Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Ketagihan Nungging


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga Lia bersama Mario mulai ada perubahan dan perkembangan yang baik. Mereka kini bisa saling mengisi memberi dan menerima dari kekurangan masing masing.


Bahkan Mario memberikan perhatiannya yang lebih kepada istri dan anaknya.Rasanya tidak ada waktu yang terlewatkan untuk bersama mereka. Baginya sebuah keluarga lebih penting daripada pekerjaan.


Suatu hari Mario pulang dari negeri membawa hadiah spesial untuk sang istri tercinta. Sebuah kotak beludru merah. berlutut di depan Lea yang duduk di tepi tempat tidur.


"I Love You mom!" Meraih jemari lentik Lea, mencium nya berulang kali.


Mario mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah kotak kecil yang indah. Lea tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh suami nya.


Membuka kotak itu mengelus isinya sepasang cincin yang indah.


"Maaf sayang bila aku harus mengganti nya" Mario melepaskan cincin kawin nya Lea.


Tepatnya cincin kawin pemberian Oscar yang sampai saat ini masih melingkar indah di jari manis Lea.


Lea sendiri tidak menolak saat Mario dengan hati hati melepaskan cincin itu. Lalu memakai kan cincin pemberiannya.


Mario memasukan cincin Oscar ke dalam kotak kosong yang isinya telah berpindah ke jari manis Lea dan dirinya.


"Simpan ini sebagai kenangan kita, di mana ada cinta yang indah di keabadian nya" kata Mario lembut. Menatap wajah cantik yang kini tersenyum untuk dirinya.


Biar bagaimanapun Oscar pernah menjadi bagian dari kehidupan Lea. Mario pun menyadari akan hal itu.


Mario lalu memberikan kotak itu untuk Lea agar di simpan. Ia lalu memeluk Lea yang di balas hangat wanita yang kini telah merelakan hidup nya untuk Mario.


Menjalani hari demi hari melewati waktu bersama dengan Mario. Perhatian dan kasih sayang Mario kepada Lea benar benar dia tunjukkan dengan segala perhatiannya.


Hampir setiap minggunya Mario membeli bunga dan memberikan buket cantik itu kepada istrinya. tidak lupa pula hadiah untuk si kecil Sesil.


Membuat rumah tangga nya begitu harmonis dan romantis. Mario yang kini luar biasa menikmati kebahagiaan nya, setelah badai kini berlalu.


*


*


*


Lea sendiri sudah bekerja di kantor Mario menjadi asisten pribadinya yang menemani Mario di kantor dan di ranjang.


Tentu saja ranjang yang ada di kantor,kamar pribadi yang dulu hanya Kea seorang yang pernah masuk di ruangan rahasia itu.


Dan kini ruang itu menjadi kamar pribadi nya, di mana mereka akan bergumul bila Mario ingin menuntaskan hasratnya.


Tubuh Lea yang indah dan pesona nya selalu membangkitkan gairah seorang Mario.


"Sayang, sore ini aku akan mengantarkan kamu ke dokter kandungan.Hari ini jadwal periksa kamu jangan lupa itu" Mario mengingatkan sambil mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi setelah melakukan ritual di ranjang panas.


Lea yang masih berbaring akibat kelelahan melayani suaminya yang tidak pernah puas untuk membuat diri nya menjerit jerit nikmat.


Setiap minggunya Mario mengantar Lea ke klinik mengikuti terapi. Hari ini jadwal Mario mengantarkan Lea ke dokter kandungan.


Selama tiga bulan Lea menjalani terapi dan hari ini giliran di periksa. Lea masih tidur akibat kelelahan.


Mario memilih menyelesaikan pekerjaannya sambil menunggu istrinya bangun barulah mereka akan berangkat ke dokter.


Mario mengutip jam di pergelangan tangannya, satu jam lagi mereka akan pergi.


Mario berdiri dari duduknya melangkah ke kamar melihat Lea sudah bangun apa belum. Melihat Lea yang sedang bersiap-siap untuk pergi.

__ADS_1


'Sayang! satu jam lagi!" Mario mendekati Lea yang sedang memakai sedikit polesan di wajahnya.


