Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
SEkWilda


__ADS_3

Keempat pria itu sedang duduk di satu meja Bundar, dengan beberapa botol minuman.


membahas tentang kegilaan Mario yang nekad mencari Lea sampai ke tempat tinggal nya sekarang.


Siapa lagi kalau bukan Tomy, Dandy , Edo dan Mario. Empat sekawan itu kaget ketika Mario cerita siapa Hackers yang telah meretas data datanya.


"Dari mana kamu akhirnya tau kalau Lea pelakunya?" Tanya Tomy.


Tomy yang ingin mendengar cerita menarik nya ini. ketiganya penasaran.


'"Aku berpikir tidak mungkin orang luar sampai tau, aku baru ingat Lea yang pernah membantu ku"


"Apakah kamu pernah memberikan info rahasia mu kepadanya" Edo menatap nya.


"Tidak selama menjadi istri ku dia tidak pernah mengetahui hal itu" Mario meneguk minuman nya.


"Oooh!" koor ketiga nya.


"Trus gimana reaksi suaminya?" Dandy mulai kepo.


"Menurut mu gimana melihat istrinya bertemu mantan?" tanya balik Mario ke Dandy.


'Mana ku tau?"balas Dandy.


"Yang pasti lah diam diam dia cemburu"


"Gila kamu Rio?! sempai senekat itu Lo ke sana"


"Coba kalo suaminya menghajar mu sampai bonyok" seru Edo.


"Orang suaminya polisi mana bisa dia lakukan hal bodoh" timpal Tomy.


"Yang bodoh nya tuh si Rio ini, rela turunin harga diri demi ketemu mantan yang dia rindukan" ledek Dandy.


Perkataan Dandy di sambut pelotot tajam dari Mario. Yang lainnya ikut tertawa, wajah Mario memerah mendapat Bulian teman temannya.


"Nikmati kebahagiaan mu bro! toh Lea mu itu sudah bahagia, kalo kamu gagal Move on, kapan Lo mau bahagia, kalau hidup terus di bawah bayang bayang masa lalu" ujar Tomy.


Mario tertawa kecil mendengar ucapan Tomy, pria tampan itu sampai saat ini terkadang masih mengingat Lea.


Dia pergi menemui Lea hanya untuk melihat apakah wanita itu bahagia atau tidak, itulah salah satu alasan nya untuk menjumpai Lea.


Wanita cantik itu terlihat berbagia bersama sang polisi. Mario melihat sendiri bagaimana cara pria itu memperlakukan istri nya.


Bahkan sikap nya biasa saja melihat Mario yang tiba tiba ada di dalam rumah nya.


Tidak terkejut bahkan Mario hanya di anggap tamu yang datang ke rumah nya.


Empat pria beristri itu asyik menikmati pertemuan mereka dengan sedikit minum ala mereka.


Tidak terlalu sampai mabuk mengingat para istri yang ganas. coba sampai mabuk bisa bisa bantal dan guling berterbangan keluar.Auto bermalam di teras rumah.


Mario yang masih belum bisa melupakan Lea dari sisi lain hatinya.Mereka berpisah juga karena kesalahannya.


"Apa mau di kata kalian sudah menikah, lagian bentar lagi kamu punya momongan".ujar Edo yang menyesal keputusan Mario dulu.


"Kisah cinta mu, menyedihkan Mulu, dari kakaknya Ampe adek nya gagal teyus, udah deh pulang berikan perhatian buat bini Lo, entar lagi dia melahirkan". kata Tomy sambil menuangkan minuman ke gelasnya.


"Enak kalo uda jadi bapak, semakin seru di panggil papa! rasa capek nya lansung hilang bro" timpal Dandy.


ketiga temannya ini semua sudah memiliki anak, Edo punya dua anak, cewek dan cowok.Dandy punya satu cowok beberapa bulan lagi jadi dua, istri lagi hamil. begitupun dengan Tomy yang sudah punya dua anak.


Tinggalkan Mario yang lagi menunggu bentar lagi jadi bapak. Malah sekarang di pusing oleh sang mantan terindah nya.


