Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Yang Akan Menikah


__ADS_3

Nila menatap sinis wajah Oscar. Tadi Oscar sempat berkata akan memperkenalkan adik nya dengan seorang wanita yang katanya sahabat nya. Ternyata dia adalah Lea.


Lea terkejut ternyata Nila adalah adiknya Oscar.


"Sayang Abang ku jatuh cinta pada istri orang, semoga engkau tidak membuat nya patah hati, dan terus menjadi bujang lapuk" Nila tersenyum.


"Aku tidak bisa cerita dengan kalian berdua ,aku akan temani Rony, selamat menikmati reuni kalian" Nila tersenyum menggoda lalu pergi.


Lea hanya tersenyum pertemuan yang tidak di rencanakan. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu Oscar di sini.


"Oh ya rupanya kalian saling mengenal?" ujar Oscar.


"Kami tidak sengaja bertemu di mall saat aku dengan Rony berada di sana" Terang Lea.


"Aku hanya ingin kita berteman itu cukup bagi ku"


"Lea cinta di hatiku dan berkarat untuk mu, tidak bisa tergantikan dengan yang lain, percayalah"


"Aku bukan lah wanita sempurna, terlalu banyak kekurangan yang ku miliki"


"Setiap orang memiliki kekurangan dan biarlah aku yang akan melengkapi kekuranganmu itu"


"Pikirkan apa yang akan menjadi keputusan mu, agar kamu tidak akan pernah menyesal" kata Lea pelan.


"Aku bukan baru mengenal mu tadi, bahkan sudah bertahun lamanya, apapun yang terjadi aku akan menikah dengan mu"


"Aku mungkin tidak sanggup untuk menjalani nya, Oscar !"


"Lea percayalah aku mencintaimu,,aku percaya kamu adalah jodoh ku, kalau tidak mana mungkin kita di pertemukan di pegunungan ini? bahkan kamu sudah di permukaan dengan adik ku Nila, dan dia jatuh cinta pada mu, sampai dia ingin menjodohkan kamu dengan ku" Oscar berusaha meyakinkan Lea akan perasaan nya.


"Pikirkan ulang hal itu" sela Lea.


"Lea usiaku sudah 30 tahun aku bukan lagi anak kecil yang baru belajar jatuh cinta, usiaku sudah pantas untuk menikah bukan main-main" tegas Oscar.


Lea hanya diam mencerna apa yang dikatakan Oskar barusan, dia pun tidak dapat memungkiri hal itu.


Oscar yang merupakan pria dewasa mungkin hanya Lea yang masih kekanak-kanakan, dia juga pernah menjalin kasih bersama Oscar sebelum akhirnya kembali hidup bersama Mario.


Mereka kini kembali di permukaan saat menjelajah di sini.


"Pakai ini udara mulai dingin"


Oscar melepaskan jaket nya memakai kan pada Lea. "Sebaiknya kita masuk di dalam kita bisa bercerita udara mulai dingin'


Oscar membawa Lea masuk ke tenda milik mereka, Togar dan Kornel yang melihat itu segera ke luar. mereka membiarkan Oscar berdua dengan Lea.


Dua sahabat itu bergabung di camp umum, di sana masih banyak yang begadang sambil bernyanyi.


Oscar dan Lea kini duduk berdua di tenda itu, "Sini bersandarlah di dadaku, agar kamu merasa nyaman" Oscar menarik Lea untuk duduk di hadapan nya.


Sekilas terlihat mereka sedang bermesraan, Oscar tau dua sahabatnya itu sengaja membiarkan mereka berdua.


Oscar melingkar kan tangan nya di pinggang Lea, meletakkan dagunya di pundaknya.


"Aku sangat merindukanmu" bisiknya lalu mencium leher Lea lembut menyesap wangi tubuhnya.


Oscar membelai lembut pipi wanita yang sangat dia rindukan itu, wanita yang tidak bisa dia lupakan.


perlahan Oscar mengecup bibir nya ******* lembut bibir seksi itu.


Mereka kini bermesraan saling melepas kerinduan, Oscar yang tidak ingin melepaskan pelukannya. Lea yang berharap bukan mimpi saat dia terbangun dari tidurnya.


