
Lea melihat Mario yang sangat kacau,,,suami kontrak nya itu menatapnya dengan sendu.
Mario lalu menghampiri Lea tanpa aba aba memeluknya.
"Maaf kan aku...maaf bila sudah membuat mu terluka!" bisik nya.
Lea hanya diam melepaskan diri dari pelukan Mario. Melangkah meninggalkan pria itu menuju kamar nya.
Mario sendiri merasa tersiksa saat Lea mendiaminya. ada sesak yang kini menggerogoti hatinya. Perkataannya jelas telah melukai hati seorang wanita yang sampai saat ini masih di cintai nya.
Sementara Lea sendiri saat bertengkar dengan Mario, dia memilih pergi. Hati Lea seakan sakit bila melihat wajah Mario yang pernah menggores luka di hati nya.
Hanya karena kecelakaan itu dia memilih untuk menikah lagi dengan Mantan suaminya itu. Saat sedang sendirian di pantai Malik datang menemuinya.
"Apakah kalian bertengkar lagi?" tebak Malik.
"Ya soal tadi kita mengantarkan Sesil ke dokter,dan Mario juga melihat kita di restoran" ujar Lea.
Malik tersenyum mendengar apa yang di katakan Lea. Wajah cantik itu nampak Muram.
"Aku melihat nya juga, seperti nya dia sedang cemburu"
"Aku hanya istri pura pura nya untuk apa juga dia cemburu segala?!"
"Mungkin juga cinta nya masih ada untuk mu"
"Sudah ku katakan berulang kali, tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan posisi Oscar di hati ku, Oscar merupakan laki laki sempurna yang pernah ku miliki, Dia yang pengertian dan tidak pernah mendua hati meskipun di kantor nya begitu banyaknya wanita cantik. hingga kamu di pertemukan kembali saat pendakian ke gunung Rinjani" kata Lea tersenyum suram.
"Jangan bersedih,aku mengerti apa yang sedang kamu rasakan, Cobalah untuk berdamai dengan masa lalu, percayalah semua rencana Tuhan untuk mu ada hikmahnya, bila nanti masa nya kamu akan bahagia, saat itu semua kenangan akan menjadi lebih bermakna dalam kehidupan mu selanjutnya" tutur Malik memberikan semangat.
Malik tau sangat sulit untuk bisa merengkuh hati seorang Lea. Wanita yang teguh dengan pendiriannya.
Beruntung Oscar dapat memiliki kehidupan nya walaupun dia kini tiada. Tapi Lea masih tetap mencintai nya walaupun sekian waktu telah berlalu.
Malik justru mengagumi semua yang ada pada diri kea. Kekuatan cinta nya mampu membuat dia bertahan untuk tidak menggantikan kedudukan Oscar di hatinya.
Akan sulit bagi Malik dan Mario untuk bersaing mendapatkan hati Lea. Mereka juga pernah memiliki kekasih yang pada akhirnya mendua di saat mereka masih hidup.
Tapi tidak dengan Lea dia tetap bertahan walau sebenarnya masih ada yang bisa membuat hidup nya menjadi sempurna.
Seperti biasa Malik akan menemani nya hingga puas dan tenang barulah Lea akan pulang. Teringat akan Sesil gadis kecil itu yang telah memikat hati nya.
Buru buru Lea pulang ke rumah dan mendapati Mario tertidur di meja makan. Lea membangun kan Mario.
Pria itu lantas memeluk nya tapi Lea melepaskan pelukannya dan melangkah masuk ke dalam kamar Sesil.
Lea berdiri di sisi tempat tidur Gadis kecil itu, menatap wajah yang tidak berdosa itu yang kini pulas dengan mata sembabnya.
Mendekat dan mencium lembut pipi tembem nya, rasa sayang nya pada Sesil membuat Kea merasa iba telah membuat gadis kecil itu harus menderita karena nya.
Ya setelah bangun tidur Sesil mencari mommy nya itu dan menangis saat mommy nya tidak ada.
Sesil yang tidak bisa jauh dari Lea akhirnya menangis saat bangun tidur tidak menemukan sang ibu sambungnya.
"Seharian dia menangis mencari mu, Ku mohon bila kamu marah pada ku, jangan pergi tinggalkan sesil. Maaf jika kata kata ku tadi siang telah membuat mu sakit" pinta Mario yang berdiri di depan pintu.
