
Hari ini Mario tiba di kantor nya dengan wajah cerah, berseri tidak terlalu kelam seperti sebelumnya.
Maklum baru mendapat vitamin C langsung semangat. Bahkan kan Bergerilya hampir semalam.
Mario kini merasa bahagia bisa mendapatkan wanita yang membelenggu hidupnya sekian tahun, menahan rasa sakit yang membuat dirinya sangat menderita.
Lea yang keras kepala dan teguh dengan pendiriannya akhirnya berhasil luluh dan mengakui pernikahan mereka.
Mario sekarang lebih perhatian dan pengertian dia tidak akan mengulang kisah kelam yang membuat Lea pergi dari nya hingga memilih menikah dengan laki-laki lain.
Itu merujuk pelajaran paling berharga bagi seorang Mario. Dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
Lea juga menderita karena dirinya yang terlalu egois. Lea yang sekian tahun menghukum diri hingga benar benar tersiksa kini bisa dia miliki lagi.
Tok
Tok
"Masuk"
Mata Mario masih Fokus dengan berkas berkas yang menumpuk di mejanya. tanpa menoleh siapa yang masuk.
"Ekhemmm"
Mario mengangkat wajahnya melihat siapa yang datang. Tomy kini duduk di kursi yang berada di depan meja kerjanya.
"Tumben kamu datang sepagi ini?" kata Mario kembali sibuk dengan pekerjaannya.
"Kebetulan lewat sini sekalian mampir"
"Oooh"
"Gimana kabarnya Lea?"
"Baik"
"Semoga kamu tidak membuat dia kabur lagi"
"Kali ini akan ku perbaikan dan mempertahankan kehidupan rumah tangga ku"
"Semoga kamu bisa belajar dari pengalaman"
Dua sepupu itu asyik bercerita dan saling memperingati sampai akhirnya Dandy pun nyelonong masuk.
"Hay bro!" sapa Dandy pada Tomy sambil bersalaman ala laki laki.
Ketiga pria dewasa itu kini asyik bercerita sambil sesekali terdengar tawa ketiganya.
Mereka membahas tentang para istri yang lebih beruntung Tomy dengan Dandy rumah tangga mereka aman aman saja, karena mereka sudah pasang sabuk pengaman sebelumnya. Bagaimana trik menghadapi istri yang marah.
Beda dengan Mario yang hobi bertengkar dan tidak pengertian, cemburu nya selangit.
"Ku harap yang kemarin jadi pengalaman untuk masa yang akan datang, Kebahagiaan itu tidak di jual!" tutur Tomy.
"Yang dikatakan Tomy itu memang ada benarnya" Dandy membenarkan apa yang dikatakan Tomy barusan.
"Oke lanjutkan pekerjaan kalian aku pamit ke kantor dulu, ada meeting sebentar lagi, baik sampai jumpa" Tomy melangkah pergi keluar dari ruangan Mario.
Begitu pula dengan Dandy asisten sekalian sahabat Mario itu, kembali ke ruangannya tempat di mana dia bekerja.
Setelah dua sahabatnya itu pergi Mario meraih ponselnya yang terletak di atas meja, menghubungi Lea.
"Halo sayang?" Mario melakukan panggilan video.
Lea tersenyum kepada nya sambil mengaduk adonan kue yang sedang dia buat untuk Sesil.
"Lagi ngapain Mom?"
"Nih lagi bikin kue untuk si kecil"
"Si Besar nya mau juga Momm?!" goda Mario.
"Hmm Mommy buatkan sekalian bui kalian! apa Daddy tidak bekerja jam segini telpon?"
"Kangen"
"Jangan genit"
"Bener momm!"
"Selesai kan pekerjaan nya dulu Dadd!" perintah Lea.
"Hmm, cup!"
"Mommy selesai kan kue nya dulu, ntar yang di open gosong,love you"
Lea menutup pembicaraan nya,Mario yang berada di kantornya merasa senang hati nya berbunga bunga mendengar kata cinta dari sang pujaan hati.
__ADS_1
Dengan sangat bersemangat Mario buru-buru menyelesaikan semua pekerjaan di kantornya. setelah semua urusan kantor selesai dia berniat untuk pulang makan siang di rumah bersama istri dan anaknya.
Mario masih sempat singgah di toko bunga langganan nya membelikan sebuket bunga untuk sang istri.
Seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta, rasanya rindu berat. Mario senyum senyum sendiri mengingat Lea yang sudah bisa membuka hati untuk dirinya.
