
Oscar membuktikan kata kata nya, sekembalinya Dari Lombok dia datang menemui kedua orang tua Lea.
Oscar dengan sungguh sungguh melamar Lea, papi dan bunda sangat terkejut saat Lea mengatakan akan menikah dengan Oscar.
Papi Valen dan Bunda Ranny akhirnya menerima lamaran Oscar.
Biarlah Lea memilih kebahagiaan nya sendiri, untuk kembali bersama Mario, Lea sudah tidak mau lagi.
Lea tidak ingin mengulang cerita kelam untuk kesekian kalinya bersama Mario.
Oscar yang bersungguh sungguh mencintai nya.
Setelah melamar Lea,Oscar meminta ijin untuk membawa Lea ke tempat dia bertugas untuk mengurus nikah dinas nya.
Oscar meminta Lea untuk membawa serta kartu keluarga, akte cerainya bersama Mario. Kartu Tanda penduduk dan surat surat penting lainnya.
Karena menikah dengan seorang anggota polisi membutuhkan banyak dokumen, itu penting karena mereka merupakan penegak hukum.
Setelah selesai menyiapkan semua persyaratan yang di minta Oscar. Mereka berdua terbang ke kota asal Oscar.
Oscar membawa Lea bertemu kedua orang tuanya.
Rumah yang sederhana dan asri, milik keluarga Oscar. mereka menyambung kehadiran Lea dengan senang hati.
Ibunya Oscar memeluk Lea dan memperlakukan Lea dengan baik. sambutan hangat keluarga nya membuka Lea merasa terharu.
Oscar memiliki tiga orang adik, mereka semua empat bersaudara.
Tiga orang dau orang adik nya tinggal bersama orang tua mereka.
Lina dan gio sementara Nila di kota tempat dia kuliah sekarang. Mereka sangat ramah dan sangat senang menerima kehadiran Lea.
"Kak Lea sangat cantik, Gio bangga punya kakak ipar bule" seru si bungsu Gio yang kini duduk di bangku SMA.
Lea yang agak ke bulean perpaduan barat dan timur membuat Lea memiliki paras rupawan. Serasi dengan Oscar yang memiliki postur tinggi kekar dan tampan.
Tingginya Lea hampir sama dengan tingginya Oscar. perbedaan tinggi mereka hanya dua cm.
Setelah makan malam Oscar membawa Lea ke kamar nya.
"Kita istirahat karena besok kita akan ke kantor" kata Oscar sambil mengunci pintu kamar nya.
Lea duduk di tepi tempat tidur menatap Oscar yang membuka kancing baju nya di depan Lea.
Tubuh Kekar berotot Oscar terpampang jelas di hadapan Lea. Oscar yang hanya memakai boxernya melangkah menuju kamar mandi.
Tidak berapa lama Oscar kembali keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Tubuhnya terlihat seksi dan perkasa bila basah seperti itu.
Tubuh sixpack nya yang berOtot dan tato kecil di dadanya, sekilas Lea terpana namanya yang tertulis di dada Oscar.
Oscar tersenyum melihat Lea yang menatap nya tak berkedip.
"Tubuh jiwa dan raga ini milik mu sayang" bisik Oscar yang kini berdiri di hadapannya.
"Kenapa ada Nama ku di dada mu?"
Oscar terkekeh lalu memeluk Lea, aku sangat mencintaimu nama mu akan selalu ada di dalam sini" Oscar menunjukan dada nya yang berbulu halus.
"Oscar menatap lembut wajah Lea, lalu mengecup bibir nya, ******* dan menyesap manis bibir Lea, keduanya kini saling bertukar Saliva, Oscar yang membuat dirinya terbuai.
Oscar memainkan lidahnya di rongga mulut Lea, menghisap atas bawah dengan rakusnya dan menggigit gemas bibir seksi yang menggoda iman nya itu.
Entah siapa yang memulai handuk dan pakaian Lea kini berserakan di lantai.
"Aku mencintaimu" bisik Oscar serak dengan tatapan yang mendamba, wajah nya yang sudah berkabut gairah.
Tangan nya mengusap lembut paha Lea melakukan sesuatu yang membuat Lea mendesah *******
Oscar mulai dengan serangan maut nya,
Lea yang dengan lihai membalas serangan Oscar, keduanya kini bergumul di ranjang tanpa sehelai benangpun,*******
Selanjutnya di **Skip aja#
Lea** membuka matanya dia kini berada dalam pelukan Oscar. Tubuhnya yang polos terasa remuk.
