
Bunda Ranny terkejut mendengar penuturannya Dokter Via Dokter Via dan tim nya berhasil melakukan operasi menyelamatkan Ketiga anak kembarnya.
Namun dua jam telah berlalu pasca operasi, Lea belum juga sadar kan diri.
Mario terlihat sangat khawatir ini lah yang selama ini menjadi ketakutannya. Trauma mungkin ya, karena yang saat ini terpejam seakan terlelap dalam tidurnya itu adalah wanita yang sangat di cintai nya
Takut Lea akan bernasib sama dengan Karina, membuat Mario terlihat sangat sedih.Pria itu duduk di sisi tempat tidur istri nya.
"Bangun lah sayang, jika kamu marah padaku, tapi jangan biarkan anak anak mu sampai menderita" Bisik Mario, ada butir benih yang menetes dari sudut matanya.
"Maaf kan aku, jika masa lalu ku yang suram hingga membuat mu terluka, tidak ada sedikitpun niat ku untuk melukai mu, tidak pernah terbesit untuk menduakan hati ku, Aku sangat mencintaimu demi tuhan" bisik Mario dengan bahu yang berguncang.
Dunia seakan runtuh menimpa dirinya dan membuat pria yang kini memiliki empat orang anak itu seakan rapuh.
Bertubi tubi cobaan datang mengguncang kehidupan rumah tangganya. Dan kini Regina yang sudah membuat istri nya mengalami hal yang tragis.
Mario mengepal geram, mengingat perbuatan Regina. Rahangnya mengeras dan wajah nya menampakkan kebengisan.
Mario mengambil tisu mengusap sisa air mata di pelupuk matanya. Tangannya merogoh Ponsel di saku celana.
Saat ia sedang mendial nomor Dandy, asisten nya itu datang di waktu yang tepat.
"Kamu siapa yang telah membuat istri ku seperti ini?" Katanya menatap Dandy.
Dandy bergidik melihat wajah Mario yang kini mengerikan.
"Aku tidak tau" Dandy menggidikan bahunya.
"Regina, bereskan wanita itu,dia adalah penyebab anak anak ku lahir bukan pada waktu hingga membuat istri ku mengalami nasib seperti ini" geram Mario dengan wajah beringas.
"Jadi Regina penyebab semua ini" Dandy terkejut dan kejap berikutnya wajah nya terlihat menyeramkan.
"Wanita itu tidak bisa di beri ampun" desisnya.
*******
Di sebuah ruangan, tepatnya di kamar sebuah hotel, Regina tertawa puas dengan seorang Pria yang sengaja dia bayar untuk memantau perkembangan Lea.
"Kerja yang bagus, kamu berhasil mengirimkan foto dan Video itu sebelum Mario memblokir akun ku" kata Regina di sela tawa nya.
"Aku sudah menduga wanita bodoh itu akan terkejut dan mengalami keguguran saat melihat semua tentang suaminya. Tapi mengapa anak anak sialan itu harus hidup tidak mati sekalian bersama ibunya itu" geramnya.
"Tugas mu habisi wanita itu bersama anak anak nya, mereka adalah penghalang bagi ku untuk memiliki Mario" katanya jahat menatap pria yang kini tersenyum di hadapannya.
"Tenanglah beb! apa yang kamu inginkan akan ku penuhi, setelah kita bersenang-senang" Pria itu mendekati Regina mengelus pundak nya yang terbuka.
Tangan pria tidak tinggal diam, mulai merayap ke mana mana menggerayangi tubuh seksi Regina. Wanita yang terbiasa dengan kehidupan bebas itu tidak menampik nya.
Dia bahkan dengan senang hati menikmati sentuhan sentuhan nakal penuh gairah dan sensasi dari sang Pria.
"Dev!" Pekik Regina saat pria bernama Dev itu mendorong nya hingga terlentang di atas tempat tidur.
Dan terjadilah aksi pergumulan panas kedua insan yang mulai berbuat dosa itu. mereka tidak mengenal dosa demi nafsi bejat nya.