"Perhatikan anak istri mu, jangan sampai kamu akan menyesal untuk yang ke sekian kalinya,maka hidup mu akan di isi dengan penyesalan sepanjang masa" ucap Tomy.


Tomy yang prihatin dengan sepupu yang kelewat bego ini. Sudah awalnya di kasi berlian malah asyik bermain dengan bongkahan lumpur.


Di kasih kembali berlian malah memilih bongkahan batu karang. cadas nya bikin menyesal.

__ADS_1


Setelah di beri wejangan dari ketiga temannya dengan sedikit pencerahan kepada Mario, mereka baru bubar, pulang ke rumah masing-masing, garap sepetak sawah yang bikin enak bin nikmat.


Pagi yang cerah matahari dengan ramah memberikan senyum hangat pada sekalian penghuni globe.


Terlihat Mario yang tampan abits sedang menemani sang istri yang gemuk nya membahana badai.


Beruntung wajah Karina ada sedikit aura kecantikan nya. sekian banyak pasang mata melihat ke arah mereka.


Memuji sang suami yang menggandeng mesra si istri yang bobot nya naik berkali-kali lipat.


Tinggal beberapa Minggu lagi Karina akan melahirkan. Mereka pun sudah tau calon anaknya seorang cewek.


Jauh dari impian Mario untuk mendapatkan anak cowok. Cewek pun tidak apa masih ada kesempatan untuk bikin yang cowok nantinya.


umur mereka toh masih muda belum ketuaan, yang kakek aja masih bisa cetak baby, apalagi dengan Mario yang masih kuat untuk patah baja ini.


"Sayang,Aku capek!" Karina mengeluh capek.


Kakinya serasa berat untuk di angkat, mereka akhirnya duduk di bangku taman.


Mario dengan rasa sayang nya mengelus lembut perut Sang Istri.


"Auw,,,!" pekik Karina saat yang di dalam sedang merespon usapan papanya.


Benjolan kecil yang bergerak gerak di dalam sana, akibat tonjokan si jabang bayi. atau mungkin juga tendangan kaki mungilnya.


Mario tersenyum ada rasa bahagia yang hadir saat melihat si orok yang sedang berkomunikasi dengan papanya melalui rasa.


Rasanya akan sempurna kehidupan nya menjadi seorang pria sejati. karena sebentar lagi akan menjadi bapak.


'Apakah sakit?' tanya mario lembut.


"Sedikit"


'Apakah dia membuat mu tidak nyaman?"


Jawaban itu seakan di tujukan kepada Lea, yang Karina tau sampai saat ini mereka belum punya anak. Padahal yang menikah duluan itu Lea dengan Oscar.


Karina sendiri merasa senang Lea malah pergi dari Mario dan memilih untuk menikah dengan pria lain.


Dan akhirnya dia berhasil bisa menikah dengan Mario yang sangat di cintai nya. Terlebih lagi Mario yang kecewa dengan Lea memilih untuk menikahi Karina.


Betapa bahagia Karina sampai sampai dia mengelilinginya dunia sangking bahagia nya.


Mendapatkan Mario yang Tampan, plus kaya ih gemesnya.


Karina sendiri sampai sampai memilih untuk cepat cepat punya anak agar bisa mengikat Mario agar tidak terlalu mengingat mantan istrinya.


Padahal Karina tidak tau kalau suaminya itu diam diam mengunjungi Lea di pulau Sumatera, dengan alasan sahamnya, sekalian dia ingin tau apakah Lea bahagia atau tidak.


Apa jadinya kalau sampai Karina mengetahui hal itu,bisa bisa burung Mario di ikat di pohon cabe.


"Sayang?! aku lapar" rengek Karina.


Karina yang sifat manjanya pun berkali kali lipat menuntut perhatian Mario, bila ada di dekat suaminya itu.


"Baiklah ayo kita pulang!" ajak Mario sambil membantu Karina untuk berdiri.


'Ayangh?! kaki ku rasa nya sangat berat gimana kalau minta gendong" Rengek karina.


Mario terkejut mana mungkin dia bisa menggendong istri nya yang kelewat gemuk di tambah perut buncitnya, beberapa berat badannya?


