
"Daddy,,,Ayolah cepat!' Lea menarik tangan Mario
agar mempercepat langkahnya menuju mobil.
Sementara Mario sendiri merasakan sakit di kaki nya dia malah sibuk melepaskan sepatu yang di berikan panitia.Karena dia lupa membawa sepatu olahraga dari rumah.
Kakinya kini lecet akibat sepatu yang dipakainya kesempitan membuat kakinya menjadi korban.
Benar saja begitu mereka tiba di rumah si kecil telah menyambut mereka dengan mata sebabnya habis menangis.
Mario segera meraih tubuh mungil itu menggendongnya serta menghujani wajah nya dengan ciuman bertubi tubi.
"BI apakah Sesilnya sudah makan belum?"
hal itu yang akan Lea lakukan dan ditanyakan setiap kali pulang bepergian dari mana-mana bila meninggalkan Sesil sendirian.
"Non Sesil tidak mau makan, dia terus menangis sejak tadi menunggu kepulangan kalian" jawab bibi.
"Astaga Daddy! Putri ku bisa mati kelaparan ini karena mu yang tidak mau membawa nya"
Lea buru-buru ke dapur menyiapkan makanan untuk Sesil dan menyuruh Mario untuk membawa anaknya ke meja makan dan disuapin makan oleh Lea.
Setelah mengurus Sesil mereka kini duduk bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV.
Mario bersama putrinya kini sedang berbaring di pangkuan Lea. Bapak dan anak itu kini bermanja di pangkuan Lea.
Lea dapat merasakan bagaimana dua orang ini merindukan kasih sayang seorang wanita. Sesil yang tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Karina meninggalkan setelah melahirkan putri nya ini. Sementara Mario harus mengakui perasaannya kepada Lea. Haruskah Lea akan egois untuk meninggalkan mereka?.
sore ini kakeknya papa nya Mario. Papa Liton datang menjenguk cucu kesayangannya. Mario dan papanya sempat bercerita beberapa waktu sebelum berpamit pulang.
Sore itu hujan turun membasahi bumi setelah beberapa waktu panas berpanjangan. Mario masih bersantai dengan putri nya setelah mereka makan Malam.
Lea berada di kamarnya membuka laptopnya, masih terpampang wajah Oscar dengan senyum sempurna nya.
Lea menulis sebuah kalimat membuat hati nya kembali merasa sesak. "Maafkan aku Daddy,,,, entah apa yang harus aku lakukan selain meminta maaf kepada mu!" Lea tersenyum lalu menutup Laptopnya.
Setelah itu Lea keluar dari kamar nya menuju menemui Mario yang kini Si kecil telah tertidur di pangkuannya.
"Daddy biar aku bawa Lea ke kamarnya"
Lea hendak mengambil Sisil dari pangkuan Mario tapi Mario melarangnya dia tidak ingin agar Lea mengangkat tubuh Sesil sudah berat naik berat badan nya.
"Jangan Momm,,,, biarkan Sesil Daddy yang antar ke kamar nya"
Mario menggendong putri nya itu ke kamarnya, membaringkan di tempat tidur. Setelah itu dia menemui Lea yang sedang menonton berita.
Di luar hujan turun dengan deras nya, setelah beberapa waktu panas terik pernah hujan. panas berkepanjangan. Hari ini hujan turun membasahi bumi.
"Serius amat" Mario memeluknya.
"Cup" Mario mengecup bibirnya.
Tidak ada respon Mario malah membuat Lea terusik dengan memasukan tangan nya ke dalam baju Lea.
Lea menatap nya tajam membuat Mario tertawa menggoda. Mereka berdua kini berada di tempat itu sendiri Susana nampak hening.
Mario menatap wajah cantik yang kini menemani hidup nya. Perasaan lain menjalar di hati nya rasa yang mendamba.
Lea mantap Mario yang sedang menatapnya dengan tatapan sendunya. Perlahan mendekat dan mengecup lembut bibir seksi yang selalu menggoda.
Lea tidak menolak saat Mario ******* bibirnya dengan lembut, kedua tangannya kini melingkar di leher Mario.
Tangan Mario menyusup masuk ke dalam Beju Lea. Menemukan sepasang gunung kembar yang menantang untuk di daki.
