Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Sayonara


__ADS_3

Mario yang kini mengakui kesalahan dan kekhilafan nya. Bahkan dia sangat bermohon kepada Lea untuk tidak pergi dari hidupnya.


"Mungkin takdir yang memisahkan jika kita harus berpisah, bukan salahmu lagi bukan salahku jua. jodoh kita hanya sampai di sini"


"Lea kita buka lagi lembaran baru" Mario memohon kini.


Aku cukup bertahan dengan melupakan masa lalu menghilangkan semua trauma dari kejadian itu agar semua baik-baik saja.


"Aku pun tidak menyadari kalau aku ternyata telah mengandung benih mu, dari yang ku miliki untuk mu, kamu yang telah menghancurkan semua nya Rio?!" tutur Lea tersenyum getir.


Mario yang langsung memeluk erat tubuh nya, mengungkapkan rasa penyesalannya.


"Maaf kan aku! Maaf kan aku, aku mencintaimu" bisik Mario serak.


"Sesal mu telah terlambat,aku kini bukan lagi milik mu, Kamu sendiri yang telah melepaskan Gelar nyonya Mario Odiez Geraldian yang telah di sematkan untuk ku, Surat cerai itu telah kamu tandatangani, aku sendiri tidak pernah menyangka kamu masih menyimpan nya" ucap Lea,pedih yang dia rasakan kini.


"Lea, percayalah aku akan memperbaiki semua nya, kita masih bisa bersama lagi" bujuk Mario berkata lembut.


"Semua telah usai dengan gugurnya talak dan benih di rahim ku, maka semua telah berakhir, meskipun aku menyesali nya, tidak ada lagi rasa di hati ku, semua kini terkubur bersama benih yang kau tanam".


Kalimat terakhir Lea bagaikan petir yang menyambar tubuh Mario. Dia menegang kaku, ketakutan kini menghantui dirinya.


Mario terduduk bersimpuh di lantai,kedua kakinya seakan tidak mampu untuk menopang berat tubuh nya.


Dia sudah tidak kuasa untuk kehilangan Lea untuk yang ke sekian kalinya.


"Aku mencintaimu Lea, segenap jiwa raga ku, saat aku khilaf aku tidak menyadari apa yang telah aku lakukan" ujar nya penuh sesal.


"Rio, jodoh dan Maut, seiring pada tempatnya, kini ku relakan hati ku untuk cukup terluka" Lea berusaha tegar di hadapan Mario. meskipun luka di hatinya kian menganga.


Lea menarik nafasnya yang terasa menyesakan dada, lalu menghembuskan dengan kuat.


Mario berusaha untuk berdiri, menatap wajah Lea dengan sendu.


"Kalau pun pada akhirnya kita berpisah,kenanglah aku di setiap langkah mu" ujar Mario akhirnya.


Bukan nya Lea yang menangis tapi Mario yang kini menangis. Mario menangis kebodohan nya sendiri. Dia yang telah membuat Lea harus pergi dari hidup nya. bukan tanpa alasan, surat cerai itu telah di tanda tanganinya.


"Ijinkan aku tetap menyayangi mu, hingga mata ini tertutup, aku menunggu mu di kehidupan selanjutnya. jika memang masih ada waktu sisakan sedikit ruang di sisi lain hati mu untuk ku"bisik Mario memeluk erat tubuh Lea.


Lea melepaskan pelukannya dan melangkah keluar dari rumah mewah yang di bangun Mario untuk nya. Rumah yang hanya beberapa bulan mereka huni berdua.


Lea meletakkan kopernya di bagasi lalu masuk ke mobil nya menjalankan pelan meninggalkan Mario yang terpaku di ambang pintu.


"Zahira Milea Albram Zie!" Desis Mario tersenyum hambar. "Akhirnya cinta yang ku miliki kini hilang dari bingkai harapan". Mario merasa hatinya seakan kosong.


Hari ini selepas dari rumah Mario, Lea kini resmi menyandang gelarnya sebagai janda. Dia sudah siap kan mentalnya untuk menjadi sampah di mata masyarakat.


*


*


*


Lea kini menjalani hari-hari nya seorang diri,pergi ke kampus dan ke kantor. tiada lagi Mario, tanpa Oscar yang biasa nya menemani Lea di kampus selain bertugas di kepolisian.


