
Merasa di abaikan Mario, membuat Regina semakin kesal. Setelah puas bermain dengan anak dan istri nya di taman. Mario mengajak mereka pulang.
Mario tidak peduli dengan kehadiran Regina baginya Regina bukan siapa siapanya. Sementara wanita itu berusaha mencari perhatian Sesil.
Dengan lemah lembut dia mengajak Sesil untuk bermain.
"Sayang ayo kita pulang?!" Lea mengajak Putri nya untuk pulang.
"Aku pulang dulu ya tentu, by sampai jumpa" Ujar Sesil yang asyik bermain dengan Regina. Wanita itu berhasil mencuri perhatian Sesil.
"Maaf kami harus pulang" kata Lea kepada Regina.
"Oh ya sampai jumpa, Tante masih ingin bermain dengan kamu tapi papa mu sudah minta pulang" Balas Regina tersenyum manis, masih sempat melirik Mario yang diam tidak menggubris kehadirannya sejak tadi.
"Tante kami pulang dulu, by,,,,,!"
pamit Sesil sambil melambai kepada Regina, yang di balas lambaian tangan dan senyum manis Regina.
Wanita itu tersenyum gemas melihat Sesil yang kini digendong Daddy nya.
Hal itu membuat Mario merasa jengkel, tanpa banyak bicara ia membimbing Lea dan mengendong Sesil. Melangkah meninggalkan Regina yang masih menatap kepergian keluarga kecil itu.
Sikap dingin Mario kepada nya membuat Regina semakin penasaran. Dia akan berusaha untuk kembali mencari perhatian Mario.
Bagaimana pun mereka pernah menjalin kasih dan kisah percintaan mereka pernah membuat Mario berjanji untuk menikahinya.
Hal itu akan kembali di ingatkan kepada Mario pada sosok wanita yang lembut itu. Kelembutan Regina bukan lah hal yang di buat buat.
Wanita itu memang pada dasarnya merupakan seorang yang lembut wajar kalau dia bisa langsungnya dekat dengan Sesil.
Sehingga dulu dia pernah menjadi salah satu dari sekian wanita yang mengisi hari hari sepi Mario saat dia di tolak menikah dengan Kiki.
Sesampainya di rumah Mario memilih masuk ke dapur, ingin membuat masakan untuk makan siang mereka nanti.
Sesungguhnya ia merasa resah dengan kehadiran Regina yang tiba tiba mendekati anak istrinya.
Kuatir Regina akan cerita macam macam soal hubungan mereka dulu kepada Lea. Mario tidak ingin sampai Regina merusak kehidupan rumah tangganya yang sudah pernah retak berulang kali.
Apalagi Lea dalam keadaan hamil dan itu sangat rawan bila Lea akhirnya stress mendengar cerita kelam nya dulu.
Mario hampir tidak fokus hingga ayam yang di goreng nya hampir gosong.
"Daddy apa yang kamu lakukan mengapa ada asap?"
Asap pun mengepul hingga Lea yang kebetulan masuk ke dapur berteriak, membuat Mario tersadar dari lamunannya.
Secepatnya ia mengecilkan apa kompornya, lalu mengangkat ayam yang ia goreng.
"Apakah kamu ingin membakar rumah ini, ataukah sedang melamun soal wanita cantik itu?"
Deg!
Jantung Mario seakan terhenti mendengar ucapan Lea. Di tatapnya wajah cantik yang mulai memerah itu.
Apakah Lea sudah tau soal hubungannya dengan Regina? ataukah istrinya itu sedang mencari tau informasi tentang Regina.
"Jangan melamun kalau sedang bekerja" ucap Lea sambil tersenyum.
"Hufff! aku sedang mengingat bumbu apa yang akan ku pakai untuk membuat opor ayam nanti" Mario berbohong sambil menggaruk kepalanya.
"Bukankah Daddy sudah sering memasak opor ayam itu" Lea menyelidiki reaksi suaminya yang ketahuan sedang memikirkan seseorang.
"Cup! satu kecupan mendarat di bibir nya."sebaiknya mommy duduk manis di sini, biar Daddy selesai kan masakannya dulu" Dengan cepat Mario membimbing istri nya untuk duduk di kursi meja makan.
Lea tertawa kecil melihat sikap Mario yang tidak seperti biasanya. seperti ada sesuatu yang dia pikirkan tapi Lea tidak mau mengusiknya.
