
Mario dengan bunda sedang membahas soal kehamilan Lea. Bunda mengatakan kepada Mario bahwa semua akan baik-baik saja.
"Lea merupakan wanita yang kuat dia pasti bisa melewati semua itu" kata Bunda.
Wanita paruh baya yang masih cantik dan awet muda itu merasa senang akan memiliki cucu kembar dari putri bungsu nya itu.
"Apakah papa Mu sudah tau tentang kehamilan istri mu Rio?"
"Papa sudah tau Bun"
"Papa mu pasti akan senang akan punya cucu kembar"
"Ya,,,Papa sangat bahagia saat mengetahui nya"
"Jaga kondisi nya dan jangan biarkan Lea melakukan pekerjaan berat, mengingat kondisi kandungan nya yang tidak stabil" nasihat bunda.
"Dia lagi ngambek Bun, karena aku tidak mengijinkan dia untuk makan yang banyak"
"Biasanya porsi makan wanita yang hamil anak kembar itu akan semakin meningkat, karena porsi nya harus untuk tiga orang, biarkan saja Rio, agar dia semakin kuat, itu akan sangat baik untuk mereka" tutur bunda.
Karena wanita yang menjadi mertua Mario, dulu juga punya anak kembar. Kakak nya Lea, Kaka dan Kiki.
Mario sendiri juga pernah jatuh cinta kepada Kakaknya Lea itu. Tapi sayang mereka tidak berjodoh tapi malah berjodoh dengan adiknya Kiki ini.
"Kalau Lea sedang ngambek dan tidak ingin bicara dengan mu, biar Bunda yang membujuk nya" Bunda berdiri dari duduknya lalu mendekati pintu kamar Lea.
"Lea! Lea...?! boleh kah bunda masuk?" panggil bunda sambil mengetuk pintu kamarnya yang terkunci.
Lea yang sedang berbaring di kasur mendengar suara Bunda lekas lekas bangun menuju pintu.
Mendengar suara Bunda hati Lea menjadi girang, dia yang sedang kesal kepada Mario. Cepat cepat membuka pintu kamar nya.
Di sana ada Bunda dan Mario yang sedang berdiri di samping Bunda. Melihat Mario bersama Bunda, Lea mendelik kepada nya.
Mario yang ditatap seperti itu malah tersenyum menggoda sambil mengedipkan matanya. Gaya sensual nya membuat Lea mendegus dengan matanya yang membesar tajam.
"I Love you" Mario menggerakkan bibirnya.
"Bunda" Lea memeluk wanita yang telah melahirkan dirinya itu. Tidak menghilangkan Mario yang sedang menggoda nya.
Bunda yang merindukan putri nya itu mencium pipi chubby nya kanan kiri. Bagaimana seorang ibu yang merindukan anak nya.
Selama ini Lea selalu hidup mandiri dengan sikap keras kepala nya. Hingga jodoh kembali mempertemukan dia dan Mario.
"Selamat ya akhirnya kamu akan memiliki momongan" ujar Bunda tersenyum.
Lea membawa bunda masuk ke kamar nya, hal itu dia lakukan sengaja untuk menghindari Mario.
Pria itu tidak ikut masuk dia malah naik ke lantai atas menuju ruang Gym. Berolahraga di sana, membiarkan Ibu dan anak itu bersama.
Bunda dan Lea asyik bercerita, Lea berkeluh kesah soal kehamilan nya.
__ADS_1
"Bun, rasanya sangat sesak dan aku tidak bisa berbuat apa-apa" keluhnya.
"Biasanya akan seperti itu yang dirasakan semua wanita hamil"
"Tapi Bun aku sering merasa kelaparan di tengah malam, ingin makan yang banyak tapi Rio malah melarang ku" rengekannya manja melaporkan Mario kepada ibunya.
Bunda sampai tertawa, menurut nya putri nya ini sangat lucu.
"Bun, aku sesak dan gerah"
"Apakah perlu kita keluar dan cerita di taman?"
"Ide yang bagus, ayo Bun!" ujar Lea bersemangat di tarik nya tangan Bunda untuk keluar dari kamar nya.
"Pelan pelan sayang, hati hati dong" seru bunda.
Lea sempat menengok mencari keberadaan suaminya. Namun tidak ada Mario di sana, suaminya itu sedang asyik berolahraga di ruang Gym.
Dua wanita beda usia itu asyik bercerita, bunda memberikan saran dan tips untuk ibu hamil. Mengingat ini kali pertama Lea akan melahirkan.
"Sebaiknya kamu rajin konsultasi ke dokter" saran bunda.
