Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Suami Siaga


__ADS_3

Kehadiran Abang nya Harsen membuat Lea tersenyum ceria. Ternyata bukan hanya Harsen tapi bunda dengan papinya juga ikut datang.


Kedua orang tua yang terlihat awet muda itu datang menjenguk putri tersayang nya. Mario memerintahkan bibi untuk siapkan makanan untuk menjamu mertua dan kakak iparnya.


'Sayang?! apakah kamu baik baik saja?" Bunda memeluk dan mencium putrinya.


Tidak lupa tangan nya mengelus lembut perut Lea. " Apakah mereka baik baik saja?"


"Ya Bun, terkadang mereka nakal hingga membuat ku merasa sesak" kata Lea sambil tertawa kecil.


Bunda ikut tertawa beliau juga pernah mengalami kehamilan yang sama, mengandung anak kembar Kaka dan Kiki.


"Kalau mengandung anak kembar biasanya akan seperti itu, kita akan di buat sesak sulit tidur,mereka selalu aktif dan terkadang suka nakal bila di dekat papa nya" terang Bunda Ranny sambil tersenyum.


Mengingat bagaimana dulu aktifnya bayi kembar Kaka dan Kiki sewaktu di dalam kandungan. Keduanya sangat aktif bila papi Valen ada di dekat nya dan selalu bercerita dengan janin nya itu.


Bunda menatap lekat wajah Lea, ingin memastikan bahwa putri itu baik baik saja. Karena satu hal yang yang bunda tau, ada seorang wanita yang kini sedang berusaha untuk memikat hati menantu nya itu.


Bukan tanpa alasan kalau bunda diam diam menyuruh orang nya untuk mengawasi Mario selama ini.


Apalagi saat ini Bunda mendapat laporan kalau Regina sedang berusaha untuk mencari perhatian Mario.


Wanita paruh baya yang awet muda itu juga sudah tau kalau Regina adalah mantan dari Mario . Bahkan Mario pernah ingin menikahi wanita itu.


Tidak menutup kemungkinan bila mereka CLBK, biar bagaimanapun seorang manusia yang memiliki hati yang lemah dan mudah untuk jatuh cinta.


Itulah kelemahannya Mario, harta, tahta dan wanita adalah ujian terberat bagi seorang laki-laki.


Karena bunda tidak ingin putri bungsunya ini terluka untuk yang ke sekian kalinya. Sebenarnya bunda sudah tidak ingin Lea kembali untuk hidup bersama Mario.


Saat putri nya itu ingin menikah lagi dengan Mario, bunda sempat menolak keras keinginan Mario.


Tapi Mario dengan gigih nya berusaha untuk membuat Bunda percaya bahkan dia berjanji jika Lea akan kembali terluka karena nya maka dia harus menerima konsukwensinya.


Mario yang tampan pantas saja bila banyak wanita menggilainya. Pria yang dulu seorang pemain Wanita kini takluk di tangan seorang Lea.


Mario sendiri tau Lea bukan lah wanita lemah yang akan mudah untuk di taklukkan. Pribadi Lea yang unik dan keras kepala.


Mario terlihat Ayik bercengkerama bersama papi Valen dan Harsen. Apalagi yang mereka perbincangkan selain dari dunia bisnis.


Semua masakan telah siap di hidangkan Bi Asih memberitahukan kalau saat nya mereka makan.


Lea mengajak orang tua dan kakaknya untuk makan bersama. Setelah acara makan mereka kembali melanjutkan cerita.


Lea bersama bundanya asyik bercerita, bunda memberikan tips agar Lea kuat bila saat nya melahirkan nanti.


Lea ingin melahirkan normal ingin menjadi ibu yang sempurna. Ingin merasakan bagaimana rasanya melahirkan nanti.


"Bun, apakah itu sakit?"


"Ya tentu saja, tapi hanya sekilas kok,bila mereka sudah lahir rasa sakit itu akan hilang"


"Mereka pasti akan terlihat menggemaskan" ucap Lea.


