
Belakangan Lea sering merasa pusing dan lemas, bahkan kepalanya juga terasa sakit dan pening seakan tidak hilang Malah semakin oleng saja.
Mario yang melihat istrinya sedang muntah muntah di kamar mandi. Memilih untuk masuk menghampiri Lea yang sedang mencuci mukanya.
Mario mengelus lembut punggung Lea, apa yang kamu rasakan sayang?" Tanya Mario.
Ia mulai berpikir istri nya mengalami muntah muntah seperti ini pasti pengaruh kehamilan. Mario tersenyum dia sudah pernah mengahadapi wanita yang muntah muntah di pagi hari.
Dulu Karina pernah mengalami hal itu saat hamil Sesil. Semoga saja kali ini Lea pun demikian, berharap agar Lea kini hamil anaknya.
"Aku tidak apa-apa kok!"
Lea tersenyum namun wajahnya nampak pucat, terlihat lemas dan tidak bersemangat. Hal itu membuat Mario mencemaskan dirinya.
"Sayang kita ke dokter sekarang!"
Mario memapah nya membawa istri tercinta nya duduk di tempat tidur.
"Sebaiknya kamu ke kantor,aku bisa istirahat di rumah, paling juga hanya masuk angin"
"Aku tidak akan ke kantor apapun yang terjadi, kita ke dokter"
"Dadd?! aku tidak apa apa kok"
"Jangan melawan sayang aku tidak ingin kamu sampai sakit, bagaimana dengan aku dan Sesil, tidak ada yang urus"
"Ada Bi Rita yang bisa mengurus kalian"
"Sungguh tidak peka amat sih, masak bibi harus mengurus ranjang ku"
Mario tidak jadi ke kantor pria itu sudah berganti pakaian. Dia sudah menghubungi dokter untuk periksa kondisi istri nya.
Mereka berdua kini berada di tempat tidur dengan Lea yang sedang bersandar di dada nya.
Mario mengelus lembut rambut Lea. mencium nya berulang kali sambil menunggu dokter yang akan datang ke rumah mereka.
"Sayang! aku berharap kamu hamil" ujar Mario sambil mendekatkan wajahnya ke bibir Lea, mengecup nya lembut.
Lea terkejut mendengar apa yang di katakan Mario. Rasanya begitu sesak saat mario mengharapkan kehamilannya.
Pantas saja dia begitu bersemangat mempraktekkan tips nungging yang di berikan dokter selama beberapa bulan belakangan.
Pintu kamar nya di ketuk, bibi mengatakan kalau dokter nya sudah datang. Benar saja di depan pintu kini berdiri seorang dokter cantik.
Dokter yang bernama tag Zia tersenyum ramah kepada nya.
"Mari dok! silahkan masuk!"
Mario mengajak dokter keluarga nya untuk masuk. sementara Lea masih tiduran.
Lea perlahan bangun di bantu Mario agar Lea bisa duduk. Setelah itu Mario keluar dari kamar menuju ruang tamu dan memilih untuk duduk di sana.
Membiarkan dokter menjalankan tugasnya untuk periksa istri nya. Memilih untuk melihat pesan masuk dari Dandy di ponsel nya.
"Sebaik biar nyonya berbaring saja biar langsung di periksa" ujar dokter dengan suara nya yang lembut.
Mendengar suara dokter yang lembut membuat Lea senang, menatap wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter itu.
"Dia cocok menjadi dokter, orang nya cantik, ramah dan lembut pula" pikir Lea.
"Maaf ya saya periksa sebentar"
Dokter mengeluarkan peralatan medisnya dan mulai dengan tugasnya. Memeriksa di beberapa bagian tubuh Lea.
__ADS_1
Dokter tersenyum menatap wajah Lea, lalu menulis sebuah resep dan beberapa jenis obat anti muntah.
"Sudah berapa lama nyonya tidak datang bulan?"
Tanya dokter membuat Lea berusaha mengingat ingat kapan terakhir kali nya datang bulan. Lea kini ingat dirinya Kini sudah beberapa Minggu tidak datang bula.
