Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Jatah Preman


__ADS_3

"Dadd,,,? kamu sibuk dengan meeting mu sampai sampai aku kamu biarkan kelaparan sendirian" sungut Lea merengek manja.


"Sory sayang, ini Meeting penting makanya Daddy buru buru selesaikan meeting nya agar kita makan siang bareng" Mario membelai sayang wajah sang istri menatap nya dengan tatapan lembut nya.


"Cup" Mengecup bibir nya sekilas.


"Daddy pesan makan siang nya dulu buat kita ya?' Mario melepas pelukannya meraih ponselnya memesan makanan.


Sambil menunggu pesanan makanannya Mario membawa Lea dalam pelukannya, bersandar di sandaran sofa.


Membelai wajah cantiknya dan menciumi nya dengan penuh perasaan. Rasa yang selama ini membuat dirinya seakan sedang mendapat hukuman.


Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. Saling melepas rindu yang sekian tahun menyiksa Mario.


Tangan Mario membelai belai lembut pipi mulus istri nya.


"Aku akan menunjukkan sesuatu pada mu"


Mario melepaskan pelukannya lalu berjalan ke meja kerjanya. membuka sebuah laci, mengambil sebuah map yang sudah tersimpan beberapa tahun lalu.


Lea hampir tidak percaya dengan apa yang di tunjukkan kepada nya. Sebuah akta kepemilikan yang di buat Mario saat mereka pertama kali menikah dulu.


Itu hadiah yang akan di berikan Mario sebagai kado pernikahan mereka. Tapi sayang Lea malah menceraikan dirinya saat Mario sedang di luar negeri.


Sebagian sahamnya dia berikan kepada Lea, Saat Lea meretas akses perusahaan nya sebenarnya tidak ada masalah bagi Mario.


"Masih ingat saat aku menemui kamu di asrama dulu! aku ingin mengatakan pada mu saat itu. Kalau saja kamu mau dengar sedikit penjelasan ku"


"Mengapa tidak bilang saja saat itu" celetuk Lea.


"Bagaimana mau bilang, wajah mu saja, menunjukkan bahwa kita akan berperang.


"Andai saat itu kamu tidak bisa bertemu dengan ku, lalu akta ini apakah masih mau kasi ke aku?!"


"Tergantung bagaimana sikap mu, aku sudah yakin satu saat kita akan berjumpa lagi. Sekarang buktinya.


"Aku Cinta kamu" bisik Mario.


"Terima kasih Dadd"


Makanan yang di pesan Mario pun datang di waktu yang tepat. Menikmati makanan nya saling suap dan tertawa.


Mario benar benar merasa bahagia sesuatu yang selalu menjadi alasan nya untuk cemburu.


Hingga sering kali terjadi pertengkaran antara mereka hanya karena kecemburuan Mario.


Lea sendiri mulai suka dengan kecemburuan Mario dan lagi lagi mereka berteman dengan Putri nya.


Pria tampan itu mulai posesif terhadap istrinya, takut akan kehilangan lagi.


*


*


*


Hari hari nya Lea kini sibuk sebagai istri Mario, sibuk mengurus anak dan suaminya. Mario yang kini lebih manja dari bisanya.


Bahakan kegiatan nya di ranjang semakin menjadi dia seakan tidak pernah puas, bukan tidak pernah puas tapi ketagihan.


Ketagihan menikmati tubuh indah yang selalu membuat nya mabuk kepayang. Seminggu tidak melakukan hubungan intim membuat kepalanya jadi sakit dan pusing tujuh keliling.


Imbasnya semua karyawan mendapatkan amukan. Berbuat salah dan tidak nya tetap kena amukan.

__ADS_1


Jadinya semua serba salah bos ngamuk ngamuk tidak tau salah minum obat apa.Ternyata tidak mendapatkan Vitamin C nya.


"puffff hhaahaa...!" Dandy tidak kuat menahan tawanya.


Dandy tau kepala bosnya ini lagi pusing atas bawah. Dandy sendiri lebih pusing lagi saat istri nya dalam masa nifas.


Mana tahan lebih dari sebulan tidak dapat jatah preman.


