
Lea kini mengunjungi tempat di mana dulu Oscar bersama nya.Tempat yang menyisakan kenangan kebersamaan mereka yang kini meluruhkan air matanya.
Lea mengunjungi semua tempat di mana dulu Oscar pernah membawanya ke sana.
Di temani Kornel Pria yang kini bersimpati kepada nya.
Setelah kepergian Oscar suaminya,Lea memilih untuk tetap tinggal di kota ini di mana mendiang suaminya lahir dan dibesarkan.
Keluarga Oscar yang sudah bagai keluarga nya sendiri. Mereka begitu menyayangi Lea sebagai pengganti Oscar.
Tigor Via dan juga Kornel, mereka selalu memberikan dukungan dan sering mengunjungi Lea.
Terlebih lagi dengan Kornel pria yang diam diam menyukai Lea. Namun Kornel tau cinta dan kasih sayang Lea seutuhnya hanya untuk Oscar.
Kornel cukup merasa senang Lea mau dekat dengan dirinya sebagai teman, tanpa harus mengungkapkan perasaan nya kepada Lea.
Terkadang Lea merasa trauma bila melihat mereka berpakaian polisi. Rasa rindu nya pada sosok Oscar akan meluruskan air mata nya.
Kornel mengantarkan Lea ke sebuah bukit.Di bukit ini dulu Oscar pernah menyaksikan Sunset bersama nya. Lea menatap matahari yang sebentar lagi akan kembali ke peraduannya.
Air matanya luruh menetes jatuh sunyi yang berkepanjangan kini Lea rasakan.
"Dadd,,,! buat apa kamu mengajak ku ke tempat ini? tempat yang asing bagi ku, kalau akhirnya kamu pergi dari hidupku meninggal aku sebatang kara di sini" Lirih Lea terisak.
"Demi tuhan Dadd,,! aku seakan tak sanggup menjalani hari hari ku untuk selanjutnya, seandainya aku tau kamu kamu akan meninggikan aku sendiri, aku memilih untuk ikut pergi bersama mu" Lea semakin terisak Isak.
Lea pun terduduk membenamkan wajahnya di antara kedua lutut nya. tangisnya pecah tak dapat di tahun.
Kornel yang menyaksikan itu membiarkan Lea menangis dan menumpahkan beban di hatinya.
Namun tak urung hatinya pun ikut hancur melihat bagaimana Lea yang sangat bersedih dalam nestapa. Wanita yang kini begitu terlihat sangat rapuh.
Sampai hari pun berganti malam perlahan Kornel menyentuh Lea, membantu nya untuk berdiri.
"Ayo kita pulang, hari sudah malam"
Kornel membawa nya pulang, namun di jalan Lea meminta Kornel membawanya ke suatu tempat.
Tempat terakhir yang mereka kunjungi.
Sebuah taman di mana mereka sering menghabiskan waktu bersama dulu.
"Nel,,," terima kasih sudah menemaniku selama ini" Lea bersuara setelah cukup lama mereka hanya diam.
"Aku melakukan semua itu tulus untuk mu Lea" ucap Kornel menatap mata indah yang kini bengkak dan sembab itu.
Biasanya Kornel memanggilnya dengan sebutan ibu, sebagai rasa hormatnya kepada Oscar sebagai atasnya.
Lea tersenyum menatap wajah Kornel mendengar pria itu menyebut nama nya.
Kornel merasa senang melihat senyum indah itu untuk nya. "Lea,,, tersenyum lah seperti itu jangan menangis lagi, ku mohon!" pintanya pelan.
"Nel,,,,aku sudah memutuskan untuk kembali ke rumah orangtua ku" ucapnya.
Kornel terkejut mendengar apa yang di katakan Lea barusan. Di tatapnya lekat wajah tirus di hadapannya.
"Aku tau cinta dan kasih sayang Oscar akan abadi di sini, aku harus melanjutkan perjalanan hidup ku,aku masih punya masa depan yang perlu ku raih.aku akan kembali untuk selesaikan kuliah ku di sana. Minggu depan aku ujian meja dan akan wisuda. aku harap kita tetap menjadi teman dan saat wisuda nanti kalian semua ku undangan untuk datang ke acara ku" tutur Lea.