"Sayang aku tidak mungkin menggendong mu" bisik Mario.


"Ayang ini permintaan baby mu?!' masih merengek.


"Okey, kita tunggu saja sampai baby nya lahir, barulah papa gendong ya" Mario tersenyum mengelus perutnya.


'Aku juga mau di gendong?!'

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu sudah lahiran papa akan gendong kalian berdua" Mario pasang wajah tertampan nya.


Padahal dalam hatinya merutuk berapa berat badan Karina kalau habis melahirkan? bisa patah tulang nya mengendong bayi kawakan ini.


Karina tersenyum senang mendengar gombalan Mario yang akan menggendong nya nanti. Di gendong pakai Eksapator saja ya say?! biar terasa ringan.


"Lapar ayo pulang?!"Ajak Karina berasa senang.


Rasa laparnya mendadak hilang membuat Mario merasa lega. Tapi belum lagi lega nya habis si istri merengek lapar minta makan seekor ayam goreng.


"Ayam nya harus di goreng utuh jangan di potong !' pekik Karina saat Mario yang hendak menggoreng ayam untuk nya.


"Baiklah sayang akan ku goreng seekor ini untuk mu"


"Maacih papa!",suara Karina menirukan anak kecil.


Mario memeluk nya memberikan kecupan hangat dan ******* pada bibir istrinya. Mario membuat Karina merasa bahagia.


Mario dengan telaten melayani Karina, mengingat sang istri yang kini Obesitas. Pada berat semua, kaki tangan dan semuanya.


*


"


*


Di kediaman nya Lea yang sedang di diamkan Oscar sepeninggal Mario.


Lea tidak tau apa penyebabnya, rasanya dia tidak buat kesalahan.


Lea yang punya penyakit tidak peduli mulai kambuh. di cuekin suaminya bukan nya bertanya Lea malah lebih cuek lagi.


Oscar yang mendapatkan kesan cuek sang istri malah kepanasan sendiri dia akhirnya mengalah.


Sejak pulang dari tugasnya sampai hari ini Oscar tidak menyentuh istinya.


"Seberapa lama cobra mu bertahan untuk tidak mengamuk minta masuk sarang?!'


Lea tersenyum melihat Oscar yang diam diam mulai gelisah sendiri.


"Hari ini aku mau berkunjung ke Sekwilda dulu" Bisik Oscar sensual yang tiba tiba memeluk Lea yang lagi asyik dengan Laptopnya.


Lea yang punya kebiasaan memakai tank top bila di rumah dengan bawahan ketat membuat Oscar semakin tidak tahan untuk tidak menerkamnya.


"Baik lah! akan ku siapkan pakaian mu!" Lea dengan cueknya berdiri, hendak membuka lemari. Dia tidak peka dengan apa maksud Sekwilda yang di maksud Oscar.


Oscar yang makin gemas dengan sikap cuek Lea kepadanya. Membuat Oscar langsung menyerangnya dengan ganas.


Oscar melancarkan aksi balas dendam dengan ciuman ciuman Hot nya di beberapa tempat selain ******* rakus bibir seksi istri nya.


Setelah itu Oscar benar-benar berkunjung ke sekwilda dan menggila disana. Oscar yang semakin membuat Lea mendesah nikmat.


Oscar menggendong Lea membaringkan di tempat tidur. Lalu melakukan serangan panas dan ganas di sekwilda.


Wahhh! yang di maksud Oscar dengan sekwilda adalah Sekitar Wilayah Dada Lea yang montok berisi.


Oscar yang haus dan dahaga benar benar tidak memberi jeda waktu untuk Lea beristirahat. Oscar terus menggempur istrinya sampai menjelang pagi, membalas dendam.


Si Pitung eh anu si cobra yang benar benar mengamuk saat masuk sarang. Setelah beberapa hari Oscar tidak menyentuh istri nya.


Selanjutnya silahkan berhalues sendiri 🤣.


*


*


*


***Love you All ❤️❤️❤️ jejak nya dong***

__ADS_1


__ADS_2