
Lea sangat terkejut melihat Mario yang ternyata adalah papa dari bocah cilik yang tanpa sengaja di tambrak nya itu.
Mario sendiri belum menyadari keberadaan Lea di dalam ruangan itu. Rahangnya mengeras marah kepada orang yang telah menabrak putrinya.
"Bibi siapa orang sudah sudah menabrak putri ku,,,,?" tanya Mario dengan geram.
Bibi lalu menunjuk ke arah Lea yang masih bingung entah apa yang harus dia katakan kepada Mario.
Mario menatap Lea yang ada di sampingnya matanya membulat sempurna demi melihat Lea yang kini menatapnya Dengan rasa bersalah.
"Apakah kamu yang telah menabrak putri ku?" Mata Mario menyipit menatap nya.
"Maaf aku tidak sengaja, sekali lagi aku minta maaf" kata Lea gugup dan takut.
"Apakah kamu pikir dengan minta maaf, kaki anak ku yang telah kamu patahkan itu akan sembuh?!" bentak Mario.
Rasa sayang nya kepada putrinya membuat Mario sangat marah. Dia tidak tau kalau hati Lea sangat sakit di bentak seperti itu.
"Aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi" Kata Lea akhirnya.
"Ya kamu memang harus bertanggung jawab, sampai kaki Putri ku sembuh seperti semula" tegas Mario.
Mereka bagaikan dua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain.
Itu membuat Lea merasa harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa anak Mario.
Mario kembali menghampiri tempat tidur putri nya.Ia memeluk dan menciumnya berulang kali.Lea yang melihat hal itu menjadi sangat sedih .
Andaikan dia tidak keguguran mungkin juga anak anak nya sudah sebesar itu. Mario beruntung masih bisa punya anak.
Tapi Lea ...Oscar pergi tinggalkan dirinya seorang diri tanpa satu pun keturunannya. Melihat hal itu membuat hati Lea bagai terisis.
Mario seperti nya sangat menyayangi anaknya dengan Karina. Terlihat dari cara dia memeluk dan mencium putri kecilnya itu berulang kali hingga bocah cantik itu membuka matanya.
"Daddy?!" Suara gadis itu lemah memanggil papanya.
Lea yang masih menatap pemandangan di depannya itu dengan hati yang perih. Di mana anak dan papa nya itu berpelukan erat sambil berciuman.
"Mommy,,,,?" panggil bocah mungil itu, ketika matanya menatap sosok Lea yang berdiri terpaku di tempatnya.
Membuat Mario menoleh menatap Lea, tidak ada orang lain di ruangan itu selain Lea. Mario sendiri tidak percaya dengan pendengaran nya.
"Mommy,,,,?!"
Lagi lagi putrinya itu memanggil Lea dengan sebutan Mommy.Mata Mario menyipit menatap Lea yang nampak bingung harus berbuat apa.
Lea sendiri bingung melihat ke kiri kanan nya, namun tidak ada siapapun, hanya diri nya. Lalu siapa yang di panggil mommy oleh anak kecil itu? mungkin kah ada bayangan Karina di sekitar mereka?.
Lea masih mantap bocah kecil yang terlihat cantik menggemaskan itu. Lea sendiri tidak tahu harus bagaimana. Untuk tersenyum saja Lea seakan lupa bagaimana cara dia harus tersenyum.
Lea sendiri tidak pernah menyangka bahwa dia harus bertemu dengan Mario dengan cara seperti ini. Lea pernah menghindari nya saat akan membeli sebuah topi.
Kenapa takdir kembali harus mempertemukan mereka untuk mengoyak luka yang pernah di torehkan Mario kepadanya sewaktu dulu.
Lea berusaha memejamkan matanya untuk menghalau rasa sakit yang tak terlihat namun terasa di hati nya.
"Mommy jangan pelgi" Suara anak kecil itu menahan langkahnya ketika Lea hendak keluar dari ruangan itu.
Lea yang hendak memberi waktu untuk Mario dengan putrinya itu. Lea hanya menoleh sekilas lalu kembali melangkah.