Kornel menatap nya, menatap dalam dalam wajah yang pada akhirnya akan dia rindukan.
Lea memeluknya erat,,, Kornel mengelus pelan rambut nya,mengecup pucuk kepala Lea dengan lembut, rasa hangat menjalar di hatinya.
"Aku akan merindukan mu" ucap Kornel tulus.
__ADS_1
"Makasih Nell,,,engkau sahabat terbaikku"
Kornel tersenyum hingga Lea kembali memeluk nya.Setelah itu Kornel mengatakan Lea pulang.
Lea mengutarakan niatnya untuk pulang kepada keluarga Oscar meskipun itu Lea katakan dengan berat hati.
Orang tua dan adik adik Oscar pun menangis, kepiluan kembali mereka rasakan. Mendengar Lea akan pulang pergi dari kehidupan mereka.
Vino dan Lina menangis mereka tidak ingin melihat Lea pergi. kedua nya memeluk erat-erat tubuh Lea.
"Kak Lea pada akhirnya kakak pun akan pergi meninggalkan kami sendirian" kaya vino.
"Kakak tidak akan melupakan kalian kalau mau kakak akan membawa kalian ikut dan tinggal di sana"
"Tidak kak,,, kalau kita semua pergi usaha di sini siapa yang akan mengurusnya?" keluh Lina
"Baiklah kakak akan sering mengunjungi kalian lagian bang Oscar ada di sini. meskipun dia telah tiada tapi bang Oscar tetap ada di hati kakak" Lea tersenyum meskipun tak urung hati nya terasa sakit dan benar benar hancur.
"Daddy dan mommy sangat menyayangi mu, sering sering lah tengok kami, karena mommy akan sangat rindu pada mu" kata wanita paruh baya itu.
Lea memeluknya dengan sejuta rasa sayang nya, rasanya berat dia akan pergi dari mereka, tapi masa depan Lea masih panjang.
"Aku pulang untuk melanjutkan kuliah ku, bila nanti aku wisuda akan ku jemput kalian semua di acara ku itu" janji Lea.
Mereka berkumpul seperti biasa bercerita di ruang keluarga setelah makan malam.
Lea lalu berkemas menyimpan semua barang barang milik Oscar. meletakkan pada lemari besar yang di belinya. semua kenangan nya dengan suaminya tercinta. tersimpan rapi di sini.
Lea kembali mengunjungi tempat bersejarah di mana kenangan nya bersama Oscar.
Kesedihan hati nya seakan tidak terganti dengan apapun, meskipun setahun Oscar telah tiada. Namun Lea selalu mengunjungi tempat tempat di mana Oscar membawanya untuk terakhir kalinya.
Bila kerinduan nya itu datang Lea akan ke sana setelah itu dia ke makam Oscar dan bercerita kepada nya.
Seperti hari ini dengan tidak kuat menahan kesedihannya Lea akan berpamitan untuk pergi dari kota ini. Pergi meninggalkan Oscar dengan sejuta kenangan nya.
Tak kuasa menahan kesedihannya Lea kembali menangis mencium batu nisan suaminya.
"Dadd,,,,aku akan kembali ke rumah orang tua ku! di sana aku akan memulai dengan kehidupan ku yang baru, meskipun jauh dari mu, tapi cinta dan kasih sayang mu akan abadi di hati ku"
"Dadd,,,, hadir lah dalam mimpi ku, agar pupus kerinduan ku kepada mu" tetes air mata jatuh membasahi pipi mulus yang nampak tirus itu.
"I Love You Daddy! I Love you!" lirihnya. perlahan langkah Lea mundur menjauh dan akhirnya Lea pun melangkah pergi.
Lea mengayunkan langkah nya yang terasa berat seakan sulit untuk pergi. tapi tekat dan melanjutkan pendidikan nya telah bulat. meskipun Lea pergi dengan berlinang air mata.
Semua puncak dari kesedihan nya selama ini.
Bila malam ku peluk bayang dirimu....
Dalam tidur pun kau slalu ku impikan..
Haruskah ku berteriak memanggil mu ...
