Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Welcome To Champus!


__ADS_3

Welcome to kampus! Langkah mantap Lea menuju koridor kampus, menuju ruang registrasi untuk menyelesaikan tugas tugas nya.


Banyak pasang mata menatap sosok cantik dengan tubuh indah seksi aduhainya.


Lea yang tidak peduli dengan sekitar, tatapan matanya yang tajam wajah cantiknya yang terkesan dingin tanpa senyum.


Lea setelah dari registrasi Lea menuju ruangan Dosen pembimbing nya. Selamat pagi prof, sapa Lea mengetuk pintu sebelum masuk.


"Masuk lah," kata Dosen seumur an papi yang sedang fokus dengan buku yang di baca nya.


"Apa kabar prof!" Suara Lea membuat Dosen Killer itu menoleh ke arah nya.


"Zahira?" Dosen itu menunjuk Lea.


"Ya prof,,,,Aku Zahira" angguknya.


"Welcome nak!" Dosen itu merentangkan kedua tangannya.


Lae pun di pelupuk nya hangat, seakan bahasa tubuh nya mengatakan mereka merindukan dirinya.


"Apakah kamu baik baik saja?" tanya sang dosen menatapnya lembut.


"Aku baik prof!' Lea tertawa kecil.


"Syukurlah nak!"


"Papaaaa?!" suara seorang pria yang baru saja masuk.


"Hay papa ada tamu rupanya?!" kata pria itu kepada sang dosen.


"Zahira,,,, kenalkan ini putra ku yang sedang mengambil S2 nya di kampus ini namanya Malik" kata sang Dosen.


Sebaliknya dosennya memperkenalkan Lea kepada anaknya.


"Malik,,?!!! Ini murid teladan papa nama Zahia!"


Dosanya itu memperkenalkan Lea dengan anak nya Lea hanya menatapnya sekilas lalu kembali berhadapan dengan dosen nya itu.


Pria itu pun demikian tidak terlalu peduli dengan keberadaan Lea di sana.


"Oh ya pa ,,,,aku akan kembali nanti" kata pria itu lalu pergi.


Setelah berbicara dengan dosennya Lea kembali ke ruang registrasi. Lea sempat tertegun melihat tempat di mana untuk pertama kalinya Oscar bertemu dengan nya.


Mendiang suaminya itu membuat Lea kembali merasakan sakit mengingat Oscar yang selalu datang dan memberikan bunga untuk nya.


"I love you Daddy!" bisik hatinya.


Setelah semua urusannya selesai Lea memilih untuk pulang. Hati ini Lea ingin di rumah saja.


"Sayang apa urusanmu di kampus sudah selesai?" Tanya bunda melihat putrinya itu duduk santai di sofa.


"Semua sudah selesai Bun, besok aku akan masuk kampus seperti biasa lagi"


"Setelah selesai apa rencana mu, ke kantor papi,bunda kak Kiki atau kah mau sama bang Harsen,,?"


"Tidak ada pilihan di semua nya Bun!' jawab Lea sambil mengambil sepotong semangka yang di belinya sepulang kampus tadi.


"Lalu, pilihan mu di mana mau bangun sendiri kantor nya?"


"Aku akan mengambil S2 ku di Aussie aja"


"Oke baiklah bunda mendukung!" seru bunda memberi semangat.


Bunda mengikuti apa maunya Lea agar di tidak terlalu terpuruk. Mungkin bisa melupakan semua masa lalu nya.


"Putri ku yang malang, nasib mu selalu tidak menyenangkan"


"Aku yakin Bun semua akan indah pada waktunya, tuhan sudah punya rencana lain di balik semua derita yang ku alami"

__ADS_1


"Semoga engkau temukan kebahagiaan mu nak!".


"Bun Lea mau ke kamar istirahat" Lea lalu naik ke kamarnya.


Bunda masih menatap putri nya itu, putri tercintanya yang telah tiga kali menjanda. nasibnya tidak beruntung seindah impiannya.


Hari ini Lea kembali masuk ke kampus nya menjalani Maya kuliahnya seperti biasa. Sebentar lagi dia akan ujian meja.


