Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Turut Berdukacita


__ADS_3

Papi buru buru menuju ruang di mana Ibunya Mario di rawat. Semarah apapun mereka kepada Mario tapi tidak membuat renggang tali silaturahim yang telah terjalin antara dua keluarga itu selama ini.


Urusan anak anak itu urusan mereka, soal perceraian Mario dengan Lea itu urusan pribadi mereka.


Papi melihat Tiara sebentar lalu mendekati Liton menyalaminya dan duduk di sofa di hadapannya.


"Bagaimana kondisi Tiara Lit?" tanya Papi Valen basa basi.


"Tensi nya naik, penyakitnya kambuh lagi, kali ini lebih parah" Kata Liton sambil menatap ke arah tempat tidur istrinya.


Bunda merasa prihatin dengan kondisi Tiara, wanita itu seakan melemah, Bunda duduk di sisinya sambil mengelus tangannya.


"Tia, kamu yang kuat sabar dan jangan banyak pikiran" kata bunda lembut.


Tiara menatapnya ada air mata yang menetes di sudut matanya.


"Ranny,,,?! bisakah kamu penuhi permintaan ku?" pintanya dengan suara nya yang bergetar melemah. Sinar matanya meredup sendu, namun Bunda merasa tatapan itu seakan lain.


"Baiklah Tia,,,!,aku akan penuhi apa pun permintaan mu,asalkan kamu berjanji untuk kuat jangan lemah seperti ini"


"Kebahagian Mario adalah Lea, Ranny?! ku mohon kembalikan Lea kepada Mario" Permintaan Tiara sungguh merupakan sesuatu yang sudah tidak mungkin.


"Aku ingin berbicara dengan Lea" Pinta nya.


"Lea tidak berada di kota ini" kata Bunda pelan.


"Telpon" bibir Tiara bergerak.


"Baiklah" Bunda mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Lalu menggeser benda pipih itu mencari nama Lea.


Ponsel Lea berdering saat Lea bersama dua temannya lagi menunggu Frans yang akan mengajak mereka ke Mandalika. Video panggilan masuk dari bunda.Lea segera menggeser tombol hijau nya.


"Assalamualaikum bunda,,,?!"


Lea tertegun melihat Bunda yang tengah duduk di samping ibunya Mario yang terbaring lemah. Lea bisa melihat dengan jelas karena bunda mengarahkan kamera nya ke arah ibunya Mario di dekat bunda.


Senyum wanita tua itu seakan menyimpan kerinduan yang mendalam kepada Lea.


"Mama,,,?" desis Lea. "Rabby ,,,! masih pantaskah aku memanggilnya Mama? " batin Lea.


Mama Tiara tersenyum Lalu mengucapkan sesuatu yang Lea tidak mengerti karena hanya terdengar samar-samar.


"Maaf kan mama,atas apa yang telah di lakukan Mario pada mu, mama mohon maaf, bila mama tiada tolong maafkan Mario" itulah kalimat yang di ucapkannya.


Lea melihat senyum wanita paruh baya itu namun dengan kondisinya yang lemah, Lea tersenyum menatap nya, Jantung nya tiba tiba berdebar debar entah apa yang dia rasakan.


Saat itu masuk Lian bersama suaminya dan juga Mario, mereka sempat terekam kamera bunda. Lea sempat melihat kehadiran mereka. tapi bunda telah mematikan sambungan nya.


Lian dengan berderai air mata segera memeluk ibunya. begitu pula dengan Mario, dia memeluk ibunya. wanita yang telah melahirkan dirinya itu kini kembali sakit akibat memikirkan dirinya.


Mencium wajah nya berulang kali, "Maafkan Rio ma' bisiknya.


"Rio, bawa pulang Lea bersama mu, temukan kebahagiaan mu nak! maafkan semua salah mama?!" kata ibunya belinang air mata.


"Ma,,,Rio dengan Lea sudah bercerai" kata Lian Lembut.


"Rio, kamu tidak tanda tangan surat cerai itu kan?" mama menatap nya. "Mama hanya ingin melihat mu bahagia" menatap Mario sendu.


" Belum ku tanda tangani ma!" ucap Mario pelan.Mario makin khawatir melihat kondisi ibunya.