Lea mengikuti kemauan suami nya, duduk manis menyaksikan koki handal nya yang sedang sibuk membuat masakan.
Mario yang terlihat seksi sibuk memainkan alat-alat dapur. Membuat beberapa masakan untuk keluarga kecil nya.
Tidak butuh waktu lama masakan pun selesai dan hidangan siap di santap. Saat mereka akan memulai dengan makan siangnya.
Datang papa Liton, pria paruh baya itu merasa rindu kepada anak dan cucunya. Sudah lama mereka tidak bertemu.
__ADS_1
Sejak kehamilan Lea, Mario tidak ingin Lea pergi kemanapun walaupun hanya sekedar berkunjung ke rumah papa Liton.
Mario sangat menjaga kehamilan istrinya, dia tidak ingin Lea sampai keguguran lagi.
"Bagaimana kabar mu, Papa sempat berkunjung karena papa rindu sama kalian"
"Maaf ya papa! kami tidak sempat untuk berkunjung. Maklum Rio nya selalu sibuk, lagian kehamilan Lea yang tidak bisa di tinggal" ucap Mario.
"Papa memaklumi nya, yang penting anak istri mu baik baik saja papa senang!"
"Oh ya pa, karena papa ada di sini sebaiknya kita makan siang bersama hari ini Rio sudah menyiapkan makanan nya tuh!" ajak Lea dengan senyum manis nya.
"Dengan senang hati " sahut papa Liton.
Mereka lalu menuju meja makan menikmati makan siang bersama. Papa Liton sempat memuji masakan Mario yang pas di lidah.
Rasanya memang enak dan sesuai dengan selera makan mereka.
"Kalau ada kontes masak kamu boleh ikut"
"Tau aja jadi Chief handal"
"Rencana nya seperti itu, kalau aku jadi chief, pasti banyak cewek cantik yang antri"
"Ya antri buat beli"
"Kirain banyak yang naksir" Lea terkikik geli mengucapkan kalimat itu.
"Boleh juga!"
"Hahhh???" mendapat tatapan tajam dari istrinya.
"Sebaiknya kita makan, ntar keburu dingin" ujar Papa Liton. Melihat anak dan menantunya yang bakal berperang.
Mario senyum senyum melihat wajah cantik itu berubah sangar. Melotot kepada nya.
Papa Liton menggeleng memberi kode kepada Mario. untuk membujuk istri nya yang sedang marah.
"Nih sayang makan dulu biar mereka tidak lapar"
"Terima kasih!"
"Sama" mengecup sekilas pipi Lea.
Papa Liton tersenyum melihat kelakuan anaknya yang sedang memanjakan istri nya. Mario juga mengambil makanan untuk Sesil.
Papa Liton mengambil sendiri makanan nya. Mereka menikmati makan siang nya dalam diam.
Setelah makan siang mereka berkumpul di ruang keluarga dengan Sesil yang bermain di pangkuan kakek nya.
Lea duduk di samping Mario dengan tangan Mario yang melingkar di pinggang nya yang berisi Pasangan fenomenal itu terlihat mesra.
Mario dan papa nya sibuk membahas soal bisnis, Lea akhirnya menjadi pendengar setia. Dua pria ayah dan anak itu ngobrol sampai sore.
Hingga datang kakak nya Mario dengan suaminya. Lian yang rindu akan Lea mengajak suaminya untuk berkunjung ke rumah Mario.
Melihat kondisi Lea yang sejak hamil mereka jadi jarang bertemu. Karena Lea memilih untuk tinggal di rumah demi menjaga kehamilannya.
"Sayang kamu apa apa kabar nya?" Lian memeluk dan mencium pipi chubby bumil itu.
Lian memperhatikan perut Lea yang kini mulai turun. Itu tandanya hanya menghitung hari Lea akan melahirkan.
Wajah nya mulai memerah dengan kedua kakinya yang mulai membengkak pula.
"Aunty sudah tidak sabar menunggu kehadiran kalian" ujar Lian sambil mengelus perut Lea yang semakin membesar.
Dalam hati Lian merasa heran dengan kehamilan Lea. Seumur umur dia belum pernah melihat perut wanita hamil yang sebesar itu.
Mereka sempat bercengkerama dengan hangat penuh kekeluargaan.Setelah puas melepas rindu papa dan anak menantunya pamit pulang.
Sore nya datang Dandy yang mengatakan malam ini mereka ada undangan dan meeting penting yang harus di hadiri oleh Mario.
