Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Semua Bagai Mimpi


__ADS_3

Lea mendengar suara mobil Mario yang menjauh pergi.


Lea baru menyadari tidak membuang sisa obat nya. Pil KB yang sempat di minum Lea beberapa bulan lalu, di malam obat laknut yang di recoki mereka saat menjebak Lea.


Lea yang tidak ingin hamil dan trauma dengan kejadian itu memilih untuk meminum pil KB.


Itupun atas ijin bunda beberapa bulan lalu, kejadian itu sudah tiga bulan berlalu.


Lea yang sangat terkejut dengan kemarahan Mario tadi. Dirinya merasa pusing dan lemas tiba tiba.


Lea ingin menjelaskan semuanya namun Mario keburu pergi. Rasa yang kini baru di sadari nya, dari apa yang terpendam sekian tahun.


Lea lalu turun ke dapur perut nya yang minta di isi.


Lea lalu membuka kulkas, melihat berbagai buah segar yang disiapkan Mario tersusun rapi di dalam kulkas.


Mendadak Lea ingin mencicipi semua buah yang ada dalam kulkas itu.


Puas makan buah leh lalu menonton TV sambil menunggu Mario untuk pulang.


tapi sampai pagi Mario tidak pulang makannya Lea sampai tertidur di depan televisi.


Melihat Mario yang tidak pulang hati Lea terasa sakit. Mario membuat sakit lagi. tanpa bertanya penjelasan dan meminta jawaban dari Lea.


Mario malah marah dan pergi begitu saja sikap yang ditunjukkan Mario membuat Lea benar-benar merasa sakit hati.


Dia pun menangis seorang diri, kenapa selalu awal cintanya kepada Mario berakhir dengan sakit hati seperti ini?


Lea mandi dan berangkat ke kampus, hari ini dia akan pindah ke kantornya mario karena mutasinya telah keluar.


Di kampus Lea bertemu dengan Oskar pria itu memintanya waktunya sebentar untuk menemani Oskar di kantin ada hal penting yang akan dikatakan Oskar padanya.


mereka berdua kini berada di kantin. Lea hanya diam membiarkan Oskar yang terus menatapnya.


"Maaf kan aku kalau aku pernah membuat mu terluka" ujar Oscar.


hari ini pria itu datang ke kampus hanya untuk mengambil ijazah master nya.


Beberapa hari yang lalu baru saja dirinya dan beberapa temannya di wisuda.


Oscar akan pindah ke Medan, kota tempat kelahirannya.


"Lea ayo makan" Oscar sudah pesan makanan dan beberapa buah segar Kesukaan Lea termasuk semangka.


Entah mengapa hari ini Lia sangat suka menikmati buah semangka.


Biasanya dia hanya akan makan sepotong semangka.


Tapi hari ini Lea bahkan menghabiskan beberapa potong semangka mungkin karena ini akan berpisah dengan Oscar.


.Oscar meraih tangan Lea menggenggam lembut jemarinya.


"Sayonara my sweety!" ucap Oscar lembut.


Tanpa terasa air mata Lea menetes jatuh, Lea yang sedang bersedih semakin menangis.


Bukan karena Oscar tapi karena sikap Mario padanya. Mario yang egois menurut nya.


"Jangan bersedih karena kita masih bisa berteman, aku tau Mario sudah memblokir nomor ku, di ponsel mu, tapi aku tidak blokir nomor mu sweety" kata Oscar.


"Senyum nya dong?!" gurau Oscar.


Lea tau saat ini dia lagi selingkuh dari suaminya. apa coba nama nya kalau bukan selingkuh.


Punya masalah sama suami malah bertemu mantan di kampus.


Oscar Lalu menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. "Aku ada tugas satu jam lagi,ayo aku antar kamu ke kelas"


Oscar dan Lea melangkah pelan menuju kelas nya Lea.


Oskar mengantarnya sampai di depan kelas.


pria itu lalu berpamitan pergi. Lea yang masih terpaku di tempatnya menatap sosok tegap yang melangkah menjauh darinya.


Terakhir di ujung koridor Oskar masih sempat berbalik menatapnya dan tersenyum sebelum melangkah dan menghilang di balik pintu keluar.


