Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Membalut Luka


__ADS_3

"Dia tidak akan bisa membujuk ku dengan cara apapun"


Lea yang memiliki karakter yang susah untuk di atur, keras kepala dan suka mencoba hal hal yang menantang.


Satu hal yang membuat Lea tidak ingin kembali untuk Mario adalah perkataan nya yang meremehkan dirinya.


"Kamu bukan tipe ku, melihat tubuh telanjang mu pun aku tidak bergairah".


Lea berniat untuk membalas Mario, dia tidak ingin mengemis cinta dari seorang laki laki.


Ada syair yang mengatakan rasa cinta berubah benci rasa rindu berubah murka. itu yang telah tertanam di hati Lea.


Lea bersama Cynthia menyiapkan makan malam untuk mereka. Sementara Gabby yang sejak sore tadi tidak keluar dari kamar nya.


Tidak biasanya Gabby bertingkah seperti ini.


Lea dan Chintya kini heran dengan tingkah nya yang tidak keluar keluar dari kamarnya.


" Ooh mungkin saja dia lagi patah hati, makanya jangan terlalu mudah percaya mulut manis berbisa, sangat enak mereka akan membuat kita jatuh cinta dan mereka pula yang akan membuat kita patah hati" kata Lea geram, mengingat apa yang terjadi antara dirinya dengan Mario.


Lea lalu ke kamar Gabby,di lihat nya Gabby sedang membenamkan wajahnya di bantal, sikap nya itu membuat Lea berpikir Tomy telah menyakiti hati sahabat nya ini.


"Apa yang telah di lakukan Tomy pada mu? lupakan dia ayo kita makan" ujar Lea.


"Aku sudah makan bareng Tomy" kata Gabby sambil tetap membenamkan wajahnya di bantal.


Sebenarnya bukan karena kenyang Gabby membenamkan wajahnya di bantal.Tapi karena bau masakan yang menusuk hidungnya hingga membuat Gabby merasa mual dia pun berusaha mati-matian menahan nya agar tidak muntah.


"Ya sudah kita makan ya, setelah itu kamu jelas kan apa yang terjadi antara kamu dan Tomy" putus Lea, lalu menuju meja makan.


Lea bersama Cynthia menikmati makan malam nya. Setelah itu keduanya memilih untuk santai di depan Tv.


Lea sempat ke kamar Gabby untuk minta penjelasan tapi gadis itu sudah pulas tertidur.


"Sudah tidur dia" kata Cynthia menengok Gabby di kamar nya.


"Tumben dia tidur jam segini? biasanya dia kan yang paling kuat soal begadang"ujar Lea.


"Mungkin capek menggarap sawah bareng Tomy, mereka dua makin lengket belakangan ini" kata Cynthia yang suka ngomong seenaknya.


Ponsel Lea berdering panggilan masuk dari Frans.


"Hallo Sayang apakah kamu sudah makan?" tanya Frans ketika tersambung.


"Barusan"


"Masih di apartemen?" tanya Frans.


"Di kosan"


"Ok,,,jangan ke mana mana akan ada angin kencang" Frans memberi peringatan.


"Thanks" jawab Lea singkat. sambungan di matikan.


"Apa yang di katakan pria memalukan itu" Cynthia tertawa bila mengingat penampilan Frans di kampus.


"Jangan ke mana mana, akan ada angin kencang" kata Lea.


"Badai dong" Cynthia makin tertawa membuat Lea ikut tertawa mengingat Badai.


Dua gadis itu bercerita sambil nonton berita, benar saja di berita akan ada angin kencang.


Kedua nya memilih untuk tidur.


Suara gaduh membuat Lea terbangun, pagi buta dua sahabatnya ini sudah buat onar hingga membangunkan Lea.


Dengan masih setengah nyawa Lea ke luar melihat apa yang terjadi.


Dia mendengar suara orang yang sedang muntah muntah.


Lea terkejut mendengar Suara umpatan Cynthia, bergegas Lea mengintip di kamar mandi sumber keributan.


Cynthia yang sedang memijit tengkuk Gabby yang lagi muntah.


Mendadak wajah Lea memerah amarahnya sudah di ubun-ubun.


"Genit?! siapa yang sudah menghamili mu?" pekik Lea gusar.