Paginya lea terbangun ternyata bukan mimpi dia kini berada dalam pelukan Oscar. pria tampan itu membuka matanya.


Senyum nya mengembang memberikan morning kiss pada pujaan hatinya.


"Aku sangat mencintaimu" bisiknya.


Di luar udara masih dingin Oscar yang enggan melepaskan pelukannya. Lea melihat sekitar hanya mereka berdua.


Semalam mereka berdua tidur di sini dia yang terbuai mimpi di dalam pelukan Oscar.


"Mengapa kamu bisa ikut pendakian ini?" tanya Lea.


'Setiap tahun nya kampus mengadakan acara ini, kami para alumni pun ikut serta, aku baru dua Kali ikut pendakian selama bertugas" jelas Oscar.

__ADS_1


'Apakah kami tidak bertugas?"


"Aku mengambil cuti tahunan, jadi aku bebas dinas selama sebulan, aku akan menikah sepulang dari sini" ucap Oscar, menatap wajah Lea yang berubah kecewa.


Oscar dapat melihat mata indah itu menatapnya sendu. Ada raut kecewa di sana di telaga bening yang beriak kesedihan yang mendalam.


"Aku akan membawa mu pulang setuju dan tidak nya kita menikah,aku tidak ingin meninggalkan diri mu" bisik Oscar lembut.


Apapun yang terjadi Oscar telah bertekad untuk membawa Lea bersama nya untuk bertemu kedua orang tuanya.


Dia akan membuat Lea bahagia agar tidak ada lagi, raut kesedihan yang membuat mata indah itu beriak kesedihan.


Membangun sebuah rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Oscar yang sangat mencintainya.


Oscar masih betah memeluk nya, perlahan Lea menggerakkan tubuhnya. "Sebentar sayang?! di luar masih dingin, apakah kamu tidak nyaman dalam pelukan Ku?" Oscar tersenyum mengelus lembut pipinya.


Lea menatap wajah tampan dengan mata elang dan bibirnya yang seksi. wajah yang terpahat sempurna. wajah yang tersenyum lembut padanya, membuat Lea terlena dalam pesona nya. Rasanya begitu tenang berada bersamanya.


Oscar mengangkat tangan melihat jam yang yang melingkar di sana. "Bentar lagi kita absen, ku antar kamu ke tenda kalian" Oscar mengecup sekilas bibir Lea. Ia lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Lea.


Oscar membantu Lea berdiri memeluknya lagi sebelum mereka ke luar.


"Apakah kamu tidak bosan memeluk ku sejak semalam?" celetuk Lea.


"Aku tidak akan pernah bosan, untuk memeluk mu sweety! akan ku peluk kamu seumur hidupku" Oscar berbisik sambil menggigit gemas pipi Lea.


Lea mengusap pipinya dengan di gigit Oscar, dia lalu melepaskan jaket Oscar yang di pakai semalam. Harum parfum Oscar menempel di jaketnya.


Mereka keluar sedikit menjongkok di pintu tenda, Udara pagi yang dingin menerpa kulit nya. Lea menggosok gosok kan telapak tangan nya. lalu menempelkan di pipinya.


"Apakah kamu kedinginan?" tanya Oscar.


"Sedikit"


Bersabarlah aku akan selalu menghangatkan mu, setelah kita kembali dari sini" kata Oscar menggoda. senyum mengembang di wajah tampan nya saat Lea menatap nya.


Oscar mengantar Lea ke camp kampusnya.


Terlihat teman temannya sedang menyiapkan sarapan pagi.


Dengan santai nya Oscar melangkah menuju camp nya.


"Gimana berapa Ronde melepaskan rindu?" goda Kornel, dua temannya itu sudah berada di sana.


"Ronde dengkul mu!" dengus Oscar.


"Sudah di kami beri kesempatan semalam untuk bulan sabit melepas rindu, kenapa tidak pakai Ronde?" Kornel semakin menggoda.


"Cepatan siap siap kita absen, Ronde ya nanti aja kalau aku sudah sebarkan undangan buat kalian" seru Oscar berlalu keluar.


