
Pagi pagi Mario bersiap ke kantor lebih awal, dia tidak sempat sarapan di rumah. Sebelum pergi dia sempat mencium pipi Karina, mencoba untuk membangun kan, istri nya yang seperti kerbau yang sedang tidur.
"Sayang Papa pergi dulu, baik baik sama mama ya ingat jangan nakal, papa akan pergi untuk beberapa hari" bisik Mario sambil mengelus lembut perut buncitnya Karina.
Mario yang sangat menyayangi calon bayinya itu, dia tidak ingin sesuatu terjadi pada nya seperti halnya apa yang pernah terjadi kepada Lea dan janin nya dulu.
Mario hanya berpesan kepada asisten rumah tangga nya.
"Bilang sama nyonya, aku tidak pulang untuk beberapa hari, aku akan keluar kota".
*
*
*
Lea sedang melihat Laptop nya, hari ini dia sendirian Suaminya sedang berdinas.Lea yang mulai terbiasa sendirian di rumah
Setelah tadi pagi mengikuti kegiatan olahraga bersama ibu ibu asrama. Seharian Lea sibuk beres beres di rumah.
Mengatur meja kerja di dalam kamarnya yang tidak terlalu besar. menyusun baju baju suaminya yang di cuci tadi pagi setelah di setrika.
Setelah selesai dengan pekerjaan rumah nya, Lea mulai membuka Laptopnya.
Terkejut membaca pesan yang di kirim Mario. Pria itu telah mengetahui kalau Lea yang telah membuat dirinya pusing.
'Aku sudah tau siapa kamu"
Lea mengeja tulisan yang di tulis dengan huruf kapital itu. Lea masih sangsi kalau Mario telah mengetahui dirinya yang telah membuat ulah pada perusahaan Mario.
Lea membuka kode blokir nya, tapi tidak ada pesan apapun hanya kalimat itu saja.
Lea kembali menutup Akses nya, agar Mario tidak lagi membuka Laptopnya.
Lea mulai sibuk dengan tugas kampus nya yang di ikuti secara Online.
Mengerjakan beberapa tugas nya, lalu beralih ke pekerjaan kantor nya yang juga dia kerjakan secara Online.
Papi Valen mengijinkan putri nya itu bekerja secara online, Papi mengerti Lea sudah berumah tangga jauh dari orang tua dan butuh biaya.,
Meskipun suaminya juga punya pekerjaan, tapi gajinya tidak seberapa. Di tambah lagi adik adik Oscar masih butuh biaya.
Lagi asyik bekerja Ponsel Lea berdering panggilan masuk dari suaminya. Lea mengalihkan panggilan itu ke Laptop nya.
"Dear?!"
Oscar tersenyum di layar yang ada di hadapannya.Lea membalas senyumannya dengan ciuman kangen.
"Aku sangat merindukanmu!" kata Oscar tersenyum menggoda.
"Sama,aku juga kangen dad?'" Lea menatap nya sendu.
"Apakah kamu baik baik saja?" tanya Oscar.
Selama bertugas Oscar selalu menghubungi istri nya.
"Seperti yang kamu lihat"
"Baik lah aku akan usahakan untuk cepat pulang sayang?!. Siap siap untuk pembalasan si Pitung"
Oscar menggoda nya dengan seringai nakal. Lea tertawa mendengar kalimat nakal suaminya yang selalu begitu.
Setelah menanyakan kabar istri nya itu,Oscar lalu menutup panggilan nya.
Oscar tau istrinya itu pasti merasa kesepian karena sudah sering di tinggal tugas. Sudah beberapa hari Oscar tugas luar.
Hari ini dia akan pulang secepatnya, rasa rindu nya sudah tidak tertahan. Apalagi dengan yang satunya itu king cobra nya yang mulai rewel.
__ADS_1
Buru buru Oscar akan pulang dan membuat kejutan. setelah menghubungi istri nya Oscar mengelus cobra nya.
"Jangan rewel ya, kita akan pulang, nanti malam kamu akan masuk sarang dan mengamuk di sana"
Oscar terkekeh sendirian merasa lucu dengan batang cobra nya yang menegang, setelah melihat wajah istri nya yang menggemaskan di ponsel.
Lagi asyik dengan Laptopnya terdengar pintu rumah di ketuk. pasti Oscar yang pulang pikir Lea.
