Secawan Anggur di Padang Gersang

Secawan Anggur di Padang Gersang
Terharu


__ADS_3

Seperti biasa Lea datang ke kampus untuk urusan wisuda nya yang tinggal dua hari lagi.


Hari ini dia dengan Malik akan melanjutkan laporan nilainya yang tersisa.


Ruangan nan luas itu tidak membuat bosan, karena isinya ada berbagai macam alat musik. Lea yang beberapa hari ini selalu menemani Malik di ruangan dosen pembimbing nya ini mulai meneliti satu-persatu alat alat musik itu.


"Apa kah kamu suka dengan musik?" Suara Malik mengagetkan.


Pria tampan itu sudah berada di belakang Lea tanpa Lea sadari.


"Sedikit"


"Di antara semua ini mana yang paling kamu suka?"


"Sebenarnya aku suka semua, tapi sudah jarang sekali bermain musik"


"Apakah kamu ingin mencoba nya?"


"Apakah aku boleh memakai gitar ini?" tangan Lea menyentuh sebuah gitar yang menarik perhatiannya.


"Boleh!"


Malik mengambil gitar yang di tunjuk Lea , lalu memberikan kepada nya.


Lea terlihat berbinar senang menerima gitar itu.


Lea memilih untuk duduk di kursi kayu dan memetik pelan senar gitar nya.


Terdengar nada sebuah lagu dari petikan jemari lentik yang menari pelan pada senar senar gitar milik prof Hanafi.


Ternyata Dosen nya itu juga menyukai musik, terbukti dari banyaknya alat musik yang di koleksi nya.


Malik mendengar dengan tenang, pria itu mengakui kepiawaian Lea bermain musik.


Tepuk tangan terdengar dari Malik, " Hebat selain cerdas ternyata kamu berbakat sebagai seorang musisi" puji Malik.


"Terima kasih pujiannya"


"Lain kali aku akan mengajakmu, kita berduet"


"ada ada saja!"


"Serius nih!"


"Ih ya?"


"Iya dong masak seorang Malik harus berbohong"


"Baiklah aku akan berduet bersama mu di acara perpisahan kampus gimana?" tawar Lea.


"Dengan senang hati,,,?!!! merupakan suatu kehormatan bagi ku, di ajak putri cantik di malam itu nanti"


"Kak aku pulang duluan ya, aku ada urusan lain" pamit Lea


"Apa perlu aku antar?" Malik menatap nya.


"Tidak perlu ,,,terima kasih kak"


Lea berencana untuk berkumpul dengan My LeGaCy nya sore ini.


"Aku akan mengantarmu ke parkiran" putus Malik menutup laptopnya.


Bergegas mengantarkan Lea ke parkiran. Semua urusan nya telah selesai hari ini. Dua hari lagi Lea akan wisuda bersama angkatan tahun ini.


Sorenya seperti telah di janjikan mereka kini berkumpul di markas My LeGaCy. Tiga perempuan itu kini asyik cerita terdengar tawa mereka yang heboh.


"Eh kalian tau tidak tentang anak Prof Hanafi?" kata Lea serius.


"Anak yang mana?" tanya Gabby.


"Cowok apa cewek?" tanya Cynthia mulai kepo.


"Pasti cowok kan?" tebak Gabby.


"Ya cowok lah, masak aku harus membicarakan cewek. mau jadi pecinta sesama jenis?!" ujar Lea mencibir.

__ADS_1


"Wao,,,,mulai membicarakan soal cowok nih,,,,,


Oh ada yang sedang jatuh cinta rupanya" potong Cynthia makin heboh.


"Jatuh cinta apa an sih?!" kesal Lea. "Kalian dengar cerita ku dulu"


"Hmm cerita kan lah , pasti sangat menarik" ujar Gabby dengan gerakan mempersilahkan tangannya.


"Ooh,,,aku tidak ingin ketinggalan, semoga ini cerita indah yang akan aku dengar dan membahagiakan" Sambung Cynthia berandai andai.


"Soal apa ya say????" tanya Gabby tidak sabaran.


"Yang jelas soal cowok anak nya Prof Hanafi" ujar Lea.


"Apakah kamu sedang jatuh cinta beb?" goda Gabby.


"Sekarang kalian diam dan dengan baik baik, simak dulu cerita ku baru lah kian bisa ikut komentar okey???!!!" geram Lea, melotot kepada personilnya yang rada heboh super duper itu.


Dua perempuan yang kini menjadi ibu ibu dua anak itu memasang wajah serius, demi mendengar cerita dari teman fenomenal mereka itu.


"Prof Hanafi memiliki seorang anak laki-laki,,,,Lea menjeda kalimat nya. Antara rindu dan sedih pada sosok Oscar.


"Dia bernama Malik dan kalian tau?,,,,,


"Mana kami tau,,,,?!" potong Gabby cepat.


"Dengar dulu nyonya Tomy!" bentak Lea gemas.


"Iya iya,,,aku dengar lanjutkan"


Sementara Cynthia duduk diam pokoknya menyimak dia, sampai serius terius.Demi mendengar kisah apa dari sahabat sejati nya ini.


Berharap cerita yang tidak menyedihkannya.


"Malik memiliki wajah yang sangat Mirip dengan Oscar!"


"Apa???? mirip Oscar?" koor keduanya. Mata mereka melotot kepada Lea.


Lea sampai tertawa melihat wajah dua perempuan yang kini telah memiliki suami yang posesif itu.