Lea bersama teman teman nya memulai sarapan sebelum mereka menuju tempat berkumpul untuk absen dan memulai dengan kegiatan nya.


Benar saja setelah absen Oscar datang menemuinya. Pria itu seakan tidak mau jauh jauh dari kekasihnya.


Wanita yang sangat di cintai nya, mereka yang pernah berpisah dan kembali di pertemukan di Pegunungan Rinjani ini.


*


*


*


Sementara Mario yang kini patah hati akibat kebodohan sendiri.


"Mabuk akan membuat orang menjadi bodoh, papa sudah pernah memberikan nasihat kepada mu, kamu bukan anak kecil lagi" kalimat papanya yang terngiang di ingat nya.


Mario akhirnya hidup dalam penyesalan, rasanya begitu hambar setelah berpisah dari Lea.


Mario kini semakin gila dengan pekerjaan hingga terkadang dia lupa dengan jam makan.


Beruntung sekretaris nya Vina selalu telaten mengingat kan bos nya itu untuk makan. Bahkan Vina selalu memaksa nya.


Wanita lembut dan baik hati itu merasa iba akan nasib dan perjalanan cinta sang bos yang tragis.


Vina yang selalu menemani dan terkadang menjadi penasihat bagi Mario.

__ADS_1


wanita itu sampai melewati waktu bersama suami dan anak nya hanya demi menemani bosnya ini.


"Maaf ya Vin,aku selalu merepotkan mu!" ucap Mario menyadari nya.


"Sebaiknya Anda cari wanita lain, biarkan masa lalu pergi seiring waktu" saran Vina.


"Terlalu sulit untuk bisa memulai dengan melupakan Lea, jujur aku sangat mencintainya" tutur mario.


"Tapi kalian sudah tidak mungkin lagi bersatu, ku dengar Lea akan menikah dengan seorang polisi" kata Vina keceplosan.


"Hah,apa?" seru Mario mendadak menginjak rem hingga mobil yang di kendarai berhenti seketika.


Membuat Vina terhuyung ke depan hampir membentur dasboard. beruntung dia memakai sabuk pengaman.


"Katakan sekali lagi Vin" Mario menatapnya tajam.


Vina yang di tatap seperti itu merasa takut, Vina merutuki dirinya yang keceplosan bicara.


"Apakah yang kau katakan itu benar Vin?" tanya Mario. "Katakan?!" Mario menatapnya kesal.


"Aku dengar dari adik ipar ku!" kata Vina takut takut.


"Apa pekerjaan adik ipar mu itu?" tanya Mario datar.


"Dia anggota polisi yang bertugas bersama kakak ipar nya Lea" jelas Vina.


"Aku akan mengantarmu pulang!"


Mario kembali melaju kan mobilnya menuju rumah Vina. Setelah menurunkan wanita itu di depan rumah nya Mario kembali kekantor nya.


Di perjalanan Mario menepikan mobilnya dia duduk berdiam diri, ada rasa kecewa yang teramat sangat.


Rasa nyeri yang luar biasa sakit nya mendengar Lea akan menikah. Dunia seakan runtuh baginya.


Mario memukul kuat stir mobilnya dia merasa kesal marah tapi entah pada siapa dia harus marah.


Mario tersadar ketika petugas patroli mengetuk kaca mobilnya. mengingat kan untuk tidak parkir sembarangan.


Mario kembali melakukan mobil pergi dari sana, dia lalu memutar musik yang mengalun pelan sebuah lagu.


*resah jiwaku menepi


mengingat semua yang terlewati


saat kau masih ada di sisiku


mendekapku dalam hangatnya cintamu


lambat sang waktu berganti


endapkan laraku di sini


coba tuk lupakan bayangan dirimu


Yang selalu saja memaksa tuk merindumu


sekian lama aku mencoba


Menepikan diriku di redup nya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


Walau ku tahu ku masih mendambamu*.


Hati Mario seakan terbelah kini, demi mendengar Lea akan segera menikah.


*


*


*


**** Love you All ❤️❤️❤️ Jejaknya ya ...


Salam sayang untuk kalian ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2