
Thor sedang berduka, cerita nya jadi tidak vocus malah jadi tidak bersemangat.
Dalam dua bulan ini Thor kehilangan dua orang yang sangat di cintai.
*
*
*
Oscar yang baru menyadari seperti apa sikap nya Lea. Sangking cinta nya pada lea, sampai Oscar lupa bahwa Lea bukanlah tipe wanita yang lemah.
Lelaki tampan kaya dan mapan seperti Mario bisa saja dia tinggalkan.
Apalagi dirinya yang hanya hidup apa adanya mengandalkan gajinya sebagai seorang polisi. Meskipun ketampanan Oscar menjadi idaman semua wanita terutama polwan polwan yang mengira Oscar belum menikah.
Di tambah lagi motto My LeGaCy yang "Bersatu kita teguh bercerai kawin Lagi" Itu terbukti dengan apa yang di alami Mario.
Lea bahkan pergi dari Mario, cinta tidak membuat dirinya melemah. Hingga harus bertekuk lutut pada seorang lelaki yang jelas-jelas menyakiti nya.
Cinta bahkan membuat Lea menjadi wanita yang kuat dan mandiri tanpa harus berharap hingga akhirnya harus menderita dan sakit hati.
Sikap Oscar yang membuat Lea harus terluka, hanya karena pesan yang di kirim Mario.
Lea menatap Oscar dengan tatapan yang sulit di artikan. membuat oscar merasa bersalah. entah apa makna dan arti tatapan itu.
"Maaf kan aku" Oscar memeluk Lea.
Sosok cantik itu hanya diam, entah mengapa hatinya jadi membeku, senyum manis biasanya indah tidak tampak hanya wajah dingin yang membuat oscar menjadi gelisah.
melihat istrinya hanya diam Oscar langsung menggoda nya. Oscar mengambil ponselnya dan menghubungi Lea.
Lea yang sedang serius dengan laptopnya segera mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa si penelpon nya.
"Halo,,,?" Lea meletakkan ponsel di telinga nya.
"Sayang,,?! Aku rindu?!" suara Oscar terdengar sensual di ponselnya.
Sontak Lea melotot melihat ke arah Oscar yang sedang bertelanjang dada sambil memainkan ponselnya dengan senyuman nakal.
Lea menunjukkan kepalan tangannya, sambil melotot membuat Oscar tertawa.
"Suami mu ini juga butuh perhatian bukan cuma Laptop mu itu" bisik Oscar memeluknya.
"Jangan ganggu!"
"Aku akan terus mengganggu mu!"
"Dadd,,!aku sedang mengerjakan tugas kampus ku" pekik Lea saat Oscar menutup laptopnya.
"Pe-Er mu juga lebih penting dan itu sudah beberapa hari tidak kamu kerjakan" ucap Oscar.
"Baru juga beberapa hari, kalau kamu berdinas sampai berhari-hari juga tidak masalah" kata Lea cepat.
"Sayang aku kan lagi tidak berdinas, kangen!" Oscar pingin di manja istri nya.
Lea berdiri ingin menghindar tapi Oscar langsung memeluk nya.
"Dadd?! kamu tidak membantu aku malah...
Lea tidak bisa berbicara Oscar sudah menyumbat mulut Lea dengan bibirnya.
"Aku akan mengerjakan tugas mu itu setelah kita bayar hutang" bisik Oscar lalu melanjutkan kegiatan nya.
Oscar mulai dengan ciuman hotnya, Oscar yang lihai dalam memainkan ciuman panas nya, membuat Lea mendesah nikmat.
Oscar membawa Lea ke tempat tidur memulai dengan serangan maut nya
Dengan penuh gairah Oscar mencumbu nya, membuat Lea terlena dengan permainan suaminya.
Pakaian Lea mulai di lepas Oscar dan berserakan di lantai. Mereka mulai dengan kegiatan panasnya di ranjang.
******* dan rintihan kenikmatan terdengar indah bersahutan di antara peluh yang bercucuran, membasahi tubuh keduanya.
Oscar yang seakan tidak pernah puas menikmati tubuh indah istri nya. mereka tersenyum setelah mencapai puncak kenikmatan.
Bukan Oscar nama nya kalau dia tidak membuat Lea lemas tak berdaya dalam pelukannya.
"Sayang?!" suara Oscar terdengar seksi sambil mengatur pernafasan nya setelah marathon.
"Hmm,,,?!" sahut Lea sambil memejamkan matanya.
"Terima kasih!"
"Bayar! kerjakan tugas kampus ku"
Oscar terkekeh mendengar ucapan istri nya yang membuat dirinya gemas. kembali di lumatnya bibir Lea.
