
Pembangunan mini market yang di rencanakan Lea kini sudah hampir selesai. Setelah tiga bulan dalam masa pemulihan akhirnya segala aktivitas bisa Lea lakukan atas ijin dan pengawasan Oscar.
Istri nya hanya mengawasi dan mengontrol semua pekerjaan dan menjadi manager keuangan.
Rencananya minimarket itu di bangun untuk Vino dan Lina. Agar nantinya mereka punya pekerjaan yang bisa membantu biaya kuliah nya.
Hari ini peresmian Minimarket nya dan mulai di operasi kan. Minimarket itu mulai rame pengunjung.Selain Pelayanan nya yang cepat penjaganya juga cantik dan ramah.
Lea sendiri bertugas sebagai kasir, vino dan Lina sebagai Cs yang bekerja dengan baik. pembeli benar benar puas dengan pelayanan mereka.
Lea mulai mengajarkan kepada kedua adik ipar nya itu tentang bekerja dan pelayanan nya. Harus ramah dan banyak senyum serta cepat dalam melayani setiap apa yang di inginkan konsumen.
Oscar yang melihat kemajuan usaha yang di rintis istri nya pria Tampan itu ikut senang.
Usaha itu mulai memiliki kemajuan yang pesat seiring waktu.
Lea mulai melepas semua tanggung jawab kepada Vino. Dia tidak lagi bekerja hanya mengontrol sesekali.
Oscar dan Lea kini mulai melakukan cek kandungan dan kembali ikut terapi kehamilan. Lea melakukan semua itu atas permintaannya Oscar.
Pernikahan mereka kini memasuki tahun kedua, namun belum memiliki anak.
Lea sering memiliki untuk mengadopsi anak biar suaminya tidak merasa kesepian.
"Dadd,,,,! bagaimana kalau sebaiknya kita adopsi anak?" kata Lea suatu malam.
"Sayang,,,, kita usaha pelan pelan ya, aku yakin kita pasti akan memiliki buah hati nanti nya, sabar semua pasti tidak akan sia sia" Oscar memeluknya. Membelai menciumi nya dengan rasa sayang.
Mereka tidak lagi tinggal di Asrama, sejak kejadian Lea keguguran Oscar telah memutuskan untuk tidak lagi tinggal di sana.
Bahkan Oscar pun tidak mengijinkan istri nya untuk mengikuti kegiatan apapun kecuali seminar dan arisan.
mereka kini tinggal di rumah orang tua Oscar agar Lea terus bisa di jaga oleh keluarganya. Lea tidak di inginkan melakukan pekerjaan apapun.
Oscar menyuruh istrinya itu untuk beristirahat total. Waktu luang nya di gunakan untuk bersantai dan main musik.
Mereka selalu bernyanyi bersama kedua adiknya di iringi petikan gitar dari Oscar dan Lea bergantian. Keluarga mereka benar benar harmonis.
"Besok aku ada tugas dan ingat?! Selalu aku tidak ada jangan coba coba melakukan pekerjaan apapun" Tegas Oscar sambil menindih tubuh istrinya.
"Baiklah Dadd.....kata Lea terputus ketika Oscar sudah mencium bibir nya. memasukkan lidahnya mengakses di dalam sana.
Ciuman Oscar perlahan turun ke leher Lea , menghisap meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
Oscar yang menjilat dan sesekali menghisap dan juga menggigil nya, membuat Lea mendesah menikmati permainan suaminya.
Oscar yang pada dasarnya memang merupakan pria Hot, dia selalu membuat istrinya mendesah nikmat.
Sentuhan sentuhan lembut nya di beberapa bagian sensitif Lea membuat nya mendesah dan lenguhan itu keluar dari bibirnya.
Lea menggelinjang saat Oscar dengan lihai membuat diri nya menggeliat hingga dadahnya membusung menyentuh dagu Oscar, hingga semakin membangkitkan hasrat dan gairah Oscar.
Tanpa menunggu lama Oscar langsung saja menurunkan ciuman nya ke belahan dada yang indah menggoda nya.
Satu tangannya meremas buah kenyal nan indah itu. tangan satunya membuka pengait bra berwarna merah yang menutupi dua gunung kembar yang menantang membuat Oscar selalu mabuk kepayang.
