Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Sebuah Fatamorgana


__ADS_3

Seberapa dalam luka yang di torehkan semoga perlahan akan sembuh.


Lea yang kembali tertidur di mobil, mungkin karena capek seharian ikut kegiatan kampus.


seperti biasanya Frans tidak akan mengganggunya, Dia akan membiarkan Lea tidur untuk beberapa saat. Frans akan membangunkan Lea bila di rasa sudah cukup gadis itu beristirahat.


Frans membuka pintu mobil lalu turun ia melangkah masuk, rumah nampak sepi, sebagian penghuni belum pulang kantor.


Tidak berapa lama muncul Riley yang baru pulang.


"Lea nya mana?" tanya Rilley yang melihat Frans sendirian. Biasanya kalau ada Frans berarti ada Lea di sekitar nya. Tapi adik nya itu tidak terlihat.


"Lea ada di mobil,!" jawab Frans santai.


"lho???" kening Rilley berkerut.


"Biasa capek!" kata Frans lagi melihat tatapan curiga dari Rilley.


"Ngapain dia harus tidur di mobil??"


Frans tidak menjawab pertanyaan Riley. kemunculan Lea dengan bersungut-sungut.


"Frans kamu keterlaluan! mengapa kamu tidak membangunkan aku, leherku sampai sakit begini gara-gara kamu membiarkan aku tertidur di mobil". sungutnya.


"Maaf!"hanya itu yang keluar dari bibir Frans dia malah melangkah pergi. membuat Lea sangat kesal di buatnya.


"Sampai bisa tertidur di mobil?" Tanya Rilley.


"Capek kak seharian ikut kegiatan kampus" jawab Lea lalu naik ke kamarnya.


Sementara papi dan Bunda yang baru pulang melihat Frans yang baru keluar menuju mobilnya pria itu akan kembali ke tempat tinggalnya.


"Apakah Lea tidak berulah hari ini?" tanya papi.


"Hari ini dia ikut kegiatan kampus, mungkin juga dia capek, pasti dia tidak akan ke mana mana" jawab Frans lalu pamit.


Lea turun untuk makan malam seperti biasa gadis itu sangat menjaga pola makan nya.


Hingga bentuk tubuh nya pun terjaga dengan baik.


Tubuh tinggi dan ramping nya terlihat sangat indah bila berpakaian minim.


Seperti malam ini Lea pamit pergi dia akan ke kosan mengunjunginya My LeGaCy.Tanpa pengawalan Frans.


Kosan yang sepi, karena Gabby pergi dengan Tomy. Pria itu memperkenalkan Gabby kepada kedua orangtuanya sebagai calon istrinya.


Cynthia pergi bersama Dandy, Lea merasakan sunyi dan kini dia sendirian. Di rumah sebelah Jhon tidak ada mungkin sedang bertugas.


Entah apa yang harus dilakukan,Lea pun akhirnya hanya putar putar dengan mobilnya. keliling kota lalu pulang ke apartemen.


Lea berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, tidak ingin memikirkan apa apa Lea memilih memejamkan matanya dan terbuai dalam mimpi.


Saat sedang duduk seorang diri di taman yang penuh bunga, Lea merasakan tempat itu begitu asing bagi dirinya.


Ada seorang wanita paruh baya menghampiri dirinya, Lea melihat wanita itu menggendong seorang anak perempuan kecil. Sangat cantik dan imut.


"Tolong ibu ya gendong dia, oh ya mama sudah berjanji untuk papanya, bila nanti dia datang tolong kamu berikan kepada nya.


Lea mengambil putri kecil dari tangan wanita itu, Lea lalu menggendong nya, menatap wajah yang cantik nan imut itu. Lea tersenyum lalu kembali menatap wajah wanita paruh baya itu. betapa terkejutnya Lea, melihat wanita itu tersenyum untuk nya. Ternyata wanita itu adalah ibunya Mario.


"Mama???" pekik Lea terkejut. Nafas Lea tersenggal senggal dengan berkeringat dingin.


Lea terbangun dari tidurnya, dia mengingat mimpinya. "Mama? Ya Rabb apa artinya mimpi itu" pikir Lea samar samar terdengar azan subuh.