__ADS_1
Lea mendesah ketika tangan nakal Mario meremasnya. menghadirkan sensasi rasa yang berbeda.
Bi Ratih yang akan kedapur menjadi terkejut mendapati dua majikan nya itu sedang memadu kasih.
Sambil tersenyum Bi Ratih kembali ke kamar nya tidak ingin mengusik kemesraan majikannya itu.
"Semoga non Lea tidak pergi lagi, tuhan ikatlah hati mereka agar mereka tidak lagi berpisah. Berikan kebahagiaan untuk mereka" doa Bi Ratih meneteskan air mata haru.
Mario menggendong Lea ke kamar tanpa melepaskan ciumannya. Dua insan yang sama sama mendamba.
Setelah masuk Mario masih sempat mengunci pintu kamar nya takut si kecil datang mengganggu.
Mereka berdua kini asyik berciuman tangan Mario mulai nakal bergerilya di tubuh Lea. ******* dan rintihan terdengar indah.
Dua insan yang sama sama saling mendamba kini mengisi satu sama lainnya. tangan Mario dengan lembut mengelus perut rata istri nya.
Merasakan kulit halus mulus yang membuat dirinya mabuk kepayang. Tubuh Lea menggeliat merasakan kenikmatan dari sentuhan sentuhan yang di berikan Mario.
Mario dengan lembut mencubu dirinya membangkitkan gairah dan rasa nikmat yang membuat dirinya kini mendesah.
Satu persatu penutup tubuhnya terlepas tampak lah tubuh polos menggairahkan. Mario masih asyik bermain dengan kecupan kecupan sesualnya melukis tanda merah kebiruan di sana.
Menyapu setiap jengkal kulit putih lembut itu dengan sapuan lidah basahnya. membuat banyak stempel kepemilikan di sana.
Di luar hujan masih turun dingin nya malam tidak di rasakan dua insan yang sedang melakukan pendakian menuju puncak asmara.
"Dadd,,,,,!" desis Lea.
Mario tersenyum menatap wajah cantik yang ada di bawah tubuhnya. ciumannya kembali menyapu bibir seksinya.
Dua tangan nya memainkan puncak kecil gunung kembar yang menantang indah. Turun dari dari gunung kembarnya. tangan nya kini mengusap lembut daerah sensitif milik Lea.
Mario dengan lihai memainkan dan membuat Lea tidak berdaya. Suara rintihan dan erangan terdengar indah di dinding nya malam.
Dua insan yang sedang melakukan pendakiannya menuju puncak kenikmatan. tubuh mereka kini sama sama basahbermadi keringat.
Mereka baru tertidur setelah puas menikmati indahnya surga dunia. Sesuatu yang di dambakan dua insan berlainan jenis itu.
Mario menatap wajah cantik yang kini pulas kelelahan dalam pelukannya. Ada rasa yang menjalar hangat di hatinya, puas dan bahagia kini. mengecup bibir nya lalu berbisik.
"Terima kasih, Sayang! aku sangat mencintaimu!"
Mario memejamkan matanya dan ikut pulas setelah hari menjelang pagi.
Lea menggerakkan tubuhnya yang terasa berat.
Perlahan membuka mata nya melihat tangan Mario dan satu kaki nya melingkar di tubuh nya.
Pelan pelan Lea memindahkan tangan dan kakinya, membuat Mario terbangun dan membuka matanya.
Mario tersenyum nakal, menarik Lea hingga jatuh dalam pelukannya. "Kamu telah membuat Junior ku terbangun dan mengamuk!" bisiknya sensual.
Adik kecilnya pun ikut bangun berdiri tegak dan akhirnya Mario kembali menyerangnya dengan sangat bergairah.
Pergumulan panas pun terjadi di pagi hari membuat Lea lemas tidak, berdaya semua tulang belulang nya terasa remuk.
Mario dengan keperkasaan nya membuat seluruh tubuh Lea terasa sakit. Hingga untuk berjalan saja kesusahan.
"Dadd,,,,?! kamu membuat sakit seluruh tubuh ku!" sungut Lea.
Mario masih berbaring menatap Lea yang kini duduk dengan wajah cemberut membuat Mario semakin gemas.
"Apakah kamu masih mau lagi?" godanya sambil tersenyum nakal.