Buru buru dia keluar dari kamar dengan wajah berseri, menuju pintu dan membukanya.
Mata Lea membulat sempurna,Lea tertegun dirinya seakan mematung melihat siapa yang berdiri di hadapannya.
"Hay Lea?"
Suara berat itu menyadarkan dirinya. Mario yang terpesona dengan kecantikan Lea. dia sampai menelan Saliva nya membasahi kerongkongan nya yang terasa kering.
Tubuh indah nan seksi di hadapannya membangkitkan gairah kelakiannya. Bagaimanapun tidak, Lea yang saat ini hanya mengenakan tank top dengan Hot span sebatas paha.
Menampilkan tubuh indah dan seksinya, membuat Mario menatapnya hampir tidak berkedip.
Lea yang semakin cantik dengan tubuh seksinya
yang indah, beda dengan Karina yang tidak bisa merawat diri setelah menikah.
Mario yang membandingkan Lea dengan istri nya, Lea memiliki kecantikan dengan bentuk tubuh nya yang sempurna.
Lea masih tidak percaya, dengan apa yang terjadi, Mario kini ada di hadapannya.
'Apakah kamu tidak akan mengajak tamu untuk masuk?" Suara Mario kembali membuat nya tersendat.
"A,,,i ,,,iya mari silakan duduk" Lea tergagap.
Mario baru masuk dan duduk sambil terus memperhatikan Lea, membuat Lea merasa risih.
"Tunggu sebentar ya!" Lea buru buru masuk ke kamar nya. memakai baju yang pantas sebuah dress, agar Mario tidak melotot nafsu padanya.
Mario tersenyum melihat tingkah Lea, wanita yang pernah terjadi istri dan wanita yang sampai saat ini tidak bisa hilang dari ingatannya.
Di sisi lain hati nya tergores nyeri yang dia rasakan.
Perpisahan yang tidak pernah di inginkan Mario, semua berawal dari kesalahannya, dia yang tidak mengerti, hingga membuat Lea kini menjadi milik orang lain.
Mario berusaha menghalau rasa nyeri di hati nya, saat Lea kini keluar dengan nampan berisi segelas kopi.
Dengan pakaian nya yang sudah berubah, penampilan nya dengan dress yang terlihat tubuh langsing nya.
Melihat hal itu apalagi dengan kopi yang aromanya begitu harum, membuat Mario memejamkan matanya.
Kalau tidak bukan urusan yang mengharuskan dirinya mencari dan bertemu dengan Lea sejauh ini, Mario akan pergi dari hadapannya.
"Di minum dulu kopinya"
Lea menyuguhi gelas kopi nya ke hadapan Mario.Lea yang tidak menyadarinya suguhan kopi itu membangkitkan kenangan mereka dulu.
Semua bagai terekam hadir seperti reklame kopi Torabika di siaran televisi.
Semua yang ada di hadapannya kini kembali menggores luka yang terkoyak di relung hati nya. sakit namun tidak berdarah.
Lea yang saat ini sudah berbahagia dengan suaminya Oscar yang penuh perhatian, dia tidak menyadari bahwa sosok di hadapannya ini sedang sakit dengan luka yang menganga.
'Maaf,katakan apa perlu mu jauh jauh datang ke rumah ku, aku tidak ingin menerima tamu di saat suami ku tidak ada" ucap Lea tenang.
Dia sudah tahu apa maksud tujuan kedatangan Mario jauh jauh mencarinya.
"Apakah kamu sedang mengusir ku?"
Mario menatapnya dengan tatapan sendu penuh luka. Lea membuang pandangannya menghindari tatapan Mario yang membuat dirinya merasa risih.
__ADS_1
Lea berharap agar suaminya cepat pulang, atau Mario yang segera pergi dari rumah nya. Saat masuk ke kamar Lea sudah mengirim beberapa pesan kilat kepada Oscar, memberitahu kan soal kedatangan Mario.
"Aku hanya mau bertanya mengapa kamu tidak membalas pesan dari kode yang aku kirim?"
"Aku tidak perlu untuk membalas nya" kata Lea dingin.
"Alasannya?" Mario menaikan satu alisnya.
"Tanya kan apa yang di lakukan istri mu, aku tidak pernah mengusik kebahagiaan kalian"
"Mengapa kamu tidak membalas apa yang di lakukan oleh istri ku? kamu malah meretas data milik ku?" cecar Mario, berusaha menahan gejolak di hati nya.