Lea menikmati permainan suaminya yang membuat dirinya merasakan kenikmatan yang luar bias. desan dan lenguhan nya terdengar syahdu di telinga Oscar.
Oscar pun mencumbuinya tanpa ampun, melakukan kegiatan panasnya. Tubuh indah nan seksi itu selalu membuat Oscar benar benar menggila.
Peluh dan keringat membasahi tubuh keduanya seiring ******* nikmat yang mengiringi kegiatan panas mereka. Oscar yang selalu melakukan olahraga ranjang dengan durasi yang lama hingga membuat Lea kelelahan setelah akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
Meskipun belum ada tanda tanda kehamilan tapi mereka tetap bahagia. Sambil berusaha, Oscar bahkan telah mengurangi tugas dinas luarnya.
Demi istrinya tercinta Oscar mulai meluangkan waktunya untuk Lea. Lea sendiri memaklumi tugas Oscar seperti apa. Demi keamanan bangsa dan negara tercinta ini Lea mendukung sepenuhnya tugas tugas penting sang suami.
Tentu saja sebagai seorang badan intelijen negara tugas itu sangat penting. Oscar sampai mengajak Lea untuk memburu seorang mantan napi yang di curigai masih aktif dalam kegiatan gelapnya.
Mereka mengikuti sebuah mobil pick up yang di pakai mantan napi itu.
Oscar memakai motor dinas membonceng Lea.
"Dadd,,,! turun kan aku biar aku naik ojek, agar tidak terbaca oleh nya" kata Lea.
Lea yang mengambil alih dari Oscar memotret diam-diam sang mantan napi saat itu.
Oscar tau hal itu sangat berbahaya apabila sampai di ketahui oleh nya.
Lea tau sang napi sudah mengetahui keberadaan Oscar. makanya Lea yang diam diam mengikuti pria brewokan itu masuk ke sebuah toko lalu diam diam mengambil gambarnya.
Andaikan saja saat itu si napi tau kalau Lea adalah istri Oscar entah apa yang akan terjadi.
Bahkan Lea sempat pura pura berbicara dan bertanya kepada si napi nama sebuah barang yang akan di beli Lea.
"Bang Lakban untuk pipa air tuh yang mana?" tanya Lea matanya menatap benda benda yang di pajang di Etalase toko bangunan tersebut.
"Yang ini nona" pria brewokan itu menunjukkan apa yang di cari Lea.
"Trus Lem nya yang mana ya?" tanya Lea lagi.
Pria itu tidak menjawab dia menatap wajah cantik Lea. Di tatap seperti itu Lea menunjukkan senyum terindah nya.
Hanya di balas tarikan bibir dari sang napi,dia lalu bertanya pada penjual apa yang akan di beli Lea.
Setelah mendapatkan maksud tujuan nya Lea pun mengucapkan terimakasih dan berpamitan pergi masih sempat tersenyum untuk pria itu.
"Makasih bang!' jawab Lea lalu meninggalkan toko itu.
Pria brewokan itu masih sempat keluar melihat kepergian Lea. Beruntungnya Lea pergi ke arah yang berlawanan.
Setelah mendapat kan foto foto sang mantan napi Oscar lalu membawa pulang Lea ke rumah.
"Sayang?!!! jangan pernah keluar rumah di saat aku tidak ada" janji Oscar lalu kembali ke kantor.
Oscar akan mengirimkan laporan kegiatan nya setelah mengikuti mantan napi tadi.
Oscar sampai melibatkan istri nya dalam tugas berbahaya itu tanpa sepengetahuan siapa pun.
Setelah Oscar pergi Lea memilih mengerjakan tugas kampus nya. Sebentar lagi dia akan menyusun skripsi nya.
Lea memilih untuk tidak ikut dalam kegiatan kuliah kerja nyata. Saat itu dirinya masih dalam masa pemulihan.
Beberapa bulan lagi Lea akan mengikuti Ujian meja, untuk mempertanggung jawabkan skripsinya, dan wisuda.
Beruntung Oscar sering membantu mengerjakan tugas kampus dan menyusun skripsi nya.
