Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Kehadiran Mantan


__ADS_3

Mario yang merasa capek pulang kerja, tersenyum dan rasa capeknya seakan hilang melihat senyum dua wanita yang menyambutnya.


"Daddy???!" Si kecil Sesil yang imut berlari menyambut papa nya.


"Dadd?!" senyum Lea mengembang sempurna.


Sebuah kecupan mendarat di bibir nya, serta pelukan hangat menyambut nya.


Lea melepaskan pelukannya lalu Mengambil tas kerjanya dan membantu melepaskan dasinya. Lea yang tinggi badannya hampir menyamai tinggi nya Mario, tidak merasa kesulitan membuka dasi suaminya.


Mario mengelus lembut perut buncit yang kini mulai agak turun. Itu bertanda tidak lama lagi Lea akan segera melahirkan.


Menatap lembut wajah cantik yang belakangan susah tidur itu. Mengecup lembut bibirnya,Mario merasa kasihan sama istri nya yang bila malam hari tidak bisa tidur.


Bila malam Lea merasa makin sesak miring kiri tidak bisa, balik kanan terasa makin sesak. Benar benar suatu siksaan.


Lea sering gelisah mengeluh sesak nafas bila malam hari. Mario selalu menemani nya bila dia tidak bisa tidur.


Mario dengan penuh kasih selalu mengelus perutnya dan membantu menopang tubuh gendut Lea bila ingin bersandar.


Ia tau saat Lea butuh sandaran, Ia tau kegelisahan istri nya itu karena anak kembar yang di kandung nya.


"Maaf kan Daddy sayang" bisik nya sambil mengelus punggung Lea dengan lembut.


"Minta maaf untuk apa dadd?" Lea menatap wajah tampan suaminya.


"Maaf karena anak anak ku sudah membuat mu tidak nyaman"


"Daddy! taukah engkau betapa sangat bahagia nya aku, memiliki mereka bahkan aku sendiri sudah tidak sabar menunggu kelahiran mereka"ucap Lea sambil mengelus perutnya.


Senyum terukir di bibirnya rasanya kebahagiaan akan melengkapi hidup nya. Mario yang selalu memanjakan dirinya.


Apa pun yang di inginkan Mario selalu menuruti nya.


Hanya satu yang ada di dalam doa nya semoga anak anak nya lahir dengan selamat. Tidak kurang satu apapun.


"Daddy" Lea menatap wajah suaminya yang semakin tampan.


"Hmmmm! apakah ada yang kamu inginkan?" Tanya Mario mesra dengan suara seksinya, mengecup sekilas bibir Lea.


Tangan nya mengelus lembut perut buncit yang menurut nya berapa Minggu lagi akan melahirkan. Dia seakan tidak sabar untuk menunggu kehadiran anak anaknya ke alam fana ini.


"Mau di beri nama siapa anak anak mu Dadd?"


"Sayang,,,! biar mereka hadir, barulah kita berikan mereka nama oke?"


Kembali mengecup bibir istrinya yang kini mengalami susah tidur. Tangannya masih dengan lembut mengusap perut sang istri.


"Dadd! lapar, pingin makan Salad buah" ucap nya.


"Oke bentar Daddy buat kan salad nya ya, untuk kalian"


Mario beranjak turun dari tempat tidur menuju dapur. Menuju kulkas mengambil beberapa jenis buah untuk membuat apa yang di inginkan bumil.


"Sayang?! nih salad nya, biar Daddy suapi kalian!"


Mario masuk dengan membawa nampan berisi salad buah yang di inginkan istrinya, tidak lupa pula segelas susu hangat.


Ia meletakkan nampan nya di depan Lea dan menyuapinya dengan hati hati. Setelah itu memberikan susu dan di teguk habis oleh bumil.


"Terima kasih Dadd"


Menatap Mario yang sibuk membereskan tempat makannya. Mario yang kini menjadi suami Siaga, dia kini sibuk di rumah mengurus istri dan anaknya.


Sementara urusan kantor sepenuhnya menjadi tanggung jawab asisten andalan nya Dandy.

__ADS_1


"Sekarang waktunya kita istirahat sayang" Mario membantu Lea merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Menarik selimut namun Lea menolaknya katanya gerah.