Lagi lagi suara anak Mario itu memanggil nya,kali ini bukan hanya memanggilnya tapi sambil menangis.
__ADS_1
"Momm,,?! jangan pelgi, jangan tinggalkan Sesil!" Tangisnya dengan tangan mungilnya menggapai ke arah Lea.
Mario sendiri sangat terkejut dia hampir tidak percaya bahwa putrinya memanggil Lea dengan sebutan Mommy.
Selama ini Mario selalu mengatakan kepada putrinya Mommy sedang berada di surga. Dan selalu melihat nya dari sana bahkan menemaninya di dalam tidur.
Bocah berumur tiga tahun yang belum mengerti apa itu surga. Namun Mario menjelaskan bahwa surga itu tempat yang indah di sana Mommy nya berada, setiap kali Sesil menanyakan ibunya.
Kejadian itu membuat Mario berpikir untuk meminta tanggung jawab Lea dengan caranya.
Mario menghampiri Lea yang sedang bengong dengan kenyataan ini.
"Kamu harus bertanggung jawab untuk menjadi mommy nya saat ini, kamu jangan menolak keinginan putri ku, karena kamu yang sudah mencelakai nya." bisik Mario tegas.
*
*
*
"Kamu harus menikah dengan ku, untuk mempertanggung jawabkan kecelakaan yang menyebabkan putriku harus duduk di kursi roda" tegas Mario. Pria itu menekan Lea dengan cara itu agar Lea menjadi ibu untuk anaknya.
"Bagaimana,,,,,?"
kata Mario saat mereka berdua berada di sebuah restoran membahas soal kecelakaan yang di sebabkan Lea.
Permintaan Mario membuat Lea muak, dia menolak untuk menikah dengan Mario. Tapi di sisi lain ia harus tanggung jawab.
Mario tidak mau menempuh jalur hukum dia ingin Lea bertanggungjawab merawat anaknya hingga sembuh.
"Aku akan bertanggung jawab untuk merawat anak mu hingga sembuh. Tapi aku tidak mau menikah dengan mu" bantah Lea.
"Tidak aku tidak Mau!" Lea bersikeras.
"Itu merupakan tanggungjawab mu"
"Kalau hanya untuk bertanggung jawab, mengapa harus nikah segala, lelucon macam apa ini?" umpat Lea tidak terima.
"Kamu bisa pilih nikah dengan ku, atau masuk penjara?" Mario menekan kalimatnya.
"Baiklah dengan senang hati aku.... memilih masuk penjara" tegas Lea.
Mario tertegun sikap keras kepala Lea tidak pernah berubah sampai saat ini. Mario berpikir kalau harus memaksa dengan keras Lea tidak bisa untuk di paksakan malah dia nekad memilih untuk masuk penjara.
"Buang ego mu Lea,,,aku tidak ingin putri ku bertambah sakit, Karina meninggal saat melahirkan Sesil, sejak kecil putri ku itu tidak merasakan apa arti seorang ibu baginya" Kata Mario pelan dia ingin menggugah hati Lea dengan cara yang lembut.
"Kalau akhirnya Sesil memanggil mu mama, aku mohon demi putri ku, kita menikah"
Lea terdiam tampak berpikir, dia yang telah menabrak Sesil yang sedang bersepeda hingga menyebabkan kaki anak kecil itu patah.
Sebenci apa pun dia kepada Mario, jelas jelas anak kecil itu tidak bersalah. Lea akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Mario tapi dengan satu syarat.
"Kita menikah tapi hanya di atas kertas sampai putri mu benar benar sembuh" kata Lea mengajukan permintaan nya.
"Lea,,,,?"
Mario hendak protes tapi Lea dengan cepat berkata kepada nya.
"Bagaimana dengan syarat ku,,,,? ya! atau tidak sama sekali" setelah berkata demikian Lea berani berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.
Mario dengan cepat membayar makanan yang mereka makan dan segera menyusul Lea yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Lea ,,,,Lea ,,, tunggu tunggu! baiklah aku terima syarat yang kamu berikan" putus Mario akhirnya.