Di tambah lagi dengan Regina yang merupakan wanita binal, dengan senang hati melayani setiap pria yang menginginkan tubuh nya. Pria itu Menikmati tubuh seksi Regina dengan penuh gairah.
Setelah puas Pria itu tersenyum puas membelai wajah Regina yang terlihat kelelahan setelah melayaninya di atas ranjang,hingga hari berganti malam..
__ADS_1
Saat selesai memakai pakaian nya,Prai hendak hendak keluar dari kamar, namun tiba tiba lampu di ruangan itu padam. Regina yang sedang terkulai lemas di tempat tidur terkejut ketika bayangan hitam beberapa orang masuk ke dalam kamarnya setelah mendobrak pintu.
Dengan cepat dia bangun dan meraih selimut melingkar menutupi tubuhnya.
Orang orang kaki tangan Mario dengan cepat meringkus Regina dan Dev, saat keduanya belum sempatnya sempat melakukan perlawanan.
Mulut mereka di tutup Lakban serta matanya di ikat kain hitam, mereka di bawa ke sebuah tempat dan di eksekusi di sana.
Semua tidak lepas dari campur tangan Dandy yang telah membuat Visa dan Paspor keberangkatan Regina dan Dev ke luar negeri.
Tidak ada yang tau kalau kedua manusia itu telah di kirim Dandy duluan ke neraka sebelum pesawat terbang dengan daftar penerbangan Tiket dan dokumen Regina yang telah di rekayasa.
"Beres!"
Laporan itu telah masuk ke Email Mario, sebuah berita yang membuat Mario Tersenyum miring.
Ia akan dengan tenang menjalani kehidupan rumah tangganya tanpa ada gangguan dari siapapun.
Mario kini fokus pada Lea, sementara ketiga anak kembar nya di urus bunda dibantu beberapa orang perawat.
Awalnya ketiga bayi mungil itu hanya diam bergerak gerak lucu. Namun beberapa jam kemudian mereka mulai menangis.
Rupanya mereka mulai kehausan, seharusnya mereka sudah mendapatkan Asi Ekslusif dari sang ibu.
Tapi Lea sendiri sampai saat ini belum sadar kan diri. Wanita itu masih lelap dalam tidurnya.
Bunda bersama para perawat sudah memberikan susu formula, tapi tidak bisa membuat ketiga diam, mereka terus saja menangis hingga suara nya terdengar serak.
Tim Dokter sudah berusaha untuk membuat Lea sadar tapi tidak berhasil. Itu membuat Mario semakin khawatir.
Papa Liton yang melihat putranya seakan rapuh dan sangat bersedih, mendekat mengusap pundaknya memberikan kekuatan.
"Berdoalah untuk keselamatan istri mu, yakin lah tuhan pasti memberikan suatu keajaiban, kesabaran dan iman mu sedang di uji" bisik papa Liton.
Mario hanya mengangguk pelan sambil terus memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.
Hari sudah malam namun belum ada tanda tanda Lea akan bangun. Sementara para pangeran dan putri kecilnya terus menangis.
Dokter Via memberikan perintah agar mendekat kan para bayi itu ke samping ibunya di kiri kanannya. Agar Kea dapat mendengar suara tangisan mereka.
Hati Mario semakin hancur melihat anak anaknya yang tidak berdosa itu terus menangis.
"Sayang,tega kah kamu membiarkan mereka menangis seperti ini?" desis Mario dengan titik air mata yang jatuh membasahi wajah pucat Lea.
Lamat lamat Lea mendengar tangisan bayi, yang seperti bukan seorang. Juga suara bisikan Mario serta bunda yang memanggil namanya.
"Lea, bangun lah sayang?! mereka masih membutuhkan mu sebagai seorang ibu" bisik bunda yang juga khawatir..
Sementara ruangan itu kini di penuhi keluarga besar Lawrans. Terlihat papa Bram dan juga mama Alin, mereka datang melihat kondisi cucu nya itu.
Keluarga itu bergembira dan juga bersedih dalam waktu yang bersamaan, karena Lea yang belum sadarkan diri.