"Sayang ayolah"


Ruangan ber AC yang sudah cukup dingin itu tidak di rasa kan oleh nya. Mungkin karena pengaruh kehamilan.


Mario terpaksa menuruti kemauan istri nya ia yang tadinya bertelanjang dada kini merasa dingin. Merebah di samping istri sambil terus menatap wajah yang semakin terlihat cantik nan seksi menggoda.


Tangan nya menyentuh bibir seksi yang selalu menggoda untuk di *****. Mengelus ya penuh cinta.


Mario mendekat kan wajah nya bau mint nafasnya menyapu lembut wajah Lea. Lelaki yang kini sangat mencintai istrinya itu menatap wajah cantik itu dengan lembut. Senyum mengembang di wajah tampan nya.


Tidak tahan untuk **********, dengan lembut Mario mulai menyentuh bibir yang selalu membuat dirinya mabuk kepayang.


Menghisap dan ******* penuh perasaan ciuman yang tadinya pelan kini berubah panas. Sudah menjadi kebiasaan Mario ia selalu mengobrak Abrik rongga di dalam sana. Memainkan lidahnya penuh gelora.


"I Love You mom!" Bisiknya sambil mengelus pipi mulus itu.


Lea tersenyum manis sambil mengelus pipi suaminya yang kebiruan bekas di cukur. " Love you to"


Tiada yang lebih membahagiakan bagi Mario selain melihat senyum istri nya. Ia mengecup sekilas bibir Lea. Sambil satu tangan nya mengelus lembut perut istri nya.


Perlahan Lea memejamkan matanya dan terlelap tidur terbuai mimpi. Setelah istrinya benar benar tertidur pulas, barulah Mario memejamkan matanya ikut terbuai mimpi.


Menjelang pagi Lea terbangun saat si kecil di dalam sana mulai menendang bergerak. Perutnya terasa lapar. Perlahan melepaskan tangan Mario yang sedang memeluknya.


.


Mario membuka matanya saat merasakan Lea melepaskan tangannya dari perut nya.Benar benar suami siaga.


Ia pun ikut bangun membantu istri untuk turun dari tempat tidur, lalu menuju kamar mandi. Setelah menyelesaikan ritual nya di kamar mandi, ia lalu menuju ke dapur.


Seperti biasa Mario akan sibuk membuat sarapan untuk istri dan anaknya. Keluarga kecil itu berolahraga dengan jalan santai di taman dekat rumah mereka.


Kebetulan weekend banyak yang bersama keluarganya jalan pagi di taman itu. ada juga beberapa ibu hamil bersama suaminya. Ada yang bersama anak anak nya.


Perutnya yang membesar melebihi ukuran wanita hamil pada umumnya. Puas jalan jalan mereka memilih untuk duduk di bangku taman.


Sekecil Sesil bermain bersama teman-temannya yang kebetulan berada di sana. Mario mengawasi anaknya dari tempat duduk sambil mengelus punggung Lea.


"Haus dadd!"


"Bentar ya?"


Mario melangkah menuju penjual minuman yang ada di seberang jalan di sekitar taman. Membeli air mineral dan juga es krim untuk mereka.


"Hay Gerald!" Seorang wanita cantik dengan pakaian olahraga nya yang seksi tiba tiba menyapa Mario, menghampiri nya.


Mario hanya diam tidak menjawab sapaan wanita itu. Dia adalah Regina, bahkan Mario tidak ingin bertutur sapa dengan nya.


Regina menghampiri Mario dengan senyum yang manis. "Apa kabar?" menanyakan kabarnya Mario.


"Seperti apa yang kamu lihat" jawabnya datar.


Regina merasa heran melihat Mario membeli banyak es krim dengan rasa yang berbeda beda.


"Cerita nya lagi borong es krim nih" kata regina menghampiri nya.


"Untuk istri dan anak ku" jawab nya tidak menghiraukan Regina.


"Baiklah aku akan membantu membawanya, sekalian berkenalan dengan istri mu" Regina hendak mengambil es krim dari tapi Mario menolak.


"Terima kasih" Mario buru buru pergi, tidak ingin berurusan dengan perempuan di masa lalu nya itu. Ia tidak ingin wanita itu mengusik kehidupan nya lagi, apalagi dengan kondisi Lea yang sedang hamil.


