Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Pagi Yang Panas


__ADS_3

Di telpon tidak aktif, kirim pesan tidak balas, akhirnya Lea memilih untuk menunggu nya pulang.


"Daddy, mungkin marah melihat foto foto milik Oscar" pikir Lea.


Lea menghela nafas panjang, lalu mengembuskan dengan kasar. Sampai larut malam Lea masih menunggu suaminya itu pulang.


Namun yang di tunggu belum juga pulang. Lea sampai tertidur di sofa ruang tamu. Sudah jam segini Mario belum pulang juga.


"Kalau punya masalah bicarakan baik baik, jangan seperti ini terus"


"Hati mana yang tidak sakit Dan, hampir mati aku mencintainya. tapi dia masih setia kepada mantan suaminya itu" racau Mario.


"Ha hahaa,,,kamu cemburu sama yang sudah tiada? dia tidak mungkin bangun dan mengambil Kea dari mu lagi"


Sebaiknya kamu jujur, selesai kan dengan baik baik, bukan bukan nya mabuk begini, apa apa mabuk Mulu, kamu pintar di dunia bisnis tapi bodoh jadi laki, ntar tuh bini kabur lagi"


Mario menatap Dandy yang sedang menceramahi diri nya. Wajah dan mata nya sudah memerah, pengaruh minuman.


"Aku sudah coba untuk mengerti Dan, tapi rasanya hati ku semakin sakit"


"Itulah kebodohan mu, berjuang untuk mendapatkan hatinya. Buat dia hamil anak mu biar dia cinta sama kamu?!' saran konyol yang tercetus di otak Dandy.


"Hah,,, hamil? mana mungkin dia bisa hamil"


"Ya bisa dong kalau kamu terus menggempur nya" Dandy sampai terkekeh.


"Baiklah sekarang kita pulang" Mario berdiri sambil menggelengkan kuat kuat kepalanya yang terasa berat.


Mario menggeleng berulang kali namun mata dan kepala nya sudah berat.


Dandy memapah Bos nya itu ke mobil, untuk membawa nya pulang. Dandy yang tidak habis pikir dengan kelakuan bos nya ini.


Dandy sudah tidak heran dengan kebiasaan Mario. Bos-nya ini bila punya Masalah larinya ke minuman, mode kecewa alias patah hati.


Waktu di luar negeri pun demikian mabuk, kebiasaan ini ada sejak Kiki menolak cinta nya, memilih menikah dengan Reno.


Kebiasaan buruknya itu tidak hilang, malah sudah menikah dengan adiknya Kiki masih saja mabuk.


"Kuharap kamu tidak melakukan apa-apa, sesuatu yang buruk. Jangan buat Lea sampai membenci mu" pesan Dandy ketika mereka sudah sampai di depan rumah.


Dandy turun membuka pintu mobil membantu Mario turun, memapahnya ke dalam. Dandy memencet bel rumah, berharap Lea belum tidur atau bi Ratih.


"Ingat jangan lakukan apapun!" tekan Dandy.


Kea terkejut ketika Dandy membawa Mario pulang dalam keadaan mabuk. Lea membantu membawa Mario ke dalam kamar.


Setelah Mario sampai di rumah dan di serahkan kepada pemilik nya, Dandy baru pulang ke rumah.


Sampai di rumah Dandy di sambut Omelan oleh sang istri, karena dirinya yang bau minuman. padahal Dandy tidak minum, sampai pembuktian baru lah si istri percaya.


"Suami sahabat mu itu yang tidak pernah kapok, entar di tinggal kabur Lea baru tau rasa" sungut Dandy.


"Oooh ,,,jadi, Bos mu si badai itu mabuk lagi? hobi ya dia, beruntung Oscar sudah wafat. Kalau tidak mana mau Lea sama laki macam dia" cibir Cynthia.


Setelah bujuk membujuk barulah Dandy mendapatkan jatah nya.


Di kediaman Mario Lea sedang melepaskan sepatu Mario. Meletakkan di rak sepatu, membuka bajunya yang bau minuman alias Alkohol.


"Dasar pemabuk, hobi nya mabuk mulu, apa apa mabuk dan mabuk aja, sudah tua tidak sadar diri"


"Hah, dia mengatai aku pemabuk awas kamu ya, aku begini karena mu!" Kata Mario dalam hati dia masih bisa mendengar Omelan istri nya itu.


Kepala nya semakin terasa berat akhirnya dia tertidur.