Lea hanya diam tidak merespon perkataan Mario, dia malah melangkah ke luar dari kamar sesil melewati Mario begitu saja.
Mario yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mampu menarik nafas nya yang terasa sesak di dada.
Semua yang telah terjadi kini membuat Mario sadar jika hati tidak bisa di paksakan. Percuma mengikat Lea dengan pernikahan kalau saja hati nya sudah membeku untuk dirinya.
__ADS_1
"Setelah Sesil sembuh aku akan melepas mu pergi" batin Mario.
Dia lalu melangkah menuju ruang kerjanya, memilih sibuk dengan pekerjaan. Mario mengambil bungkus rokok dari laci meja kerjanya, mengambilnya sebatang menyulut nya, menghisap rokok yang kini menjadi teman begadang nya.
Semalaman Mario tidak tidur hingga pagi nya, Mario terbangun dan mendapati Sesil tengah tertawa dengan Lea.
Gadis kecil itu terlihat sangat bahagia bisa bermain dan menikmati semangkuk bubur ayam, sebagai sarapan pagi nya.
Mereka asyik tertawa hingga tidak menyadari kehadiran Mario. "Putri Daddy kelihatannya lagi senang" suara Mario menyadarkan keduanya.
"I Love You Dad!" teriak Sesil senang.
"Love you to Beby!" Mario mencium nya.
"Daddy Sesil ingin jalan jalan seperti kemarin bersama Uncle Malik" ujar Sesil.
Mendengar Sesil menyebut nama Malik, hati Mario terasa sakit. Dia melirik Lea yang nampak cuek.
"Baiklah hari ini Daddy akan membawa mu, kita jalan jalan" ujar Mario akhirnya.
Dia tidak ingin mengecewakan putri nya dan ini juga untuk membuat Sesil tidak ingat akan Malik.
"Horeeee,,,,, kita akan jalan jalan Mom!" teriak Sesil girang.
Lea tersenyum melihat Sesil yang nampak senang di ajak jalan-jalan oleh Daddy nya. Senyum yang begitu sempurnanya memberikan Mario pun ikut tersenyum.
mereka kini berada di sebuah taman di mana ada anak-anak yang bermain di sana. melihat anak-anak yang bermain Sesil minta diturunkan dan biarkan dia duduk di reeumputan.
sementara Mario dan Lia memilih duduk tidak jauh dari nya di sebuah bangku taman.mereka mengawasi Sesilia yang sedang bermain dengan beberapa orang anak kecil sebayanya.
"Makasih Lea, Sudah merawat Sesil dengan baik" Mario mencoba membuka suara setelah cukup lama mereka berdua duduk berdiam diri tanpa ada yang bersuara.
Tapi sayang lelaki yang kini duduk di sampingnya adalah orang yang telah menyebabkan dirinya tidak bisa hamil karena kecelakaan dan saat harus rutin menjalani terapi.
Lea memejamkan matanya berusaha menghalau rasa sakit yang kini muncul tiba-tiba mengingat mana mungkin dia akan punya anak lagi.
Rasa sudah tidak bisa lagi yang bisa membuat Lea bahagia. Mario yang melihat perubahan di wajah Lea merasa heran wajah cantik itu seakan kesakitan.
"Lea,,,?!" Mario mencolok menyentuh jemarinya.
Lea terkejut ketika Mario menggenggam lembut jemarinya, mencoba memberikan kehangatan untuk wanita yang saat ini masih belum bisa merelakan dirinya untuk memberikan kasih sayang kepada nya.
Mario sengaja melingkari satu tangan nya di pinggang Lea. Lea terkejut dan menatap horor kepada nya.
Mario tidak melepaskan tangannya tapi malah mendekatkan tubuhnya bersandar di bahu Lea.
'Mario apa apaan kamu?"
'Biarkan sebentar seorang ini, aku mengantuk, ku pinjam sebentar bahu mu' katanya Pelan sambil memejamkan matanya.
Lea terpaksa membiarkan Mario tidur bersandar tubuhnya dan benar saja Mario benar-benar tertidur karena rasa kantuknya yang tidak mungkin bisa dia tahan.
