Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Kerinduan


__ADS_3

Kehadiran ketiga buah hati nya membuat Lea maupun Mario sangat berbahagia. Soal Regina yang tiba tiba muncul untuk mengacaukan rumah tangga nya tidak di gubriskan Lea.


Lea bukan nya tidak tau siapa Mario di masa remajanya dulu. Bahkan Istri Kakak Lea yang bernama Askay kembaran nya Askya kakaknya yang di panggil Kiki adalah mantan Pacar Mario.


Sherly istrinya Azkay adalah mantan pacar Mario waktu jaman putih abu abu dulu. Mario juga sempat menyukai kakak nya Lea yang bernama Kiki, bahkan mendiang ibunya Mario pernah melamar Kiki.


Namun Cinta Kiki tetap bersemayam untuk lelaki yang kini menjadi suaminya, Dokter Reno.


Lea sendiri tidak pernah mengungkit masa lalu Mario bahkan sosok Lea yang punya prinsip bersatu kita teguh bercerai kawin lagi.


Itu terbukti saat bercerai dengan Mario, Lea menikah dengan Almarhum Oscar. Dan melupakan tentang Mario.


Sekarang apalagi dan siapapun tidak akan bisa mengusik kebahagiaan Lea. Kalau toh Mario kembali macam macam. Lea yang akan mencampakkannya.


"Aku tau mereka adalah masa lalu mu. Tapi ingat Daddy,,, Mereka adalah hidup mati ku, bila nanti kamu tergoda dengan mantan alias pelakor. Maka pergilah sejauh aku tidak akan melihat kalian" Ancam Lea sambil menyusun perlengkapan para bayinya.


Mario terkekeh sambil menatap maha karya nya yang luar biasa. Saat mengandung,Mario sudah tau kalau anak yang ada di rahim istri nya berjumlah tiga orang.


Ia sengaja meminta dokter Via untuk merahasiakan dari semua keluarga nya Mario tidak ingin Lea ketakutan.


Mario sendiri merasa sangat takut dan benar benar khawatir. Namun pada akhirnya ketakutan nya itu membuat ia bahagia kini.


"I Love you Daddy, mommy, boleh kah,Sesil main dengan dedek bayi nya?" ujar Sesil yang tiba tiba masuk ke ruangan itu.


Lea bersama para bayi nya telah di pindahkan ke ruang VVIP, ruang khusus milik keluarga kaya itu. Karena rumah sakit tempat Lea melahirkan adalah milik keluarganya.


Sesil nampak berbinar gembira dan terheran heran melihat ada tiga bayi di ruangan itu.


"Daddy,,,, mengapa dedek bayi nya ada tiga?" tanya Sesil dengan mimik heran menatap Daddy nya.


"Sayang, kamu memiliki tiga dedek baby, agar tidak lagi sendirian" Mario tersenyum mengecup pipi putrinya.


"Horeeee,,,, asyik asyik Sesil punya banyak debay" sorak Gadis kecil itu kegirangan. Sesil sampai melompat lompat sangking senang nya.


Lea tersenyum melihat tingkah putri kecilnya, wanita cantik itu kini telah memiliki empat orang anak. Sungguh merupakan sebuah karunia yang dia syukuri.


Penantian, usaha dan kesabarannya selama ini tidak sia sia. Beberapa kali keguguran Bahkan Tuhan menggantinya dengan berkali kali lipat.


Kehadiran buah hati nya kini melengkapi kehidupan dan kebahagiaan nya. Melupakan semua masa lalu dan menata masa depannya.


"Mommy,,,,?!" Sesil menoleh, melangkah cepat menuju tempat tidur Lea. Gadis kecil itu merangkak naik ke atas tempat tidur.


Lea merentangkan tangannya Sesil pun masuk dalam dekapan hangatnya. Di ciumannya berulang kali wajah cantik sang putri.


Mario yang melihat hal itu hatinya terasa menghangat. Kebahagiaan yang dia dambakan dengan keluarga kecil nya.


Sore nya datang dua sahabat sejati Lea, Gabby dan Chintya. Bersama para suami mereka. Dua wanita cantik itu tersenyum senang memeluk Lea.


Sementara para lelaki bercerita dan pindah ke ruang tamu yang ada di dalam ruangan itu. Ya kamar perawatan keluarga Lawrans seperti hotel ada ruang tamu dan fasilitas lainnya.


"Sayang,,,, akhirnya Kamu kini resmi menjadi ibu, dan betapa beruntungnya kamu, memiliki baby Triplet" Ucap Chintya sambil mencium pipi Lea.


