
Lea menetap foto yang ada di ponselnya. Mario kini telah mengganti wallpapernya dengan foto mereka berdua.
Lea hanya tersenyum menatap Mario yang sejak tadi memperhatikan dirinya, dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan kembali hidup bersama pria yang dulu sangat dibencinya.
Mario yang mulai memperbaiki semuanya.
Dia akan memulai dari awal membina biduk rumah tangganya bersama Lea.
Lea akhirnya memilih untuk berberes rumah, rumah sebesar ini tidak ada asisten rumah tangga nya.
"Apakah aku perlu mencari asisten rumah tangga, untuk membantu mu say,,,?" ujar Mario sambil membantu mengangkat pot bunga besar memindahkan di tempat lain sesuai perintah Lea.
"Aku tidak butuh asisten, aku masih bisa mengerjakan semuanya" tolak Lea.
"Terserah padamu, yang?! aku tidak ingin kamu sampai terlalu capek"
"Eh,,eh,,! itu jangan di pindahkan yang ini saja" tunjuk Lea.
Mario nampak kesal jelas keringat sudah membanjiri tubuh nya.Kalau saja bukan Lia yang menyuruhnya. mana mau seorang Mario mengerjakan pekerjaan ini.
pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh tukang kebun mari lebih baik memilih bekerja di kantor seharian.
Daripada menyita waktunya beberapa menit saja untuk mengangkat benda-benda berat ini.
Pot pot bunga besar yang didatangkan Lea entah dari mana, di toko mana dia membeli bunga sebanyak-banyak ini.
bunga-bunga yang tiba-tiba didatangkan oleh sebuah mobil pick up berbagai jenis bunga hingga mawar mawar pun dibelinya.
"Huh,,aku sudah seperti tukang kebun" Sungut Mario. Sambil melepaskan bajunya, hingga terpampang jelas tubuh sixpack nya.
Mario melemparkan baju asal kepada Lea, mengenai wajah Lea.
Hingga Lea melotot pada nya sambil menggigit bibirnya dengan tatapan marah.
Mario malah tertawa melihat raut wajahea yang menurut nya lucu mengemaskan bila melotot seperti itu.
"Sebaiknya kamu pergi ke kantor mu, dari pada kamu terus bersungut-sungut membantu ku dengan tidak ikhlas" Usir Lea.
"Oft,,,Sory sory....sory nyai,,, ?! aku cuman bercanda jangan dulu marah-marah nanti kamu cepat tua lho" dengan cepat Mario memeluk nya, mendaratkan ciuman di bibir seksi istrinya.
"Sebaiknya aku menyewa tukang kebun,biar bisa mengurus semua tanaman ini.
"Mengingat kita yang selalu sibuk ntar mati tak ada yang ngerawat bunga-bungamu ini" Usul Mario.
"Aku bisa mengurus nya bila weekend"
"Tidak, hari libur kita akan traveling, tidak ada acara di rumah" kata Mario cepat.
Lea menata Mario dengan kesal, "Nih semua sudah beres tinggal di siram seminggu sekali"
'Mereka akan mati bila seminggu baru di siram nyonya Odiez Geraldian" kata Mario gemas, lalu memeluk Lea.
"Heh lepaskan kamu bau?!"
"Tapi kamu suka kan?"
"Ih, mana ada,,,! bau mu saja seperti ayam rebus!" cibir Lea.
Setelah melewati drama perdebatan kecil kecilan, Mario menarik Lea dan segera memanggul nya.
membawa nya masuk dengan Lea yang mengibaskan kedua kakinya minta di turunkan.
'Turunkan aku Badai" teriak Lea.
"Diam jangan melawan!" Seri Mario menaiki tangga menuju kamar mereka yang ada di lantai dua.
Mario lalu menurunkan Lea setelah sampai di kamar Mandi.
"Sekarang mandi ya say?" Mario tersenyum nakal.
"Hanya Mandi jangan macam-macam" ancam Lea.
Mereka lalu mandi dengan Mario yang tangannya tidak bisa diam sibuk bergerilya di sana sini.
__ADS_1
Hingga akhirnya peperangan terjadi setelah Mario puas barulah Lea bisa merdeka.