Bahkan sudah memberikan haknya sebagai suami. Rasa cinta di hati nya makin mendalam untuk Lea.
Lea sedang memasukan adonan terakhirnya ke dalam Open. Lea terkejut ketika sebuah tangan tiba tiba melingkar di pinggang Lea. Bau harum dan wangi parfumnya sudah Lea hafal itu bau suaminya Mario.
"Daddy?"
Mario menyusupkan wajah di leher Lea, memberikan ciuman mesra nya. Membuat Lea merasa meremang.
"Dadd, jangan seperti ini nantinya kue nya gosong" Lea berbalik menatap wajah suaminya.
Mario yang kini menjadi manja kepada nya, Masih tidak melepaskan pelukannya.
"Di mana Sesil Mom?"
"Lagi bermain di belakang dengan papa Liton!" jawab Lea.
"Hah, papa ada di sini?" Mario tak percaya.
"Ya! coba kau tengok"
"Aku kangen Momm!" Mario menatap wajah cantik istri nya dengan tatapan sayu.
"Terima kasih Dadd?!"
Lea tersenyum mengusap wajah suaminya yang baru memberikan sebuket bunga cantik untuk dirinya. Sebuah kecupan mendarat di bibir seksinya.
"Sebentar aku ganti baju dulu!" Mario melangkah ke kamar nya. Tepatnya kamar di mana dia dengan Lea tempati sekarang.
Setelah berganti pakaian Mario menemui Lea di dapur wanita cantik itu barusan selesai dengan kue brownies panggang yang di sukai Sesil.
"Sayang?!" Mario memeluk nya.
"Daddy! hentikan Mommy masih bau keringat aaaahhh!"
'Kangen Momm!" Mario memeluknya dengan erat.
Mario kini menyerangnya dengan ciuman seakan takut Lea akan meninggalkan diri nya lagi. Pria yang baru merasakan kebahagiaan nya itu seakan tidak ingin jauh jauh dari istri nya.
"Bentar mommy mandi dulu, Daddy temui papa Liton sama Sesil di belakang kita makan siang bareng hari ini"
Lea melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju kamar mereka. Masuk ke kamar mandi, setelah selesai dengan ritual mandi nya.
"Daddy?!" Si kecil Sesil melompat ke pelukan papanya.
Setiap kali melihat papanya Sesil akan melompat ke pelukannya. Mario duduk sama papa nya sambil menggendong Sesil.
"Apakah hubungan mu dengan Kea sudah ada kemajuan?"
"Sudah pa, semua mulai membaik!"
"Papa harap kamu jangan selalu ajak Lea untuk bertengkar, buang ego mu dan jangan ulangi kesalahan yang sama"
"Siapa pak!" Mario tertawa.
Dau pria beda generasi itu asyik cerita hingga Lea memanggil mereka untuk makan siang.
Papa Liton banyak menasehati putranya agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.
*
*
*
Lea mengerikan rambutnya buru buru dan berganti pakaian dengan pakaian yang agak sopan karena ada papa mertua nya.
Biasanya Lea akan memakai baju kaos dengan celana pendek lebih nyaman menurut nya. Karena ada papa Mertua ya dia harus berlaku sopan.
Setelah makan siang Mario dengan papa nya melanjutkan ceritanya di ruang tamu giliran Lea dengan Seail nonton tv.
Dua pria itu bercerita seputar dunia bisnis, Mario banyak mendapat masukan dari papanya.
Mereka asyik bercerita hingga sore menjelang.
Papa Liton yang memilih untuk tidak menikah setelah ibunya meninggal. Kini Lian dengan suaminya yang tinggal dekat dengan papanya.
Mereka memilih untuk menjaga sang papa orang tua mereka yang tinggal satu satunya. Meskipun sudah berumur tapi papa Liton masih tetap gagah dan tampan.
Pola makan dan stamina nya yang selalu terjaga. Membuat beliau terlihat lebih muda dari usia nya.
Setelah puas bercerita dan melepas rindu dengan cucunya papa Liton berpamitan pulang.
__ADS_1
"Ingat Rio jaga istri dan anak mu dengan baik!" Pesannya lagi sebelum masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi.
*
"
*
Tiga bulan sudah Mario dan Lea menjalani kehidupan rumah tangganya. Hubungan kedua semakin romantis.
Mario membujuk Lea untuk ikut dengan dirinya ke kantor hari ini. Semua pegawainya menunduk hormat saat Mario tiba di kantor dengan menggandeng Lea.