Desas desus kehadiran seorang mahasiswa baru mulai terdengar. Cantik dan menarik dengan body yang aduhai.


Lea di perkenalkan sebagai mahasiswa baru di kelasnya, Maklum sudah lama tidak kuliah, semua temannya yang seangkatan telah wisuda.


My Legacy pun personal nya sudah wisuda dan entah sudah lama tidak bersua. Karena Lea menutup semua akses dirinya.


Lea melihat pria yang kemarin bertemu dengan nya itu, ternyata mereka satu kelas.


Tempat duduknya pun bersebelahan Lea tidak terlalu tertarik untuk melihat nya.


Tapi pria yang bernama Malik itu sering meliriknya. "Cantik" itu yang ada di hati nya.


Tidak berapa lama Dosen pun masuk. Beliau tidak lain adalah Prof Hanafi yang terkenal killer.


Setelah memberikan materi nya mata kuliah nya dosen itu meminta Lea untuk keruangan nya.


Seperti pesannya Lea kini menuju ruangan dosen pembimbing nya itu.


"Kamu siap siap untuk ujian meja dua hari lagi, persiapan semua materi mu" tegas nya.


"Baik Prof,,,, akan ku siapkan semua materi nya" Kata Lea mantap. "Saya permisi prof"


Saat hendak keluar di pintu Lea berpapasan dengan Malik. Pria itu yang duluan masuk hingga dia tetap berdiri di pintu menghalangi langkah Lea.


Lea menatap wajah pria di hadapannya sekilas Lea tertegun "Oscar?" batin Lea.


Wajah Malik agak mirip dengan Oscar, mendiang suaminya.


"Permisi" Lea melewati nya begitu saja tanpa kata.


Malik masih sempat menoleh kepergian Lea. Lalu mendekati meja papa nya. "Apakah dia akan ujian meja lusa ya pa?"


"Sudah beberapa lama dia kuliah pa, kok aku tidak pernah melihatnya?"


"Dia sudah semester akhir, dia kuliah Online selama dua tahun terakhir"


"Ooooh" hanya itu yang keluar dari bibir Malik.


"Tuhan mengapa dia begitu mirip dengan Oscar? tapi tidak dia bukan Oscar!"


memang benar sekilas di lihat dia mirip dengan Oscar. Mungkin di dunia ini benar manusia akan memiliki tujuh rupa yang hampir sama.


Sekilas di perhatikan Malik memang benar agak mirip dengan Oscar hanya saja postur tubuhnya yang berbeda.


Malik agak jangkung dan posturnya sedikit kurus dari Oscar. Melihat nya membuat Lea hampir memanggil nama Oscar.


Hari ini Lea akan ujian meja semua materi sudah dia siapkan dan kini Lea berada di dalam ruangan yang telah siap dengan beberapa dosen penguji di hadapan nya.


Mata Lea membulat sempurna melihat Malik ada di antara dosen penguji nya. Ternyata pria itu menggantikan papanya.


Lea di uji beberapa dosen dan berhasil menjawab dan mempertanggung jawabkan kan skripsinya.


Giliran Malik yang akan mengujinya, terlihat senyum samar terukir di wajahnya.


Malik mulai dengan materi nya namun Lea berhasil menjawab semua pertanyaan yang terkesan berputar putar yang di ajukan Malik. mereka sempat berdebat pendapat.


Bukan Lea namanya kalau sifat keras kepala nya bisa di kalahkan. Dan Malik akhirnya kalah dengan berdebat dengan Lea.


Semua dosen menyalami Lea mengucapkan selamat untuk nya. Demikian juga dengan Malik pria itu dengan santai mengucapkan selamat dan. menjabat tangan Lea.


Lea tidak ingin menjabat tangan Malik tapi demi menghormati prof Hanafi Lea terpaksa menerima uluran tangannya.

__ADS_1


Tidak di sangka Malik malah menggelitik tangan Lea, Dan mengedipkan matanya menggoda Lea, hingga Lea cepat cepat menarik tangan nya.