"Sudah terlambat" Desis nya.
"Ada kehidupan lain di dalam sana yang baru tumbuh, membuat nyonya mengalami mual dan pusing serta lemas. jangan kuatir aku akan memberikan beberapa resep obat" kata dokter.
"Maksud dokter apa?" Tanya Lea bingung.
"Nyonya sedang hamil menjelang tiga Minggu" jelas sang dokter.
Lea tampak terkejut mendengar dirinya kini hamil, ternyata tidak sia sia usahanya mereka. selama ini.
Mario yang lebih berbahagia mendengar istinya akhirnya bisa hamil juga. Berkat kehebatan nya mempraktekkan posisi nungging.
"Sayang?! Mario memeluk tubuh Lea, mencium sekujur wajahnya terakhir di bibir. Mario tidak akan berhenti bila sampai di situ, mereka berakhir dengan Bermandi keringat di atas ranjang.
Mario yang sudah cinta mati sama Lea dia tidak ingin melewatkan sedikit waktu untuk melakukan ritual nungging nya. Lea bahkan tidak menolak malah ikut menikmati rasa yang berbeda dari tips nungging tersebut.
Mario bahkan terkadang melakukan dengan berbagai macam posisi dan gaya. Tentu saja akan semakin nikmat melayang layang ke surga dunia.
Setelah mengetahui istri nya kini sedang hamil, Mario melarang Lea agar tidak boleh bekerja, tidak boleh capek, tidak boleh melakukan pekerjaan apapun, tidak menggendong Sesil, dan masih banyak tidak boleh lainnya.
Bahkan Mario sendiri setiap hari mengawasi istri nya. Dia akan ke kantor bila itu penting sisanya semua di handle oleh Dandy.
Setiap pagi Lea mengalami Morning sickness, Mario yang menjadi sasaran muntahan nya.
Pria itu bahkan dengan senang hati menadahkan tangan nya untuk menjadi wadah tempat muntahan istrinya.
Mario tau kandungan Lea lemah tidak boleh melakukan apa-apa, harus banyak beristirahat.
"Iya sayaaang?! itu demi keselamatan anak mu,anak kita" Mario mengelus pipinya saat mereka berdua sedang santai di gazebo, dengan Lea yang berada di dalam pelukannya.
"Dadd, aku pengen makan rujak!" rengek Lea.
Sejak hamil Lea sikap Kea semakin manja, bahkan dia malah senang kalau Mario tidak pergi ke kantor. Dia akan bermanja manja sepuasnya di dalam pelukan suaminya.
Mario sendiri sangat senang itu berarti dia sudah memenangkan hati Lea. Wanita yang kini sedang hamil benih cinta nya itu semakin manja tidak ingin Mario jauh jauh dari nya.
"Hmm,,,,pingin makan apa istri ku?" Mario berucap dengan nada yang menggemaskan.
"Nggak jadi pingin nya dari tadi" Lea merajuk.
"Eh kok ngambek gitu?" Mario di buat makin gemes.
"Aku pingin makan Rujak!"
"Ini sudah malam sayang, besok aja ya Daddy belikan rujak yang banyak"
"Maunya sekarang"
"Jam segini? beli di mana?"
"Jangan beli,,,Bikin sendiri dong Dadd" Merengek manja.
"Mau nya sekarang"
"Bahan nya kan tidak ada" kata Mario.
Mario membujuknya, kalau sudah seperti ini Lea tidak akan berhenti sampai apa yang di inginkan terpenuhi.
__ADS_1
"Ini sudah larut malam sayang?! cup..besok Dady beli bahan rujak nya kita bikin yang banyak ya!"
"Maunya sekarang?!" ucap Lea hendak menangis, hidungnya kini sudah memerah dengan air mata yang siap meloncat jatuh.
"Tuh,,, ada mangga yang berbuah di samping rumah, Daddy panjat dong?!"