*


*


*


Pulang kuliah dia tidak datang ke kantor Mario dia lalu pulang kosan My LeGaCy.


Lea lalu minta kedua sahabatnya untuk datang dan berkumpul di kosan My LeGaCy.

__ADS_1


Gabby dan Cynthia merasa heran melihat mata Lea yang sembab habis menangis.


"Ada apa?" bertengkar dengan Mario?" tanya Gabby.


Mereka melihat Lea yang sedang makan setumpuk buah. semua jenis buah di belinya waktu pulang tadi.


Lea lalu menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Mario.


Mario yang sangat marah mendapatkan obat anti hamil di tasnya Lea.


padahal obat itu tidak lagi diminum Melia sejak beberapa bulan lalu.


"mengapa kamu tidak menjelaskan kepada Mario kalau obat itu obat lama yang tidak lagi terpakai?!" ujar Cynthia.


"Bagaimana mau menjelaskan, kalau dia sudah keburu pergi tanpa bertanya apapun tentang itu bahkan pintu kamarnya di banting keras hingga rumahnya hampir rubuh bersama ku"


Kalimat Lea membuat Kedua sahabatnya itu tertawa, beginilah mereka, yang akan selalu tertawa dalam suka dan dukanya.


mereka bertiga baru berpisah pulang ke rumah masing-masing karena mereka sudah punya suami dan anak.


"Selesai kan masalah Kalian, temui Mario beri dia penjelasan" pesan Gabby.


Sebelum pergi mereka masih sempat berpeluk cium.


*


*


*


Mario yang berada di apartemen nya nampak kacau, dirinya kini mabuk hingga tidak sadar. tangan nya yang berdarah akibat meninju kaca di kamar mandi.


Dua hari dia tidak pulang rumah, Lea yang hari ini datang ke kantor Mario karena surat mutasi nya sudah keluar.


Ruangan nya nampak kosong menurut sekretaris nya. Mario dua hari tidak masuk kantor.


Asisten Dandy ke luar kota selama seminggu, pemilik kantor nya tidak masuk.


Lalu membuka ruang pribadi nya.masuk dan melihat semua berantakan.


"Hoby ya nih orang seperti kapal pecah selalu begini" Lea lalu membersihkan dan mengatur ruangan yang berantakan ini dengan mengomel-ngomel.


Setelah semua bersih dan rapi pada tempatnya barulah Lea menuju meja kerjanya yang ada sudah berubah posisi.


Lea merasakan sakit yang menusuk pinggang nya, perutnya pun seperti mules.


Lea menyalakan semua lampu dia lalu mandi berendam dengan air hangat.


Lea yang beberapa hari ini merasakan tubuhnya seakan lemas tidak bertenaga.


Lea lu turun ke dapur membuat susu dan makan buah, hobi nya kini makan buah yang mengandung vitamin.


Dan minuman susu untuk stamina agar tubuh nya selalu fit.


*


*


*


Di apartemen nya Mario sedang menghisap sebatang rokok dengan tubuhnya yang berantakan. Dia sangat kecewa ketika tau Lea menkonsumsi obat KB.


Harapan Mario untuk punya anak harus kandas melihat kenyataan di mana istri nya ternyata tidak ingin punya anak dari nya.


"Aaaaargh!" Mario berteriak sambil melempar botol minuman ke dinding dengan keras hingga menimbulkan bunyi pecahan berkepingan.


Dia lalu menuju ruang kerjanya membuka laci meja lalu mengeluarkan sebuah map, yang isinya surat cerai dari Lea yang belum dia tanda tangan.


"Baiklah ini mau mu, aku akan membebaskan diri mu demi laki laki itu" kata nya geram.


Tangan nya sibuk mencari cari pulpen untuk tanda tangan surat cerai nya. Mario yang dalam keadaan mabuk terus meracau.


Hingga dia berhasil menemukan pena setelah mengacak acak semua isi laci mejanya.


"Selamat kini engkau terbebas milea" ujarnya tertawa ketika membubuhi tanda tangan di kertas itu.


Mario lalu turun dengan sempoyongan menuju mobilnya.


Melaju menuju rumah nya, Sesampainya di sana Mario yang mabuk menabrak pintu gerbang hingga rusak.