Bunda yang mendengar pengakuan Mario kini terkejut, pengadilan telah memutuskan secara hukum. Tapi secara agama mereka masih sah sebagai Suami istri karena Mario belum tanda tangan surat cerainya.


Senyum itu perlahan memudar tatapan matanya makin meredup. Bunda meraba kaki Tiara yang telah dingin. nafasnya yang teratur pelan.

__ADS_1


"Panggil Papa Liton" ujar Bunda.


"Papa?" Mario memanggil Papanya.


Liton yang sedang duduk di sofa bergegas mendekati tempat tidur Tiara. Seulas senyum terlukis di bibirnya.


Liton menatap wajah istrinya, berulangkali di cium dengan rasa sayang. Hati terasa perih, wanita yang menemani hidupnya hingga saat ini, terbaring tak berdaya.


Sejak mendengar kabar perceraian Mario, Tiara semakin drop, hingga akhirnya wanita paruh baya itu harus di larikan ke rumah sakit.


Mereka masih belum menyadari apa yang terjadi sampai akhirnya Bunda berbisik sebuah kalimat di telinga Tiara.


"Siapkan lahir dan batin kalian, Bunda harap kalian tabah menjalani takdir ini" kata Bunda pelan. Saat Tiara mulai memandang.


Liton yang menyadari hal itu segera melafalkan kalimat mengantarkan kepergian istrinya, hingga Tiara menutup matanya dengan tenang.


"Ibu?!" Pekik Lian menangis histeris. wanita yang tengah hamil muda itu menangis sejadi jadinya di pelukan suaminya.


Lian tidak pernah menyangka ibunya akan pergi secepat itu. Rasanya seperti kemarin ibu menemaninya menjalani semua cobaan rumah tangga nya.


Semangat dan nasehat nya, kedekatan Lian dengan sang ibu baru terjalin setelah Lian kembali ke tanah air dan menikah.


Sejak kecil hingga dewasa Lian tidak pernah dekat dengan ibunya.


Mario tertegun seakan membeku sambil menatap wajah ibunya yang kini terpejam. Dia seakan tidak percaya ibunya telah pergi untuk selamanya.


Dokter dan tim medis melakukan tugasnya melepaskan semua alat bantu yang melekat di tubuh Tiara. Jenazah nya akan di bawa pulang ke rumah duka, atas permintaan Liton untuk membawa pulang istrinya sora itu juga.


*


*


*


Lea yang mendapat kabar kepergian ibunya Mario hampir tidak percaya.


Pagi ini mama Tiara akan segera di makamkan, semua sanak keluarga telah berkumpul. para karyawan kantor dan kolega pun hadir membawa karangan bunga, mengucapkan turut berdukacita.


Mereka menunggu kehadiran Lea, atas perintah papa Liton, baru lah mama Tiara di bawa ke tempat pemakaman.


Lea tiba di rumah duka dengan matanya yang sembab. Sepanjang perjalanan pulang Lea terus menangis.


Bunda menyambut kedatangan Lea, di depan rumah duka memeluk nya. "Jangan menangis sayang?! ucapkan permintaan maaf mu untuk Mama" bisik bunda memberikan kekuatan kepada putrinya.


Bunda Tau seperti apa kasih sayang Tiara kepada Lea. Bunda membimbing Lea untuk masuk melihat ibu mertua nya untuk terakhir kali.


Semua mata tertuju memandang kehadiran Lea, gadis cantik itu mengenakan gaun hitam, serta kerudung hitam tanda berbelasungkawa.


Mario menatap kehadiran Lea tidak bergeming dia seakan mematung di samping ibunya.


Perlahan tangan Lea terulur membelai pipi mama yang seakan sedang tidur panjang.


Wajah Lea mendekat mencium kedua pipi nya dengan lembut. Lalu berbisik di telinga nya setelah itu menutupnya kembali.


Air mata membanjiri wajah cantiknya, Lea menangis di pelukan Bunda. Biar bagaimanapun mama Tiara semasa hidupnya sangat menyayangi Lea. Mereka mengantarkan mama Tiara ke peristirahatan terakhir.


