
Mario seakan tidak sabar menanti kelahiran anak anak kembarnya di samping rasa ketakutannya.
Dandy sampai tertawa melihat sahabatnya itu ke kantor dengan wajahnya yang nampak berubah.
"Ngapain kamu liatin aku ketawa ketawa begitu?" Mario melotot membuat Dandy terbahak-bahak.
"Eh wajah mu sampai bersih seperti keramik yang habis di pel" kata Dandy di sela tawa nya.
"Brengsek lu ya! sana perhatikan pekerjaan mu, jangan ganjen terus!"
"Ada yang berubah nih"
Sebuah suara yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu. Tomy yang datang tanpa di undang masuk tanpa mengetuk pintu.
Tomy menatap intens wajah sepupunya itu dengan dahi yang berkerut. Ada yang aneh dari wajah tampan itu.
Kalau di perhatikan kening Mario yang di permak hingga seperti barisan semuat hitam. Dandy masih dengan tawanya membuat Mario jengkel padanya.
"Perhatikan alisnya" bisik Dandy pada Tomy.
Tomy yang memperhatikan alis Mario ikut tertawa, melihat Mario seperti habis pengantin.
Wanita hamil sifat nya rada aneh keningku jadi korban" keluh nya.
Tapi kamu terlihat semakin tampan saja" celetuk Dandy.
"Tidak bisa kah mulut mu itu di kondisikan?" Mario menatapnya tajam.
Tomy masih menatap Mario, ingin tertawa melihat wajah tampan habis di permak itu.
Saat ketiga nya asyik bercerita masuk ibu nya Karina ke ruangan itu sambil mengomel.
Mario kaget melihat kemunculan mantan mertua nya ini, melihat kehadiran mantan mertua Mario Tommy beserta Dandy saling pandang.
"Rio,,,,?! mengapa kamu tidak mau kalau mama membawa Sesil untuk liburan seperti biasanya?"
kata wanita tua itu dengan wajah garang, ia menuntun Mario yang telah membatalkan acara liburan Sesil bersama mereka setiap minggunya.
"Maaf ma, aku punya tanggung jawab atas Sesil, dan Sesil tidak perlu untuk pergi liburan lagi setiap minggunya. Kalau pun dia ingin pergi berlibur aku sendiri yang akan membawanya, dia anak ku sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai orang tuanya. Maaf aku tidak mau merepotkan mama lagi untuk selalu pergi membawanya berlibur" tegas Mario.
"Tapi mama ingin selalu pergi membawanya Rio?" kata nya menuntut.
"Mama boleh pergi membawakan nya kapan pun mama mau. aku tidak akan melarang nya, tapi maaf aku tidak akan memberikan dana untuk itu, kalau itu keinginan mama aku tidak akan melarang, tapi biayanya biar mama tanggung sendiri" Mario menatap wajah mantan mertua nya.
Dia ya sudah tidak akan memberikan dana sepeser pun untuk acara liburan yang tidak bermanfaat, malah hanya untuk buang-buang uang, bahkan Mario sampai mengeluarkan ratusan juta setiap bulannya untuk acara liburan mereka yang tidak ada manfaatnya itu.
Wanita tua itu nampak kesal dan menatap Mario. Namun Mario sudah tidak peduli, yang ada saat ini hanya Lea dengan anaknya.
"Maaf ma, mama boleh pergi sekarang,kami ada pertemuan penting hari ini" usir Mario pelan.
Wanita tua yang glamour itu pergi dengan menahan amarahnya. Keluar dari ruangan itu dengan hati yang geram.
Dari sofa Dandy dan Tomy yang sejak tadi menyaksikan Mario dengan mantan mertua nya itu berbicara hanya menyimak dan tidak berkomentar.
Itu urusan pribadi mereka, setelah mantan mertua nya itu pergi Mario berdecak kesal.
"Salah mu sendiri yang terlalu memanjakan mereka" seru Tomy.
Tommy tau Mario sangat memanjakan Karina semasa hidupnya. Bahkan mereka pergi berbulan madu keliling dunia.
__ADS_1
Beda dengan Lea, selama menjadi istrinya wanita itu tidak pernah di ajak pergi kemanapun. Jangan kan untuk pergi liburan bulan madu saja tidak pernah.
