
Tomy yang hendak ke kantor tidak jadi pergi, dia membawa Gabby ke dokter., karena melihat wajah Lea yang pucat, gadis itu menyuruh Tomy untuk ganti baju dan mandi ulang. barulah dia mau untuk di antar ke dokter.
Setelah periksa kondisi Gabby,dokter meminta Tomy ke ruang pribadi nya.
"Apa penyakitnya dok?" tanya Tomy.
"Selamat ya istri anda sedang Hamil" Dokter mengulurkan tangannya.
Tomy dengan bingung menjabat tangan dokter itu. Dia masih tidak percaya dengan kabar baiknya ini.
"Benarkah?"
"Ya,,,,saran saya antar kan istri anda ke dokter kandungan"
"Terima kasih dok!" Tomy merasa senang.
Dengan begitu dia tidak takut lagi Gabby akan memutuskan hubungan mereka.
Pria itu malah senyum senyum sendiri. Usaha yang tidak menghianati hasil.
Dokter pun memberitahu beberapa obat vitamin dan obat pereda mual biar tidak terlalu muntah muntah.
Karena sakit nya yang mendadak membuat Gabby tidak masuk kampus.
Lea berangkat ke kampus dari apartemen nya,Frans yang tidak sempat menjemputnya tadi.
Mereka bertemu di parkiran.
Lea melihat pesan masuk dari Gabby yang mengatakan dirinya mendadak sakit.
"Genit tidak masuk kampus!" ujar Lea pada Cynthia.
"Napa? perasaan semalam waktu pergi sama Tomy anak itu baik baik saja!" ujar Cynthia heran.
"Ya sudah! pulang nanti kita samperin" kata Lea.
Mereka melangkah menuju ke kelas dari jauh Frans dengan langkah panjangnya menyusul mereka.
"Pagi sayang?" serunya.
Lea dan Cynthia menoleh ke arah Frans yang baru datang.
"Maaf cantik aku tidak sempat menjemput mu" ujar Frans mensejajarkan langkah Lea.
Mereka lalu masuk di kelas yang masih sunyi, Kening Frans berkerut melihat Gabby yang tidak masuk.
"Kemana si Gabby nya?" tanya Frans.
"Sakit" jawab singkat Lea.
Frans tidak lagi bertanya karena dosen mereka sudah masuk.
Setelah menyampaikan materi nya sang dosen memberikan tugas dan keluar dari kelas karena jamnya telah selesai.
"Sory beb! hari ini aku tidak bersama mu, aku ada urusan penting yang tidak bisa di tinggalkan,dan mungkin untuk beberapa hari" kata Frans ketika mereka sudah di parkiran.
"Aku bebas dong?!" sambut Lea ceria.
"Serah pada mu sayang! nikmati kebebasan mu, sebelum aku benar benar mengurung mu" kata Frans lalu menuju mobilnya.
Lea dan Cynthia melihat kearah Frans yang masih dengan penampilan nya yang memalukan itu.
Keduanya saling pandang lalu tersenyum.
"Kemana kita hari ini?" Cynthia bersuara.
"Kita ke kantor akan ada rapat" Lea menuju mobilnya yang di bawa Cynthia. keduanya segera menuju kantor.
Lea bersama Cynthia tiba di kantor lima belas menit sebelum rapat di mulai.
Rapat akan di pimpin papi langsung oleh papi Valen.
__ADS_1
Lea menuju ruang kerja papinya, setiap ruangan yang di lewati nya para karyawan menyapa dan menunduk hormat padanya.
Lea berhenti sejenak menatap beberapa karyawan yang sudah berumur di ruangan itu dengan tatapan intens.
"Kalian tidak sepantasnya memberi hormat kepada ku, seperti itu. mulai hari ini aku tidak ingin melihat bapak dan ibu menundukkan kepala kepada ku, apalagi sampai harus membungkuk kan badan, kita semua punya harkat yang sama sebagai manusia" tegas Lea lalu menuju ruang papinya.
Setelah Lea berlalu para pegawai itu berkata memuji kepribadian Lea yang tidak sombong dan selalu merendah.
"Siang papi?!" Lea mendorong pintu pelan.
Gadis itu menampakkan keceriaannya, Lea lalu memeluk papinya. tak lupa ciuman sayang mendarat di pipi nya.
"Sayang" suara bunda yang baru keluar dari kamar pribadinya, dengan rambut panjang nya yang masih basah.
'Bunda?!" Lea menatap kedua orang tuanya dengan curiga. akalnya berfantasi lain pasti keduanya habis beradegan di ranjang panas.
Siapa yang tidak mengenal pasangan fenomenal ini jangan di tanya soal yang satu itu.
*
*
*
Tomy menggandeng mesra pinggang Gabby dari tempat praktek dokter. wajah pria itu nampak berseri, rasa nya bangga berhasil bercocok tanam.
Benih yang di tabur nya tumbuh subur akhirnya dia akan berhasil mengikat Gabby, gadis yang di cintai nya itu tidak bisa kemana mana lagi.
"Kita pulang?" Ajak Tomy. senyum selalu mengembang di wajah tampan nya.
"Antar aku ke kosan" pinta Gabby.
"Sore baru ku antar kamu ke kosan,ada hal penting yang akan kita bicarakan" ujar Tomy.
Tomy membawa Gabby pulang ke apartemen, memanjakan Gabby di sana.
"Sayang,,,,?!aku akan menikahi mu secepatnya" kata Tomy serius. di tatapnya wajah cantik Gabby.