__ADS_1
"Dadd!" hentikan!".
"Kamu membuatku tidak ingin berhenti!"
Lea sudah tidak peduli dia ingin tidur saja, karena capek akibat ulah suami mesum nya ini.
Oscar tersenyum melihat Lea yang mulai terpejam dengan nafasnya yang mulai teratur. dia tertidur karena kelelahan melayani nafsu suaminya.
"I Love You" bisik Oscar mengecup sekilas bibir Lea.
"Aku sangat menyayangi mu, bahkan aku tidak ingin kehilangan mu".
Oscar lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. setelah selesai dengan mandi nya, Oscar mengenakan celana pendek dengan kaos oblong.
Dia lalu duduk di meja kerja membuka laptop Lea.
Memeriksa tugas kampus Lea dan membantu mengerjakan nya.
Oscar yang sibuk mengerjakan tugas Lea yang menguras otak nya. Oscar berdecak mengakui kecerdasan istri nya.
Hampir dua jam Oscar baru selesai dengan tugas kampus istri nya. Ternyata lebih sulit tugas kampus Lea, dari pada tugas nya melacak keberadaan para buronan polisi.
Setelah selesai mengerjakan tugas tugas kampus istri nya.Oscar dengan iseng memasang foto nya menjadi wallpaper layar Lea.
Oscar tersenyum menatap gambarnya di layar itu, begitu Lea menghidupkan Laptop nya maka tampaklah seorang Oscar di hadapannya.
Oscar menghampiri Lea yang masih pulas di bawah selimut. perlahan dia mengecup bibir seksi yang selalu mengundang ke kejahilan nya.
"Enghh,,,!" Lea menggeliat saat Oscar mengelus perutnya.
"Sayang?!" bangun sudah sore, kita akan ke rumah mengunjungi orang tua ku" bisik nya sambil membelai lembut pipi Lea.
"Dadd,,,?!" kenapa tidak bilang dari tadi biar aku bisa membelikan sesuatu buat mereka" ucap Lea pelan dengan suara serak.
"Hmm,,,aku lupa!"
"Bagaimana tidak lupa kalau kamu sibuk menggarap tubuh ku?!" Lea perlahan bangunan mendudukkan tubuhnya.
Kedua tangannya sibuk membetulkan rambutnya yang berantakan. tubuh seksinya terlihat menggoda saat selimut nya terlepas.
Oscar terkekeh mendengar perkataan istri nya, Lea yang sangat mengemaskan.
"Kamu selalu membuat ku mabuk kepayang, hingga lupa akan segalanya"
"Kerja mu balas dendam Mulu" ketus Lea.
"Eh,,,kamu malah suka kan?"
"kalau punya istri cantik mengapa harus selingkuh?"
"Siapa tau aja kamu ke gatelan?!"
"Yang selalu membuat aku gatal itu kamu,,,! .Ayo mandi jangan bahas itu" Oscar menggendong nya ke kamar mandi.
"Berpikirlah tentang kebahagiaan kita, jangan berpikir yang tidak-tidak, mandilah,aku tunggu"
Oscar menurunkan Lea di kamar mandi lalu keluar menuju dapur membuat segelas susu dan kopi nya serta beberapa jenis buah kesukaan istri nya.
Setelah itu meletakkan di nampan dan membawanya ke ruang tamu dan merangkap ruang keluarga. maklum rumah asrama hanya kecil bersekat.
Selesai mandi Lea sudah rapi berpakaian dia menemui suaminya yang duduk santai menonton berita kriminal.
Lea lali duduk di sampingnya, tangan Oscar meraih pinggang Lea, mendekat kan tubuhnya, membawa Lea dalam dekapan hangatnya.
Sekilas Oscar mengecup lembut pipinya, wangi tubuhnya menyeruak di Indra penciuman nya.
"Nih sayang di minum" Oscar memberikan gelas susu kepadanya.
Makasih Dadd!"
Lea tersenyum kepadanya, lalu meneguk susu buatan suaminya.
Itu sudah menjadi kebiasaan Oscar dia akan selalu memperhatikan semua kebutuhan istrinya. sampai di soal pembalut sekalipun.
"Sayang? kayaknya bulan ini kamu belum mens ya?" tanya Oscar.
Oscar yang sudah hafal betul setiap tanggal berapa istri nya menstruasi. Berapa banyak pembalut yang di pakai selama masa itu. hingga berapa hari lamanya.
"Kayaknya sudah lewat seminggu"
Oscar memperhatikan tanggal di ponselnya. melihat tanggal mens istri nya.
