lalu menyodorkan mulut nya ke mulut Lea.


Lea terpaksa makan buah yang di suapi Oscar dengan mulut nya. sesekali dia mengecup bibir Lea.


Lea tertawa melihat tingkah suami nya yang mulai aneh. Bagaimana tidak Oscar tanpa sadar mulai mengunyah semua buah yang di sediakan untuk istri nya.


Oscar yang sangat mencintai Lea, dia rela melakukan apa pun asal kan Lea bahagia. termasuk bersabar untuk menunggu kehamilan Lea.


Oscar merupakan sosok yang tidak mudah untuk jatuh cinta kepada lawan jenisnya. Oskar pernah berpikir bahwa wanita akan sangat merepotkan baginya.


Semasa remajanya Oscar terkenal dingin dan cuek terhadap kaum hawa. beberapa teman sekolah nya sampai pernah berpikir bahwa Oscar seorang gay.


Oscar tidak menanggapi hal ini,dia memilih melanjutkan pendidikan nya ke BIN. Hingga dia bertemu dengan seorang wanita yang benar-benar membuat Oscar jatuh cinta.


Oscar yang akhirnya patah hati karena wanita yang sudah mulai dekat dengan nya itu tiba-tiba harus kembali ke tangan suaminya.


Tidak ingin berada di kota tempat nya bertugas dia meminta pindah ke Sumatra kota kelahirannya. Setelah di wisuda mengambil master nya.


Namun tidak di sangka Oscar kembali di pertemukan dengan wanita yang telah membuat dirinya patah hati.


Di puncak Rinjani,di Sagara Anakan, cinta nya kembali menjelma dengan pertemuannya dengan Lea.


Pada akhirnya Oscar yang tau Lea kembali bercerai dengan suaminya. Dia pun tidak melewatkan kesempatan.


Oscar segera melamar Lea dan menikahinya hingga mereka kini sedang berbahagia dengan kehamilan istrinya tercinta ini.


Oscar tau mantan suami Lea masih ingin Lea kembali pada ya. Bahkan dia harus bersaing dengan Mario untuk mendapatkan hati Lea.


Asyik berduaan dengan istri tercinta menikmati berbagai jenis buah yang di hidangkan Oscar di meja ruang tamu itu. pintu rumah nya di ketuk.


mereka saling pandang Lea memberikan isyarat agar Oscar membuka nya.


"Sana buka pintu nya, yang jelas pasti bukan tamu ku" perintah Lea saat Oscar enggan untuk berdiri.


"Ckk,,, siapa sih ganggu aja!" Oscar berdecak kesal.


Mau tak mau dia harus berdiri melangkah ke pintu, dua mahluk berjenis kami laki laki berdiri di depan nya dengan senyum menggoda.


"Ngapain kalian datang kemari" ketus Oscar, tangannya masih berpegang di Handle pintu.


"Kangen!" bisik Kornel.


Mendorong tubuh Oscar melangkah masuk tidak peduli sikap tuan rumah yang enggan menerima tamu. Di ikuti Tigor yang cekikikan kayak Kunti.


"Ngapain kalian datang seperti setan yang terlepas dari kurungan?"

__ADS_1


"Judes amit sih terima tamu?" protes Tigor, mencomot buah yang ada di piring. sambil meletakkan tubuh nya di sofa.


"Heh, jangan rakus! itu buah milik istri" Oscar memukul tangan Kornel yang hendak mengambil Apel di piring nya.


"Ih buah saja pelit" Kornel berdiri dari duduknya melangkah menuju kulkas membuka dan mengambil botol Coca cola.


Pria tampan itupun memencet penutup botol dan meneguk isinya sambil melangkah ke tempat duduk nya. dengan santai Kornel meneguk minumannya. sebagian dari isi botol kecil itu telah berpindah ke perutnya.