Itupun hanya sementara mario, mengancam akan menyerangnya lagi, bila Lea selalu melawan.
Mario tertawa saat melihat Lea yang berusungut sungut "Dasar Maniak".
Lea masih betah di meja rias menatap lehernya yang putih berloreng merah kebiruan, akibat di gigit Vampir Mario.Suaminya ini memang sudah keterlaluan.
Lea menyisir rambutnya yang basah, Mario mengambil Hairdryer, lalu membantu mengeringkan rambut Lea.
Dengan lembut dan hati hati Mario mengeringkan rambut Lea yang wangi.
Setelah itu Mario lalu turun ke dapur menyiapkan makan siang untuk mereka yang sempat di pesan Mario.
Mario dengan hati hati mengupas apel dan membelah menjadi beberapa bagian. dia pun mulai ikut pola makan Lea, biar tubuh nya tidak berlemak.
"Ayo turun kita makan siang" teriak Mario dari bawah dia mendongak menatap Lea yang baru akan turun.
"Iya bi, sebentar"
"Hah,,,? apa lagi panggilan nama ku?" pekik Mario. Tatapan matanya nyalang begitu.
Lea terkikik geli melihat raut wajah Mario yang tidak ambil baik di panggil Bi oleh Lea.
"Mungkin saja dia tau aku memanggilnya bibi" batin Lea menahan tawanya.
Lea menata makanan yang sudah di siapkan Mario di meja makan.
"Kenapa hanya sedikit?' tanya Lea berkerut heran.
"Ya, sedikit porsi porsi segini cukup untuk kita berdua" kata Mario.
"Apa kamu yakin akan kenyang dengan makan sedikit begitu?" tanya Lea.
"Jangan banyak tanya ayo makan" perintah Mario.
Seperti biasa Mario akan memperhatikan cara makan Lea. sebelum dia memulai dengan piring nya.
Lea akan makan beberapa potong buah terlebih dahulu barulah Mulai dengan piring nasi nya. itupun di jeda beberapa menit.
Lea lebih banyak makan sayuran hijau. itu di terapkan Papi kepada anak anak nya.
Pantas saja papi nya yang sudah berumur itu terlihat awet, tampilan nya masih gagah dan kekar.
"Kenapa makan mu sedikit?" tanya Lea.
"Seperti nya aku harus ikut pola makan mu, biar tidak berlemak dan tetap.....Mario mengerling mengigit bibirnya, menggoda Lea.
"Heh,,?! di meja makan akal mu mesum Mulu, nafsu tu buat makan bukan itu itu terus!" bentak Lea melotot padanya.
"Itu itu apa,,,?????" Mario makin menggoda.
"Buka mulut mu,aku suapin" ujar Mario menyodorkan sepotong apel kepada Lea.
"Aku sudah kenyang!" tolak Lea.
"Ayolah jangan melawan"
Lea terpaksa menuruti membuka mulutnya,mario memberikan sepotong apel menyuapi nya.
"Kenapa kamu makan nya hanya sedikit?" tanya Mario.
"Lambung ku kecil mungkin,aku tidak bisa terlalu makan, agar tubuh ku tetap ideal" kata Lea lalu berdiri mengambil piring kotor nya.
Membawa nya untuk di masukkan ke mesin pencuci piring. Mario yang sudah melengkapi rumahnya dengan berbagai alat modern.
"Sore nanti kita akan ke makam mama" Mario mengingatkan Lea.
"Aku pun sudah lama tidak ke sana" kata Lea lalu melangkah ke halaman belakang.
Di sana ada kolam renang yang belum pernah Lea mencoba untuk berenang di sana. kolam dengan kedalaman lebih dari dua meter.
"Astaga dalam sekali?" Lea berdesis heran kenapa suaminya sampai membuat kolam sedalam itu?.
__ADS_1
"Ah mungkin dia akan berenang di sana untuk mengikuti lomba renang, secara dia memegang cocok jadi atlet renang" pikir Lea. sambil berdiri di tepi kolam menatap kedalam kolam biru itu.
"Apa kamu ingin berenang di sana?" bisik Mario yang sudah memeluk nya.