Wanita itu tidak kehabisan akal dia malah mengikuti kemana Mario pergi. Melihat Mario menghampiri seorang wanita yang sedang duduk di bangku taman memberikan es krim kepada nya .

__ADS_1


"Siapkan wanita yang beruntung itu!" dalam hati Regina penasaran. Segera menghampiri mereka.


"Selamat pagi Gerald?" sapa Regina sambil tersenyum.


Mario menatap tajam Regina yang sedang tersenyum manis kepada nya dan mengangguk ramah kepada Lea.


Lea menatap wanita yang baru di lihat nya itu dengan dahi yang berkerut. Pasalnya tidak ada yang memanggil Mario dengan sebutan itu.


"Maaf, mengganggu,nama ku Regina teman kuliah Gerald waktu di negeri Paman Sam, pasti istri nya Gerard ya?" Mengulurkan tangannya kepada Lea, dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya.


"Lea!" Tersenyum menyambut uluran tangan Regina. Menatap wajah cantik regina dengan bodynya yang aduhai.


Melihat sikap Mario yang tak acuh dengan kehadiran Regina, Lea sudah bisa menebak, pasti mereka pernah ada hubungan spesial.


Mario yang melihat kehadiran Regina hanya diam. itu semakin memperkuat kecurigaan Lea.


"ngapain juga perempuan laknat ini"Ia tidak ingin berbicara dengan Regina bahkan tidak ingin mengenal wanita itu lagi.


"Aku senang bisa bertemu dengan teman lama ku" katanya lagi.


"Daddy mau lagi es krim nya"


Regina menatap gadis kecil yang menghampiri mereka dan memanggil Mario Daddy.


"Hai cantik? ini pasti pasti putri mu" gimana kalau kamu ikut Tante kita beli es krim" Regina membungkuk mendekati Sesil.


"Jangan kuatir Tante ini teman akrab Daddy mu" kata Regina saat Sesil menatap nya curiga.


Senyum lembut terpancar dari wajah cantiknya, meyakinkan Sesil. Gadis kecil itu menatap ke arah papa nya. Mario menggeleng mengetahui apa arti tatapan Putri nya, tanda meminta ijin dari nya.


"Maaf Tante Sesil tidak di bolehkan Daddy" ujar nya.


"Sesil namanya ya? cantik! kenalkan, nama Tante Regina, biasanya Daddy mu memanggil Regi, nah Sesil yang cantik boleh panggil Tante Regi seperti panggilan Daddy" Regina berusaha akrab dengan putri mantan kekasihnya itu.


"Daddy, untuk apa es krim sebanyak itu?" Lea merasa heran dengan es krim yang ada di tangan suaminya. Mengalihkan perhatian Mario agar tidak bersikap dingin kepada Regina.


Mario sengaja membeli beberapa es krim untuk mereka "tau aja ada yang mau lebih"


Melihat Daddy membeli banyak es krim Sesil merasa senang. meninggalkan teman temannya untuk makan es krim.


Lea memilih untuk minum air mineral tidak ingin untuk makan es krim.


"Nih es krim nya" Mario menyodorkan es Kepada Lea.


"Aku tidak ingin makan es krim"


"Nih rasa vanilla nya enak lho" bujuk Mario.


Mario menyodorkan es ke mulut Lea, hingga wanita itu terpaksa mencicipi nya. Benar saja es krim rasa vanilla nya.


"Gimana enak tidak?" tanya Mario sambil tersenyum.


"Hmm,,,, benar juga rasa nya beda!" Lea berkomentar.


Mario kembali menyuapinya dengan es krim rasa vanilla. Gayanya benar benar romantis. Sesil tidak mau di suapi memilih untuk makan sendiri es krim nya.


Regina berusaha bermain dengan Sesil, tidak ingin mengusik Mario untuk saat ini.


Mereka bermain di taman sambil bercanda cerita dan tertawa. Benar benar keluarga kecil yang bahagia.


Semua itu di saksikan Regina dengan hati yang iri, ia merasa iri dengan kebahagiaan Mario.


*


*

__ADS_1


*


***** Love You All ❤️❤️❤️ Salam Rindu*****


__ADS_2