Lea segera berlalu pergi dari ruangan itu tidak ingin Malik semakin menggoda nya.


Kelihatannya Malik mulai suka dengan Lea, tapi sifat dingin dan wajah tenang Lea semakin menantangnya untuk mendekati Lea.


Lea yang baru saja sampai di parkiran terkejut ketika melihat Malik ada di sana. pria itu tersenyum untuk Lea. Namun tidak di gubris Lea malah buru buru masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.



Ini Sosok Malik yang mulai melancarkan aksinya untuk mendekati Lea.tapi sayang Lea bukan tipe cewek yang mudah tergoda.


Cobaan hidup dan kegagalan nya berumah tangga telah menempa hati hingga Lea tidak lagi tertarik untuk menjalin sebuah hubungan.


Cinta dan kasih sayang Oscar telah memenuhi seluruh hidupnya. hingga sudah tidak ada lagi ruang yang tersisa di hatinya.


Hari ini Lea duduk di taman kampus di mana untuk pertama kalinya Oscar mengatakan cinta untuk nya.


Lea tertegun melihat sosok Oscar yang datang menghampirinya dengan sebuket bunga. Lea seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Hay,,,,bunga untuk mu cantik!"


Suara itu menyadarkan Lea, Malik memberikan bunga untuk nya. Lea secepatnya pergi dari sana tidak menggubris kan keberadaan Malik.


"Hey,,,, kenapa dia tidak mau di kasih bunga? padahal semua cewek di kampus ini akan mau kalau ku berikan bunga, jangan kan bunga senyum aja mereka sudah meleleh, dasar gadis aneh!"


Sifat Malik yang selalu menggodanya membuat Lea merasa dongkol, Pria yang membuat Lea selalu ingat akan Oscar membuat nya tidak fokus menyetir. Hingga hampir menabrak seorang anak kecil yang tiba-tiba melintas di jalan.


Bunyi decitan rem mobil Lea yang mendadak mengagetkan. Hampir saja mobil nya menggilas bocah mungil itu.


Lea buru buru turun dari mobil nya demi melihat anak siapa yang hampir dia tabrak. Seorang bocah perempuan mungil yang sedang menangis di gendongan baby sitter nya.


"Maaf mbak apa putrinya tidak apa apa?" tanya Lea mengelus pipi anak yang sedang menangis itu.


"Namaku sesil bukan putly"


Lea tertegun mendengar anak itu yang sedang menangis itu tiba-tiba mengatakan namanya.


"Sayang Maaf ya kamu tidak apa apa kan?" Lea mengecup pipinya.


"Tidak Mommy!"


Lagi lagi kalimat putri imut itu membuat nya kaget, dengan sebutan mommy.


Hati Lea seakan teriris dia pun mencium pipi gadis kecil itu.


"Sampai jumpa beb, jangan main lagi di jalan ya?!" kata Lae lalu masuk ke mobil nya.


"Dadah mommy!" teriak si kecil imut menggemaskan itu.


Lea tersenyum melambaikan tangannya lalu pergi dari sana. Lea menarik nafasnya yang terasa menyesakkan dada. Lalu membuangnya kasar.


Kejadian demi kejadian hari ini membuat dirinya trauma. Dari seorang Malik yang mirip Oscar sampai bocah Sesil yang memanggilnya mommy.


Semua seakan memutar balik waktu yang telah berlalu dan membuat Lea teringat kalau saja tidak mengalami keguguran mungkin juga Lea sudah memiliki anak sebesar Sesil.


Lea kembali menarik nafas nya dan membuangnya dengan kasar mengingat semua kenangan nya. Membuat Lea kembali trauma.


Lae benar benar merasa capek dan memilih untuk mengistirahatkan dirinya. Cobaan yang berat yang di lalui membuat dirinya merasa begitu lelah.


Anak kecil dan pria mirip Oscar membuat dirinya merasa seperti Elegi. Mengulang cerita sebuah masa Lalu.


*


*


*


*****Love you All, ❤️❤️❤️ Bercubi cubit***

__ADS_1


__ADS_2