Lea yang mabuk mengantuk memilih ikut tidur, namun di sofa memilih untuk tidak tidur dengan Mario.

__ADS_1


Lea tidak mau sampai Mario melakukan sesuatu kepada nya saat mabuk, melakukan hubungan badan dalam keadaan mabuk, hal itu tidak Lea inginkan.


Pagi nya Mario terbangun dengan kepala nya masih terasa berat. Seisi kamar tidak ada siapapun.


Mario duduk di tepi tempat tidur memijit pelipisnya, teringat dengan Lea yang menatapnya dan datar saat Dandy mengantar nya pulang.


Mario memilih untuk Mandi barulah dia mencari Lea untuk minta maaf. Lea sedang membuat sarapan.


Harum masukkan nya membuat Mario merasa lapar, semalam mabuk tidak sempat makan Terlalu kalut dan cemburu membuat dirinya menjadi seperti orang bodoh.


Lea terkejut ketika tangan Mario melingkar di pinggang nya. Mario meletakkan dagunya di pundak Lea.


"I Love you Momm!" bisiknya mesra.


Menelusup wajah nya di ceruk leher Lea, menghirup wangi rambut nya yang masih basah.


Lea terlihat sangat cantik pagi ini.


Lea berbalik menatap suaminya itu, senyum mengembang di wajah cantiknya. Sikap Lea biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


Tangan Mario sempat mematikan kompor yang sedang menyala.


Lea menatap nya seakan tidak terjadi apa-apa semalam, tidak juga bertanya kenapa sampai dia mabuk. Sikap nya tidak berubah tenang dan lebih dewasa.


Melihat Lea yang tersenyum Mario merasa semua kekalutannya hilang seketika. Mario membelai pipi Lea dengan sangat lembut.


Menatap wajah cantik yang membuat dirinya begitu bodoh dan cemburu buta. Karena cintanya yang membuat dirinya tidak bisa berpikir normal.


Mario mengigit bibir bawahnya sendiri sambil tersenyum berusaha menggoda istri nya. Hal itu membuat Lea tergoda.


Mencubit perut Mario hingga dengan cepat Mario menangkap kedua tangannya. meletakkan melingkar di leher nya.


"Dadd? apa yang kamu lakukan?"pekik Lea.


Dia segera menggendong Lea membawa nya ke kamar mengunci pintunya. Meletakkan Lea di tempat tidur dan menyerangnya tanpa ampun.


Mario yang sedang membalas dendam nya dengan mengajar Lea di atas ranjang. memberikan kenikmatan, menyalurkan hasratnya yang terhan sejak semalam.


Setelah puas dan mencapai puncak nya Mario menggendong Lea yang lemas membawa nya ke kamar mandi mereka berdua lalu berendam air hangat.


Rehat sejenak dengan aroma terapi dari sabun yang selalu di pakai Lea. Aroma Mawar berpadu Lavender menghilangkan rasa capek mereka.


Mario masih memeluk tubuh ramping istri nya di dalam bak mandi. mengelus lembut punggung nya. menimbulkan sensasi lain yang menggelayar aneh.


Mereka baru menyudahi mandinya saat Mario merasa benar benar lapar kini. Semua tenaga nya terkuras habis untuk membalas asmara nya.


Setelah berganti pakaian mereka berdua menuju meja makan, menikmati sarapan pagi nya dengan santai.


"Dadd? aku kangen Sesil" ucap Lea sambil meraih gelas air putih meminumnya.


"Apakah kamu merasa sunyi tanpa dia?" Mario menatap nya lembut.


Ia bersyukur Lea tidak mengungkit peristiwa mabuk nya semalam. Mario merasa bersalah dengan melakukan hal bodoh itu.


"Kalau begitu kita bikin adik buat sesil agar kamu tidak sendirian" Mario menghampiri Lea.


Dengan reflex menggendongnya menuju kamar, hari ini dia tidak masuk kantor.


"Turun kan aku Daddy!"


"Akan ku turun kan di kamar"


"Tidak aku capek, kamu sudah melakukan nya tadi, bahkan sangat lama"


"Ha haaaa,,,,apa kah mau lagi?"

__ADS_1


"Tidak sebaiknya Daddy berangkat ke kantor sekarang"


"Aku tidak ke kantor, akan ku temani kamu di rumah seharian, sambil membuat adik untuk Sesil" meletakan Lea di tempat tidur.