Sementara Tigor yang tidak peduli terus mencomot mangga muda yang membuat dirinya merasa kecut, kibat rasa asam yang membuat raut wajahnya berubah masam.


"Bro,,, seperti nya kamu lagi ngidam ya?"" seru Tigor.


Itu membuat Oscar melotot padanya, Kornel yang sedang menatap layar tv yang menayangkan acara sepakbola ikut menatap Oscar, lalu matanya meneliti beberapa piring yang ada di meja itu.


"Hei ini semua jenis buah! apa benar kamu ngidam?" Kornel ikut bertanya.


Mendapat pertanyaan dari dua teman sablengnya membuat Oscar menatap Lea yang sejak tadi diam memperhatikan ketiga pria itu berbicara.


"Istri ku yang ngidam ! dia lagi hamil sekarang" ujar Oscar dengan bangganya.


"Oh ya selamat bro, akhirnya kamu akan menjadi bapak" ujar Tigor spontan memeluk Oscar dan menciumi nya.


"Heh,,,,apa apaan sih, menjijikkan tau?!" Oscar mendorong Tigor menjauh dari nya dengan tatapan tajam.


Kornel yang melihat hal itu malah tertawa, "Ha ha haaaa ,,,! Eh tumben kamu menolak di peluk si cantik Tigor" celetuk nya.


Oscar semakin melotot kedua teman gila nya ini menjatuhkan reputasi nya sebagai pria termacho dan seksi di hadapan istri nya.


"Benarkah kamu akan menjadi bapak? selamat Bro" kata Kornel menatap Lea.


"Heh mata mu di kondisi kan ya, jangan tatap istri ku seperti itu" Dengus Oscar. " ngapain aja sih kalian datang mengacaukan suasana rumah ku?".


"Ada kabar buat kamu soal buronan yang kabur itu" kata Tigor cepat.


"Ngapain aja sih kalian tidak bisa melihat aku ini senang sedikit saja. baru juga mau menikmati kehamilan istri ku kalian datang Bawa tugas lagi"protesnya.


"Siapa suruh mau pilih tugas itu, kamu sendiri senang kan untuk memperhatikan orang orang di luar sana" ujar Kornel menahan tawanya.


"Enak aja kamu bilang aku senang dengan tugas itu. Betapa begitu sulit nya menangkap orang orang itu"


"Nikmati aja pilihan mu itu" sela Tigor,sambil sibuk mengunyah potongan apel yang di sodorkan Lea padanya.


"Oh ya,,,, selamat ya bro akhirnya kamu akan menjadi bapak" ucap Tigor tulus mengulurkan tangannya.


Oscar menyambut uluran tangan sahabat sejati itu. "Terima kasih bro". Kornel pun melakukan hal yang sama.


"Selamat ya Bu Lea!" kata Kornel sambil tersenyum.


"Makasih" balas Lea tersenyum simpul.


Setelah bercerita panjang lebar akhirnya Tigor dan Kornel pamit pulang.


"Lain kali kalau ada berita kabari aku lewat telepon, jangan bertamu untuk mengganggu. Rakus di bawa bawa" kata Oscar mengusir dua teman sableng nya.


Di sambut tawa dari Kornel dan Tigor, sebenarnya dua teman nya itu punya sifat yang sama, dingin di luar sana.namun hangat bila mereka bertiga berkumpul.


"Sayang maaf kalau kehadiran mereka mengganggu" ucap Oscar kembali memeluk tubuh istrinya mendarat kan kecupan kecupan mesra di pipi Lea.


"Aku justru senang dengan kehadiran mereka" kata Lea membuat Oscar melotot padanya.


"Apa?" ada nada tidak suka di raut wajahnya.


"Aku senang sama dua teman mu itu" kata Lea asal. sukses membuat Oscar berwajah masam. Rasa cemburu menjalar di hati nya.


*


*


*

__ADS_1


**** Love you All ❤️❤️❤️


Salam sayang selalu untuk Kalian***


__ADS_2