Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Pura Pura Gila


__ADS_3

"Aku sayang kamu Lea! seperti mama yang juga menyayangi mu".


Lea yang masih berdiri di pintu kamar masih sempat menoleh ke arah Mario. Dia mengira Mario sudah bangun dan berbicara pada nya.


Cepat cepat Lea keluar dari kamar itu, menutup pintunya dan pergi ke kamar tamu.


Lea menatap seisi ruangan,semua nampak berantakan.


Tempat yang pernah menjadi hunian nya ini yang dulunya rapi, sangat rapi dan bersih.


Tapi sekarang tempat ini sudah benar benar seperti kapal pecah.


Semua berantakan dan tidak beraturan, semua benda dan barang tidak berada pada tempatnya.


Lea menatap semua itu dengan tatapan sendu, ada sesal di relung hati nya. Dia pernah mengurus dan merawat tempat ini.


Meskipun tidak ada kenangan manis yang tertinggal di sini, tapi biar bagaimanapun dia pernah menjadi istri dari seorang Mario.


Lelaki yang kini terlihat berantakan bersama tempat tinggal nya ini.


Sementara Gabby dan Cynthia masih berada di mobil. mereka belum beranjak pergi dari sana.


Keduanya masih memastikan apakah Lea aman bersama Mario.


"aku khawatir akan keselamatan Lea, secara Mario lagi mabuk, sepanjang jalan tadi nama Lea yang dia sebut sebut"Ujar Gabby.


"Waktu menjadi istrinya, bukan nama Lea yang di sebut, nah giliran di tinggal baru pura pura gila" seru Cynthia kesal.


"Kita cabut, besok ada jam pagi, lagian juga kita ada rapat besok di kantor " ujar Gabby sambil menghidupkan mesin mobilnya. Mereka pun kembali ke kosan.


Lea memilih merebahkan tubuhnya di ranjang tak dapat di pungkiri perkataan Mario kini mengganggu pikirannya.


Lea berusaha menepis pemikiran nya itu dia mencoba menutup mata.


Namun tiba-tiba bayangan ibunya Mario melintas di ingatan nya.


Saat wanita tua itu sering mengelus perutnya dulu berharap benih Mario ada di sana.


Jangankan untuk hamil, menyentuhnya saja tidak pernah.


Bahkan Mario sering berkata Lea bukan tipenya, melihat tubuh telanjangnya saja dia tidak bergairah. entah mengapa tiba tiba hati Lea terasa perih.


Gadis itu lalu bangun dari tempat tidur lalu bergegas pergi dari apartemen Mario.


"Aku tidak pantas untuk berada di sini, tidak seharusnya aku ada di apartemen yang kini bukan tempat tinggal ku lagi,aku bukan lagi istrinya" Lea melangkah menjauh dari sana.


Menggosok gosok kedua telapak tangannya, angin malam membuat Lea merasa kedinginan. Lea yang hanya mengenakan dress pendek selutut merasa dingin.


Lea mengambil Hp dari tasnya melihat jam, sudah jam sebelas malam. Dia lalu menyetop taksi. Dia memilih untuk pulang ke apartemen nya.


"Aku ada di apartemen ku" pesan yang di kirim Lea ke Frans. gadis itu tidak lagi peduli dengan kondisi Mario.


Lea mengganti pakaiannya lalu tidur membawa dirinya dalam mimpi. melupakan sejenak cerita rumit hidupnya.


Gabby dan Cynthia kaget ketika sampai di kosan, mereka melihat Tomy yang lagi bercerita di teras dengan Jhon.


"Tuh mereka pulang, aku masuk dulu bro" ujar Jhon ketika melihat Gabby dan Cynthia yang baru pulang. Lelaki tampan dengan sosok tegas sebagai seorang polisi itu pun beranjak dari duduknya lalu masuk ke rumah nya.


"Tomy?! sapa Gabby.


Yang di sapa mengembangkan senyumnya, "Kata nya bersama Lea, dimana dia?" tanya Tomy menghampiri Gabby.

__ADS_1


"Tom, Genit,aku duluan " ujar Cynthia lalu masuk.


Membiarkan Gabby menemani pacarnya Tomy, tidak berapa lama Gabby lalu masuk pamit Cynthia, tidak lupa membawa beberapa pakaiannya, dia akan menginap di apartemen Tomy.


"Jaga dirimu Ganjen,aku pergi dulu" pamit Gabby memeluk Cynthia mencium nya.


"Ih amit amit pakai cium segala, mau pergi sama pacar paling buat nusuk yang di bawah" nyinyir Cynthia, membuat Gabby cemberut.


"pedis amat sih mulut nya, kayak Mak Lampir" cibir Gabby.


"Sana pergi sundel bolong!" usir Cynthia.


Mereka lalu tertawa Gabby segera menemui Tomy yang dari tadi menunggu nya. Tomy membawa sang kekasih ke Apartemen nya.


"Tom, aku khawatir sama Lea takut, terjadi sesuatu pada nya" ujar Gabby ketika mereka sudah di jalan.


"Memangnya ada apa dengan Lea beb?" tanya Tomy.


"Lea bersama Mario di apartemen nya"


"What?"


Tomy terkejut Dia menatap Gabby meminta kejelasan. Tomy tidak mengerti kemana arah pembicaraan Lea.


"Tadi kami ke Bar, nongkrong di sana, trus ada yang berkelahi, Mario yang ternyata ada di sana, lagi mabuk dan mengganggu pacar orang hingga dia di pukul sampai babak belur" terang Gabby.


Tomy menatap marah pada Gabby, dia menghentikan mobilnya di tepi jalan.


