
Mario yang sedang menjaga Sesil merasa bingung Putri nya itu terus mengigau memanggil mommy nya.
Mario terpaksa menghubungi Lea itu dia lakukan demi putri nya. Harap harap bisa menghubungi Lea namun nomor nya sudah tidak dapat di hubungi.
Berulang kali Mario mencoba untuk terus menghubungi nomor Lea tapi juga tidak aktif. Tidak kehabisan akal Mario menghubungi Dandy.
menanyakan kepada Dandy apakah dia memiliki nomor Lea atau kamu punya istrinya memiliki nomor Lea. selain nomor kontak yang biasa Mario hubungi.
Mario mengusap wajahnya frustasi, ketika Lea tak bisa untuk dia hubungi. Sementara Sesilya masih terus menangis memanggil-manggil mommy nya.
Lea yang kini berada di makam suaminya, menatap nisan Oscar dengan tatapan sendu. Seakan nisan itu merupakan perwujudan Oscar yang sedang tersenyum untuk dirinya.
"I Love you Daddy!" desisnya.
Tanpa air mata yang selalu menetes bila berada di makam ini. Kali ini Lea nampak begitu tegar, tidak lagi ada tangis seperti sebelumnya bila harus melihat nisan yang bertuliskan nama mendiang suaminya itu.
Setelah dari makam Oscar Lea memilih pulang ke rumah mertuanya. Sebuah kejutan bagi mereka, wanita yang telah lama pergi kini datang, membuat kerinduan mereka pada sosok baik hati dan telah membuat hidup mereka menjadi makmur kini
Ya sepeninggal Oscar Lea membantu membangun mini Market dan toko bangunan yang kini di kelola oleh Vino dan Lina.
Dua adik iparnya itu kini punya usaha masing-masing dan itu sudah membuat mereka sangat berterima kasih.
Lea juga tidak akan kuatir untuk meninggalkan mereka dan berniat membangun kehidupan nya yang baru dan berdamai dengan masa lalu.
Toh Oscar sudah tenang di alam sana dan Lea akan membangun sebuah rumah tangga dengan orang yang akan mencintai nya.
Bagi Lea lebih baik di cintai dari pada mencintai, karena terkadang kita salah menempatkan perasaan.
Lea pernah menjadi bagian dari semua itu, mencintai seorang lelaki yang justru membuat trauma.
Lea kini berada di dalam kamar nya, tepatnya kamar di mana menjadi tempat peraduan dia dan Oscar.
Matanya menatap ke seluruh sisi kamar itu, semau barang barang mereka berdua yang kini tinggal kenangan.
Beruntung memiliki Oscar yang sangat mencintai nya hingga akhirnya dia pergi meninggalkan Lea untuk selama lamanya.
Lea tersenyum mengingat bagaimana dulu Oscar sering menjahilinya di kamar ini. "Maaf kan aku jika akhirnya aku harus memilih untuk melanjutkan hidup ku dengan orang lain yang mencintai ku! entah mungkin cinta nya untuk ku seperti cinta mu untuk ku ataukah tidak? aku akan mencoba untuk menjalani nya nanti Dad!"
Lea mengusap sebuah foto berbingkai di mana mereka berdua sedang tersenyum. Oscar dengan seragam dinasnya. Sedangkan Lea berseragam pink Bhayangkari.
"Kak,,,,kakak,,?!" Lina mengetuk pintu kamar, membuat Lea tersadar dari lamunannya.
"Ya,,,!" sahut Lea saat mendengar Lina memanggil nya, sambil mengetuk pintu kamar nya.
'Daddy,,n Mommy, menunggu di meja makan! ayolah kakak, kita makan malam!"
Pintu kamar terbuka Lea dengan senyuman mengikuti Lina yang berbalik ke dalam dapur.
Suasana rumah yang terdengar ramai di meja makan dengan tawa dan rasa gembira keluarga ini, mengingat sudah beberapa bulan barulah Lea mengunjungi mereka.
"Aku mengira kakak sudah melupakan kami, setelah bang Oscar telah tiada" ujar Vino.
"Siapa bilang kakak melupakan kalian!" Lea menatap mereka dengan senyum indah nya.
"Tau aja kakak sudah lupa secara bang Oscar telah tiada!" timpal Lina.
"Meskipun bang Oscar telah tiada, kakak tidak akan pernah melupakan kalian, cinta dan kasih sayang nya akan tetap abadi di hati kakak!" tutur Lea.