"Apakah kamu tidak bisa mengurus sendiri semua itu?" decak Mario.
__ADS_1
"Kalau tidak terlalu penting aku bisa menghandle semua itu, tapi kali ini sangat penting bos!"
"Ya sudah nanti malam kamu jemput aku, kita hadiri acara nya" putus Mario akhirnya.
"Baiklah sampai jumpa nanti malam" Dandy pamit pergi.
"Aku sebenarnya malas ke acara itu, sebaiknya di rumah menemani mu momm!" Mario memeluk dan mencium Lea yang sedang memasangkan dasinya.
Tangan nya melingkar di pinggang sang istri dengan tatapan yang mesra.
"Acara itu penting jadi kamu harus menghadiri nya, bukankah Dandy sudah bilang, kalau tidak penting ia bisa mengurusnya sendiri"
Mario masih setia memeluk tubuh gendut yang sebentar lagi akan melahirkan anak kembarnya.
"Baiklah aku akan pergi" putus Mario akhirnya.
Mario dengan penampilannya yang selalu berwibawa dan tegas. Pria yang sebentar lagi akan memiliki anak kembar itu terlihat sangat tampan.
Menunggu di jemput oleh asisten setia'nya Dandy, Tidak berapa lama yang di tunggu pun datang.
Dandy memiringkan tubuhnya untuk membuka pintu sebelah untuk Mario. ia tidak perlu turun dan memutar untuk membuka pintu mobil kepada bos nya itu.
Setelah Mario masuk duduk manis di sampingnya barulah Dandy melajukan mobilnya.
Setelah meeting keduanya menghadiri undangan pesta. Suasana pesta yang di hadiri Mario merupakan pesta koleganya.
Seorang wanita cantik menghampiri Mario, dengan penampilannya yang anggun mempesona. Dia tak lain adalah Regina.
"Hay,,, apa kabar ?" Sapa Regina.
"Kamu sendiri apa kabar mu?"
'Seperti yang kamu lihat, aku masih sendiri sampai saat ini"
Alis Mario terangkat menatap intens wajah regina. Terdengar tawa kecil dari bibir merah dengan warna lipstik nya yang menyala itu.
"Aku sudah pisah dengan Jack, kami hanya menjalin hubungan beberapa bulan akhirnya pisah karena merasa tidak cocok" kata Regina seakan tau apa arti tatapan Mario.
Wanita cantik itu menghampiri Mario, dengan gayanya yang lembut dan terkesan elegan. Mereka berdua kini berada di satu meja, Regina memilih untuk duduk di hadapan Mario.
Mata jeli nya menatap Mario dengan tatapan nya yang lembut. Mata yang dulu membuat Mario terlena dengan senyum manis nya.
Mario yang pernah memiliki hubungan khusus dengan wanita ini. Mereka berakhir setelah Regina memilih untuk meninggalkan Mario.
Tidak heran kalau Mario memiliki banyak koleksi wanita. Sejak jaman putih abu abu dulu Mario terkenal sebagai pemain Wanita.
Hingga kebiasaan buruk itu berhenti setelah mengenal Kiki dan jatuh cinta yang sesungguhnya.
Sayangnya Kiki menolak untuk menerima nya, Karena wanita impian nya itu sudah punya kekasih.
Sampai akhirnya semua berakhir dengan Lea yang membuat nya hampir gila.
Mario kini tidak menyangka dia akan bertemu lagi dengan wanita di masa lalu nya ini.
"Aku merindukan masa masa kita dulu" ucap Regina.
Dia mengucapkan kalimat itu tanpa malu. Padahal dia sendiri tau Mario sudah menikah memiliki istri dan anak.
Mario terkejut menatap wajah regina yang sedang tersenyum menggoda nya. Ia tidak menyangka wanita itu akan mengingatkan diri dengan apa yang terjadi antara mereka dulu.
Lupakan cerita itu semua sudah usang, kamu tau sendiri kan aku sudah menikah. Jangan ungkit apa yang sudah tidak ada gunanya.
"Aku tidak bisa melupakan semua itu, meskipun kita sudah berpisah. Tapi aku masih menyimpan semua kenangan kita"
Mata Mario membulat sempurna melihat apa yang di tunjukkan Regina kepada nya.
*
"
*
***** Love You All ❤️❤️❤️ Salam Rindu ku untuk kalian*****
__ADS_1