Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Kondisi Lea bersama Sesil mulai membaik, Mario baru bernafas lega. Melihat dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu mulai ceria.


Mereka terlihat seperti ibu dan anak, meskipun Lea bukanlah wanita yang melahirkan Sesil. Tapi kasih sayang nya sangat luar biasa untuk Putri nya Mario itu.


Sorenya mereka baru di perbolehkan pulang oleh dokter. Mario melarang Lea untuk tidak boleh melakukan apa pun.


Dia harus beristirahat total termasuk tidak boleh menggendong sesil. Mario punya alasan lain agar Lea tidak boleh terlalu capek.


Mario memilih untuk tidak masuk kantor sementara waktu. Dandy di tugaskan untuk menghandle semua urusan di kantor.


Seperti biasa di pagi hari bila tidak pergi ke kantor,Mario akan sibuk dengan bola basketnya. Lea dan Sesil yang menjadi penonton nya.


Lea sendiri baru tau kalau Mario dulunya seorang bintang Basket di sekolah SMA yang sama di mana Lea pernah menempuh pendidikan nya di sana.


Bapak satu anak itu terlihat sangat seksi dengan tubuh nya yang bermandikan keringat. Lea dan Sesil bertepuk tangan kala Mario dengan gesit memasukkan bola di keranjang dengan sekali sentakan ke belakang.


Baru berhenti saat dirinya benar benar puas, Mario mengambil handuk kecil yang ada di gantungan yang tersedia di tempat itu.


Menghapus keringat yang membasahi tubuh nya sambil melangkah santai menuju kursi di mana Lea dan Sesil sedang duduk setia sebagai penonton.


Mario meraih gelas jus jeruk yang telah di sediakan Lea. Meminum dengan nikmat. Gelas itu kini kosong isinya telah berpindah ke dalam perut sixpack Mario.


Wajah dan tubuh seksinya itu membuat Lea terpesona menatapnya. Mario memilih untuk duduk di samping Lea.


Mario menyodorkan wajah nya melewati wajah Lea, sekilas mengecup pipi Sesil dan dengan spontan mengecup bibir Lea.


Mata indah itu melotot menatap nya, namun Mario tersenyum menggoda sambil mengedipkan matanya.


"Love you?!" bisiknya.


Lea melah mencubit perut Mario dengan gemas "Auuuhh!" membuat yang empunya nya terpekik dan langsung memeluk Lea.


"Cantik!" mencium pipi Lea dengan gemas.


Lea sempat menatap Mario dengan geram tapi Mario malah cuek. Membiarkan istrinya itu memasang wajah dingin.


Sesil menatap wajah kedua orang tuanya itu bergantian dan tersenyum. Serasa kesempurnaan kebahagiaan serta kasih sayang membuat Gadis kecil itu tersenyum.


"I Love You Momm?!" Sesil berdiri memeluk Lea. Gadis kecil itu mencium pipi Lea dengan gemas.


Hal itu juga di lakukan kepada papanya.


"I Love you Daddy?!"


"Love you to beb?!"


Mario membalas pelukan putrinya, sebelum akhirnya dia melangkah ke kolam renang lalu terjun ke sana berenang.


Lea dan Sesil masih tetap di tempatnya menatap Mario yang menjadi objek indah untuk di pandang. Mario yang terlihat sangat tampan dan membuat Lea kembali terpesona menatap nya.


Sebuah rasa yang kini hadir selain rasa simpati terhadap kehidupan Mario dengan putri. Keputusan Lea untuk melanjutkan studinya, setelah Sesil sembuh kini menjadi pertimbangan.


Entah karena kerena Sesil atau juga papanya, yang jelas keduanya membutuhkan kasih sayang Lea.


Lea kini menjadi dilema antara dua pilihan bertahan atau tetap pergi. Pergi sesil akan kesakitan, gadis kecil itu seakan hidup nya kini ketergantungan kepada Lea.


Masa depan Lea yang menjadi tujuan hidupnya kini di pertaruhkan antara menjadi istri yang sempurna untuk Mario dan ibu bagi anak nya, ataukah memilih egois dan mengorbankan Sesil.