"Yang benar aja kamu momm! masa aku harus manjat pohon mangga nya malem malem gini?" Mario benar benar di buat pusing..
"Kalau manjat mommy siang malam Daddy hoby, giliran manjat mangga buat dedek dan Mommy Daddy menolak" Lea kini menangis..
Mario merasa bersalah dan benar benar pusing tujuh keliling. setiap harinya permintaan Lea yang aneh aneh. Pernah minta makan pisang Ambon, belinya harus di Ambon sana. nasi Padang yang beli nya juga di Padang.
Beruntung Mario punya rekan bisnis yang ada di semua provinsi tidak terlalu sulit untuk meminta bantuan mereka.
Sayang setelah semua permintaan nya datang bukannya di makan tapi justru di tolak katanya sudah terlambat.
Lama lama ingin makan kebab yang belinya langsung dari Turki lagi. Atau juga spaghetti yang belinya harus di Sidney.
Mau tak mau Mario terpaksa panjat pohon mangga di malam hari. Setelah berhasil dia lalu turun dengan beberapa buah mangga.
Namun belum juga turun kakinya terkilir, dan ..
" Brugh!"
"Auwh!" Mario terjatuh bersama mangganya.
"Untung saja tidak terlalu tinggi, hingga sakit nya tidak seberapa. Namun apa kata dunia? bila mereka melihat seorang bos besar CEO dari perusahaan ternama jatuh dari pohon mangga malam malam gini" Mario mendegus.
Selanjutnya ia berjalan menuju pohon jambu air melihat buahnya yang kebetulan ada. "Ah, kalau di tambah dengan buah jambu ini, ada juga,apel di kulkas juga, pasti dia suka, demi anak ku, Daddy rela manjat malam malam" kata nya senyum senyum.
Setelah di rasa cukup Mario bergegas ke dapur sekedar untuk membuat rujak kepada istri tercintanya. Ia sampai berlari karena tak sabar untuk melihat ekspresi sang istri yang bangga padanya.
Namun sesampainya di dapur Mario terkejut melihat istrinya yang kini telah tertidur di meja makan demi menunggu rujaknya.
posisinya masih duduk dengan dengan tangan yang di lipat menopang kepalanya.
"Cinta ku yang manja, kasian ya,terus buahnya mau di apain, ya? Hmmm.....di simpan buat besok aja" gumamnya.
Mario Lalu menaruhnya ke dalam lemari pendingin. menatanya dengan sedemikian rupa, rapi.
Selanjutnya Mario menghampiri Lea "terus ini gimana? sejenak ia berpikir tadinya yang ingin membangunkan tapi tidak sampai hati.
Mario akhirnya mengendong istri nya yang lagi ngidam itu ke kamar mereka.
Membaringkan Lea dengan hati hati kemudian ia pun naik ke atas tempat tidur berbaring di samping memeluk tubuh istrinya.
Mario menatap wajah Lea yang semakin cantik menggemaskan saat hamil begini. Mencium lembut pipi nya dengan sangat lembut penuh kasih.
Dengan lembut tangan nya mengelus perut kea yang masih belum terlalu besar. Rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan selain kehamilan istrinya ini.
Mario merasa bangga perjuangan nya tidak sia sia akhirnya dia pun berhasil menghamili istri keras kepala nya ini.
Setelah Mario berjuang mati Matian bahkan setelah mati untuk bisa mendapatkan hatinya kembali. Perjuangan itu pun tidak sia sia hasilnya kini telah hadir di dalam rahim istri nya.
Beruntung Sesil kini sudah mengerti Daddy nya akan membuat Adik untuk nya. Putri kecil itu tidak lagi rewel mengganggu aktifitas Daddy nya.
Hingga Mario dengan leluasa membuat adonan adik untuk sesil. Akhirnya berhasil juga proses pembuatan nya dengan cara nungging yang rasa nikmatnya luar biasa. Mario tersenyum lalu ikut memejamkan matanya.
*
*
*
__ADS_1
***** Love You All ❤️❤️❤️ Salam Rindu****