Mario benar benar bahagia dan senang berhasil menghajar nya, membuat Lea tidak bisa turun dari ranjang.
__ADS_1
"Sini,,,Sayang?!" Mario merentangkan kedua tangannya. membawa Lea dalam pelukannya, menghujani ciuman di wajah cantik wanita yang kini menjadi bagian dari jiwa raganya.
Lea menatap wajah tampan yang telah merebut posisi Oscar di dalam kehidupan nya kini. Mario tertegun saat mata indah itu menatapnya dengan sendu.
Ada butir bening menetes jatuh dari kelompok indah itu.Mario terkejut dan langsung memeluk nya dengan erat membelai lembut rambut nya.
Lea menangis terisak dalam pelukan Mario, membuat Mario merasa nyeri di relung hati nya.
"Maaf kan aku bila kamu terpaksa melakukan nya, sungguh aku sangat mencintaimu, jangat membuat hati ku semakin sakit melihat mu menangis seperti ini" kata Mario serak.
Isaknya semakin terdengar membuat Matio mengigit bibirnya. Dia tau Lea mungkin menyesal telah memberikan tubuh nya untuk di jamah Mario.
Mario sadar Jiwa dan raga Lea telah menjadi milik Oscar. Meskipun pria penyayang itu telah tiada.
"Zahira Milea Aldrich Albaram Zie! ijinkan aku mencintaimu dengan segenap jiwa raga ku!" Mario berbisik serak di telinga Lea.
Di pelukannya semakin erat tubuh ramping yang telah memberikan kenikmatan surga dunia untuk dirinyanya semalam.
Mario mengelus lembut pipi Lea menghapus air matanya. "Jangan menangis tersenyum lah untuk ku, jangan membuat diri ku semakin hancur!"
Mario membenamkan wajahnya di dada Lea, dia tidak sanggup melihat Lea menangis seperti ini.
Mario akhirnya memutuskan untuk bangun, Dia tidak ingin larut dalam kesedihan. Lea akan semakin membuat hati nya tidak berdaya.
"Kita mandi sekarang, sebelum putri kecil mu merengek minta sarapan, papanya juga merasa lepar".
Mario menggendong Lea ke kamar mandi, mereka berdua kini mandi bersama. Gairah Mario bangkit lagi melihat tubuh seksi Lea Bermandi busa. Namun dia berusaha meredam nafsu birahinya.
Mario segera menyesuaikan acara mandi nya, Menarik handuk dan menggendong Lea keluar dari kamar mandi..
Mendudukan istri nya di kursi meja rias, mengambil Hairdryer lalu mengeringkan rambutnya.
Mario melangkah menuju lemari pakaian mengambil baju dan pakaian dalam istrinya membantu Lea memakai pakaiannya.
Sementara Mario sendiri masih telanjang dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Tangan sibuk menyisir rambut Lea.
"Sebentar ya mommy! tunggu di sini Daddy berpakaian kita sarapan!" bisik Mario.
Lea menatap Mario yang kini melangkah keluar dari kamar nya. Ada sebentuk rasa di hati nya yang tidak di mengerti oleh Lea sendiri.
Lea menatap wajah nya di cermin memakai sedikit bedak lalu membetulkan rambut panjangnya.
Pintu kamarnya terbuka Mario kembali masuk suaminya itu mengenakan baju kaos yang pas ditubuhnya mempilkan betul tubuh kekarnya dan celana pendek.
Saat Mario masuk di susul si kecil sesil yang mencari mommy nya.
"Mommy!"
Mario berbalik menatap si kecil yang sedang mengucek matanya. Segera meraih tubuh mungil itu menggendong nya.
Mario tidak mau kalau Lea menggendong Sesil, bukan tanpa alasan. Dia sedang menjaga rahim Lea agar tidak bermasalah.
"Sini!"
Lea berdiri hendak mengambil Sesil dari Mario, tapi tidak di ijinkan Mario.
"Sayang?! biar Daddy yang menggendong nya, ayo kita sarapan, masih bisa jalan?" Mario berbisik sambil tersenyum.
Lea melotot kepada nya lalu cemberut, namun Mario sudah melangkah ke luar sambil menggendong Sesil.
*
*
*
__ADS_1
****** Love ❤️❤️❤️ U All, salam manis*****