__ADS_1


Mario sendiri menyadari akan hal itu, dia tidak akan memaksa biarlah Lea akan menyadari dengan sendirinya.


Setelah puas berenang Mario naik dan memakai handuk melilit di pinggang nya lalu kembali duduk di samping Lea.


"Apakah kamu akan melanjutkan studi mu di Aussie?" Mario bertanya tanpa menatap lea. Tatapan nya kini tertuju kepada Sesil.


"Aku tetap mendukung apa yang menjadi keputusan mu, lanjutkan studi mu, raih lah masa depan mu, aku tau kamu sudah mempersiapkan tujuan hidup mu, dan aku tidak akan menjadi penghalang untuk meraih cita cita mu!"


Hati Lea bergetar itu berarti dia akan terlepas dari Mario. Saat kakinya melangkah keluar dari rumah ini semua akan usai.


Entah apa yang di rasakan Lea, tapi begitu berat untuk meninggalkan Sesil. Gadis kecil itu kini sudah menjadi bagian dari hidup nya.


Melihat Lea hanya diam Mario kembali melanjutkan kalimatnya hingga membuat Lea semakin sesak.


"Aku tau tidak ada yang bisa merubah apa yang sudah menjadi keputusan mu, semua tentang kita harus berakhir karena Sesil sudah sembuh, sesuai kesepakatan kamu akan bebas dari ikatan ini"


Lea tertegun itu artinya Mario akan melepasnya pergi. untuk ke sekian kalinya Lea merasa kehilangan sesuatu dalam hidupnya.


"Terima kasih telah merawat Sesil dengan baik dan menjadi ibu yang sempurna untuk putri ku!"


Perkataan Mario seakan membuat hati Lea tersayat sayat. Tanpa kata Lea menatap ubin yang dingin berusaha menahan air matanya.


Namun tak urung butiran bening itu jatuh berguguran dari kelopak indah nya. Membasahi ujung jari kakinya.


Apa yang menjadi kesempurnaan hidup nya, rasanya semua itu sudah tidak ada, semua akan berlalu dari hidup nya kini.


Sesuatu yang kini terasa begitu hambar, membuat dirinya bagai terombang ambing di samudera kehidupan.


Di mana badai akan kembali menghempaskan hidup nya dan kembali terdampar di kehidupan yang tak bermakna.


"Jangan menangis aku akan selalu mendukung setiap keputusan mu! sayang"bisik mario lembut sambil mengelus kepala Lea.


Lea tidak dapat berkata apa-apa hanya tangisnya yang kian terdengar. Membuat Mario makin mengeratkan pelukannya.


"Ssst,,, jangan menangis! demi tuhan aku tidak sanggup melihat mu menangis seperti ini" Mario menangkup pipi Lea dengan kedua tangannya. jemarinya menghapus lembut air mata yang menetes di wajah tirus nan cantik itu.


Mencium nya dengan segenap rasa di jiwa nya, lalu kembali memeluk nya seakan tidak ingin untuk melepaskan pelukannya.


"Aku mencintaimu! sangat mencintai mu, bahkan aku tidak pernah ingin untuk kehilangan mu,jadilah ibu yang sesungguhnya untuk ku dan juga Sesil, sempurna kan kehidupan ku yang kekurangan ini" bisik Mario. Mengatakan semua yang menjadi beban di hati nya.


"Semua keputusan ada pada mu aku tidak bisa memaksa kehendak ku!" ujar Mario saat Lea menatap nya.


Hati Lea masih gamang antara hati dan perasaan yang entah seperti apa yang Lea rasakan saat ini. Soal hati, Oscar telah memiliki semuanya hingga tidak ada lagi ruang di sana. Mungkin juga Mario akan berada di antara celah nya.


"Sekarang kita sarapan, hari ini aku akan mengajakmu jalan jalan berasa Sesil" ujar mario. membimbing Lea untuk berdiri dan memeluk pinggang nya mengajak masuk kedalam rumah.


"Aku ganti baju sebentar ya" melepaskan pelukannya dan menuju ke kamarnya.