"Benarkah?!" Tanya Lina seakan tidak percaya.
"Buktinya kakak sekarang ada di sini kan?" kata Lea.
"Tau aja selepas ini kakak tidak akan ke sini lagi!" ujar Lina.
Hati Lea terasa nyeri ada kesedihan yang kini kembali menyeruak di relung hati nya.
"Doa kan kita semua sehat agar suatu hari kakak bisa datang menjenguk kalian lagi" ucap Lea.
"Emangnya kakak akan pulang kapan?" tanya Vino.
__ADS_1
"Besok" jawab Lea membuat Vino agak kecewa.
Lea meletakkan sendok di tangan nya, kebetulan makanan di piring nya telah habis.
"Kakak masih punya pekerjaan yang tidak bisa di tinggal!" kata Lea yang tiba tiba teringat akan Sesil.
Karena pekerjaan yang di maksud Lea adalah merawat Sesil hingga sembuh nanti. Sesuai dengan kesepakatan yang telah dia buat bersama Mario.
Bukan mereka berdua yang membuat kesepakatan itu, tapi Lea sendiri yang telah membuat nya hingga Mario terpaksa menyetujuinya dan tanda tangan.
Meskipun sesungguhnya Mario ingin semua bukan pura pura lagi. Kejadian dahulu telah membuat Mario kapok dan tidak ingin mengulang kebodohannya itu lagi.
Setelah makan malam Lea bersama dengan kedua orang tua Oscar bercengkerama sebelum akhirnya mengantuk dan masuk ke dalam kamarnya.
Semalaman Lea tidak dapat memejamkan matanya, dia teringat akan Sesil. gadis kecil itu membuat diri nya tidak bisa tidur hingga menjelang pagi.
Lea sudah siap untuk kembali pulang dan berpamitan. Seperti biasa mereka akan mengantarkan Lea sampai ke bandara.
"Hai,,,Lea,,,?!" tegur Kornel melepaskan kaca mata hitam nya.
Pria tampan itu terkejut melihat Lea dan keluarga Oscar, mereka bertemu di bandara saat Kornel mengantar pacar nya.
"Kornel?!" Lea tersebut kepada nya.
"Apa kabar Lea, mengapa tidak mengabari aku?" Kornel menatap nya.
"Sorry Nel, aku tidak sempat memberi kabar karena hanya sehari di sini"
"Kok secepat itu harus balik?"
"Aku ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal"
"Semoga kamu sukses dan bahagia di sana" Kornel menatap wajah cantik yang kini tidak lagi berkabut duka itu.
Konel mengulurkan tangannya di Sambut Lea. kedua sahabat itu saling berjabat tangan. Dua orang yang pernah dekat sebagai teman itu berbincang sebentar Sampai akhirnya Lea harus pergi.
Kembali dengan penerbangan pagi, karena Lea teringat akan Sesil yang di tinggalkan. Lea menjadi gelisah ingatan nya kepada Sesil semakin membuat nya cemas.
Ponselnya baru dia aktifkan setelah sampai di bandara. Kota di mana Lea akan memulai dengan babak baru kehidupan nya.
Mata Lea membulat sempurna saat melihat pesan masuk balasan Mario kepada nya.
Kemarin saat pergi Lea sempat mengirim pesan kepada Mario, lalu mematikan ponselnya. Itu Lea lakukan agar tidak ada yang mengganggunya.
Lea ingin saat berada di makam suaminya tidak ada yang mengusiknya, Sampai dia kembali pulang barulah ponselnya di aktifkan lagi.
Betapa terkejutnya saat membaca pesan Mario yang mengatakan Sesil sedang di rawat di rumah sakit.
Dari bandara Lea langsung menuju rumah sakit, kekhawatiran nya kepada Sesil membuat Lea sangat cemas.
Lea melajukan mobilnya di atas rata rata agar cepat sampai di rumah sakit. tidak peduli dengan sekian banyak pengemudi mengumpat kesal kepada nya.
*
*
*
"Hai Rio?" sapa seorang wanita membuat Mario yang sedang duduk di bangku ruang tunggu di mana putri nya di rawat menatap terkejut.
"Kiki,,?!"
"Sedang apa kamu di sini?" Kiki menatap sahabatnya yang kini menjadi adik iparnya itu.