My LeGaCy kini kembali bertemu, mereka nampak kompak bercerita dan tertawa.


"Suami mu hebat juga ya, bisa cetak tiga sekalian" Bisik Gabby menggoda nya.


"Namanya juga usaha tidak menghianati hasil" sambung Chintya.


Gabby dan Chintya yang gemas akhirnya menggendong Dua pangeran tampan putra Lea. Lea sendiri menggendong baby cantik nya.


Ketiganya kini sedang menatap takjub baby yang lucu dan menggemaskan itu. tangan dan kakinya bergerak, tangan mungil itu di masukan ke dalam mulut.


"Sepertinya mereka ingin menyusu" kata Gabby sambil menowel hidung mancung baby yang di gendong nya.


"Oh ya siapa nama si kembar mu yang tampan nan menawan ini beb?" tanya Gabby.

__ADS_1


"Zain Tirta"


"Zian Tirta"


"Ziandra Tirta"


"Wao nama yang indah, semoga kalian akan menjadi anak anak berbudi pekerti mulia" ujar Chyntia, yang di aminkan Lea dan Gabby.


Mario memilih untuk membawa sesil bersama nya. Membiarkan My Legacy bertemu kangen.


Setelah puas bersama dengan sahabat nya bermain dan mengganggu baby Triplet. Mereka berpamitan pulang.


Mario dan sesil kembali menghampiri tempat tidur Lea. Sesil ikut naik dan bersama mommy nya. Gadis kecil itu mengatakan kerinduan nya kepada sang Mommy.


Lea memeluk nya membelai lembut rambut Sesil hingga gadis kecinya itu merasa damai dan akhirnya tertidur. Mario memindahkan Sesil ke ranjang lain.


"Sayang,,?! kau harus banyak istirahat. Kau membuatku jantungan. Jangan lagi membuat ku khawatir. Terlebih lagi ada mereka" Mario mengecup bibir Lea di sela ucapan nya.


Perlakuan Mario yang manis membuat Lea merasa sangat sangat di cintai. Senyum mengembang di bibirnya.


"Aku sangat bahagia Daddy,bisa memiliki tiga malaikat kecil mu itu"


"Aku yang sangat berterima kasih telah mengandung mereka untuk ku, bahkan tidak ada yang ku cintai di dunia ini selain kalian" Mario memeluk nya, kembali mengecup bibir nya penyatuan bibir itu agak lama.


Sampai ada yang datang dan menghentikan kemesraan mereka. Ternyata Harsen yang datang berkunjung. Kakak Lea yang satu ini sampai saat ini masih melajang.


"Ekhem" Harsen membuang pandangannya ke lain arah.


Harsendy kakak laki laki Lea yang tidak ingin menikah dia lebih betah menjalani hidup tanpa ada pasangan. Bukan nya tidak laku tapi pria yang tidak kalah tampan nya ini belum menemukan wanita yang pas di hati nya.


Wanita mana yang tidak menggilai kesempurnaan fisik nya. Tampan dan jelas pesonanya mampu menggetarkan hati wanita yang menatapnya.


Namun Harsen selalu menutup mata dan wajahnya dengan kaca mata hitam yang selalu bertengger di hidung mancungnya.


"Abang?" Lea tersipu.


"Selamat ya atas kelahiran putra putri mu' ucapnya.


Harsen mendekati box bayi menatap takjub bayi bayi itu. Senyum terukir di bibirnya. Selang berapa menit datang juga Jhon bersama istri nya Rilly.


Ruang itu kini menjadi ramai "Selamat ya beb!" Memeluk dan mencium adiknya.


Lea belum bisa banyak bergerak, hanya duduk bersandar di tempat tidur nya. Raut wajahnya memancarkan kebahagiaan.


Jhon menyalami Mario, "Selamat Sukses buat kamu, hebat!" Jhon tertawa memeluk Mario.


Para lelaki bersama dan wanita asyik bercerita. Rilly tidak bosan bosannya menatap baby Triplet.


Merupakan suatu keajaiban Lea bisa memiliki tiga baby.


'Sungguh mereka sangatlah Tampan dan cantik beb" puji Rilly. "Aunty akan menggendong kalian"


Rilly Mulai menggendong baby Triplet satu satu,mencium gemas. Rilly menggesek gesekkan hidung mancungnya di pipi Baby, rasanya sangat lucu menggemaskan.


"Apa yang kamu rasakan saat mengandung mereka?" tanya Rilly.


"Tentu nya sesak dan aneh aja"


"Apa kamu tau mereka bertiga?"