Lea cepat cepat bangun hendak keluar dari kamar, takut Mario menyiksanya lagi hingga menjerit jerit nikmat. Tapi Mario menarik tangan nya dengan kuat, hingga mereka jatuh di tempat tidur.


Lea terjatuh di atas tubuh Mario, mereka berdua bertatapan. Mengurai rasa di hati yang membuat terlena. Tatapan Mario yang lembut, tangan nya membelai pipi mulus nan cantik itu.


Mambuat dirinya semakin tidak berdaya dengan rasa cinta nya yang menyiksa. Bila mengingat semua tentang luka yang dia gores sendiri.


" Aku sangat mencintaimu,,,,tetaplah di sisi ku hingga jantung ini tidak lagi berdetak" ucap Mario pelan hampir berbisik serak.


"Buat lah hati ku merasa nyaman di sisi mu, hingga akhir dunia" Lea tersenyum.


Mario menatap sendu wajah cantik yang membuat diri nya merasa hampir mati mencintai nya. Tangan nya membelai belai lembut pipi Lea.


Mario berbalik membaringkan kea di sampingnya, tangan nya menjadi bantal untuk Lea. Satunya tangan nya memeluk pinggang melingkar di sana.


"Aku akan menemani mu ke dokter kandungan, agar kamu tidak pergi sendirian tanpa sepengetahuan ku!"


Lea terkejut mendengar apa yang di katakan Mario. Beberapa hari yang lalu Lea sempat pergi ke dokter kandungan,hal itu tanpa sepengetahuan Mario.


" Ha haaaaa,,,, orang orang ku selalu mengawasi mu sayang?! mereka ku tugaskan untuk menjaga mu di saat aku tidak ada" Mario mengecup bibir Lea.


Lea cemberut membuat Mario makin gemas, lalu kembali mengecup bibir nya.mencubit hidung nya penuh cinta.


"Kita terapi ya, agar kamu bisa hamil lagi, dan tidak kesepian di rumah saat aku dan Sesil tidak ada" kata Mario lembut.


Lea menatap wajah tampan yang membuat dirinya bisa berpikir untuk melupakan masa lalu. Setelah melihat Mario yang pulang semalam dalam keadaan mabuk.


Lea baru menyadari Mario mungkin menyimpan beban di hati nya, hingga terkadang suami nya itu


memilih untuk mabuk.


Lea sampai takut jika ada perempuan nakal yang menggoda suami nya saat mabuk.


"Sayang! aku ingin kita punya anak, agar rumah ini tidak sunyi dan sesil punya adik adik yang akan meramaikan kehidupan kita" ucap Mario.


Lea tersebut menatap nya, senyum yang melenakan seorang Mario.


"Ataukah sebaliknya kamu jadi sekertaris pribadi ku di kantor, biar proses pembuatan adik untuk sesil lebih lancar" Mario tersenyum nakal dan menggoda.


Lea tersenyum menatap wajah tampan menggoda yang dulu pernah menjadi lelaki pertama yang di kagumi nya.


"Tau kah engkau wanita yang telah membuat diri ini tidak berdaya adalah kamu seorang, saat hati ku bergetar di mana kamu memukul dada ku dengan map mu yang basah dulu"


"Ha hahaaa.." Lea tertawa mengingat masa itu.


"Kamu bos angkuh dingin dan pemarah, bahkan dingin mu, membuat aku ingin membawa selimut saat datang ke kantor mu ,Badai"


Mario tertawa terbahak bahak mendengar penuturan Lea. Wanita keras kepala yang kini ada dalam pelukannya.


Mario semakin mengeratkan pelukannya membawa Lea berbaring di dadanya. Sambil mengelus rambut lembut punggung nya.


Hampir seharian mereka berdua berada di dalam kamar. Di mana Mario merasa hatinya yang selama ini gersang seakan sejuk tersiram air. Lea membuat tenang jiwa nya.


"Kita mulai semua dari awal, membuat ramai kehidupan ini dengan anak anak kita" Mario mengecup lembut bibir seksi yang selalu menggoda untuk di *****.


Lea akhirnya setuju untuk mengikuti terapi bersama mario dan bekerja di kantor suaminya itu. Setelah satu ronde pertarungan panas selesai dengan bermain keringat.


*


*


*

__ADS_1


***** Love you All ❤️❤️❤️ salam rindu❤️❤️❤️ untuk kalian****


__ADS_2