Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Kesunyian Di Hati


__ADS_3

Selama Sesil di rawat di rumah sakit, orang tua Karina sering datang menjenguk cucu mereka.


Kedatangan mereka juga tidak berlaku baik kepada Lea. Mereka tidak menyukai Lea yang telah menabrak cucu nya itu.


Lea sendiri memaklumi hal itu, sifat ketus dan nyinyir ibunya Karina yang suka mengomel dan marah marah kepada Lea membuat Mario merasa tidak enak hati.


"Aku minta maaf atas perlakuan orang tua Karin kepada mu" ucap Mario saat kedua orang tua Karin telah pulang.


Mereka berdua kini duduk di taman rumah sakit, Mario menyusul Lea yang duduk di sana saat Sesil telah tidur.


"Tidak apa! wajar kalau mereka bersikap seperti itu" kata Lea.


Mata'nya menatap lampu lampu taman yang nampak indah. Setelah itu hening antara mereka tidak ada yang bersuara.


Mereka kini duduk sambil berdiam diri hingga akhirnya Lea berdiri beranjak pergi tanpa kata. Mereka terlihat seperti seperti sepasang kekasih yang sedang marahan.


Mario menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan dengan perlahan. Lea yang selalu berbicara seperlunya. Lebih banyak mendiaminya.


Sudah sesil dirawat di rumah sakit. Gadis kecil itu sudah mulai membaik pulih dari sakitnya dan dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


selama seminggu menjaga sesil terkadang dia tidak makan dengan teratur dan tidak tidur dengan benar membuatkan teman-teman sedikit menghitung kondisi tubuh yang mulai melemah sedikit oleng.


selama Sesil dirawat di rumah sakit papa Liton juga sering dapat menjenguk cucunya itu. pria paruh baya yang kelihatannya masih tampan itu tersenyum melihat betapa dekatnya cucunya bersama Lea ibu sambungnya.


Beliau tahu seperti apa kehidupan rumah tangga Mario bersama istrinya itu. tak ingin mengatakan hal apapun tentang kehidupan mereka membiarkan mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka.


Toh mereka juga bukan anak-anak kecil yang harus diatur-atur dan mereka pun bukan baru sekali menyikapi pernikahan mereka. Ini untuk yang ketiga kalinya.


Bapak itu hanya bisa berharap Lea bisa membuka pintu hatinya untuk Mario, biar bagaimanapun pasti ada cinta di antara mereka meskipun itu hanyalah sedikit seujung kuku.


"Sekeras apapun hatimu suatu saat pasti akan mencair juga. batu karang cadas pun kalau terus-terusan ditetesi air pasti akan rapuh apalagi hati seorang wanita dia akan melemah pada saatnya tiba maka Mario pun harus bersabar untuk saat itu tiba nanti" pikir papa Liton.


Sesil pun sangat senang melihat kedatangan kakeknya ini Putri kecil itu lalu bermain gembira bersama sang kakek hingga sore menjelang barulah papa Liton pulang.


Mario yang mengendarai mobilnya saat pulang kantor sore itu melewati sebuah toko bunga matanya sempat menangkap bunga-bunga cantik yang terparkir di Penataran toko itu.


Dia lalu memberhentikan mobilnya turun dan melihat-lihat bunga-bunga itu hatinya ingin membeli bunga untuk istrinya Lea.


.


sebukat bunga cantik kini telah dibelinya sambil tersenyum Mario meletakkan Bunga itu di sampingnya, pada jok mobil.


Niatnya memberikan bunga itu untuk Lea dengan ucapan sebuah kalimat yang akan menggugah perasaannya nanti.


Sementara sore itu Lea sedang menemani Sisil untuk menonton televisi. kedua wanita beda usia itu asyik menonton sebuah acara TV filmnya anak-anak yang berjudul Marsha and the bear.


Saat masuk Mario sudah mendengar tawa ceria putrinya sesil bersama Lea kedua manusia sedang tertawa kelucuan film yang di layar TV di hadapan mereka.


"I love you baby?" Mario lalu menyerahkan sebuah boneka panda besar yang baru saja dibelinya untuk putrinya tercinta ini.


"I love you Daddy!" Sisil sangat senang dan gembira menerima boneka pemberian papanya ini boneka panda besar berwarna pink.


"Terima kasih Dadd!" Sesil memeluk erat tubuh papa nya. Meskipun tangan mungilnya belum bisa seutuhnya dapat memeluk tubuh besar sang papa.