"Sabar bos, sabar! baru seminggu?! gimana kalau nifas nya lebih dari sebulan, bisa selingkuh lagi kau"


Dandy tertawa terbahak bahak, demi melihat sahabatnya yang pusing akibat siksaan hasratnya yang tidak dapat tersalurkan.


"Hahhh,,,! apalagi itu nifas,,?????" Alis Mario menukik tajam.


Dia menatap Dandy dengan tatapan horor, "seminggu menahannya aku sudah hampir gila,apalagi kamu bilang lebih sebulan"


Dandy semakin menertawakan Mario, sahabat nya ini belum tau apa itu nifas. Karina istri nya dulu meninggal saat melahirkan anaknya Sesil.


"Nifas itu adanya setelah istri mu melahirkan nanti" Jelas Dandy yang membuat Mario terhenyak.


Dirinya dengan Lea belum pernah membahas soal kehamilan. Bahkan Mario tau Lea sangat sulit untuk bisa hamil.


Mario ingat ini sudah bulan ketiga mereka menjalani kehidupan normal sebagai suami istri.


Bahkan Mario sudah melakukan hubungan intim siang malam.


Tapi belum juga ada tanda tanda istrinya akan hamil, bahkan kini Lea sedang datang tamu bulanan nya. Yang membuat Mario marah marah sejak pagi.


"Sabar bos, kesabaran mu masih terus di uji, jangan sampai kamu lalai marah mu ini terbawa sampai rumah, maka celakalah engkau" Di iringi tawa Dandy.


"Sana pergi, telinga ku jadi sakit mendengar tawa mu itu"


"Eh malah mengusir ku, kalau tidak tahan bermain solo aja pakai sabun" Ujar Dandy melangkah keluar masih terdengar tawa nya yang sudah keluar dari ruangan Mario.


"Dasar Laknat!" Geram Mario. Namun Dandy telah hilang di balik pintu. Mario kembali memijit pelipisnya.


Lea menyambut nya dengan senyum indah dan memabukkan. "Huh kalau saja tidak Pms kamu sudah ku hajar" Mario menatap nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Pelukan hangat dan kecupan sayang mendarat di bibir seksi itu, membuat rasa lelah Mario kini hilang seketika.


"Mom! Sesilnya Mana?" tanya Mario sambil sibuk melepaskan sepatunya. Dan meletakkan pada rak sepatu yang telah tersedia di ruangan itu.


"Dia sedang tidur"


"Tumben hari ini dia tidak menjaga jaga aku" kata Mario sambil melonggarkan ikan dasinya, melangkah menuju kamar.


"Capek seharian dia main sampai lupa jam tidurnya, tadi juga sempat menunggu mu di sini sampai tertidur"


Lea menyusul Mario masuk ke kamar, membantu melepaskan dasi dan jas suaminya. Mario menatap wajah cantik yang sedang membuat dirinya marah marah karena sudah seminggu tidak bertempur di ranjang.


Dengan tidak sabaran Mario menarik Lea kedalam pelukannya,lalu mencium dan ******* bibirnya.


Lidah nya masuk ke dalam sana dan mengakses menari nari sepuas nya. Membuat sang pemilik hampir tidak bernafas.


Mario baru melepaskan ciumannya setelah mereka hampir tidak dapat bernafas. Menatap wajah yang membuat sesuatu di bawah sana meronta rontak ingin terpuaskan.


"Apakah itu nya sudah habis?" tanya Mario dengan tatapan sendu berkabut gairah.


"Semua masih ada" jawab Lea yang tidak mengerti.


Jawaban Lea membuat Mario merasa lemas, dia yang sudah tidak sabar untuk segera buka puasa namun Lea membuat dirinya bagai tidak berdaya.


Melihat perubahan Mario membuat Lea merasa heran,dia yang tidak peka dengan apa yang sedang terjadi dengan suaminya itu.

__ADS_1


"Dadd, apakah kamu sakit?" Lea menyentuh dahi suaminya.


Mario tidak menjawab malah dengan wajah tertekuk nya dia masuk ke kamar mandi tidak menghiraukan Lea yang kebingungan.