Oscar yang kini pindah ke Sumatra, setelah di wisuda beberapa Minggu yang lalu.


Sebelum pergi dia sempat menjenguk Lea di rumah sakit.


Bahkan sebelum terbang ke Sumatera Oscar masih sempat menghubungi nya melalui panggilan video. Tapi pakai nomor pribadi Oscar.


Oscar yang kala itu sudah boarding pass, masih sempat melihat wajah pucat Lea.


Oscar tersenyum mengucapkan I Love You hanya dengan gerakan bibir nya.


Lea hanya menunduk tidak menatapnya, rasa nya begitu sesak.


"Sayonar!"


ucap Oscar sebelum menutup panggilan nya.


Sebagian hati Lea seakan terbawa pergi olehnya.


*


*


*


Lea yang kini memasuki semester enam, kesibukannya di kampus makin bertambah dan juga di kantor.


Lea yang banyak di goda kaum Adam dia hanya diam dengan sikap nya yang dingin. jarang senyum dan terkesan angkuh, Lea yang tampak lebih dewasa kini.

__ADS_1


Mario menatap foto Lea yang ada di ponselnya. Mario yang kembali tinggal di apartemen, dia memilih untuk tinggal di sana. membiarkan rumahnya bersama Lea kini kosong tidak berpenghuni.


Mario menyewa orang untuk menjaga dan mengurus rumah nya itu. seorang wanita dengan suaminya yang disewa Mario untuk menjaga rumah itu mereka adalah pasangan suami istri paruh baya.


*


*


*


Setelah meeting yang melelahkan Mario kembali ke ruangannya.


Duduk termenung di kursi kebesarannya ingatan nya melayang pada sosok Lea.


terakhir kali mereka bertemu saat Mario datang ke kampus nya.


Hanya ingin melihat keadaan nya, tapi Lea menolak bertemu Mario.


Bahkan dia mengancam akan menyuruh security untuk mengusirnya.Bila akan datang lagi ke tempat ini hal membuat Lea merasa tidak nyaman bila harus diganggu Mario lagi, bagi Lea Mario bukanlah apa-apanya lagi.


Hampir setahun mereka berpisah selama itu pula tidak ada kabar tentang Lea.


Bahkan Dandy yang istrinya sahabat dekat Lea sedikit pun tak pernah bercerita soal Lea.


Papa Liton tetap menjalin hubungan baik dengan orang tua Lea.


Baginya soal Mario dengan Lea itu urusan mereka, yang tidak ada sangkut pautnya dengan orang tua.


Lea sendiri terkadang suka pergi berlibur atau jalan jalan ke beberapa daerah di tanah air. seperti ke Sumatra di danau Toba. Ke Sulawesi di danau Tondano di Manado. ke Tanah Toraja dan ke sebuah tempat yang paling terkenal yaitu di sebuah keraton terluas di dunia yang ada di Sulawesi tenggara.


Lea terkadang harus bepergian menggunakan kapal Pelni. untuk bisa singgah di semua dermaga yang ada di tanah Air.


Dermaga? seperti hatinya yang pernah di singgahi beberapa lelaki, Dari Mario ,Frans lalu Oscar yang kini tidak ada lagi kabar beritanya sejak polisi itu pindah propinsi. Semua datang lalu pergi lagi.


Kiki terkejut ketika adik bungsu nya itu tiba tiba berkunjung ke rumah nya.


"Lea?" pekik Kiki ketika pintu rumahnya terbuka.


adiknya itu berdiri dengan senyum nya yang mengembang.


"Apa kabar mu sayang?!"


"Baik kak"


"Apakah kamu sudah puas untuk bertualang?"


"Belum aku akan menjelajah bulan depan di Lombok. kegiatan yang di adakan oleh pihak kampus.


"apakah kamu akan mengikuti jejak Marcopolo?" gurau Kiki.


"Mungkin" Lea malah tertawa.


"kamu akan ke Lombok?" tanya Kiki.


"Ya bulan depan"


"Jangan katakan kamu akan balapan di Mandalika" seru Kiki.


"Di antaranya!"