Tidak berapa lama Mario kembali ke dapur dengan memakai celana pendek dengan kaos oblong.


Pria tampan yang awet muda itu terlihat sangat segar dengan senyum yang selalu mengembang di wajah nya.


Mereka lalu sarapan setelah itu Mario menepati janjinya, pergi jalan-jalan bersama Lea dan Sesil.


Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.


Pantai yang menjadi pilihan bagi Mario, mereka kini berada di pantai. Menyusuri tepian ombak sambil memegang Sesil.

__ADS_1


Tangan kanan Sesil di pegang Mario, Lea memegang tangan kiri Sesil. Mereka bermain bertiga bercanda dan tertawa bersama Sesil.


Gadis kecil itu tertawa riang sambil berada di pelukan Daddy nya. Mario tidak mau kalau Lea menggendong sesil yang gemuk dan menggemaskan itu.


Mario punya alasan agar Lea tidak boleh menggendong sesil. itu akan mempengaruhi kestabilan rahim Lea.


Posisi rahimnya akan bergeser atau turun dari tempat nya itu akan membuat Lea merasa kesakitan dibawah perut nya.


Mario mengetahui semua itu saat diam diam dia menemui seorang dokter ahli kandungan teman sekolah nya dulu.


Mario tau dirinya lah penyebab masalah gangguan rahim Lea. hal itu membuat Lea akan sulit untuk memiliki anak. Terkecuali terus mengikuti terapi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Dadd?"


Suara Lea menyadarkan Mario yang menatap Lea sambil melamun.


"Kamu!" jawab Mario asal.


"Kok Aku?!" Lea mengusap rambut Sesil yang kini tertidur di pangkuan nya karena lelah bermain.


"Ya, apakah mungkin ada sedikit celah di hati mu untuk ku, meskipun hanya sedikit?" pinta Mario.


Lea hanya tersenyum dan menatap dalam dalam wajah sendu Mario.


"Ini untuk yang kesekian kalinya ku jalani kehidupan bersama mu, entah ada cinta atau pun tidak, yang ku harap kamu dan Sesil akan bahagia, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan ku juga" tutur Lea.


Tidak ada yang bisa di pungkiri dia seakan berat untuk pergi meninggalkan Sesil. Biar bagaimanapun Sesil telah menjadi bagian dari hidupnya.


"Sesil akan berbahagia bila selalu bersama mu" kata Mario.


"Apakah Daddy nya tidak?" goda Lea.


"Daddy nya akan bahagia bila mommy selalu ada untuk nya di sepanjang sisa hidup ini" Mario menatap lembut wajah Lea yang sedang menatapnya.


Wajah cantik itu sangat menggoda dan membuat Mario melakukan sesuatu yang sangat romantis.


Entah siapa yang memulai bibir keduanya kini bertemu menjadi ciuman yang memabukkan. Hingga Sesil menyadarkan mereka, gadis kecil itu bergerak membuka matanya dan melihat apa yang sedang terjadi.


"Dadd,,,? mengapa mengigit bibir mommy?" pekik gadis polos itu sambil mengerjapkan mata nya.


"Ha hahaaa,,,!" Mario tertawa melihat wajah Lea yang bersemu merah.


"Apakah Mommy tidak mengapa?"mata kecil itu menatap bibir mommy nya.


"Tidak Daddy hanya mencium nya, seperti yang kamu lihat"


"Oooh,,,!" gadis kecil itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara Daddy yang sedang mengungkapkan rasa cintanya kepada mommy.


Sorenya Mario mengajak mereka untuk pulang terlebih dahulu memilih singgah di sebuah Mall membeli semua kebutuhan dapur mereka.


Mario kembali masuk kantor setelah hubungan nya dengan Lea mulai membaik. wajah yang sebelumnya menegang kini agak longgar alis ada sedikit senyuman.



Mario terlihat sedang menanti Dandy yang hari ini agak terlambat karena putri nya sedang sakit.


Karena ada Meeting penting akhirnya Dandy harus me kantor karena Mario sedang menunggu dirinya di kantor.

__ADS_1


__ADS_2