"Rio yang selalu menemui dokter dan berkonsultasi dengan nya, soal kehamilan ku, bahkan dokter Via sering datang mengontrol Kehamilan ku atas permintaannya"
"Itu karena dia sangat mencintai kamu dan anak nya ini" Kata bunda sambil mengelus pelan Perut Lea yang mulai membesar.
Lea tersenyum, Mario sangat perhatian kepada nya. Hingga semua pekerjaan rumah di kerjakan nya.
Sore hari Bunda baru berpamitan pulang, setelah puas melepaskan kerinduan nya pada si bungsu yang sedang hamil itu.
Setelah bunda pergi Mario baru keluar dari ruang Gym. Di lihatnya sang istri lagi duduk manis di ruang tamu.
Mario yang hanya mengenakan celana pendek tanpa baju, tubuh nya terlihat seksi saat basah dengan keringat.
Lea sempat menatap kagum sosok tampan nan seksi itu. Namun dia cepat cepat mengalihkan pandangan nya saat ketahuan oleh Mario.
"Cih,,,dia pasti mengira aku sedang mengagumi nya" Lea menatap Mario dengan wajah cemberut Masi ada sisa kemarahannya.
Mario tersenyum merasa gemas dengan sikap istri nya yang menggemaskan itu. Karena merasa istri nya masih ngambek.
Mario melangkah Santai menuju kamar mereka untuk membersihkan diri. Masih sempat melirik si nakal yang melotot kepada nya.
Selesai mandi barulah dia akan membujuk si nakal yang sedang mendiaminya.
Lea masih mendiami Mario saat pria itu selesai mandi dan sudah harum mewangi, menghampirinya di ruang tamu.
"Sayang?!" Mario memeluknya dan menhujani wajah cantik itu dengan ciuman.
Tangan nya mengelus perut si nakal yang lagi ngambek. Lea masih diam membiarkan Mario yang sibuk sendiri dengan kegiatan nya.
"Apakah Mommy masih marah sama Daddy?" Mario menatap wajah cantik itu dengan mimik yang lucu. Tangannya melingkar di pinggang Lea yang telah berisi.
__ADS_1
"I Love you mom!" bisik nya.
Mario masih mencium pipi sang istri yang mendiaminya.
"Daddy minta maaf, Daddy janji akan memenuhi keinginan kalian untuk makan apa saja yang kalian inginkan" ujarnya.
"Benarkah?"
Lea akhirnya bersuara dan dengan cepat melingkar kan tangan nya di leher suaminya. Dengan senang hati Lea mencium pipi Mario.
Mario terkekeh mendapat perlakuan manja istri nya itu.
"Ya ... Daddy janji akan memberikan apapun yang kalian inginkan"
"Baik lah pegang janjinya ya"
"Ya!" jawab Mario mantap sambil membalas ciuman istri nya.
Akhirnya mereka pun bermesraan, melakukan sesuatu yang sangat romantis. Mario telah berjanji dan dia tidak akan mengingkarinya.
Maklum Lea yang sedang mengandung anak kembarnya. Wanita itu sering ngidam yang aneh aneh.
Mario sampai di buat kerepotan karena menuruti semua permintaan bumil ini. Meminta sesuatu yang harus di beli nya sekarang.
Demi cinta dan takut kehilanganmu membuat Mario merasa kuatir saja.
Padahal bunda sudah mengatakan kepadanya agar tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi nya.
Kabar gembira itu pun sampai ke telinga papi dan semua keluarga besar Lawrans. Kiki akhirnya mengajak suaminya Reno untuk berkunjung ke rumah adiknya Lea.
Lea dengan senang hati menyambut kedatangan mereka. Rasanya begitu rindu akan semua kakak nya.
Lea dengan Kiki lagi asyik ngerumpi setiap kali mereka bertemu.
"Apa yang harus di bayar kalau tidak ada yang merugikan" Ucap kiki.
"Selamat ya le,,, aku senang mendengar kamu akan memiliki bayi kembar. ujar Kiki.
"sama sama kak!" ini juga mungkin membuat aku sering sesak hingga dia menjaga semuanya.
Sementara Mario lagi Asyk ngobrol dengan Reno. Sekilas di lihat mereka berdua juga sedang tertawa sebagain itu nya"
Mario mengagumi pria tampan yang sering i membuat dirinya merasa cemburu. Sikap Mario biasa saja tanpa ada mengganganjal seperti dulu"
Reno pun mengagumi kecantikan adik iparnya, Karena saat itu dua wanita sedang membagi pengalaman yang luar biasa itu.
*
*
*
__ADS_1
****Love you All ❤️❤️❤️ Selamat membaca*****