Mario pun lalu menyerahkan sebuket bunga cantik yang dibelinya tadi kepada Lea. Lea menerimanya dengan sedikit senyum tersungging di bibirnya


"Terima kasih dari pemberiannya" ucap Lea pelan.


Mario pun hanya mengangguk lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah itu dia lalu menemui kedua perempuan itu yang masih asyik di depan TV.


"Bagaimana kondisi kaki Sesil? apakah kamu sudah membawanya ke dokter?" tanya Mario yang baru saja duduk bergabung di antara mereka.

__ADS_1


Meskipun keadaannya sedikit canggung bersama Lea.Karena wanita itu selalu menjaga jarak dengan nya.


"Syukurlah kondisinya mulai membaik dan aku hanya perlu mengajarinya untuk berjalan selangkah dua langkah.harus pelan-pelan tidak bisa terlalu untuk dipaksakan. karena tulangnya juga baru mau akan menyatu" tutur Lea seadanya matanya masih tetap menatap ke layar TV di depannya.


"Oh ya nanti malam aku bersama Dandy akan berangkat ke luar negeri. Mungkin kami akan berada selama seminggu di sana. Ku harap Sesil baik-baik saja bersamamu di rumah ini. bila ada apa-apa tolong hubungi aku secepatnya dan juga kumohon ponselmu diaktifkan bila sewaktu-waktu aku ingin mengetahui kabar kalian aku akan menelpon mu" berkata demikian Mario lalu melangkah masuk ke kamarnya.


Menyiapkan beberapa setel pakaian yang masuk ke dalam koper lalu berangkat malam itu juga bersama Dandy.


setelah kepergian Mario dan sesil pun telah tidur lalu melangkah masuk ke kamarnya mengambil buket bunga yang diletakkan di ruang tv itu membawanya ke dalam kamar.


Mata Lea sempat menangkap sebuah kartu ucapan yang terletak di buket bunga itu.


Lea mengambil kartunya dan membuka membacanya. Sebarus kalimat yang bertuliskan: "Selamat hari ibu untuk ibu dari putri ku, dan selamat hari ibu untuk Istri ku tercinta,,,,By Mario!"


"Mungkin dia salah memberikan ini untuk ku!" merasa tersentuh setelah membaca tulisan pendek yang ingin di ucapkan dari Mario kepada mendiang istrinya, Karina.


Lea menatap bunga yang terlihat cantik itu dan merasa bunga itu bukan untuk dirinya. Mario kini sedang pergi, Lea kembali keluar dari kamar nya sambil membawa bunga itu meletakkan di ruang keluarga.


Suatu beberapa hari Mario pergi, dia selalu menghubungi Lea menanyakan kabar tentang putri nya.


"Ayo semangat sayang?!"


Lea sedang mengajari Sesil untuk berjalan, sudah beberapa hari ini gadis kecil itu begitu bersemangat untuk bisa berjalan kembali.


Berkat kegigihan nya akhirnya Sesil pun kini bisa berjalan normal. Seminggu kepergian Mario, hari ini orang tua Karina datang menjemput Sesil katanya ingin mengajak Sesil jalan jalan, mereka pun rindu akan cucunya mereka.


Lea terpaksa membiarkan mereka membawa pergi Sesil. Setelah memberitahukan Mario.


selama kepergian Mario lelah selalu melatih Sisil untuk belajar berjalan.


hari ini Lea pergi ke Markas My LeGaCy setelah mengabari dua sahabatnya Gabby dan Chintya. Tiga wanita yang kini telah berganti status menjadi ibu ibu itu berkumpul sambil asyik cerita dan bercanda.


Tawa lepas dan bahagia tergambar dari raut wajah mereka.


"Biasa aja"


"Apakah setelah ini kalian akan kembali berpisah?" giliran Chintya yang bertanya.


"Ya,aku akan melanjutkan studi ku ke Ausie" jawab Lea ringan tanpa beban.


"Apakah kamu tidak ingin membangun mahligai pernikahan kalian lagi?"


"Rasa di hati ku sudah tidak ada lagi untuk dia"


"Centil,,,? seandainya kamu sudah tidak bisa lagi membuka pintu hati mu untuk Mario, cobalah membuka sedikit jendela hati mu, agar kamu bisa melihat ketulusan nya" kata Gabby serius.