"Kita lewatkan mereka sayang!" Tomy memeluk nya. mencium sekujur wajahnya.
"Aku semakin mencintai mu" bisiknya mesra di telinga Gabby hingga membuatnya gadis itu meremang.kamu
"Mulai sekarang kamu tidak boleh melakukan kegiatan apapun dan jangan coba coba pergi kemanapun tanpa sepengetahuan ku!. ingat! jangan sampai kalian kenapa Napa!"
"Apa maksudmu Tom?" tanya Gabby tidak mengerti.
"Sekarang kamu itu sedang mengandung"
Perkataan Tomy membuat Gabby sampai syok.
"Aku,,,aku hamil?" Gabby hampir tidak percaya.
"Jangan kaget bukan kita sudah sering melakukan nya?!" kata Tomy enteng dengan kembali membawa Gabby dalam pelukannya.
"Sekarang kita ke kamar kamu istirahat,sore ku antar kamu ke Kosan" Tomy menggendong Gabby membawanya ke kamar, memberikan gadis itu ke tempat tidur.
Seharian ini Tomy menemani Gabby di kamarnya . gadis itu kini bingung entah apa yang harus dilakukan yang ada dipikirannya saat ini adalah apa yang akan dikatakan nanti kepada Lea dan Cynthia.
"Tamatlah riwayat ku andaikan Lea sampai tau aku kini hamil"
"Jangan banyak berpikir Lea dan Cynthia juga akan memahaminya" Tomy berbisik.
"Tapi Tom,aku aku ,,,
Belum selesai Gabby bicara Tomy sudah membungkam mulutnya dengan ciuman. Tomy mulai dengan aksinya mencium sambil bergerilya ke mana mana, hingga terjadilah apa yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Sorenya Tomy mengantar Gabby kembali ke kosan di sana ada Lea dan Cynthia yang lagi santai.Setelah itu barulah Tomy pamit pergi dari sana.
Lea yang sedang mengupas jeruk,menatap tajam wajah Gabby yang pucat.
"Eh,! apa darah mu sudah di sedot habis olah Tomy?"tanya Lea.
__ADS_1
Gabby tidak menggubris kan perkataan Lea, matanya menatap Jeruk di tangan Lea. mendadak dia ingin makan itu jeruk air liur nya sampai hampir menetes sangking ngilernya.
Gabby lalu meraih jeruk di tangan Lea buru buru masuk dan memakan jeruknya seakan takut ada yang merampas nya.
Lea yang melihat tingkah aneh Gabby merasa heran, baru kali ini Gabby bertingkah aneh begini.
'Apa yang terjadi dengan nya? kok rada aneh?" tanya Lea pada Cynthia.
"Tak taulah , jangan jangan kerasukan jin Rakus" jawab Cynthia asal lalu tertawa.
"Aku curiga, jangan jangan,,,,,?!" Lae menggantung kalimatnya.
"Jangan jangan apa nya?" tanya Cynthia makin tidak mengerti.
"Tauk ah" Lea segera masuk menyusul Gabby ke kamarnya.
"Genit, kamu kenapa? tanya Lea yang berdiri menatap Gabby yang sedang berbaring sambil memeluk guling.
"Kepala ku sakit mendadak pusing mungkin karena capek" jawab Gabby.
"Ya mungkin kamu capek terlalu semangat menggarap sawah bareng Tomy" seru Cynthia menyindirnya.
Gabby dan Lea jadi tertawa mendengar ocehan Cynthia yang suka seenaknya. Tapi dalam hati Gabby membenarkan apa kata Cynthia.
"Kalau gitu kamu istirahat" kata Lea lalu pergi dari sana.
"Oh ya, kamu belum cerita soal Mario, apakah dia tidak menggangu mu?" tanya Cynthia tiba tiba.
"Tidak, dia mabuk berat hingga aku pulang pun dia masih belum bangun" Lea.
"Andaikan Mario ingin kembali, dan dia benar benar serius mau berjuang untuk bisa meraih
hati mu apakah kamu akan mau kembali sama dia?" tanya Cynthia serius.
"Jangan bahas dia lagi, aku tidak ingin mengingat nya"
"Terus apa namanya semalam kamu menjaga nya" desak Cynthia.
"Ketahuilah aku semalam pulang ke apartemen, selang beberapa menit kalian pergi,aku juga takut seorang diri di sana bareng,makanya buru buru aku pergi dari sana.
"Nah itu baru bilang balas dendam yang terindah" seru Cynthia puas.
"Biarkan dia tau, bagaimana caranya menghargai wanita" Sambung Lea.
"Tapi semalam aku dengar dia meracau terus menyebutkan nama mu Say"
"Itu artinya dia masih ingat sama kamu Cen!" ujar Cynthia.
"Aku tidak ingin mengulang cerita, nasib kita akan amburadul" Kata Lea membuat Cynthia memeluknya.
"Aku tidak ingin kamu kembali padanya, temukan kebahagiaan mu, jangan harap laki laki model begitu".
"Lebih baik sendiri mencoba bangkit dari sebuah ke gagalan"
"Percayalah semua akan indah pada waktunya" ucap Cynthia.
"Ya aku percaya"
"Semoga dia tidak bisa membujuk ku, meski dengan cara apa pun"
"Amin!"
Ucap Lea yang di Aminkan Cynthia dengan senyum manis.
*
*
*
****Love you All ❤️❤️❤️
__ADS_1
Like dan komentarnya jangan lupa berikan hadiahnya.