"Berhentilah untuk bertualang, kamu seorang wanita"


"Siapa juga yang bilang aku ini pria?"


"Lea?"


"Ya kak!" sahut Lea sambil mencium kembar.


Saat mereka asyik bercerita muncul Rony adik nya Reno.


"Hai Lea apa kabar?" Rony menatap nya memiringkan kepalanya.


"Seperti yang kamu lihat"


"Lama tidak jumpa, kamu semakin cantik saja"


"Sayangnya aku tidak punya uang koin untuk membayar pujian mu itu"


"Okey gimana kalau pertemuan ini kita rayakan dengan mentraktir kamu makan?" ujar Rony.


"Bersama ya?"


"Sama siapa?"

__ADS_1


"Kembar dengan ibunya"


"Auh sori kami sore ini akan ada acara dengan papanya kembar, jadi kalian boleh pergi berdua saja" kata Kiki cepat.


Lea akhirnya pergi berdua dengan Rony, mereka pergi ke tempat yang paling terkenal di kota ini. sorenya nampak ramai pengunjung.


Saat keduanya asyik cerita seorang wanita menghampiri mereka.


"Rony?" tegur wanita itu.


Rony pun menoleh agak terkejut "Kamu sendirian?"


"Mau gimana lagi,sang pacar asyik berduaan" kata wanita itu bernada sindiran dan tatapan tidak suka.


"Sorry ,,,Nil, kenalkan ini adik ipar Abang ku namanya Lea"


Rony memperkenalkan Lea dengan wanita yang ternyata pacar nya itu.


"Nila,,,!"


"Milea,,,!"


"Kamu cantik sesuai nama mu?' puji Lea tulus.


"Kamu juga tidak kalah cantik nya!" balas Nila.


"Maaf aku terlihat seperti mengganggu pacar orang" kata Lea cepat.


"Tidak apa,,,,aku percaya pada Rony dia tidak akan selingkuhan di belakang ku" ujar Nila.


"Beruntung Rony punya pacar yang pengertian"puji Lea.


"Ya untuk membuat satu ikatan yang baik kita harus saling pengertian" seru Rony.


'Kalian sangat serasi" ujar Lea.


"Kamu sangat cantik aku akan menjodohkan kamu dengan Abang ku" ujar Nila.


'aku tidak mau?!'


"Kenapa? apakah kamu punya pacar?' selidik Nila.


"Tidak tapi punya suami!"


"Oh ya sayang aku sampai jatuh hati pada mu, demi Abang ku yang sudah lapuk" kata Nila kecewa.


"Oh ya ngomong ngomong suami mu mana?"


Lea malah tertawa mendengar pertanyaan Nila.


"Aku seorang janda,nah mana mau Abang mu sama janda sementara yang gadis masih banyak" seru Lea sambil tertawa.


"Astaga aku tidak percaya kalau begitu, jangan bercanda ih" pekik nila.


Rony hanya menopang dagu menatap dua wanita yang kini mulai akrab itu.


Lea yang cantik dan anggun, sayang Rony kembali bertemu Lea di saat Rony sudah memiliki Nila.


Dulu waktu Rony menyukai Lea, belum lagi rasa itu tersampaikan Lea keburu di nikahkan sama Mario.


Dan kini Lea menjanda saat Rony telah memiliki Nila. Rony mengakui dia pernah memuja kecantikan Lea.


Betapa bodoh nya laki laki yang bernama Mario itu.


Lea yang merasa menjadi orang ketiga di antara Rony dan Nila dia berpamitan pulang.


"Hei,,,kamu datang bersama ku,aku yang akan mengantar mu pulang ayolah" ujar Rony.


Dia tau Lea minta pulang karena ada Nila, Rony terpaksa meminta ijin Nila untuk mengantarkan Lea.


Nila masih menatap kepergian Rony bersama Lea, sejujurnya ada rasa cemburu melihat kebersamaan mereka.


"Seharusnya aku menolak ajakan mu Ron! aku melihat binar cemburu di mata kekasih mu"


"Siapa pun akan cemburu melihat pacar nya bersama wanita secantik kamu" Rony malah tertawa.


*


*


*


**** Love You All ❤️❤️❤️ Salam paling sayang untuk semua nya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2