Mimpi itu masih membayangi ingatan nya, Lea lalu mandi berwudhu melaksanakan sholat subuh. mendoakan ibu Mario agar tenang di alam sana. Lea mengirimkan doa-doa untuk ibunya Mario.

__ADS_1


Paginya Lea berangkat ke kampus seperti biasa My LeGaCy selalu bertemu di parkiran. tidak lupa Frans selalu ada di antara mereka.


"Centil wajah mu kok murung begitu ada apa?" tanya Cynthia yang melihat Lea seperti tidak semangat.


"Capek seharian kemarin" jawabnya singkat.


mereka lalu melangkah ke kelas nya, banyak pria yang menatap tiga dara cantik itu tapi mereka tidak berani mendekati mereka. karena sikap nya yang cuek.


Lea tidak Fokus menerima mata kuliah dia lebih banyak melamun hingga pulang. mimpi itu yang masih membayangi ingatannya.


Lea akhirnya memutuskan untuk berziarah ke makam ibunya Mario sore nanti.


Pulang kantor seperti apa yang telah di niatkan, Lea pun pergi ke makam ibunya Mario.


Tidak lupa untuk membeli sebuket bunga mawar putih.


Tempat itu kini sepi dan sunyi,Lea melangkah perlahan di antara banyak nya Makam.


Lea meletakan bunga di dekat nisan, duduk di sisinya lalu berdoa.


Entah mengapa hati Lea merasa sedih, Lea yang jarang menangis, kini merasakan kesedihan yang mendalam. air mata nya mengalir seiring doa.


"Maaf kan Lea yang tidak bisa memenuhi keinginan mama" ucapnya sambil menangis.


Kalimat itu sempat di dengar Mario yang sudah berada di sampingnya. entah sajak kapan, Lea sendiri tidak menyadari kehadirannya.


Hati Mario bagai teriris mendengar kalimat itu, Mario memejamkan matanya merasakan perih di hatinya. Dia yang setiap sore mengunjungi makam ibunya.


Mario sendiri terkejut ketika datang ada mobil Lea terparkir. Mario berpikir Lea pasti datang bersama Frans.


Hati nya menjadi geram dia tidak ingin melihat Lea datang ke makam ibunya dengan laki laki lain. Bergegas Mario masuk buru buru menuju makam ibunya.


Dari jauh Mario melihat seorang wanita yang dia kenal betul itu Lea. tapi gadis itu sendirian.


Mario menengok ke segala penjuru tapi tidak ada siapa siapa.


Ada sebaris rasa di hati nya antara sedih dan kecewa. sedih mendengar doa yang dipanjatkan Lea. Kecewa mendengar ungkapan hati Lea.


Lea menerima sapu tangan yang di ulurkan seseorang pada nya, tanpa sadar Lea menghapus air matanya dengan menggunakan sapu tangan itu.


Bau parfum sapu tangan yang wanginya di kenal Lea siapa pemiliknya, membuat gadis itu menoleh dengan wajahnya yang sembab.


Lea kembali terkejut dengan kehadiran Mario di sisinya. Pria tampan itu menatap lekat nisan ibu nya.


Lea yang sudah selesai berdoa segera pergi meninggalkannya Mario yang masih tetap menatap batu nisan.


"Maaf kan Rio yang tidak bisa memenuhi mimpi Mama" desisnya. ada kesedihan yang mendalam di relung hatinya.


Lea melangkah dengan perasaan yang sulit di Jabarkan, saat hendak keluar Lea baru menyadari sapu tangan Mario di genggaman tangannya.


Lea lalu melepaskan Secarik kain indah itu, benda segi empat itu melayang jatuh di depan pintu saat Lea keluar.


Lea lalu masuk ke mobil nya menghidupkan mesin lalu pergi dari sana.


Entah apa yang di rasakan Lea, untuk kembali mengingat Mario rasanya sulit. hatinya benar benar telah membeku.


Mario masih setia di makam ibunya, menatap Lamat Lamat nisan itu. Rasa sesal yang datang terlambat, andaikan dia tidak membuat kesalahan, pasti ibunya sangat bahagia saat ini.