Memberikan semangat dan terus mendoakan kesadaran Lea. Semua orang berdoa untuk Lea agar dapat sadar kembali.
Lea menggerakkan tangannya ingin menggapai sesuatu. Dan gerakan itu di rasakan oleh Mario yang terus menggenggam tangan Lea.
"Sayang bangunlah, mereka yang sangat kamu rindukan, kini sedang menanti belaian kasih mu" bisik Mario sambil mencium wajah istri nya.
__ADS_1
Lea mengerjakan matanya saat kopak mata itu terasa basah oleh air mata Mario.
Hal pertama yang di lihat nya adalah wajah sedih Mario,serta bunda dengan senyum lembutnya.
Suara tangisan bayi yang membuat nya seakan tersadar. "Anak anak ku?" desisnya lemah.
"Sayang mereka ada di samping mu" bisik Mario sendu.
Lea mengerakkan bola mata nya melihat ke kiri kanan ada beberapa bayi yang dia lihat. Lalu menatap bunda seakan bertanya.
"Sayang?! kamu memiliki dua pangeran tampan dengan seorang putri cantik"kata bunda dengan senyum lembut nya.
"A,,,aku, memiliki tiga orang anak,,,,???!" kata Lea lemah seakan tidak percaya. "Benarkah?"
"Ya sayang" Mario mengangguk sambil mencium jemari Lea.
Lea tersenyum mata nya yang sayu berbinar ceria seakan mendapatkan sebuah kekuatan baru. Dia tiba tiba bersemangat ingin bangun.
Dokter Via yang saat itu masih terus memantau perkembangan kondisi Lea, akhirnya tersenyum lega.
Secepatnya dokter membuat tempat tidur Lea sedikit naik agar Lea bisa menyusui para malaikat kecil nya dengan nyaman.
Meskipun selang infus dan alat alat medis masih bergelantungan di sekitarnya. Namun tidak menghalangi Lea untuk segera menyusui bayinya.
Lea memberikan Asi satu persatu untuk bayinya yang terlihat kehausan. mereka bergerak gerak lucu.
Dengan penuh kasih sayang Lea memeluk lembut buah hatinya. Hari ini dia kini resmi menjadi seorang ibu, Istri dari seorang Mario Tirta Odies Geraldine.
Lea Kini merasa bahagia dengan kehadiran para buah hati nya. Semangat hidup nya kini semakin besar demi anak anaknya, kekuatan Cinta buah hati nya
Mario yang tadinya hampir sport jantung kini bisa bernafas dengan lega. Bahkan semua yang ada di dalam ruangan itu merasa senang dengan kondisi kea yang mulai membaik.
Dokter Via selaku dokter yang bertanggung jawab atas keselamatan Lea, benar benar memberikan perawatan yang intensif untuk Lea.
Kehadiran tiga malaikat kecil nya merupakan sebuah keajaiban untuk Lea. Tadinya ia lemah tapi si kembar membuat ya tiba-tiba begitu kuat.
Mario tidak henti hentinya berucap syukur dan kini merasa bahagia. Apalagi melihat senyuman indah yang terukir di wajah cantik istri tercintanya.
Setelah kondisi Lea benar benar membaik semua keluarga nya berpamitan pulang.
Meskipun demikian Mario masih tetap merasa bersalah dan meminta maaf serta ingin menjelaskan soal Regina.
"Daddy minta maaf soal Foto dan Video yang fi kirim kan Regi,,,,,,,, Lupakan Daddy, itu tidak penting bagi ku, mereka yang lebih penting. Lupakan semua di masa lalu karena mereka adalah masa depan kita"Potong Lea sambil tersenyum.
Lea tidak ingin soal Regina mengusik kebahagiaan nya. Biarlah toh dia percaya bahwa itu merupakan masa lalu suaminya.
Lea sendiri bukan nya tidak tau siapa suaminya di masa remaja dulu. Siap sih wanita yang tidak menggilai ketampanan seorang Mario. Pria tampan dan juga tergolong anak orang kaya.
*
*
*
****** Love You All ❤️❤️❤️Salam manis dari Mario*****
__ADS_1