"Ya dan kamu akan berbahagia menjadi ibu dari mereka"


"Aku seperti sudah tidak sabar menunggu waktu melahirkan mereka, pasti mereka sangat lucu imut dan menggemaskan"


Bunda terkekeh mendengar ucapan putri nya, Gadis kecilnya yang dulunya nakal dan bar bar itu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


Melihat wajah Lea yang memerah perut nya yang mulai turun dan kaki nya yang mulai membengkak, membuat bunda tau putri nya sebentar lagi akan melahirkan.

__ADS_1


"Oh ya Bun, kami sudah siapkan kamar untuk kembar, ayo kita lihat kamar mereka" ajak Lea.


Bunda lalu mengikuti Lea, wanita hamil itu berjalan perlahan, langkah kakinya terasa berat membawa perut nya yang membesar.


"Wao,,,! kamar yang luar biasa, semua sudah rapi dan terasa nyaman, berbagai kebutuhan bayi sudah tersedia" puji bunda merasa kagum.


Mata nya menelisik seisi kamar bayi yang sudah di sediakan pasangan fenomenal ini.


"Daddy nya Sesil sudah menyiapkan semua keperluan anak kembar nya" tutur Lea.


"Eh dari tadi bunda tidak melihat putri mu itu?" Bunda memilih untuk duduk di sofa yang sengaja di sediakan Mario bila menjaga Baby kembar nya.


"Jam segini dia sedang tidur"


"Apakah dia merepotkan?"


"Tidak, Sesil merupakan anak yang penurut"


"Apakah orang tua Karina masih mengajaknya untuk pergi berlibur?" Selidik bunda.


"Aku sudah menghentikannya semua kegiatan yang menurut ku itu sangat pemborosan"


"Mereka memang sudah terbiasa dengan semua itu, berawal dari pernikahan Mario dengan Karina, itu di sebabkan oleh Mario yang selalu memanjakan mendiang istrinya itu"


"Apakah Mario tidak pernah memanjakan mu?"


"Bunda tau sendiri kan? aku bukan lah tipe wanita manja"


"Meskipun kamu bukan tipe yang manja, setidaknya dia juga harus melakukan hal itu kepada mu"


"Bun, Aku sudah puas mendapatkan semua itu dari mendiang Oscar!" wajah Lea berubah sendu.


Mengingat Oscar, Pria itu memiliki segalanya, Cinta, kasih sayang dan perhatian, bahkan Oscar sangat memanjakan Lea semasa hidupnya.


Memeluk sayang Putri nya,Bunda merasa menyesal telah membuat Lea kembali mengingat Oscar.


Lea tersenyum sambil mengelus perutnya yang sedang di tendang si kembar. Mungkin mereka tidak ingin Lea membicarakan papanya di depan Bunda.


Puas melihat kamar baby, mereka kembali ke ruang tamu dimana tiga pria itu masih asyik bercerita, terkadang di selingi tawa.


Mario menoleh menatap Lea yang terlihat kurang bersemangat. Hati Mario merasa ada sesuatu yang membuat istrinya itu terlihat murung.


Puas bertemu dengan putri nya orang tua Lea dan kakak nya pamitan pulang.


Harsen masih sempat memeluk Lea menciuminya penuh cinta. Cinta seorang kakak terhadap adik. Gadis kecil yang nakal sewaktu mereka masih tinggal di kampung dulu. Sebelum akhirnya Harsen memilih untuk mukim di negeri kincir angin.


'Sayang?! apakah kamu merasakan sesuatu?" Mario memeluknya dengan penuh rasa sayang.


Lea menatap wajah tampan suaminya senyum terbit di sudut bibirnya. Melihat sikap Mario yang perhatian membuat Lea merasa nyaman.


"Jangan lupa besok pagi jadwal periksa kehamilan mu" Mario memperingatkan istrinya.


"Baiklah aku sampai lupa akan hal itu"


"Apa yang membuat mu sampai lupa sayang?! ingat demi anak kita, biar mereka nanti selalu sehat"


"Baik Baginda,,,?! akan hamba perhatikan titah mu" Lea tersenyum dengan mimiknya yang Terlihat sangat mengenaskan.


Mario tertawa kecil memeluk dan mengecup sekilas bibir seksi yang selalu menggodanya. Lea membiarkan suaminya memeluk tubuh gendut nya.