Perempuan cantik itu barusan selesai mandi dan berdandan sedikit. Harum tubuhnya menyeruak di Indra penciuman Mario.


Membuat pria itu gemas memeluknya dari belakang dan mencium wangi ceruk lehernya.


"Hentikan Daddy! leherku merah semua akibat kejahatan mu"


"Ha haaaa,,, biar semua orang tau kamu sudah ada yang memiliki" ujarnya posesif.


"Ya, semua orang sudah tahu aku ini istri mu, kemanapun kamu bawa bawa"


"Ayo berangkat"


Mario masih sempat memeluk dan mengecup sekilas bibir nya. Merasakan kepuasan tersendiri bila sudah membuat sang istri tersenyum.


Mereka lalu turun bergandengan. Tangan Mario melingkar di pinggang istri nya ketika mereka keluar dari lift.


Semua mata memandang pasangan fenomenal ini. Bagaimana tidak, tiga kali mereka menikah setelah Mario menjalani ujian berat dan hampir mati menahan perasaan nya. setengah mati memendam kerinduan nya kepada seorang wanita yang kini menjadi istrinya lagi.


Mati Matian merebut hati Lea dari dua saingan nya, Mendiang Oscar dan Malik, yang sampai saat ini masih dekat dengan Lea sebagai sahabatnya.


Mereka kini sudah berada di tempat praktek dokter kandungan. Tanpa sengaja Mario melihat seorang wanita yang tidak asing baginya.


"Regina?! sedang apa dia di sini?"


Wanita yang pernah dekat dengan Mario sewaktu di London dulu. Mario masih mengenal wajah wanita itu meskipun sekian waktu telah berlalu.


"Daddy?!" Lea menyenggol suaminya yang asyik memandang Regina.


Melihat Regina yang sedang duduk menunggu antrian bersama seorang wanita.


Sementara yang di pandang melemparkan senyum nya kepada Mario.


Mario tidak terlalu menghilangkan pertemuan itu hanya saja kebetulan dia melihat Regina di situ.


Lea kini berbaring di tempat tidur sementara dokter memulai dengan tugasnya. Mamasang beberapa alat yang dapat di lihat pada monitor yang terletak di dekat tempat tidur itu.


Dokter tersenyum melihat hasil rekaman rahim Lea. kedudukan nya mulai normal dan hanya beberapa tips yang harus di jalani pasangan fenomenal itu.


"Apa? nungging!" pekik Lea.


Dia terkejut demi mendengar saran dokter yang menurut nya tidak masuk akal. Untuk bisa hamil dia harus melakukan nya dengan cara nungging.


"Maaf! ibu dan bapak bisa mencoba nya terlebih dahulu" Dokter menatap pasangan ini bergantian.


Lea yang terkejut tapi beda dengan Mario, dia malah senyum senyum mendengarkan saran dokter yang menurut nya pasti asyik.


Sepulangnya dari dokter Lea masih tidak habis pikir dengan tips dan saran dari dokter tadi. Kalau menurut hasil pemeriksaan rahimnya kini sudah normal, mengapa Melakukan hubungan suami istri harus pake cara itu untuk bisa hamil?.


"Kita coba dulu sayang siapa tau memang ada benarnya juga kata dokter" Mario menanggapi keluhan Lea dengan santai.


Setelah beulang kali Mario membujuk nya barulah Lea mau mempraktekkan saran dokter yang akhirnya membuat dirinya ketagihan nungging.


Beberapa bulan melakukan saran dokter dan tips yang di berikannya. Mario yang sudah sangat ingin punya anak dari Lea tidak melewatkan waktu untuk melakukan hal itu.


Lea yang sudah terbiasa dengan sifat Mario tidak merasa keberatan bila tiba tiba Mario melakukan sesuatu yang membuat Lea terpaksa menikmati nya.


Mereka bahkan melakukan aktivitas nya di semua tempat yang ada di rumah nya. Di manapun mereka suka. Bahkan di kolam renang sekalipun. tentu saja tidak ada yang bisa melihatnya aktivitas panas mereka karena rumah besar itu di kelilingi pagar tembok yang cukup tinggi.