Oscar yang benar benar menghajarnya semalam, hingga membuat Lea merasa lemas kini bagai tak bertenaga.
"Kenapa? lemas,,?!*bisik Oscar yang tiba-tiba membuka mata nya sambil tersenyum. Oscar mengigit bibirnya yang seksi sambil menggerak gerakan dengan senyum nya yang menggoda.
Oskar yang kembali menggoda Lea dengan membasahi bibir nya lalu memainkan lidahnya sambil tersenyum nakal. kedua tangannya melingkar di pinggang Lea.
"Bawa aku ke kamar mandi" pinta Lea.
__ADS_1
"Apakah kamu sulit berjalan sayang" godanya.
"Oscar????" pekik Lea.
"Hmmm!" Oscar hanya bergumam sambil memejamkan matanya.
"Bawa aku ke kamar mandi" Lea mengigit hidungnya.
Oscar bukan nya kesakitan malah mendesah seksi, dengan cepat meraih tangan Lea meletakkan di bawah sana.
Lea terpekik merasakan sesuatu yang mengeras, dengan gerakan cepat Oscar dengan ganas kembali menyerang nya.
"Kamu harus bertanggung jawab karena telah membangunkan cobra yang sedang tidur, ayo lawan amukan nya" bisik Oscar mendesah sambil beraksi.
Lea terpaksa bertanggung jawab atas permintaan calon suaminya ini. Oscar yang dengan buas kembali menghajar nya di pagi hari.
"Aku tidak bisa kekantor bersama- mu di hari ini" ucap Lea pelan.
"Istirahat lah sweety,,?! kita akan ke kantor siang nanti" ujar Oscar yang beru selesai mandi. ia masih mengenakan handuk.
"Bawa aku ke kamar mandi" pinta Lea.
"Baik lah nyonya Oscar Harahap!" Oscar terkekeh, lalu segera menggendong Lea ke kamar mandi.
Oscar dengan pelan memandikan Lea, ia memperlakukan Lea dengan lembut. Menggosokan sabun di sekujur tubuhnya. bagai mamandikan bayi.
Setelah itu membantu Lea memakaikan pakaian nya. Menyisir rambut nya sambil mencium bibir nya dengan gemas.
"Kamu membuat ku selalu bergairah" bisiknya terdengar seksi di telinga Lea.
"Hentikan OS! kita akan ke kantor"
"Iya aku tau siang nanti tunggu ya!" kata Oscar berjalan keluar dari kamar.
"Mana Lea?" tanya mommy nya.
"Tidak bisa jalan mom!" bisik Oscar di telinga mommy nya yang sedang mengoles selai pada roti. sementara kedua adiknya sudah berangkat sekolah.
"Oscar?" pelotot mommy.
"Biar mommy cepat punya cucu!" kata Oscar santai.
"Tidak bisakah kamu menunggu sampai kalian Resmi menikah?"
"Dasar gesrek" umpat Mommy. " Sana bawa sarapan buat istri mu"
"Bentar mom, aku buatkan susu untuk mantu mu, dia benar benar lemas mom!"
"Astaga Oscar?!" pekik mommy.
"Siapa dulu dong papinya?" Oscar malah menggoda mommy nya.
Mommy menggeleng melihat anak lakinya yang benar benar gesrek ini.
"By mommy! gimana jagonya papi waktu kalian malam pertama?"
"Oscaaaaaar? papi akan membunuhmu?" teriak mommy menggelgar. Di sambut tawa Oscar yang keterlaluan. Sambil membawa nampan berisi sarapan buat Lea.
"Pagi sweety" Oscar masuk dengan nampan di tangan nya.
"Ini untuk membayar kekurang ajarnya cobra peliharaan ku, yang punya mu itu" kata Oscar enteng sambil memberikan gelas susu pada Lea yang terkejut.
"Hahhhh!"
"Oke,,,! aku bersiap ke kantor, kamu sama mommy, nanti siang aku akan jemput kamu" kata Oscar sambil memakai pakaian nya.
Setelah rapi Oscar bersiap berangkat. "Beri aku ciuman!" Oscar mendekat kan wajahnya.
Lea mencium pipi nya, "***** di sini!" Oscar memonyongkan bibirnya dan di tonjok Lea.
Lea tertawa terbahak-bahak melihat wajah terkejut Oscar.