Menjelang malam matahari akan ke peraduannya.


Perlahan Mario melangkah sambil menatap ujung sepatu nya untuk pulang. Setiap sore dia selalu mengunjungi ibunya.


Di pintu saat hendak keluar samar samar matanya menatap secarik kain indah, itu sapu tangan milik nya.


Mario memungut nya menatap sapu tangan itu dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Sebenci itu kah kamu kepada ku hingga sapu tangan ku saja kamu buang!" hati Mario semakin perih.


Dia lalu menuju mobilnya, masuk dan duduk termenung di dalam Nya. Seakan enggan meninggalkan tempat itu, hingga ponsel nya berdering panggilan masuk dari Papanya. Beliau mengatakan kakaknya Lian masuk rumah sakit akan melahirkan.


Mario baru buru buru menyalakan mesin mobilnya dan memacu secepatnya menuju rumah sakit.


Mario yang sangat mengkhawatirkan kakaknya.


sesampainya di rumah sakit, Mario dengan cemas buru-buru berlari mencari ruangan di mana kakaknya dirawat.


Di depan sebuah ruangan Mario melihat papanya duduk termenung seorang diri di samping ruang itu.


"Papa?" bagaimana kondisi Lian?" Tanya Mario dengan raut cemas.


"Kakak mu tidak apa apa, sebentar lagi dia akan lahiran . Kakak mu wanita yang kuat dia bisa melewati semua ini" tutur papa nya walau sebenarnya beliau sendiri merasa was was.


Mario yang kuatir kini mondar mandir bolak balik di depan ruangan itu bagaikan setrika.


Setelah menunggu beberapa jam kemudian. Terdengar tangisan bayi dengan keras. Lian melahirkan secara normal. Seorang anak laki-laki yang tampan.


"Selamat ya putra anda sehat dan tampan seperti bapak nya" ujar dokter yang menangani persalinan Lian.


Setelah selesai mengurus Lian dan bayinya dokter mempersilahkan keluarga untuk menengok Lian dan bayi tampangnya.


"Selamat kak!" Mario memeluk Leo kakak iparnya.


Leo menyambut nya dengan wajah berseri pria itu terlihat sangat bahagia.


Papa Liton menghampiri putrinya yang kini duduk bersandar di tempat tidur, mengelus lembut rambut nya sambil mencium kedua pipi nya.


Beliau lalu berucap "Selamat ya sayang?! kamu memiliki seorang pangeran yang tampan....!".


Mario merasa gemas menatap wajah ponakannya yang sangat tampan itu. Mario menatap wajah Leo bergantian dengan putranya.


"Duplikat Leonard Hizam!" ujarnya.


Leo yang mendengar ucapan Mario malah tersenyum lebar.


Sementara Lian masih berbicara dengan papanya, Papa yang sangat berbahagia, wajahnya mendadak mendung.


"Andaikan mama masih bersama kita, beliau pasti sangat berbahagia" katanya pelan.


Kalimat papa nya membuat Lian menangis, dia merindukan sosok ibu nya.


Liton segera memeluk putri nya itu, dia tau seperti apa perasaan Lian.


"Jangan menangis, ibu mu pasti sangat berbahagia, melihat pangeran tampan mu" Liton menghapus lembut air mata di pipi putri nya.


Melihat itu Leo segera memeluk istrinya menciumnya berulang kali.


"Jangan menangis sayang kamu telah memberikan aku kebahagian yang sempurna" bisik Leo.


Mario masih menatap wajah tampan malaikat kecil itu.


"Seandainya Lea yang melahirkan mungkinkan aku juga akan berbahagia seperti ini."


Tapi sayang itu hanya seandainya dan harapan itu bagaikan Sebuah fatamorgana di Padang gersang.


Dari sebuah kesalahannya, semua terjadi di saat dirinya kini terlambat menyadari.


*


*


*

__ADS_1


**** Love you All ❤️❤️❤️ Like, komentar dan vote serta jejak kalian biar aku tambah sayang sama kalian ❤️❤️❤️


__ADS_2