Lea meletakkan gelas susu di tangan nya lalu melihat tanggal yang ada di ponsel Oscar.
"Benar ini sudah lewat seminggu" Lea menatap Oscar.
Keduanya kini bertatap mata entah apa yang ada di pikiran mereka.
__ADS_1
Lea berpikir Oscar pasti mengharapkan kehamilannya, mengingat Lea yang rutin menjalani terapi.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak" Oscar menciumnya, penuh pengertian.
Oscar tidak ingin Lea terbebani dengan mengharapkan kehamilannya. Oscar tidak akan memaksa kan hal itu.
"Bilamana tuhan memberikan amanah itu maka kita akan bersukur.Tapi kalau belum saatnya kita harus bersabar, berusaha sambil berdoa. toh kita masih punya banyak kesempatan untuk membuat nya". jemari Oscar mengelus lembut pipi Lea dengan penuh rasa sayang.
"Maaf kan aku yang tidak sempurna bagi mu" kata pelan.
Ada nyeri dari rasa sakit yang berusaha dia pendam. Oscar merupakan pria normal laki laki mana yang menikah dan tidak ingin punya anak?
ada rasa ketakutan tersendiri di hati Lea jika suatu saat Oscar akan meninggalkan dirinya.
"Jangan katakan apapun, aku ingin kamu selalu bahagia ada dan tanpa diriku" Oscar mencium nya lembut. "Aku sangat mencintaimu dan menyayangi mu dengan segenap jiwa raga ku".
Lea semakin membenamkan wajahnya di dada sang suami.
"Bersiaplah kita berangkat ke rumah orang tua ku" ujar Oscar.
"Kamu sih tidak bilang sejak awal" sungut Lea.
"Sudah jangan repot sayang,,,,?! mereka akan senang melihat kehadiran mu, itu cukup membuatku mereka senang"
Benar saja sesampainya mereka di sana, mommy menyambut nya dengan wajah berbinar senang.
Pelukan dan ciuman hangat nya, membuat Lea merasa senang.
'Kakak?!" Lina langsung menghambur memeluk Lea.
"Sayang!" Lea menyambut nya dengan merentangkan tangannya.
"Lama tidak jumpa aku kangen" ujar Lina.
"Tuh Abang mu yang mengurung kakak dalam sangkarnya " Lea melirik Oscar.
Suaminya itu tersenyum lalu memilih bercerita dengan Daddy nya di teras depan.
Lea lalu membantu mommy memasak untuk makan malam mereka.
"Apakah kalian masih menjalani terapi?"tanya Daddy.
"Sudah dua bulan kami rutin Dadd!"
"Semoga berhasil dan kalian bisa memberikan cucu untuk kami"
"Amin!"
Dua kaum Adam beda generasi itu serius bercerita hingga waktunya makan malam.
Setelah makan malam bersama Oscar dan Daddy melanjutkan ceritanya, sementara adik laki Oscar Lagi serius belajar menjelang ujian akhir.
Mereka baru berpamitan pulang saat Lea mulai mengantuk.
"Mom,,,,Dadd!" Lea menyalami kedua nya sebelum masuk ke mobil.
pagi nya Lea terbangun dia melihat suaminya yang masih pulas.
Setelah mandi, menyiapkan sarapan dan pakaian dinas suaminya. Lea mulai duduk di meja kerja nya. Dia akan mengerjakan tugas kampus nya karena harus di kirim secepatnya hari ini.
Lea terkejut saat menghidupkan Laptop nya.
Di layar itu tampak lah gambar sang suami yang keterlaluan ulahnya. Lea tersenyum menatap foto suaminya yang ada di layar benda canggih itu.
l
Lea malai membuka file tugas tugas nya, dia terkejut ternyata Oscar sudah mengerjakan semua tugas nya.
Lea hanya kembali meneliti semua yang telah di kerjakan suaminya. setelah merasa semuanya benar Lea lalu mengirimkan file itu ke fakultas nya.
Setelah Lea tersenyum puas melihat file nya terkirim dan tidak di tolak.
Namun beberapa saat tiba-tiba Lea terdiam, merasakan sesuatu dalam perut nya bergejolak.
Secepat nya Lea ke kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya. Lea merasa mual dan muntah muntah.
*
*
*
****Love you All ❤️❤️❤️ dengan susah payah akhirnya bab ini selesai juga.
Dengan dukungan dan suport dari orang orang tersayang.
__ADS_1
Meskipun cerita nya tidak lah bagus, karena Thor yang lagi dalam masa pemulihan.
Salam paling sayang untuk kalian semua...my Friend. Love ❤️❤️❤️