Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Kartu Memory


__ADS_3

Lea sendiri di rumah bersama bi Ratih, Sesil seperti biasa selalu di jemput keluarga Karina.


Bosan dan jenuh membuat Lea iseng iseng naik ke lantai dua rumah nya.


Satu persatu di tapaki anak tangga, tangannya berpegangan erat pada terali nya.


Gemetar dan jantung nya yang berdegup kencang. Tangga inilah yang membuat dirinya trauma. Di mana dia harus kehilangan janinnya saat terjatuh beberapa tahun lalu.


Dengan memejamkan matanya Lea menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Berusaha menghilangkan rasa ketakutannya.


Sampai akhirnya dia bernafas dengan lega berhasil masuk ke dalam kamar yang ternyata tidak di kunci Mario, atau juga mungkin suaminya itu lupa menguncinya.


Lea tertegun melihat seisi kamar yang tertata rapi dan bersih. Semua barang barangnya yang dulu dia tinggalkan masih utuh tidak berpindah tempat biar satu pun.


Lea tersenyum mungkin Mario sengaja menjadikan kamarnya sebagai museum cintanya dulu.


Kamar di mana untuk pertama kalinya menjadi seorang istri seutuhnya bagi Mario Tirta Odiez Geraldzian. Di saat dirinya di recoki obat perangsang saat dirinya menjadi umpan target operasi mendiang Oscar.


Mengingat hal itu Lea kembali tersenyum merasa lucu. Hingga tanpa sadar dia tertawa sendiri di dalam kamar yang harus nya masih sama seperti dulu.


Lea menatap foto pernikahan mereka dulu, masih utuh bagaikan baru di letakkan di atas tempat tidur mereka.


Sebuah kartu yang menarik perhatian Lea, tergeletak di atas meja rias. Masih terdapat beberapa jenis makeup nya yang tertata rapi di atas meja itu.


"Semua barang ini mungkin sudah kadaluarsa tapi "Badai" masih menyimpan nya rapi seperti ini?"


Matanya mengamati satu persatu peninggalan nya itu. Sampai akhirnya dia melihat sebuah kartu.


Iseng iseng Lea mengambil nya, ternyata tiga kartu ucapan selamat ulang tahun.


"Meskipun kini kita telah berpisah, oleh jarak waktu dan tempat. Dan mungkin tidak pernah bersua lagi,,,,,tapi! aku masih ingat di tanggal inilah hari pertama kita resmi menjadi suami istri. Di mana hari dan tanggal ini pula untuk pertama kalinya kami hadir di alam fana ini. Selamat Ulang Tahun,,,Zahira Milea Aldrich Albram Zie. I Love You". "Aaah tulisan di kartu ini sudah tiga tahun yang lalu".


Kartu ke dua tulisan yang sama.


Kartu ketiga tulisan yang sama.


"Astaga aku sendiri hampir lupa akan tanggal lahir ku"


Lea mengingat apa yang pernah terjadi antara dirinya dan Mario. Selalu saja ada pertengkaran yang mewarnai hidup mereka.


Selalu saja mereka bertengkar tidak ada yang mau mengalah bahkan Mario sering kali pergi meninggalkan dirinya.


Hingga pada akhirnya Lea pun mengikuti ego nya.


Rumah tangga mereka saat itu Bagai undakan tangga yang di setiap Titian nya ada rintangan. Hingga cobaan datang menghampiri, mereka akhirnya bercerai.


Berawal dari Mario yang pergi dari nya ke luar negeri, Saat itu Lea tau Mario pergi bersama Jenny.


Setelah semua bukti nya terkumpul Lea, wanita keras kepala itu akhirnya mengajukan gugatan cerai.


Dengan enteng nya dia menceraikan Mario tanpa tendeng aling Aling. Mario yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya saat itu benar benar terkejut.


Tapi sayang Lea adalah Lea yang tidak bisa di rubah oleh siapapun. Beberapa kartu yang tidak sampai ke alamat itu membuat Lea tersenyum.


Ternyata selama masa beberapa tahun Mario benar benar terluka dari sayatan yang dia gores sendiri.


Lea meletakkan lagi kartu ucapan itu lalu melangkah ke jendela menyibak gorden nya. Terlihat pemandangan indah di bawah sana.


Kemudian melangkah ke arah pintu balkon membuka pintu itu lalu keluar lalu berdiri di sana dan melihat ada beberapa bunga yang sedang mekar.

__ADS_1


Mata indahnya menatap berbagai bunga di taman yang ada di bawah sana. Bunga itu di tanam Lea sendiri beberapa tahun silam.


Sampai saat ini masih terus dan tumbuh subur di rawat oleh BI Ratih dan suami nya.


*


*


*


Di kantor nya Mario mendapat kunjungan ppapanya. Mereka berdua asyik bercerita tentang berkembang bisnis Mario.


"Rio ,,,??! Bagaimana hubungan mu dengan Lea saat ini?"


"Kami baik baik saja"


"Seperti nya kamu sedang berbahagia saat ini"


"Ya papa! Istri ku sedang mengandung saat ini"


Mario mengatakan hal itu dengan binar bahagia, membuat papanya ikut tersenyum.


"Syukurlah, papa harap kamu tidak ceroboh lagi, karena kamu itu paling pintar soal berbisnis tapi teramat bodoh menjadi seorang suami"


"Kali ini aku tidak akan mengulang kebodohan itu lagi"


"Papa percaya pada mu"


"Thanks Pap!"