Mario baru membuka matanya saat ponsel Lea bergetar. Melirik siapa yang memanggil saat Lea membuka ponsel nya. Tertera nama Malik di sana.
Mario kini kembali berpura pura tidur ingin menguping pembicaraan Lea dengan Malik.
"Halo beb,,,,,?! hari ini aku akan mengajak mu ikut bersama ku, kita bertemu dengan orang tua ku!"
'Deg!"
Jantung Mario seakan berhenti berdetak, ada rasa sakit yang tiba tiba menggerogoti jiwanya terasa perih dan sakit. Segumpal daging di dalam sana terasa ngilu.
__ADS_1
"Maaf Malik! hari ini aku tidak bisa kemana mana karena aku ada acara penting"
Lea berbicara dengan Malik sementara Mario masih bersandar di tubuh nya.
"Apakah kamu punya acara bersama Mario dan anak nya?" suara Malik menggoda di sana.
Lea terkejut mendengar apa yang di katakan Malik, dia lalu menoleh melihat di sekitar kalau kalau ada Malik di sana.
"Malik ku mohon jangan seperti itu!"
'Baiklah beb, bisa kan aku jemput kamu nanti malam?"
"Baiklah aku tunggu nanti malam"
"By sayang?!"
Malik menutup pembicaraan nya masih sempat memberikan kecupan. Lea tersenyum membuat hati Mario seakan hancur.
Mario mengangkat kepalanya "Kita pulang sekarang agar kamu bisa menemui Malik, dia akan mengajak mu menemui orang tuanya. Biarkan Sesil bersama ku hari ini"
Lea menatap nya menemukan senyum yang nampak patah dari wajah tampan yang menjadi suami kini.
Lea tidak tau harus berkata apa matanya kini menatap Sesil yang asyik bermain. Saat itu Sesil menoleh ke arah mereka, senyum indah mengembang di raut imut menggemaskan itu.
Haruskah dia tinggal kan Sesil yang kini telah menjadi bagian dari hidupnya demi Malik? Ataukah bertahan dengan pernikahan ini? Lea menjadi bimbang banyak hal yang tidak di ketahui Malik.
Lea tidak mungkin memilih untuk melupakan sosok Oscar menggantinya dengan Malik. karena cinta yang sesungguhnya adalah dari seorang Oscar. meskipun dia kini telah tiada.
Mario akhirnya mengajak mereka pulang setelah Sesil puas bermain. Gadis kecilnya itu nampak sangat berbahagia dengan kebersamaan mereka hati ini.
Mario harus siap kehilangan untuk yang ke sekian kalinya. Lea sudah tidak mungkin dia miliki, ada Malik yang kini menjadi harapan hidupnya.
Sementara di kamarnya Lea sedang termenung, tidak mungkin baginya untuk menjadi bagian dari kehidupan Malik.
Lea bukan wanita sempurna yang akan membuat Malik bahagia. Satu kekurangannya adalah tidak bisa hamil dan memiliki anak.
Sementara pernikahan yang di dambakan setiap laki laki adalah memiliki anak. Dari pernikahan nya.
Lea akhirnya memutuskan bertemu Malik dan mengatakan semua dengan jujur agar dia bisa berharap, dan tidak membutuhkan Lea sakit akhirnya nanti.
Mario yang sejak pulang menyuruh bi Ratih untuk menjaga Sesil. Dia memilih masuk ke dalam ruang kerjanya.
Menatap cincin kawin yang melingkar di jari manisnya. Sebentar lagi cincin itu akan terlepas.
Berpindah tempat ke jari orang lain, luka yang kini dia gores sendiri terasa amatlah sakit dari gumpalan daging yang kini bagai tersayat sayat.
Cinta itu ada bersama nya dalam sebuah rumah mewah, besama ikatan pernikahan.
namun penghuni nya ternyata tidak bahagia. Bahkan Mario tidak bisa merengkuh hatinya. Begitu sulit nya untuk bisa membuat Lea mengerti akan apa yang menjadi harapan dari kehidupan nya kini.
Semua terasa hambar bagi Mario, Sekuat apapun dia berusaha untuk bersabar berharap hati Lea akan luluh untuk mengakui pernikahan ini.
Tapi sayang Malik justru menantinya di sana dan Matik harus merelakan itu walaupun hatinya kini terluka.
*
*
*
Love you All ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1