Mario menarik nafasnya dan menghembuskan dengan kasar.
"Katakan apa tujuan mu datang kemari?" katanya menatap Tomy.
"Biasa aja kali tatapan mu itu, jangan lampiaskan kekesalan mu kepada ku" protes Tomy.
Mario yang memang kesal dengan kehadiran ibu Karina yang menuntut agar tetap liburan setiap bulan dengan biaya yang di tanggung oleh nya.
"Aku sudah menghentikan semuanya, soal mereka" ucap Mario yang seakan tau Tomy menuntut penjelasannya..
"Aku yakin bukan kamu yang menghentikan tapi Lea istri mu, jangan lupa bro dia wanita yang cerdas" ujar Tomy.
Mario melipat lidah nya berdecak kesal yang sejak tadi di tahan dengan kedatangan mantan mertua nya itu.
Di antara mereka sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, Karina sudah meninggal dan dia punya hak sepenuhnya untuk merawat anaknya Sesil.
"Jangan sampai mereka membuat perusahan mu bangkrut dengan acara liburan yang tidak penting itu"timpal Tomy.
"Itu sudah tidak akan pernah terjadi lagi, nyonya Gerald sudah mengatur semua keuangan nya" Mario berkata demikian sambil tertawa.
"Itu lebih baik sebelum kamu akhirnya bangkrut" sela Dandy.
"Wanita itu sudah terlahir kaya, jadi tidak terlalu memusingkan soal uang, dan memikirkan kemana dan di mana harus liburan, selama menikah saja kami tidak pernah berbulan madu" tutur Mario.
"Bagaimana mau bulan madu kalau kamu sibuk menggempurnya tanpa jeda waktu" Sindir Dandy sambil tertawa.
Mario sampai melemparkan pena di tangan nya kepada Dandy. Dandy menangkap pena itu dan memutar dengan jarinya.
Tomy senyum senyum melihat dua sahabat nya yang sedari dulu selalu begitu. Seperti itu lah Mario dengan Dandy.
Di rumah Lea sedang serius dengan Laptopnya, mengecek kinerja perusahan suaminya. Jemari lentiknya menari lincah di atas keyboard.
Bukan Lae kalau dia tidak bisa meretas kode akses Perusahaan Mario. Lea tersenyum tidak ada yang mencurigakan dari kinerja para pegawainya.
Di kantor nya Mario tersenyum, bukannya dia tidak tau apa yang sedang di lakukan istri tercintanya.
Mario yang sedang sibuk dengan layar benda canggih di hadapannya terkejut saat Laporan masuk akses nya ada yang meretas.
Mario membiarkan Lea dengan aksinya setelah itu dia mulai mengetik sesuatu dan mengirimkan kepada si peretas.
"I Love You momm!" Daddy semakin mencintai mu"
Lea terkejut saat kalimat itu masuk dan ternyata Mario mengetahui nya.
'Sayang Daddy kalian tau kalau kita sedang masuk ke Aksesnya" ucap Lea sambil mengelus perutnya.
Di sambut gerakan di dalam sana mereka seakan tau apa yang sedang terjadi. Dan mommy mereka sedang mengusik Daddy nya di kantor sana.
"Jangan kuatir Mommy akan selalu melindungi perusahaan Daddy kalian dari orang orang jahat" Lea seakan bercerita dengan buah hati nya.
Yang di dalamnya bergerak gerak seakan mengerti perkataan mommy mereka.
Di kamar nya sesil sedang bercerita dengan boneka Barbie pemberian Uncle Malik nya.
"Hay beb! aku senang Uncle membeli mu untuk ku,menjadi teman ku. Aku ingin memberikan sesuatu berupa sebuah hadiah untuk uncle Malik tapi hingga saat ini aku tidak pernah bertemu lagi dengan nya lagi, Beby aku rindu kepada nya" Cerita Sesil curhat kepada boneka pemberian dari uncle malik nya.
"Ayolah beb katakan aku harus bagaimana, oh ya! hadiah apa yang akan kita berikan jika nanti bertemu Uncle? aku ingin sekali memberikan sesuatu untuk dirinya" Sesil bercerita dengan suara nya yang khas anak-anak, manja dan menggemaskan.