"Mengapa sampai kalian pergi ke sana tanpa sepengetahuan ku?" kata Tomy dingin.


"Maaf Tom, kami pergi atas permintaan Lea!"


"Baiklah siap siap untuk aku hukum" Katanya menyeringai.


"Biarkan saja mereka bukan anak kecil, lagian Lea masih sah sebagai istri nya" ujar Tomy tenang ada senyum tipis di sudut bibirnya.


"Apa Kamu bilang Tom, maksud nya?" tanya Lea tidak mengerti.


"Kalau pun Lea bersama Mario, kemana pun dan di mana pun, kalian jangan takut akan keselamatan Lea, karena Mario belum tanda tangan surat cerai nya" tutur Tomy.


"Oh no aku tidak ingin Lea balik lagi sama Mario, laki laki tidak tau diri itu" umpat Gabby.


"Sayang,,,! kamu jangan Lupa mereka itu suami istri " ucap Tomy lembut.


Mereka sampai di apartemen Tomy, mobil memasuki basemen. Tomy lalu turun membuka pintu mobil untuk Gabby.


Mereka lalu melangkah menuju unit apartemen Tomy.


Saat masuk Tomy sudah tidak tahan untuk memeluk kekasihnya itu. Diapun memeluk tubuh Gabby dari belakang, Tomy menyerang nya dengan ciuman maut nya.


Kegiatan panas pun terjadi antara mereka, sepanjang malam. Tomy dengan ganasnya memberikan hukum pada Gabby.


Sementara di kosan Cynthia menghubungi Dandy yang barusan tiba dari luar kota. Gadis itu mengeluhkan kegelisahan nya soal Lea.


Dandy yang mendengar penuturan Lea tentang apa yang terjadi di Bar hingga mereka mengantar Mario pulang. tinggal lah Lea bersama mantan suaminya itu.


Tanpa menunggu lama Dandy segera menjumpai calon istri nya di kosan. meskipun lelah tapi tidak terasa demi mendengar keluhan Cynthia,Dandy terpaksa menemuinya malam itu.


"Kenapa menangis? kangen ya?" Goda Dandy saat tiba di kosan. Dia memeluk sang kekasih dan menghujani wajah nya dengan ciuman.


Mereka melepas kangen setelah seminggu Dandy berada di luar kota mengurus proyek di sana.

__ADS_1


Seperti bias apa yang di lakukan orang yang lagi kangen, peluk tidak ketinggalan yang paling penting ciuman dari hangat sampai yang panas Level tertinggi.


Tapi sayang Dandy harus puas sampai di situ finishnya masih di ciuman.


Cynthia memberi kan lampu merah untuk yang lebih kepada Dandy.


"Dandy bangun!" Cynthia menggoyang goyangkan tubuh Dandy yang masih pulas.


Dandy tidak pulang dia menginap di kosan bersama Cynthia. Gadis itu sudah rapi akan ke kampus dan hari ini mereka ada rapat di kantor.


"Bangun kita sarapan! aku ada jam kuliah pagi ini' ujar Cynthia.


Dandy yang masih ngantuk dan merasa capek masih malas untuk bangun.


"Yang, biar aku istirahat di sini, siang baru aku ke kantor capek" kata Dandy yang masih menempel di bantal.


"Baik lah aku pergi dulu" Cynthia lalu pergi meninggalkan Dandy yang kembali melanjutkan tidur nya.


Namun mendadak Dandy melompat bangun buru buru masuk kamar mandi, setelah mandi dia ke dapur sarapan dan langsung menuju apartemen Bos nya.


"Astaga Bos?"


Dandy mendapati Mario yang meringis sakit sekujur tubuhnya. Belum lagi wajahnya yang lebam lebam akibat kena di hajar semalam.


Mengingat cerita Cynthia membuat Dandy ingin tertawa, bos dingin nya yang hampir tak tersentuh akhirnya babak belur akibat menggoda pacar orang.


"Begini nih akibatnya kalau pura pura gila" omel Dandy sambil mengompres wajah bos nya ini.


Dandy yang sedang mengompres wajah Mario dengan handuk kecil dan air hangat.


"Ngapain kamu ngatain aku pura pura Gila, auuzsss" pekik Mario yang hendak protes di katai pura pura gila.


Dandy malah dengan kuat memukul wajahnya dengan handuk panas.


"Heh,kamu mau merusak wajah ku yang tampan ini?" bentak nya geram.


"Percuma punya wajah tampan kalau jadi pecundang!"


Perkataan Dandy membuat Mario naik pitam dia dengan cepat menarik kerah baju Dandy.


"Auuuhzssss?" Mario kembali Meringis sakit sendiri. Ia melepaskan tangannya dari baju Dandy.Sekujur tubuhnya malah sakit semua.


Dandy malah menertawakan dirinya.


Di apartemen Tomy Gabby yang masih lelap tidur setelah semalam beradegan panas dengan Tomy,Gadis itu enggan membuka matanya.


Perlahan Gabby membuka matanya saat perutnya terasa mual.


Dia lalu bangun dan berlari ke kamar mandi, saat merasakan sesuatu di dalam perut nya akan keluar.


Gabby pun muntah muntah di kamar mandi sampai akhirnya lemas.


Tomy yang barusan berganti pakaian merasa heran segera masuk ke kamar mandi melihat Gabby yang lemas berpegangan di wastafel.


"Parfum apa yang kau pakai tom?" pekik Gabby dengan wajahnya yang pucat.


*


*


*

__ADS_1


***Love You All,,,❤️❤️❤️ tinggalkan jejak kalian.


Semua nya ya...Salam manis untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2