Lea hanya tertawa kecil menanggapi nya, dia tidak tau apakah bisa atau tidak.


"Apakah memang hati mu untuk Malik?" tebak Chintya.


"Soal Malik, dia menjadi teman ku!"


"Teman tapi mesra gitcu?" goda Chintya.


"Jujur aku tidak punya rasa untuk dia, Oscar telah pergi membawa semua hingga tiada sisa lagi!" kata Lea sendu.


Gabby dan Chintya saling pandang tidak akan melanjutkan penyelidikan soal urusan hati Lea.


keduanya tidak ingin sahabat sejati nya itu kembali terluka.


Setelah puas melepaskan kerinduan mereka di rumah penuh kenangan masa remajanya, tiga wanita itu pun berpisah pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Lea pun demikian dia kembali ke rumah kediaman nya bersama Mario. Membawa sebuah gitar milik nya. benda berdawai itu sudah lama tidak dia sentuh.


Lea kini duduk seorang diri di dekat kolam renang, sambil menatap rembulan. di temani gitar nya.


Malam ini bulan terlihat sempurna,purnama yang menggantikan sang matahari di malam hari. Di rumah mewah ini kini hanya Lea dan bi Ratih dengan beberapa penjaga yang di tugaskan Mario untuk menjaga istri dan anaknya di saat dia tidak ada.


Mario memilih untuk pulang lebih awal, takut Lea akan bebas pergi dengan Malik di saat dirinya tidak ada.


*


*


*


Lea pun tidak lagi pernah bertemu dengan pria tampan itu, entah sedang apa lelaki yang menjadi sahabatnya itu. Malik sendiri tidak pernah menghubungi nya sejak peristiwa makan malam itu.


Tiba tiba Lea kini merasakan sunyi yang berkepanjangan tanpa ada Malik. Dan juga Mario yang kini menjadi suaminya.


Jemari lentiknya perlahan memetik senar gitar nya, menghadirkan nada sebuah lagu kenangan.


"Bila rindu ku sebut namamu, Kau ku nanti di ujung rindu ,,,,,,!".


Malam pun merangkak larut, Lea masih betah di tempat duduk nya.


Mario yang baru tiba membuka pintu dengan kunci serep yang selalu di bawa bawa. Ia melangkah masuk ke dalam kamarnya.


Setelah mandi berganti pakaian, sayup sayup dia mendengar suara petikan gitar. Mario lalu melangkah menuju di mana datangnya arah suara dentingan nada lagu yang menggugah perasaan itu.


Mario terdiam saat melihat Lea yang sedang memetik gitar nya. Angin malam membelai lembut helai rambutnya yang tergerai indah. Wanita cantik itu begitu mempesona malam ini.


Mario melangkah pelan menghampiri nya, sementara Lea tidak menyadari kehadiran Mario yang kini duduk di sampingnya.


"Apakah kamu sedang merindukan seseorang?" Tegur Mario.


Bariton suara itu membuat Lea terkejut hingga memekik kaget.


"Badai,,,????!" pekiknya.


Jantung nya berdegup kencang menatap Mario yang kini tersenyum kepada nya.


Mario merasa senang saat Lea menyebut nama panggilannya "Badai"nama itu di sematkan Lea saat mereka pertama kali bertemu beberapa tahun lalu.


"Apakah kamu sudah pulang,,,,????!"


Lea seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Mario kini ada di sisi nya.


Inilah sosok Mario dengan buket bunga nya untuk diberikan kepada Lea. satu satunya wanita yang kini sangat di cintainya.



"Ya! aku tidak bisa membiarkan kamu sendirian seperti ini!" kata Mario lembut. "Meskipun aku tidak berarti bagi mu, tapi ketahuilah kamu sangat berarti bagi ku dan juga putri ku, mungkin bukan aku yang kamu rindukan saat ini, tapi kamulah satu satunya orang yang paling aku rindukan di sepanjang sisa hidup ku!". tutur Mario lalu tanpa aba aba dia memeluk Lea.


Lea membiarkan Mario memeluk dirinya merasakan kehangatan di dingin nya malam. Membuat sirna kesunyian yang berkepanjangan di hatinya.


"Apakah mungkin Lea kini merindukan Mario selain sosok Oscar????"


*


*


*

__ADS_1


***** Love you All ❤️❤️❤️ salam rindu ku untuk kalian****


__ADS_2