"Aku sangat mencintaimu!" bisik Mario lembut.

__ADS_1


Lea menatap wajah tampan yang sedang tersenyum sambil menatap nya dengan lembut. Tangan nya mengusap pipi chubby Lea lalu mendaratkan ciuman nya.


"Aku selalu merindukan saat saat seperti ini, taukah engkau? ketenangan jiwa ku, semua kebahagiaan ku, bila engkau selalu ada di sisiku" Ucap Mario penuh perasaan.


Seakan cinta membuat dirinya berbahagia setelah pernikahan mereka dulu hancur berantakan.


Jodoh tidak pernah salah bila sudah menjadi ketentuan maka pertemuan akan menyatukan dua hati yang berbeda.


Mario tidak akan membiarkan siapapun mengusik mahligai rumah tangga nya lagi. Meskipun kehadiran Regina sempat menggodanya.


Namun tidak akan bisa menggoyahkan kesetiaan nya. Cinta yang dengan susah payah di raih dan penuh perjuangan.


Bagaimana tidak dia harus berjuang mati Matian untuk bisa meraih hati Lea dari mendiang Oscar. Mario tau Oscar sangat mencintai Lea, bahkan dia mampu membuat wanita yang kini menjadi istri nya itu sangat berbahagia Kala itu.


Lea masih berada dalam pelukan hangat suaminya. Lea dengan kecantikan nya yang mampu melenakan jiwa yang kesepian.


Mario dengan lembut mencium pipi chubby nya berulang kali dan berakhir dengan melabuhkan ciumannya di bibir seksi yang membuat ia tidak ingin melepaskan ciuman nya.


"Emmph,,, hentikan Dadd!" Lea berusaha melepaskan diri dan ciuman Mario yang terlena.


Mario yang asyik menikmati ciuman nya hingga lupa diri kalau yang di cium nya hampir kehabisan oksigen.


Ia pun terkekeh dan menghapus jejak bibir nya di bibir Lea dengan jari. "Kamu selalu melenakan jiwa ku" bisiknya serak.


Lea menatap mata yang kini menatapnya sayu,ada yang bergelora di dalam diri nya namun rasa itu harus di tahan, mengingat kehamilannya kini memasuki Minggu terakhir untuk melahirkan.


Mario yang sedang berbahagia menanti kelahiran bayi kembar nya. Pria itu selalu berdoa agar anak anak nya lahir dengan selamat.


Lea menikmati hari nya penuh cinta dan perhatian suami nya. Mario yang kini menjadi suami siaga.


Ia tidak ingin jauh jauh dari istri nya bila nanti Lea tiba tiba kontraksi. Semua kebutuhan bayi sudah di persiapkan.


Mario dengan telaten merawat istrinya yang kini hanya tinggal menunggu hari untuk melahirkan, rasanya berdebar debar sendiri.


Mengajak Lea untuk jalan jalan di sekitar halaman rumah mereka yang luas. Dengan taman bunga yang indah untuk di pandang.


Bila capek mereka berdua akan duduk di gazebo yang ada di dekat kolam renang.


Lea yang kini selalu berada dalam pelukan hangat Mario dengan kemesraan nya yang membuat Lea merasa bahagia.


"Sayang,,,,?!"


"Hmnm,,,"


"Aku pingin punya lima orang anak" bisik Mario sambil mencium pipi Lea yang kini berada dalam pelukannya.


"Daddy?! yang ada aja mereka belum lahir, kamu mau punya lima anak,?" Lea menatap nya. "Apa kamu tidak sayang sama aku, belum lagi lahiran sudah minta lima anak"


Mario tertawa melihat mata indah itu melotot padanya. "Sayang bukannya sekarang tapi nanti"


"Sekarang dan nanti sama aja, kalau kamu pingin punya banyak anak,kamu aja yang hamil dan melahirkan anak anak mu yang sekian banyak itu"


Mario tersenyum dan langsung menyergap bibir seksi yang sedang mengomel itu. Mereka akhirnya terbuai dengan ciuman panas.


*


*


*


*

__ADS_1


***** Love you All ❤️❤️❤️ salam Rindu*****


__ADS_2