Sontak akal bulus Lea bekerja dia dengan sengaja menjatuhkan diri nya ke kolam hingga dirinya dan Mario mencebur ke dalam kolam.
"Byuuuur"
Mario sempat terkejut melihat Lea yang tenggelam ke dasar kolam. buru buru dia menyelam menolong Lea.
Saat tangan nya hampir mencapai Lea,buru buru Lea menggerakkan tubuhnya, berenang lincah.
Mario mengira Lea yang tidak bisa berenang mengingat gadis manja dan nakal itu.
Ternyata Lea dengan lincah berenang menghindari nya. Lea tertawa lalu naik dan duduk di tepi kolam.
Lea yang semasa di kampung setiap hari di latih berenang oleh papi nya. di kolam renang hingga di lautan.
Mario yang sampai di depan nya menggeram marah teryata Lea mengerjai nya.
Lea malah tertawa membuat Mario menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Tetaplah tersenyum untuk ku, agar jiwa ini terasa tenang besama mu, jangan buat aku hancur seperti dulu' kata nya pelan.
Mario memeluk pinggang Lea meletakkan wajah ya di pangkuan Lea. sebagian tubuhnya berada di dalam air.
Lea membiarkan Mario memeluk nya, pelan pelan Lea menyentuh wajah tampan Mario yang terlihat seksi bila basah seperti ini.
Puas di kolam renang mereka lalu bersiap untuk Ziarah ke makam ibunya Mario.
Lea mengenakan dress putih selutut, Mario yang mengenakan kameja putih dengan celana hitam.
Mereka lalu pergi tidak lupa Mario membawa Lea ke toko bunga, Lea memilih mawar putih untuk di berikan pada mama.
Sampai di pemakaman Mario lalu turun membuka pintu mobil untuk Lea.
Lea pun turun dari mobil Mario lalu menggenggam tangan nya, mereka berdua lalu melangkah menuju makam ibunya.
Lea tidak kuat untuk membendung air matanya, dia menangis terisak di nisan itu.
"Mama maaf kan Lea! Lea yang tidak bisa memenuhi keinginan mu semasa hidup, Lea akan memenuhi mimpi mu ma" bisik ha berderai air mata.
Lea lalu berdoa untuk mama dan meletakkan bunga yang dia bawa.
Mario memeluk nya, seakan menunjukkan pada ibunya bahwa dia akan bahagia bersama Lea. Mario mencium lembut kening Lea lalu turun ke matanya yang basah.
Mario menatap makam ibunya seakan enggan untuk beranjak pergi.
ada kesedihan di relung hati nya. Mario tersenyum walau sebenarnya hati kini rapuh dan menangis.
Rasanya baru kemarin masih ada mama di sisi nya dengan keinginan terbesarnya adalah melihat Mario memberikan cucu untuk nya.
Setelah ziarah mereka melangkah pergi meninggalkan makam ibunya dengan janji bahagia.
Mario masih diam tidak menghidupkan mesin mobil nya. Terlintas semua kenangan yang pernah ada di sini.
Saat Lea pingsan di pemakaman, saat Lea datang bersama Frans. saat Lea datang sendirian dan membuang sapu tangan yang Mario berikan waktu itu.
Semua terlihat di ingatan nya bagai selingan reklame.Mario lalu menatap Lea sendu.
"Aku mencintaimu, sangat!" ucap nya hampir tidak terdengar. Dia menatap Lea dengan senyum di wajah sendu nya.
Lea hanya terdiam menatap wajah tampan di hadapannya,ada sebait kesedihan di tatap mata Sendu Mario.
Hati Lea seakan terbawa suasana mengharu biru ada butir benih menetes dari mata indah nya.
Entah apa yang dia rasakan saat detak jantungnya berdegup kencang ketika Mario dengan penuh kasih memeluknya.
"Tetaplah bersamaku hingga mata ini tidak lagi terbuka,,,! Di mana tempat ini menjadi peristirahatan terakhir ku, selain di hati mu" bisik Mario serak. membuat Lea semakin menangis di pelukannya.
*
*
__ADS_1
*
****Love you All❤️❤️❤️ tinggal jejak kalian***"