__ADS_1
"Beb, aku berjanji untuk memberikan hadiah istimewa yang akan membuat Uncle Malik ku bahagia, apakah Uncle mengingat kita atau tidak saat ini?" Sesil mencium bonekanya dengan gemas, Melihat sang boneka hanya diam tidak merespon diri nya.
Gadis kecil itu lalu memeluk bonekanya dan tidur dengan boneka yang kini menjadi teman bermainnya di dalam kamar.
Lea tersenyum menatap kalimat yang di kirim Mario kepada nya.
Di kantor nya setelah mengirimkan pesan yang sarat akan cinta nya kepada sang istri. Mario kini merasa rindu akan wanita yang mengusik nya itu. Entah mengapa tiba-tiba gairah nya kini membuncah.
Mario mematikan Laptop nya membereskan berkas berkas di mejanya lalu bergegas pulang setelah terlebih dahulu memberikan tugas penting nya kepada Asisten nya Dandy.
Pria itu berdecak kesal kiranya hanya dia yang punya istri di rumah. "Dasar Bucin tingkahnya menyebalkan" gerutu Dandy.
Mengetahui bosnya itu pulang dan melimpah kan semua tugas kantor kepada nya.
"Sayang"
"Daddy??????"
Lea terkejut ketika Mario memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundaknya.
Aroma mint menguar dari desah nafasnya yang wangi. Nafas hangat nya membuat Lea meremang.
"Kamu sudah pulang?" Ia tidak mengira suaminya akan pulang lebih cepat.
"Aku kangen,,,,,!" Mario mulai menciumi tengkuk istri nya.
Menjelajahi leher putih dan mulus itu dengan ciuman, mengukir tanda cinta nya di sana. ******* nafasnya terasa berat pertanda dia sedang berusaha untuk menahan sesuatu yang kini bergelora di dalam tubuh nya.
Tangan nya melingkar di tubuh gendut yang sedang mengandung buah cintanya. Lea memutar membalikkan tubuhnya menatap wajah sayu yang kini menuntut karena birahinya.
Mereka saling menatap dan Mario mendarat kan ciuman nya di bibir ranum merekah yang menjadi candu nya kini.
Saling memagut menyesap dan membelit kan lidah bermain main di dalam sana. mengakses seluruh rongga mulut sang istri.
Ciuman panas mereka berlanjut, tangan nakal Mario mulai merayap masuk bergerilya di dalam baju Lea. Meremas gundukan gunung kembar yang indah membuat si pemilik mendesah.
Bermain main dengan bukit kembar yang sebentar lagi akan menjadi milik si kembar. Membaringkan tubuh sang istri ke tempat tidur.
Lea kini mengerti suaminya kini dalam mode bernafsu, sudah berapa bulan ini mereka tidak berhubungan badan.
Mengingat anak kembar nya di dalam sana Mario terpaksa menahan hasratnya. Tapi hari ini pertahanan nya kini jebol.
Lea yang melihat suaminya sedang tersiksa dengan nafsu birahinya. Wanita cantik yang sedang berbadan dua itu membantu membuat suaminya melakukan pelepasan dengan cara nya, agar Mario tidak menahan beban bathinnya.
Mereka kini sedang bercinta ala ibu hamil hingga Mario puas melepaskan hasrat nya. Ia tersenyum mengecup bibir Lea.
Terima kasih Momn!" bisik nya sambil menjilat sisa percintaan nya.
Lea mengelus sayang pipi suaminya, membuat Mario merasakan kebahagiaan yang sempurna. kebahagiaan yang hakiki dan Mario merasa Lea sangat berarti dalam hidupnya.
Mengingat kehamilan Lea dan anak di dalam rahimnya membuat Mario ketakutan dan itu menjadi beban pikirannya.
Satu hal yang sengaja dia sembunyikan dari Lea, hanya dirinya dan dokter Via yang tau soal anak yang ada di dalam rahim Lea.
*
*
*
__ADS_1
***** Love you All❤️❤️❤️ Salam Rindu*****