*


*


*


Mario mematung menatap nisan ibunya, rasa nya begitu kehilangan wanita pertama yang sangat di cintai nya. Mario mengirim doa untuk mengiringi kepergian ibunya.

__ADS_1


Pemakaman telah sunyi Mario seakan enggan meninggalkan tempat pemakaman.


Dia masih bersimpuh di dekat pusara ibunya.


"Maafkan Rio Ma,,,,! Rio yang tidak sempat membahagiakan mama di akhir hayat" desisnya getir.


Mario tidak kuasa menahan kesedihannya, dia pun menangis di pusara ibunya. Hatinya seakan perih dari luka yang dia gores sendiri.


Di tinggal cerai istri nya di tambah lagi kepergian ibunya, lengkap sudah penderitaan Mario.


Tidak jauh dari tempat nya berdiri sosok wanita cantik bersama seorang pria yang mengenakan pakaian hitam dan kaca mata hitam.


Gerimis mulai turun perlahan sebentar lagi akan turun hujan. Langit mulai gelap dengan gumpalan awan bertanda hujan akan turun sebentar lagi.


"Lea payungi Mario, aku tunggu kalian di mobil" kata pria yang tidak lain adalah Frans.


Dia menyerahkan payung yang sejak tadi di pegang memayungi Lea.


Pria itu lalu pergi meninggalkan Lea yang masih berdiri bingung.


Rasanya dia begitu asing bagi Lea untuk mendekati Mario yang terus bersimpuh sambil menangis meratapi kepiluan hatinya.


Hujan Mulai turun membasahi bumi tapi Mario tidak bergeming dari tempatnya.


Perlahan Lea melangkah dia pun memayungi Mario. hujan mulai deras mengguyur bumi, Mario masih enggan untuk berdiri dari tempatnya.


Hujan yang di sertai angin kencang membuat Lea merasa takut. tapi untuk pergi meninggalkan Mario tidak mungkin.


Di arel parkir pemakaman masih ada dua mobil terparkir di sana selain mobil Frans.


Tomy dengan Dandy, bersama Gabby dan Cynthia. Mereka semua hadir di pemakaman. mereka masih tetap di sana menunggu Mario dan Lea.


"Tom, ajak Mario kita pulang hujan dan angin nya makin kencang" ujar Gabby Kuatir begitu pun Cynthia.


"Biarkan mereka seperti itu, semoga kejadian ini bisa mendekatkan keduanya untuk bisa menyatukan hati mereka" Seru Tomy.


Mereka berharap Lea bisa membuka hatinya untuk Mario, agar dia bisa bangkit dari keterpurukan.


Dua insan itu masih berada di makam ibunya, Mario masih tetap bersimpuh di tempat nya. Lea yang berdiri dengan payung di tangan nya. meskipun memakai payung tapi mereka tetap basah karena derasnya hujan di sertai angin.


Lea sendiri tidak tahan untuk tidak menangis, air mata nya jatuh tak tertahan. Matanya menatap pusara yang masih baru itu.


Frans melirik jam di pergelangan tangannya, dia lalu keluar dari mobil berlari menerobos hujan.


Tomy pun melakukan hal yang sama dua lelaki itu mendekati Lea dan Mario.


Frans segera menangkap tubuh Lea yang limbung hendak jatuh. "Lea?!" Teriak Frans Lantang. Dengan sigap Frans langsung menangkap tubuh Lea yang rubuh,menggendong nya membawa Lea ke mobil.


Mario baru menyadari kalau orang yang berdiri memayungi dirinya sedari tadi adalah Lea.


Mario menatap Frans yang membawa pergi Lea dari sana.


Tomy segera memapah tubuh Mario yang terhuyung. membawanya menuju mobil di mana Dandy menunggu nya.


"Lea?" Gabby dan Cynthia menerobos hujan berlari ke arah Frans yang menggendong Lea yang sudah tidak sadarkan diri.


"Buka pintu mobilnya" perintah Frans.


Dandy segera membuka pintu mobil Frans, Gabby dan Cynthia nampak panik melihat kondisi Lea. Frans membaringkan Lea di jok mobilnya, lalu buru buru membawa Lea pulang ke rumah.


*


*

__ADS_1


*


I Love you All ❤️❤️❤️ tinggalkan jejak kalian.


__ADS_2