'Aku akan membalas mu nanti lebih sadis lagi" Ancam Oscar sambil tersenyum nakal. dia lalu keluar dari kamar, Lea kaget melihat Oscar menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Oh ya aku sudah bilang sama mommy kamu tidak bisa jalan" ujar Oscar lalu menutup pintu nya lagi. "Tidur lagi,aku pergi" teriak Oscar yang masih sempat di dengar Lea.
*
*
*
Mario tidak pernah menyangka Lea akan menikah dengan Oscar.
__ADS_1
Setahun berpisah tanpa kabar berita kedua nya Kabar yang mengejutkan Mario.
Wanita yang sampai saat ini masih di cintai nya telah menjadi milik orang lain.
Mario seakan tidak rela tapi dia sudah tidak punya hak atas semua itu.
Lea berhak untuk bahagia, Mario hanya bisa berdoa semoga Lea menemukan kebahagiaan nya bersama- Oscar.
Meskipun semua itu membuat Mario semakin terluka, sejujurnya dia sangat mencintai Lea.
Untuk bisa melupakan Lea dan semua kenangan mereka Mario memilih sibuk dengan pekerjaannya.
Namun tak ayal semua tentang Lea sering hadir di dalam ingatan iklan sebuah cerita tv.
Bayang Lea awal pertemuan, sering nya Mario membawa Lea menjadi pacar pura pura nya yang sebenarnya, saat itu telah tumbuh benih cinta di hatinya.
Namun Mario gengsi untuk mengatakan nya hingga akhirnya kehadiran jenny menghancurkan segalanya. Tanpa terasa air mata Mario menetes jatuh saat dia harus rela melepaskan cincin pernikahan nya.
Mario menimang benda keramat itu sebuah cincin kawin yang pernah di nyanyikan Lea sambil memetik gitar nya.
Bait lagu itu kembali mengiris hati Mario kala mengingat nya.
"Cincin emas melingkar dia berikan dulu....
untuk apa kalau dia tak cinta....!'.
"Tuhan,,,,! sesungguhnya aku sangat mencintai nya" gumam Mario sendu.
Dia lalu berdiri dari kursinya menuju ruang pribadi di mana terletak foto pernikahan nya dengan Lea.
Mario meletakkan cincin itu di laci meja. menyimpan nya di sana.
Mata nya menatap seluruh ruangan yang kini bersih dan tertata rapi.
Kamar pribadinya yang di bersihkan oleh Lea, sebelum dia terjatuh dan keguguran. Mario yang kini harus kehilangan dua duanya anak dan istrinya.
Kamar itu kini telah terkunci setahun lamanya, Mario tidak menginginkan siapa pun untuk masuk ke sana.
Mario kini lebih di sibukkan dengan pekerjaan dia kembali bertemu dengan Karina saat memantau proyek kerjasama mereka.
Wanita itu selalu tampil menggoda, tapi lebih sering menjaga jarak.
Sikap Karina yang seperti itu membuat Mario penasaran.
Dulu Karina begitu getol mengejar diri nya, sekarang wanita itu selalu jaga jarak bahkan hanya berbicara seperlunya.
Sebenarnya Karina juga tidak kalah cantik nya,hanya sikap nya yang berbeda.
Terkesan tidak sopan dan terlalu mengumbar aurat nya.
Karina sering pergi berdua dengan Mario melihat proyek mereka yang ada di luar kota.
Sejauh ini Karina masih membatasi diri nya.,bila semobil dengan Mario Karina memilih untuk duduk di bangku belakang.
"Sebaiknya kamu duduk di depan bersama ku,kata mario suatu hari.
"Maaf aku lebih suka sendiri" tolaknya halus.
Mario terdiam tidak ingin memaksa, biar Karina dengan keinginan nya.
Kedekatan mereka berdua hanya sebatas teman kerja. Terkadang bila mario suntuk dan ingin bercerita Karina hanya diam sebagai pendengar.
"Apakah kamu punya pacar?" tanya Mario suatu hari.Saat mereka sedang berkunjung ke luar kota.
"Sampai saat ini aku memilih untuk tidak jatuh cinta, takut patah hati lagi" jawab Karina jujur.
"Emang kamu pernah patah hati?"
"Ya, aku pernah mencintai seorang pria yang sudah punya wanita yang sangat di cintai nya"
'Kenapa begitu? siapa kah pria beruntung itu?"
Pertanyaan Mario membuat Karina terdiam beberapa saat.
Kalau boleh jujur Karina akan mengatakan Mario lah pria yang pernah di cintai nya...
*
*
*
***Love you All ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1