Mobilnya menerobos masuk menabrak beberapa pot bunga Lea. Mario turun dari mobil nya.


Dia pun masuk memanggil manggil nama Lea sambil meracau memaki tidak karuan.


Dirinya kini mirip orang gila yang lari dari rumah sakit jiwa.

__ADS_1


"Ya hati dan jiwa nya yang kini benar benar sakit"


Mario lalu naik menuju kamar nya.


"Milea buka pintu nya" Teriak Mario sambil menggedor-gedor pintu kamar.


Lea yang barusan tertidur terkejut bangun ketika mendengar pintunya di gedor gedor dengan suara Mario yang memanggil-manggil namanya.


"Rio?" Lea terkejut melihat suaminya yang berantakan.


Mario melempar berkas surat cerai ke wajah Lea. Dia lalu masuk menuju kamar mandi.


Dengan Bau minuman yang menusuk hidung.


Lea yang kebingungan mengambil surat cerai yang dulu dia berikan kepada Mario.


Dengan berlinang air mata Lea menatap lembaran kertas itu.


Mario kembali keluar dengan tubuh nya yang terlilit handuk.


"Rio...?! apa arti semua ini?" tanya Lea.


Mario tidak peduli dia lalu masuk dan berganti pakaian.


Setelah rapi dia hendak pergi tapi Lea sudah mencegahnya di pintu.


Mario menatap tajam wajah Lea, "Pergilah bersama Oscar mu itu" bentaknya handak pergi.


Dengan cepat Lea berlari mencegah nya di depan tangga. Lea yang kini berdiri di hadapan Mario.


"Rio mengapa kamu tidak bertanya tentang apa alasannya obat itu aku pakai? kenapa kamu malah marah dan pergi tanpa tau apa alasannya?' Teriak Lea marah.


"Taukah engkau seperti apa perasaan ku sejak kejadian itu? kamu yang egois, baiklah kalau ini semua mau mu, aku akan pergi dari kehidupan mu, asal kamu tau aku mencintaimu, dan juga aku membenci mu" ujar Lea sambil merobek kertas di tangan nya. Lea berbalik hendak pergi namun kakinya terpeleset dan terjatuh.


"Aaaauuu....


"Lea,,,???? teriak Mario dia segera berlari hendak menolong Lea yang jatuh terguling di beberapa anak tangga hingga tangan Lea sempat berpegang pada besi penyangga.


Lea meringis merasakan perutnya yang terasa sakit, bagian bawah pahanya terasa perih.


Lea masih sempat melihat ada darah segar yang mengalir sela pahanya sebelum dia tidak sadarkan diri.


"Lea?!" Mario segera menggendong Lea dia terkejut melihat banyak darah yang keluar dari sela pahanya.


"Lea?" Mario menepuk pipi Lea. Mario yang panik segera mengendong tubuh Lea. berlari menuju mobilnya.


Mario melarikan Lea ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.


Mario berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan di mana Lea sedang mendapat perawatan.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Mario saat dokter keluar.


"Maaf pasien akan segera di bawah ke ruang tindakan, istri anda mengalami keguguran dan pendarahan".


"Deg"


Jantung Mario seakan terhenti dia hampir tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar nya.


Lea segera di bawah ke ruang tindakan, untuk mendapatkan penanganan dari dokter ahli.


Reno yang kebetulan sedang bertugas malam itu


merasa heran melihat Mario yang sedang mondar mandir di depan sebuah ruangan.


"Rio?" tegur Reno.


"Bang Reno?!" Mario yang kini kebingungan.


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Reno beran.


"Lea ada di dalam dia jatuh dari tangga dan keguguran" Mario menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Astagfirullah" Reno sangat terkejut.


Mario segera menghubungi Kiki dan kedua orang tuanya.


Habislah Mario bila mereka tau Kiki sampai celaka karena nya.


Mario dengan jujur menceritakan semuanya dari awal kepada Reno.


"Baik lah jangan ceritakan apapun kepada papi dan bunda biar aku yang akan menjelaskan pelan pelan" kata Reno.


*


*

__ADS_1


*


**** Love you All ❤️❤️❤️ hari ini othor crazy up buat kalian... jangan lupa jejak nya, aku yang sangat mencintai kalian ❤️❤️❤️


__ADS_2