Lea yang berdiri menatap wajah tampan yang dulu pernah membuat patah hati itu. Wajah tampan yang kini telah memiliki seorang putri dan Lea akan menjadi ibu pura pura nya lagi.
"Tuhan,,,?! harus kah takdir mempertemukan aku dengan kepura puraan lagi?" Lea menghembuskan nafasnya lalu masuk ke dalam mobilnya.
Lea pergi dengan Mobilnya meninggalkan Mario yang tidak bisa membuat Lea mangalah. justru dia yang harus mengalah untuk Lea.
Sepanjang perjalanan pulang bayangan Oscar menari nari di ingatan nya. Lea menepikan mobilnya lalu menangis di tepi jalan itu.
"Daddy....kamu pergi tinggalkan aku dengan segala beban hidup yang terpaksa harus ku jalani sendirian" Butir butir benih itu berguguran jatuh dari pelupuk mata indah nya.
Lea menunduk membenamkan wajahnya pada stir mobilnya dan menangis seorang diri. Rasa sedih dari duka yang mendalam di hati nya kini kembali terasa dan tak urung membuat Lea harus kembali menangis.
Padahal sesungguhnya Lea sudah berusaha mencari melupakan semua kenangan nya dengan Oscar.
Namun pernikahan yang di tawarkan Mario membuat Lea menjadi dilema. Harus dan terpaksa untuk menjalani nya.
Sebuah mobil menepi di depan mobil Lea, seorang pria tinggi dan tampan dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya turun dari mobil itu.
Wajah tampan amat putih itu melangkah dengan gagahnya namun santai, menghampiri mobil Lea.
Dia lalu mengetuk kaca mobil berulang kali hingga Lea yang sedang menangis menatap dan terkejut.
"Malik,,,????!" gumam Lea.
Malik yang kebetulan melintas di situ mengenal mobil Lea. Ia lalu berhenti dan turun menghampiri mobil itu mengetuk kacanya yang Malik tau Lea ada di dalam.
Malik tau sesuatu pasti sedang terjadi dengan wanita yang telah membuat dirinya jatuh cinta kepadanya itu.
"Buka pintunya" Malik memberi kode agar Lea membuka pintu mobil nya.
Lea dengan cepat menghapus air matanya lalu membuka pintu mobil dan keluar karena Malik meminta nya untuk turun.Begitu turun Malik langsung memeluk nya.
"Kakak!"
"Katakan kepada ku,apa yang terjadi?!" pinta Malik lembut.
Lea yang sudah menganggap Malik seperti kakak nya itu lalu menceritakan apa yang sudah di alami nya. Sambil tidak kuat untuk menangis.
Malik malah tertawa mendengar penuturan wanita yang kini sedang dilema itu. Di tatapnya mata yang berkabut duka itu.Malik tersenyum lembut sambil melepaskan kacamata nya.
"Kamu sudah mengambil keputusan yang benar, menikah lah dengan nya. Bila nanti anaknya sudah sembuh maka lepaskan ikatan itu, bila memang diri mu terpaksa" Kata Malik bijak.
Lea menatap nya kesal melihat Malik yang malah tertawa mendengar curhatan nya. Lea yang curhat berharap Malik memberikan solusinya eh malah perkataan nya membuat Lea melongo.
Malik malah menyuruh Lea menikah dengan Mario.
Ponsel Malik berdering dan Malik meminta ijin Lea untuk menjauh menerima pandangan nya.
"Bantalkan pertemuan nya aku ada urusan lain yang lebih penting" perintah Malik tegas.
Ya,,, Malik sampai membatalkan pertemuan nya hari ini demi Lea. Dia tidak ingin Lea terpuruk dan terus menangis. Entah dengan cara apa lagi Malik harus menghibur nya.
*
*
*
***** Love you All ❤️❤️❤️ Belakangan Othor jarang Up Up lagi. Mengingat pekerjaan yang menyita waktu dan tidak bisa di tinggalkan.Salam Rindu ku untuk kalian semua ❤️❤️❤️****
__ADS_1