Gabby tidak menghiraukan kemarahan Lea, dia masih dengan acara muntah nya.


Setelah muntah Gabby langsung membersihkan diri. Dia pun di sidang oleh Lea dan Cynthia.


"Sorry, aku sudah telat dua bulan" Aku Gabby.


"Apa di mana?" tanya Lea polos.


"Saat kita di Bulgary Resort"

__ADS_1


Lea baru ingat dua bulan yang lalu Tomy bersama Dandy menyusul mereka ke Bali saat liburan.


"Jadi kalian bulan sabit nya di Bali.....?!" semprot Lea.


"Asyik dong,Lea yang menikah kamu yang bulan madu" seru Cynthia.


"Suruh si Tomy cepatan nikahi kamu sebelum perut mu menggunung" ujar Lea.


"Kalian terlalu mudah terbuai mulut manis" kata Lea kesal.


"Kamu tidak pernah di rayu mario sih, makanya tidak terbuai, coba kalau kamu sudah rasa, makin ketagihan, sehari tidak di sentuh, demam tau" ujar Gabby.


"Jadi kamu ketagihan karena di rayu?" Mario tidak akan merayu ku karena aku bukan tipe nya dia"


"Munafik dia, kenapa sekarang dia malah patah hati kamu ceraikan" seru Gabby.


"Bukan karena aku, tapi jenny yang mengkhianati cinta nya" elak Lea.


"Sekarang dia mungkin sudah melahirkan anak nya Mario" kata Lea dengan sinis nya.


"Kamu baik baik di rumah kami mau ke kampus, suruh Tomy temani kamu, sekalian kalian menikah secepatnya" kata Lea, lalu bergegas mandi.


Lea dan Cynthia bersiap ke kampus, tinggal Gabby sendirian.


Saat hendak masuk ke kamarnya ada mengetuk pintu.


Gabby membuka pintunya dan berdiri Tomy di depan pintu sambil tersenyum untuknya.


"Beb,,,?!" Tomy memeluknya.


"Sudah sarapan?" tanya Tomy.


"Belum!"


"Mau ku pesan makanan?" tanya Tomy.


"Aku pingin makan yang asem asem, mulut ku rasanya pahit"


"Mau aku beri yang manis" goda Tomy.


"Tidak usah, aku pingin jeruk"


"Apa lagi, biar ku beli sekalian" Tomy mengecup nya.


"Jeruk, mangga, sama apel, jangan lupa susu bumil" sebut Gabby.


"Aku makan bubur ayam aja tapi kamu yang buat" kata Gabby.


"Baiklah aku beli sekalian bahan nya" kata Tomy dia rela akan memasak demi calon istri dan anaknya.


Sebelum pergi Tomy sempat membuka kulkas melihat isinya kalau kalau ada yang kurang.


Tomy Merupakan tipe lelaki yang perhatian itu yang membuat Gabby menyukainya.


Tidak butuh waktu lama bagi Tomy untuk masak bubur ayam buat kekasih nya.


"Gimana, rasanya enak tidak?" Tanya Tomy menatap Gabby yang begitu lahap menikmati hasil masakan Tomy.


"Enak,,,! Kamu cocok jadi tukang bubur" puji Gabby.


"Kalau untuk kamu aku mau"


"Oh ya?"


"Hmm,, kamu sudah menikmatinya kan?"


"Tapi aku ingin muntah lagi" Gabby segera ke kamar mandi lalu mengelus semua bubur yang di makannya tadi.


Tomy membantu nya memapah Gabby yang lemas ke sofa. Gabby menutup mata sejenak merasakan tubuhnya yang lemas tak berdaya.


"Apakah orang hamil itu rasanya seperti ini?"


"Mungkin" jawab Tomy asal.


"Aku tidak kuat Tom"


"Ssst jangan bilang seperti itu" Tomy memeluknya, membelai sayang gadis yang kini sedang mengandung benihnya itu.


"Nanti malam,Aku akan membawa mu ke rumah orangtuaku, aku akan menikahi mu secepatnya" ujar nya.


Gabby merasa senang mendengar nya, Tomy akan bertanggungjawab menikahi nya.