Di tengah malam sunyi ku sendiri ingin memeluk diri mu....
Hari ini mereka semua mengatakan Lea ke bandara dia akan terbang dengan penerbangan siang.
Peluk cium dan tangis pun mewarnai suasana di bandara. Vino dan Lina menangis memeluknya.
"Kakak"
Tigor, Via dan tidak lupa pula Kornel, pria tampan itu melepaskan kacamata hitam nya.
__ADS_1
Dia lalu meminta Tigor memotret dirinya dengan Lea. jepretan demi jepretan menjadi kenangan.
Mereka pun melakukan foto foto bareng sebelum akhirnya Lea akan boarding tiket dan menuju pesawat.
Lea memakai kacamata hitam nya lalu bersiap pergi, wajah indonya nampak sangat lah cantik. Usianya yang masih muda membuat dirinya terlihat seperti gadis remaja.
Dengan balutan dress putih bermotif bunga bunga selutut, bersepatu bots hitam selutut, membuat Lea terlihat sangat mempesona. tubuhnya yang tinggi semampai membuat orang tidak akan bosan memandang nya.
Sebelum pergi Lea memeluk Kornel, pria itu lalu berbisik "Aku akan merindukan mu, sayonara beb!".
"Sampai jumpa Nell" balas nya.
"Aku akan kembali ke sini setelah Study ku selesai,,, by by...!"
Lea melangkah menggeret pelan kopernya dan melambai sebelum akhirnya berbaur dengan para penumpang menuju pesawat.
Perpisahan yang mengharukan Lea seakan pergi membawa sebagai hati Kornel, pria itu melangkah lesu menuju mobilnya.
*
*
*
"Bunda,,,,,!"
Wanita paruh baya itu terkejut seakan tidak percaya. Lea yang selama ini tidak mau pulang kini memeluknya di depan pintu.
Putri bungsu yang selama ini tidak mau pulang meskipun di bujuk berulang kali, putrinya yang hanya bisa di lihat melalui panggilan video kini kembali ke rumah ini.
"Sayang putri mama apakah engkau baik baik saja?" di cium nya berulang kali wajah sang putri.
"Papiiiii,,,,,!" Lea melompat dalam pelukan papinya. Pria baru baya itu merentangkan tangannya. lalu memeluk putri tersayang yang sangat di rindukan itu.
"Apakah keluarga mu di sana baik baik saja saat kamu tinggal?" tanya papi membawanya duduk di sofa.
"Mereka baik Pi! oh ya aku telepon mereka dulu Pi , mengabarkan aku sudah sampai" Lea lalu melakukan panggilan video.
"Assalamualaikum,,, Dady, mommy,,,,Lea sudah sampai rumah dengan selamat"
Mereka melihat Lea dalam pelukan papinya, "Terima kasih sudah menjaga putri ku dengan baik!" ujar Papi tulus.
"Sama sama" terlihat mommy menghapus air matanya.
"Mommy ,,,,,jangan menangis aku tidak sanggup mom!" lirih Lea akhirnya dia pun kembali menangis.
Lea kembali terisak di pelukan papi nya saat melihat mommy di sana menangis. Jelas terlihat wajah tua itu sangat bersedih.
"Tuhan kuat aku dan mereka di sana" desis nya.
Bunda pun ikut menangis melihat hal itu, bagaimana pun Lea merupakan bagian dari kehidupan mereka.
Siapa pun pasti bersedih dan tidak akan sanggup untuk kehilangan orang yang sangat di cintai nya.
Meskipun sudah menjadi kodratnya bahwa bila takdir berkehendak maka semua yang bernyawa akan kembali ke tempat asal di mana sang pencipta.
Namun tidak dapat di pungkiri akan ada luka dan kesediaan di antara senyum canda dan tawa seseorang.
Hal itu yang di rasakan Lea, entah nanti di babak baru kehidupan nya mungkinkah pintu hati nya akan bisa terbuka untuk kaum Adam.
*
*
__ADS_1
*
***** kesedihan Lea pun turut Thor rasakan saat mengetik bab ini. Love you All ❤️❤️❤️ salam rindu ku untuk kalian semua❤️❤️ Love****