"Putri ku di rawat di sini"
Mario menatap sosok cantik yang sekian tahun lalu pernah di lamar nya.Sebelum akhirnya Kiki memilih menikah dengan Reno seorang Pria cinta pertamanya.
"Apa,,? sajak kapan mengapa Lea tidak mengabari kami?" kiki nampak terkejut.
__ADS_1
"Lea sedang ziarah ke makam suaminya"
"Apakah dia tau kalau Sesil sedang sakit?"
"Tidak,! Sesil baru sakit setelah Lea pergi, entah mengapa Sesil selalu seperti ini bila Lea pergi dari nya" keluh Mario akhirnya.
"Mereka memiliki ikatan batin karena darah Lea mengalir di tubuh putri mu!" kata Kiki.
"Apa????!" Mario terkejut mendengar perkataan Kiki. "Apa maksud mu Kiki?"
"Saat Lea menabrak putri mu , dia sudah mendonorkan darahnya untuk putri mu itu, jadi tidak heran kalau akhirnya mereka punya ikatan batin" tutur Kiki yang kini duduk bersama Mario.
Mario terlihat sangat terkejut dia tidak menyangka dan Lea tidak pernah mengatakan hal itu kepada nya
"Aku sampai tidak tahu hal ini" gumamnya yang masih sempat di dengar Kiki.
"Kamu sendiri tau kan seperti apa prinsip Adik ku itu"
"Mengapa sikap Lea justru berbeda dengan mu Ki?!" keluh Mario.
"Karena kita di lahir kan pada tahun yang berbeda tentunya" ujar Kiki tertawa.
"Ekhemmm!"
Reno yang kini berdehem melihat istrinya dengan mantan saingannya dulu. Kiki datang ke rumah sakit membawa sarapan untuk suami nya Dokter Reno.
Kiki sendiri tau dari Reno kalau Lea menabrak seorang anak kecil dan mendonorkan darahnya kepada anak kecil yang ternyata anaknya Mario itu.
"Bagaimana kabar Sesil?" tanya Reno basa basi.
Dua pria itu sempat bercerita tentang kondisi kaki Sesil yang mulai membaik.karena Lea yang rutin membawa Sesil Kontrol kodisi kakinya setiap minggunya.
Sebelum akhirnya Reno mengajak istrinya untuk pulang, karena mereka punya momongan yang masih bayi. Kiki yang kini telah memiliki empat orang anak.
Kiki yang kini hidup berbahagia bersama suami dan anak anak nya. Sementara Mario hidup nya jadi kacau balau.
Setelah Kiki dan suaminya pulang,Mario kini termenung seorang diri. hingga dia tidak menyadari kehadiran Lea yang dengan cemas buru buru menuju ruangan di mana Sesil di rawat.
Seperti ini sosok Mario yang duduk seorang diri hingga Lea menegur ya.
"Daddy,,,,?! di mana ruangan Sesil,,,?" tanya Lea yang terlihat cemas.
Mario tidak menjawab dia menoleh menatap Lea lalu berdiri dan menuju tempat di mana Sesi di rawat.
"Sayang,,,?!" Lea segera menghampiri tempat tidur Sesil dan mendekap tubuh kecil itu.
Sesil yang sedang tidur terbangun lalu memeluknya Lea. "Mommy!" suara nya lemah.
"Lekas sembuh ya, mommy akan mengajak mu jalan jalan setelah ini" bujuk nya.
"Mommy! jangan tinggalkan Sesil lagi" Air mata gadis kecil itu memburai jatuh. Sesil kini menangis di pelukan Lea.
"Sayang! asalkan kamu sembuh mommy tidak akan pernah meninggalkan mu!" bujuk Lea lagi.
"Mommy janji tidak akan tinggal kan Sesil lagi?" ucap bibir mungil itu, membuat Lea mengngguk pasti.
"Mommy janji!" tegas Lea tersenyum sambil mencium gemas pipi si mungil menggemaskan itu.
Sesil pun tersenyum dan tertawa riang semakin memeluk Lea seakan takut Lea pergi dari nya lagi. Mario yang menyaksikan semua itu hatinya jadi menghangat.
Berharap agar Lea tidak lagi pergi dari kehidupan nya. Menjadi bagian dari kehidupan Mario selanjutnya.
*
*
*
__ADS_1
*****Love You All ❤️❤️❤️ salam rindu ku untuk kaian. Sory belakang jarang Up. pekerjaan yang menyita waktu ❤️❤️❤️*****