*


*


*

__ADS_1


Mario masih meringis sakit akibat kegilaannya yang mengganggu pacar orang.


Dia mengingat Lea yang sempat menolongnya dari amukan pria tidak di kenalnya itu.


Mario tersenyum teringat Lea yang sempat memeluknya dengan wajah yang khawatir.


"Aku kini yang terlambat menyadari nya, ada rasa yang berbeda saat menatap mu, rasa rindu ini baru hadir setelah engkau benar benar pergi"


Di tinggal Kiki, Mario tidak serapuh ini, tidak menyentuh minuman keras, tidak merokok.


Tapi di tinggal Lea, membuat Mario benar benar hancur, Rokok dan minuman yang tidak pernah di kenal nya, kini menjadi teman nya sehari hari.


Mario masih di apartemen nya, tidak kekantor tidak bisa kemana mana. Bekas pukul nya masih belum sembuh benar.


*


*


*


Hari ini ada kegiatan di kampus, Lea termasuk di antaranya. Mereka akan mengikuti Arum jeram.


Tidak heran kalau Lea memilih untuk ikut serta karena gadis itu sangat menyukai hal hal yang menantang.


Mula nya Frans melarang agar Lea tidak ikut dalam kegiatan itu.


Tapi Lea bersikeras untuk tetap ikut, dia bahkan mengancam agar Frans tidak boleh mendekati nya. tidak boleh mengikuti Lea kemanapun dia pergi. Berhenti menjadi Bodyguard nya.


Frans terpaksa mengikuti semua kemauan Lea.


Dia hanya akan memantau apa yang menjadi kegiatan Lea.


Frans sampai geleng geleng kepala melihat Lea yang tidak bisa di atur.


Gadis itu sangat antusias mengikuti kegiatan yang berbahaya itu.


Derasnya arus air sungai tidak sedikitpun menyuruh kan langkahnya.


Lea yang paling bersemangat dia merasa puas di antara lah nya.


"Frans sangat menyenangkan" ujar nya senang. saat pulang keduanya kini berada di mobil dalam perjalanan pulang.


"Jangan suka menantang bahaya"


"Aku suka Frans, rasanya begitu puas bisa menaklukkan sebuah tantangan. pinginnya aku merasakan bagaimana rasanya terjun payung" ujar Lea kemudian.


"Hentikan kegilaan mu itu!" kata Frans tegas.


"Aku tidak mau kamu sampai kena Napa" ujar Frans. Dia menatap lembut pada Lea.


"Aku ingin mencobanya Frans"


"Tidak Lea, sekali aku bilang tidak ya tidak!"


"Kamu tidak bisa melarang ku Frans"


"Orang tua mu sudah menyerahkan keselamatan mu kepada ku, kamu harus menuruti apa yang aku katakan" tegas Frans.


"Kamu menjengkelkan Frans" sungut Lea.


"Aku sayang kamu Lea, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada mu" kata Frans menatap wajah cantik yang telah membuat Frans jatuh cinta pada nya.


"Tidak, aku tidak menyukai mu, aku tidak ingin siapa pun mengekang kebebasan ku, termasuk kamu" kata Lea cepat.


"Lea, apakah kamu tidak ingin ada orang yang mencintai mu?" tanya Frans.


"Aku sudah tidak ingin jatuh cinta, tidak ingin untuk mengenal cinta, rasa itu telah membekukan hati ku Frans" aku Lea jujur.


"Apakah sedalam itu Mario telah menyakiti hati mu? hingga untuk mengenal cinta kamu menjadi takut" .


Mario menatap Lea yang kini menyandarkan kepalanya di jok mobil sambil menutup mata. Dia tau Lea tidak tidur.


Frans tau Lea mungkin melarikan luka hati nya ke hal hal yang berbahaya. Semua pasti karena Mario.


"Seberapa besar nya luka yang di torehkan Mario di hati mu, seiring waktu aku akan membalut nya pelan pelan, agar aku bisa menyembuhkan luka di hati mu"


Frans menatap wajah cantik yang sedang bersandar di jok mobil nya. wajah yang tidak pernah bosan untuk di pandang.


*


*


*


**** Love you All ❤️❤️❤️ jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Like , komentar dan lain sebagainya....Salam Manis ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2