"Tidak, Rio menyembunyikan hal itu,aku tau nya hanya dua, Dokter Via juga tidak mengatakan apa pun, mereka menyembunyikan hal itu dari ku"


"Syukurlah kalian selamat" ucap Rilly yang masih sibuk dengan baby Triplet.


Puas melihat dan bermain dengan anak anak Mario kakak beradik itu pamit pulang.

__ADS_1


Harsen masih sempat memeluk dan mencium adik cantik nya sebelum pergi.


"By, sayang!"


Lea tersenyum menatap kepergian kakak kakak nya. Kini tinggal mereka berdua, Mario menghampiri istrinya.


"Sayang!" kembali memeluk dan menciumi sekujur wajah nya.


Lea mengelus lembut wajah tampan suaminya, "Aku seakan tak percaya Dadd! bisa memiliki mereka"


"Yakinlah,Tuhan itu maha adil" ucap Mario sambil membetulkan rambut panjang Lea. "Aku sangat bersyukur Tuhan memberikan kamu dan mereka melengkapi kehidupan ku, terima kasih, sudah melahirkan mereka untuk ku,Aku sangat mencintaimu"


Lea tersenyum dalam dekapan hangat suaminya, mereka terlihat bahagia dengan kehadiran tiga buah hati nya.


Setelah kondisi Lea telah membaik dokter sudah membolehkan mereka untuk pulang. Di rumah Mario menambah pelayan dan tiga baby sitter.


Bunda Ranny menempat kan dua dokter di rumah Lea. untuk merawat putri dan cucu cucu nya.Seorang dokter anak bersama dokter Via yang selalu mengontrol kondisi Lea. Dokter keluarga yang selalu siaga.


Usia baby triplet memasuki bulan kedua mereka mulai aktif. Mario selalu sibuk dengan tiga buah hati nya. Bermain bersama Sesil dengan adik adik nya.


Sesil merasa senang dan gembira memiliki tiga orang adik. Gadis kecil itu tidak lagi kesepian di rumah. Lea tetap memberikan kasih sayang yang sama dengan adik adik nya.


Lea tidak kerepotan mengurus anak anak nya karena di bantu oleh para baby sitter nya. Mario tidak mengambil baby sitter yang masih muda.


Dia memilih baby sitter yang sudah berumur, mereka sudah berpengalaman dan satu lagi agar tidak ada kisah Baby sitter yang jadi pelakor menggoda majikan nya.


Hari ini Mario pulang kantor lebih awal dia seakan begitu merindukan istrinya. Ingin bermanja dengan nya.


Sejak memiliki baby Triplet perhatian dan kasih sayang Lea mulai berkurang kepada nya. Semua tercurah untuk anak anak nya.


Mario pulang di sambut pelukan hangat sang istri, seperti biasa Lea akan mengambil tas kantor nya. Membantu membuka jas dan sepatu meletakkan pada tempatnya.


"Jangan terlalu banyak bergerak dulu, kondisi mu belum benar benar stabil" Mario meraih pinggang istri nya. Kedua tangan nya melingkar di sana.


"Kita ke kamar kembar,aku akan melihat mereka" Mario menarik tangan Lea, menuju ke kamar baby nya.


"Apakah mereka rewel?" tanya Mario pada baby sitter nya.


"Tidak tuan"


"Baiklah kamu boleh pergi biar kami di sini".


Wanita yang menjadi baby Triplet itu lalu keluar dari kamar, sesuai perintah Mario.


Mario menatap anak anak nya lalu menatap Lea. Lea menatap wajah suaminya yang sedang menatap nya. Tatapan yang sulit untuk di artikan.


Hangat nafasnya dengan bau mint menyapu lembut wajah Lea.


"Aku kangen!" busik Mario sebelum bibir mereka menyatu.


Ciuman yang melenakan membangkitkan hasrat yang lama terpendam. Mario yang memang sudah tidak kuat menahan gairah nya.


Ciuman lembut yang mulai berubah panas membuat keduanya seakan tak ingin melepaskan pagutan itu. Namun semua terhenti dengan tangisan bayi mereka.


Sang baby seakan tidak ingin melihat kedua orang tuanya bersenang senang. Apalagi Mario yang dalam mode on kini.


Mereka berdua akhirnya saling menatap dan Lea menoleh ke box bayi nya.


"Sabar sayang, inilah resiko nya memiliki banyak anak" Lea tertawa melihat wajah cemberut suaminya.


*


*


*

__ADS_1


*


****** Love You All ❤️❤️❤️ Salam Manis*****


__ADS_2