"Mengapa dia? ada apa dengan nya?"


Lea lalu keluar dari kamar menuju dapur membuat segelas susu hangat buat suami nya.


Mario yang kini sudah segar tapi sepertinya tidak bersemangat. Lea masih bingung apakah suaminya ini ada masalah di kantor nya.


"Dadd, apakah ada masalah di kantor mu?" Tanah Lea.


"Tidak aku mau istirahat jangan ganggu aku" Jawab Mario setelah menghabiskan susu hangat buatan istri nya.


Mario yang kini malah mendiamkan Lea, memilih untuk tidur, hanya karena hasta nya yang tidak tersalurkan selama seminggu membuat Mario uring uringan.


Hal itu membuat Lea menjadi bertambah bingung, sampai malam setelah makan dan Sesil tidur, Mario tidak menghiraukan mereka.


"Ah sudahlah mungkin ada masalah yang membuat nya seperti itu" pikir Lea.


Saat masuk ke dalam kamar di lihat nya mario sudah tertidur membelakanginya nya. padahal tidak bisanya Mario bersikap seperti itu kepada nya.


Lea ikut naik ke tempat tidur ingin menyentuh Mario tapi itu di urungkan. Lea memilih kembali turun melangkah menuju meja lalu membuka Laptopnya.


Senyum yang membuat tenang jiwa nya di layar benda canggih itu. Lea kini termenung menatap nya, wajah tampan Oscar dengan senyum nya yang menawan membuat Lea merasa tenang.


Mario yang sesungguhnya tidak benar-benar tidur membalikkan badannya melihat ke arah Lea. Dia dapat melihat layar yang terdapat wajah Oscar itu..


Hatinya berdenyut sesak terasa kini bagai tertibkan ribuan jarum. Ternyata Lea selama ini masih mengingat mendiang suaminya itu.


Lea yang tidak melihat kalau Mario menatap nya menutup laptopnya dan melangkah keluar dari kamar.


Setelah Lea keluar Mario lalu bangun dan duduk bersandar di tempat tidur. Menunggu sampai Lea kembali.


"Mungkin dia sedang ke dapur mengambil air minum" pikir nya sambil meraih ponselnya di atas nakas.


Lea kini duduk di gazebo yang ada di halaman belakang dengan pencahayaan remang remang.


Pikiran nya entah kemana mengingat dirinya yang kini tidak bisa hamil.


Lea tau Mario kini mengharapkan kehamilan nya. Namun semua itu akan sulit baginya mengingat kondisi rahim nya yang lemah.


Saat bersama Oscar suaminya itu tidak membiarkan Lea melakukan hal apapun, semua pekerjaan di rumah semua di kerjakan Oscar.


Pria itu tidak ingin sampai Lea capek, dia membiarkan Lea banyak beristirahat dan menjaga kondisi rahim nya.


Membawa Lea untuk ikut terapi alami hingga bisa hamil namun kembali ke guguran. Mengingat hal itu membuat air mata Lea kembali menetes.


Suami mana yang tidak ingin untuk punya anak? Lea sendiri ingin punya anak juga. Tapi apalah daya dia kini hanya bisa berdoa.


Mario yang merasa Kea tidak balik lagi ke kamar segera keluar mencarinya ke dapur. namun dia tidak menemukan siapa-siapa di dapur, lalu menuju ke kamar sesil namun juga di sana Lea tidak dia temukan.


"Kemana dia?" Mario sibuk mencari kemana mana seisi rumah namun tidak ada.


Merasa kuatir melihat ke taman belakang samar samar Melihat Lea sedang melamun di sana. Mario cepat cepat berlari dan memeluk nya.


"Sayang apa yang kamu lakukan di sini jangan buat aku kuatir seperti ini, maaf kan aku yang mengabaikan mu" Mario memeluk dan mencium sekujur wajahnya.


Lea hanya tertawa sumbang melihat Mario yang menghawatirkan dirinya.. Kamu adalah nafas hidup nyawa ku"


"


"

__ADS_1


*


*****Lovw You All ❤️❤️❤️ salam manis****


__ADS_2