Andai saja saat ini Lea masih sendiri ingin rasanya Mario melakukan sesuatu untuk membalas nya.
Tapi Mario sadar Lea kini punya suami seorang anggota polisi. seorang penegak hukum, bisa saja Lea menuntut Karina dengan hukum penjara.
"Aku bisa saja menuntut istri mu secara hukum, apakah kamu mau anak mu lahir dalam penjara?" kata Lea sinis.
Mario terdiam jelas dia tidak ingin anaknya sampai lahir di penjara. kalau saja bukan Lea yang menjadi musuhnya saat ini Mario pasti sudah menghajarnya. Urusan hukum belakangan.
Mario memilih mengalah dan menurunkan egonya, di sisi lain hati nya rasa sayangnya pada Lea masih ada. Mario membiarkan rasa itu tetap ada tanpa harus menghapusnya.
"Ku mohon buka akses nya, aku minta maaf atas nama Karina, kamu boleh marah itu hak mu, tapi tolong Lea, jangan balas dendam kepada ku, apakah kita tidak bisa menyelesaikan semua baik baik tanpa harus ada kebencian. aku sudah memberikan pelajaran kepada Karina agar dia jera" tutur Mario dengan tatapan sendunya.
'Lea saham itu,,,,,
belum selesai kalimat yang di ucapkan Mario, Lea sudah berdiri dan Buru buru memeluk suaminya yang baru saja pulang.
"Dadd?!" Lea menghamburkan ke pelukan Oscar.
"Sayang?!" Oscar memeluk tubuh Lea lalu mengecup sekilas bibir Lea.
Mario yang sempat menyaksikan drama kemesraan Mantan istrinya itu menjadi salah tingkah. Mario mengalihkan pandangan nya dari dua manusia yang terlihat begitu mesra di matanya.
Lea yang terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya meskipun Mario tau Lea belum juga memiliki anak, hamil pun tidak. terlihat dari tubuh seksinya yang ramping.
"Hai ada tamu rupanya?" ujar Oscar.
Ia sudah tau kehadiran Mario di rumah nya dari beberapa pesan yang di kirim Lea padanya agar cepat pulang. Hingga Oscar memilih balap agar bisa cepat sampai di rumah.
Oscar memarkirkan mobilnya di kantor yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Dia buru buru karena ada tamu, anggota yang bertugas sudah tau, karena Mario yang sempat melaporkan dirinya sebagai saudara Oscar yang dari kampung.
Oscar lalu duduk di hadapan Mario bersama Lea. tangan Oscar melingkar indah di pinggang Lea.
"Apa maksud tujuan anda datang menemui istri ku?"
Oscar mulai menginterogasi Mario.Terdengar tenang dan tegas. Tatapan matanya tajam menghujam.
Mario tidak gentar dia pun dengan tenang menjawab pertanyaan Oscar.
"Aku datang untuk meminta Maaf atas kesalahan yang di lakukan oleh istri ku, dan juga untuk urusan yang menyangkut saham ku yang aku tau telah di blokir Lea".
"Apakah Anda tidak ingin menyelesaikan secara hukum, bila anda merasa telah di rugikan?"
"Aku bisa saja melakukan hal itu, dengan semua bukti yang ada, tapi aku memilih untuk menurunkan ego dan mengalah, biarlah aku datang untuk meminta maaf, juga aku minta maaf kalau salah bertamu di rumah orang di saat suaminya tidak ada"
"Bagaimana kalau istri ku menolak dan memilih untuk selesaikan secara hukum?"
"Itu haknya, tapi tidak kah sebaiknya kita selesaikan permasalahan ini secara baik baik dan memilih berdamai, toh di antara kita tidak ada permusuhan, kita hanyalah hidup bagaikan bidak catur yang di atur oleh yang maha kuasa, tidak ada yang istimewa selain sebuah silaturahmi" tutur Mario memilih untuk mengalah.
"Aku hanya berharap seperti itu terserah kalian, mau selesai kan seperti apa, aku akan menerimanya" ucapnya lagi.
Kalau saja bukan Lea yang di hadapi nya Mario bukanlah tipe pria yang mudah untuk mengalah.
*
*
__ADS_1
*
Love you All ❤️❤️❤️