"Hmmm papa pamit pulang"


Mario tau papa nya hanya berkunjung untuk mengetahui kabar mereka. Sudah beberapa bulan belakangan Mario dengan Lea tidak berkunjung ke rumah orang tuanya yang tinggal satu satunya itu


"Rio minta maaf kalau sudah jarang berkunjung ke rumah papa, Soalnya Lea masih dalam masa pemulihan.


"Papa mengerti, oh ya apa mertua mu sudah mengetahui soal kehamilan istri mu?'"


Mereka berdua masih berdiri di depan pintu, Papanya masih bertanya.


"Kedua mertuaku masih berada di kampung Papi, mungkin Minggu depan baru mereka pulang,lagian Lea masih merahasiakan kehamilan nya. Bila nanti sudah membaik barulah mereka di beri tahu"


"Baiklah papa memaklumi hal itu, jaga mereka baik baik" pesannya sebelum benar benar pergi.


Mario tersenyum sepeninggal papa nya, rasa rindu nya kini menyeruak ingin memeluk sang istri.


Buru buru mengerjakan semua pekerjaan lalu bergegas pulang.


Mario masih sempat membeli sebuket bunga untuk sang istri tercinta serta beberapa jenis buah segar. Sebelum akhirnya melaju pulang.


Sampai di rumah Mario terkejut saat mengetahui Lea sedang berada di dalam kamar mereka yang dulu di lantai atas.


Dengan berlari bahkan Mario melewati dua anak tangga sekaligus. Demi melihat istrinya yang sedang berada di kamar tragedi itu.


Mario benar benar cemas dan ketakutan yang luar biasa. Sampai sampai jantung nya berpacu kencang lebih cepat dari habis maraton.


Begitu pintu terbuka Mario tidak melihat istrinya di dalam kamar itu. Matanya menyapu seisi kamar.


Mencari kebenaran istri nya,bunga yang dari tadi di bawa bawa nya masih tergenggam erat di tangan nya.

__ADS_1


Apapun yang terjadi dia akan memberikan bunga itu kepada Lea. Ingin mencurahkan segala kerinduan nya.


Mario melihat pintu balkon yang terbuka, dengan cemas dia melangkah ke arah balkon. Dirinya sampai berkeringat karena kecemasannya.


Degup jantung nya semakin berpacu lebih cepat lagi. Hampir Sport jantung akibat ketakutan, mencemaskan istri nya.


"Sayang,,,???! Mario gemetar melihat Lea yang sedang berdiri di ujung pembatas balkon.


Lea spontan berbalik melihat ke arah datangnya suara. Senyum yang mengembang di bibirnya mendadak sirna.


Melihat wajah tegang Mario yang berkeringat dengan tatapan matanya yang meredup.


"Daddy" Dengan langkah cepat Lea menghampiri suaminya.


Mario langsung menyambutnya dengan pelukan erat.


"Sayang, kamu membuat ku hampir kena serangan jantung" di cium nya wajah cantik itu berulang kali.


Lea menatap nya dengan bingung, melihat bunga yang masih di tangan Mario.


"Ah! bunga ini untuk mu sayang!"


Mario memberikan bunga yang sejak tadi hampir remuk dalam genggaman nya.


"Terima kasih Daddy, aku sangat menyukainya sungguh bunga yang cantik" mencium harum bunga cantik itu.


Lea tersenyum manis dan memeluk tubuh suaminya yang membuat hatinya kini mekar berbunga bunga.


Seakan seperti seorang pacar yang di berikan bunga oleh kekasihnya.


Tangan Mario mengelus lembut punggung istri nya, merasakan sesuatu yang menjalar syahdu di hati nya.


Rasa cemas dan ketakutannya perlahan sirna berganti tenang. Dia tidak lagi mengkhawatirkan keadaan istri nya.


Itu berarti istri nya itu tidak lagi trauma dengan tangga dan kamar tragedi itu.


Mario melepaskan pelukannya menatap dalam dalam wajah yang membuat jantung nya hampir berhenti.


"Aku sangat mencintaimu" bisik nya lalu mencium lembut kening Lea dengan lama.


Tangannya melingkar di pinggang ramping yang mulai berisi sang pujaan hati.


Kira kira begini sosok Lea yang sedang berada di balkon kamar nya di antara bunga bunga.



Anggap saja seperti ini ya,,, kalau tidak sesuai kalian bayangkan saja sendiri.....


Mario masih memeluk tubuh Lea dari belakang. Lea kini bersandar di dalam dekapan hangat Mario. Sambil sesekali mencium nya penuh perasaan.


Mereka terlihat begitu romantis, dengan sebuket bunga cantik yang ada di genggaman Lea. Bunga yang membuat hati nya bermekaran.


Mario yang memperlakukan dirinya dengan lembut dan romantis. Mereka berdua kembali memadu kasih di balkon kamar itu.


Mengganti waktu yang telah berlalu memulai dengan kehidupan mereka yang baru. Meniti kembali Titian untuk menuju sebuah kebahagiaan yang hakiki.


*


*

__ADS_1


*


***** Love you All ❤️❤️❤️ terima kasih bagi yang masih setia sampai saat ini. maaf Thor jarang Up sekarang. Terlalu sibuk di proyek, pekerjaan yang sangat menyita waktu. walaupun demikian Thor usahakan untuk bisa Up, karena semua yang mendukung meminta Thor untuk Up. Meskipun mereka juga tau kesibukan othor yang sangat menyita waktu *****


__ADS_2