Mereka berdua berjalan menuju Lift khusus untuk CEO. Di dalam Lift Mario sempat memeluk Lea dan memberikan ciuman mesra nya.
Mereka berdua kini sampai di ruangan Kerja Mario. Mata Lea menelisik seisi ruangan. Semua telah berubah kini.
Meja sekertaris yang dulu satu ruangan dengan Mario sudah di pindahkan ke luar. Hingga ruanan itu nampak sangat luas.
Sofa dan warna ruangan itu telah berubah semua telah di ganti. terlihat lebih cerah dan nyaman.
Kamar pribadi Yang dulu masih tetap sama hanya warna cat nya telah di ganti dengan warna putih dan biru muda nampak berkesan alami.
Mario membawa Lea ke kamar yang dulu milik mereka. Benar saja Foto pernikahan mereka yang sudah beberapa tahun lalu masih berbingkai indah di tempat nya yang dulu.
Mata Lea menatap foto itu lalu menatap Mario, Mendapatkan suaminya itu tersenyum pada nya.
"Semua ini milik mu, meskipun aku menikah dengan Karina, dia tidak pernah tau tentang kamar ini. karena aku tidak mau orang lain masuk ke kamar milik mu, sekalipun dia istri ku"
"Terima kasih Dadd!" Kea menatap Mario yang menatapnya dengan tatapan sayu.
Mario menarik Lea kedalam pelukannya, mencium dan ******* bibir seksi yang selalu membuat dirinya bergairah.
Keduanya kini terbuai dengan ciuman panas dan penuh gairah. Sampai akhirnya mereka berakhir di atas ranjang.
Mereka kini kelehan setelah berolahraga di atas ranjang, dengan Lea yang berada dalam pelukan suaminya.
Mario baru masuk ke dalam kamar mandi setelah Lea tertidur. Melihat istrinya itu pulas Mario tidak sampai hati untuk membangunkan untuk mandi.
Setelah Mandi Mario menuju meja kerjanya hingga Dandy memberitahu akan ada meeting satu jam lagi.
Mario yang mulai fokus dan lebih bersemangat dengan pekerjaan nya. Setelah di beri Vitamin C. Alias Cinta dari istrinya.
Sebelum ke ruangan Meeting Mario menulis pesan dan meletakkan di atas nakas. Agar bila bangun Lea bisa melihat pesan nya itu.
Lea baru terbangun ketika perut nya merasa lapar, bagaimana tidak tenaga nya terkuras habis melayani nafsu suaminya yang menggila.
Mata Lea melihat ada secarik kertas di atas nakas. Mario sudah tidak ada hanya Kea sendiri an di dalam kamar itu.
"Sayang?! Daddy ada meeting, tunggu sebentar sampai aku selesai".
Lea melepaskan selimut yang membungkus tubuhnya. Perlahan turun menuju kamar mandi. Lea memilih untuk berendam di Bathtub dengan air hangat.
Sekujur tubuhnya terasa sakit Mario membuat tulang nya seakan remuk.
Semua perlengkapan tersedia di dalam kamar mewah ini. Kamar yang dulu milik Lea sampai ini.
Semua barang nya masih utuh tidak berpindah tempat sedikitpun. Setelah memakai pakaian nya. Lea keluar mencari di mana ruang meeting suaminya.
"Maaf Bu apa ada yang perlu saya bantu?" sapa seorang pegawai wanita.
"Ruang Meeting nya di mana?"
"Oh mari Bu saya antar" wanita itu mengantar Lea ke salah satu ruangan dan di sana terdapat sebuah pintu.
"Ini ruangannya Bu!" Wanita itu menunduk hormat lali kembali ke mejanya.
Tanpa mengetuk pintu Lea mendorong sedikit pintu itu dan menengok ke dalam.
"Astaga?"
"Meeting nya kita tunda Besok"
Mario langsung menunda meeting nya dan buru buru keluar menemui istrinya. Meninggalkan semua orang di ruangan itu.
Melihat Lea yang sedang cemberut membuat Mario langsung menggendongnya menuju ruangan nya.
Tidak lupa memberikan ******* di bibirnya yang seksi menggoda.
Nih saat Mario membeli bunga untuk Lea sebagi tanda cinta nya.
Begini setiap hampir setiap hari Mario memberikan bunga kepada sang istri tercinta.
*
*
__ADS_1
*
****** Love you All ❤️❤️❤️ Salam Rindu ku untuk kalian****