__ADS_1


Si kecil Sesil sendiri malah rewel minta adik, karena sering melihat dan bermain dengan saudara sepupunya yang memiliki adik yang masih kecil kecil.


Ya Karina memiliki kakak perempuan yang punya tiga orang anak. dua di antaranya masih bayi dan balita.


Anak anak itu membuat Sedil gemes dan pingin punya adik segera. Di rumah Sesil mulai merasa kesepian, karena tidak memiliki seorang adik yang bisa menemaninya di rumah besar ini.


Hingga dia selalu merengek kepada Daddy nya untuk memberikan adik kepada nya. Agar ada teman dan bisa di ajak bermain.


"I Love you Daddy!" Ucapan khas bangun tidur dan sapaan kesayangannya untuk sang Daddy.


Pagi ini Mario selesai nge Gym, dan menuju ke dapur mengintip apa yang sedang di lakukan sang istri bersama dengan putri nya.


Biasanya hari libur Mario menghabiskan waktu di rumah bersama anak istrinya.


Dua wanita itu asyik membuat kue brownies kesukaan Sesil.


Bukan cuman sesil tapi Daddy nya juga mulai menggemari kue itu. Lea harus membuat lebih untuk di simpan agar mereka bisa menikmati kapan waktu mereka suka tanpa repot membuat nya lagi.


"Wao,,putri Daddy rupanya juga sudah pintar membuat kue" Mario menggendong putri nya. mencium pipi tanbemnya berulang kali.


Membuat si kecil itu tertawa kegelian, saat sang papa menggelitik pipinya. Lea yang sedang memasukkan kue ke dalam oven tersenyum melihat tingkah suami dan anaknya itu.


"Apa mommy juga mau di cium?" goda mario yang langsung memeluk Lea dari belakang. Mencium pipi nya sekilas.


"Daddy, sebaiknya jangan ganggu kami" Lea melotot kepada nya.


"Baiklah Daddy tidak akan mengganggu, tapi akan turut membantu membuat kue nya biar Asyik" Mario melepaskan pelukannya lalu melangkah ke meja makan melihat hasil karya istri yang sudah jadi.


Harum bau nya menggugah selera hingga Mario tidak tahan untuk tidak mencicipi nya. ada tiga kue yang sudah matang dengan rasa yang berbeda beda.


Mario merobek sepotong dari yang rasa coklat lalu memakannya. Duduk manis di meja makan sambil menikmati kue yang di sobeknya.


"Hmmm,,, enak!" seru Mario dengan mulut yang di penuhi kue.


"Mau dong?" pinta Sesil yang ikut tergoda melihat Daddy nya.


Anak dan bapak itu lalu mencicipi semua kue yang sudah jadi membuat Lea menggeleng tidak bisa marah. Lea senang melihat suami dan anak nya menyukai apa yang di masaknya.


Dari kue hingga masakannya sehari hari selalu di gemari bapak dan anak nya itu. Akhirnya setiap hari Lea harus masak sendiri untuk suami dan anaknya,barulah dia dan Mario berangkat ke kantor.


Mario dengan suka rela membangun istrinya di dapur masak bareng sambil bercinta. Membuat rumah tangga nya kini harmonis.


Pagi ini Lea merasa tidak enak badan, seperti demam dan lemas. Tidak seperti biasanya. Dia akan sangat bersemangat untuk turun ke dapur.


Yang baru selesai mandi merasa heran melihat sang istri yang membantu memasang dasi dan merapikan pakaian nya dengan tidak bersemangat.


"Momm,apakah kamu sakit?" Mario meraba dahi istri nya.


"Aku hanya sedikit pusing dan demam"


"Aku tidak akan ke kantor sebaiknya kita ke dokter,atau telpon dokter keluarga untuk datang" kata Mario tidak jadi memakai jasnya.


Mario segera menghubungi dokter keluarga mereka untuk datang memeriksa istri nya.


Mario terkejut ketika melihat Lea berlari ke kamar mandi dan muntah muntah di sana.


*


*

__ADS_1


*


****** Love you All ❤️❤️❤️ salam sayang untuk semua****


__ADS_2