Suami sempurna nya itu merupakan sosok yang sanggup perhatian.
Saat sedang serius dengan laptopnya ponsel Oscar berdering.Rupanya Oscar lupa untuk membawa benda pentingnya itu.
Lea meraih ponsel yang ada di meja itu lalu mengangkat panggilan nya yang tertera nama Pimpinan.
"Hallo,,,,!"
__ADS_1
"Selamat siang apakah pak Harahap nya ada?" tanya pimpinan di seberang sana.
"Siang pak! Pak Harahap sudah berada di kantor nya" kata Lea dengan suara ya yang lembut.
"Baik Bu terima kasih!"
"Sama sama"
Sambungan pun di tutup dan Lea kembali melanjutkan aktivitas nya dengan Laptop menyelesaikan tugas nya.
Sorenya Oscar kembali pulang hanya untuk mandi dan ganti baju, sebelum pergi dia sempat untuk memeluk sang istri menciumi dan melakukan olahraga lidah.
Ciuman panas yang sempat di lakukan oleh Oscar. Dia yang selalu romantis dan membuat Lea terbuai dengan kemesraan nya.
Sentuhan sentuhan lidah nya yang bergerak sensual di rongga mulut Lea. membuat Lea merasa kan sensasi yang sangat membuat sesuatu di dalam darah nya berdesir.
Oscar yang selalu bisa membuat tubuh nya bereaksi ingin melakukan sesuatu yang erotis.
Lea melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami. Menatap wajah tampan yang tersenyum dengan tatapan mendamba pada nya.
Lea melingkar kan kedua tangannya di leher sang suami dan membalas senyumannya berkabut gairah suaminya itu.
"Lakukanlah kalau itu yang kamu inginkan" bisik Lea.
Oscar akhirnya menuntaskan kan keinginan nya sebelum pergi.
"Jangan keluar rumah dan jangan membuka pintu kalau ada yang datang selam aku tidak ada" janji Oscar lalu beranjak ke kantor.
Di kantor nya Oscar membuka laptopnya melihat laporan kegiatan mantan napi yang menjadi target operasi nya kalo ini.
Apa yang menjadi kecurian nya ternyata benar, mantan narapidana itu masih melanjutkan kegiatan gelapnya.
"Ternyata tidak ada tobatnya manusia satu itu, hukum penjara tidak membuat nya jera. Bahkan semakin menjadi, rupanya jeruji besi tidak bisa membuat nya insaf" geram Oscar. dengan rahangnya yang mengeras.
Tangan kekar nya yang berotot meremas berkas berkas perkara yang melibatkan si narapidana itu.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan engkau menghirup udara bebas" Mata tajam Oscar menatap gambar wajah di laptopnya.
"Tigor ....Kornel... siap siap kita adakan penyergapan malam ini" perintah Oscar penuh ketegasan.
"Siap komandan!"
"Sasaran akan melakukan transaksi di dermaga xx di sebuah kota kecil yang agak jauh terpencil, kita harus tiba di sana tepat waktu" kata Oscar sambil menatap titik koordinat di mana mantan napi itu dan beberapa orang anak buah nya berada.
Saat Lea dan Oscar mengikuti nya tadi pagi, sasaran nya itu sedang berbelanja keperluan mereka sebelum pergi ke tempat transaksi kejahatan nya.
Mereka yang kali ini menjadi target sasaran operasi penangkapan nya malam ini.
Kali ini sasaran operasi nya kembali melibatkan Lea istrinya.
Oscar tersenyum mengingat bagaimana dulu Lea yang menjadi umpan sasaran target operasi nya.
Kalau saja saat itu Lea sudah bukan lagi Istri Mario.
Mungkin Oscar tidak melewatkan malam panas pertama kali nya Lea merubah status nya sebagai seorang gadis muda.
Malam di mana Lea di berikan obat perangsang oleh para manusia laknat. Saat itu keberuntungan masih berpihak kepada seorang Mario yang berstatus suami Lea.
*
*
__ADS_1
*
***** Levo you All ❤️❤️❤️ Rindu, kangen! aku pada kalian semua yang paling ku sayang!! ❤️❤️❤️