Buktinya kedua suami dua temannya itu tiba tiba muncul di sana. Kehadiran mereka membuat Gabby dan Cynthia geram.


Beda dengan Cynthia yang langsung mengusir suami nya dengan ancaman tidak di beri jatah nanti malam.


Dandy yang telah lancang untuk menyusul sang istri terpaksa segera pergi dari sana. Dari pada nanti malam tidak di beri jatah preman.


Beda dan lain cerita dengan Tomy, pria itu malah duduk santai di antara tiga perempuan itu. Mata. ya tidak lepas menatap wajah Lea dan mengakui kecantikan wanita itu.


Lea seperti gadis remaja yang belum menikah, orang tidak akan menyangka bahwa wanita itu sudah tiga kali menikah.


"Sayang aku mohon jangan ganggu kami dulu?" Gabby berusaha untuk mengusir suaminya dengan rayuan maut ala Gabby.


Terlihat Tomy berbisik sesuatu kepada Gabby. "Jangan lupa bayar utang mu, nanti malam" Bisik Tomy lalu mengecup pipi istri nya lalu pergi.


"Mereka sudah pergi! lanjutkan cerita mu beb?!"pinta Gabby.


Sebenarnya Lea sudah tidak ingin bercerita dia memilih untuk makan Apel yang tadi sempat di belinya.


"Sayang ayo dong cerita tentang Malaikat itu?!"rengek Cynthia.


Lea hanya diam sudah tidak mau bercerita kehadiran kedua laki laki tadi membuat dirinya malas untuk berbicara.


Mereka yang telah merusak acara ketiga wanita itu Namun pada akhirnya Lea sadar,dua sahabat itu sudah punya kehidupan masing-masing.


"Beb,,,,aku ingin dengan cerita mu tentang Malik!" bujuk Gabby.


"Malik bagaikan duplikat Oscar, mulanya aku sulit menerima nya, tapi aku terpaksa harus kerja dengan dia di kampus sebagai Dosen pembimbing mengganti papa nya. Lusa aku wisuda dan hari ini kalian berdua aku undang secara lisan" tutur Lea dengan senyum yang merekah.


"Ooooh beb! selamat ya akhirnya kamu akan sukses juga" ketiganya kini berpelukan.


Gabby dan Cynthia memeluk erat tubuh lea, bahkan mereka mencium nya berulang kali.


Puas bercerita hingga hari berganti malam barulah mereka kembali ke rumah masing-masing.


Lea sampai di rumah saat papi dan bunda lagi Asyik bermain dengan cucu cucunya anak anak Kiki dan Reno. Sementara orang tua mereka sedang berduaan di dalam kamar.

__ADS_1


"Sayang,,, Lea memeluk si kecil anak ke tiga Kiki.


Mencium nya dengan gemas lalu menggendong nya naik ke kamar.


Lea asyik bermain dengan Beby Kirenia anak perempuan kakak nya Kiki yang masih berusia tiga tahun.


Terdengar tawa Lea dan Kirenia dari dalam kamar Lea. Mereka asyik tertawa hingga Kiki masuk ke dalam kamar itu.


Kiki menatap haru sang adik, Kiki tau Lea begitu mendamba untuk punya anak. Namun belum lagi keinginan itu tercapai suaminya telah duluan berpulang.


Kiki menarik nafasnya yang terasa sesak lalu menghembuskan dengan pelan, lalu menghampiri mereka yang asyik tertawa karena Lea menggelitik Kiren.


Lea menoleh saat melihat Kiki yang kini sudah berdiri di dekat ranjang tempat Lea dengan Kiren yang lagi tiduran.


"Kak,,?! biarkan Kiren bobo di kamar ku malam ini" pinta nya.


"Baiklah,,,,! biarkan Kiren tidur dengan Aunty nya malam ini" sahut Reno yang baru masuk ke kamar itu.


"Bagaimana dengan kuliah mu?" Tanya Reno yang tangannya sudah melingkar di pinggang sang istri.


"Apakah semua laki laki seperti ini? seakan tidak mau jauh-jauh dari istri nya?"


Lea menatap pasangan suami istri di hadapannya. Reno mengulas senyum tipis pada Lea lalu menarik istri nya keluar dari sana.


"Sayang? ayolah biarkan Kiren bareng Aunty nya" kata Reno lalu keluar dari kamar Lea.


Lea melanjutkan kegiatan bermain nya dengan Kiran, bocah imut nan cantik menggemaskan itu sangat cerdas.


"Non,,,bawa Kiren untuk makan malam" suara bi asih Art mereka dari luar kamar.


"Iya Bi!" sahut Lea yang masih tertawa dengan Kiren. "Sekarang kita ke dapur, Onty akan menyuapi kamu makan" Lea lalu menggendong ponakannya itu menuju dapur.


Masih terdengar suara tawa menggemaskan kedua nya.


Papi dan Bunda yang melihat hal itu menjadi trenyuh akan nasib putrinya yang malang itu.


Suasana makan malam berlangsung dalam diam,hanya Lea dengan Kiren yang heboh, sampai sampai mereka menggeleng melihat ke seriusan Lea dan Kiren yang sangat akrab.


Paginya Lea segera terbang ke Sumatra,dari bandara Lea terlebih dahulu mengunjungi makam Suami nya.


Tetes air mata kembali jatuh berguguran dari mata indah yang berkabut duka itu. saat lantunan doa Lea panjatkan untuk suaminya tercinta.


Setelah berdoa dan bercerita dengan nisan suaminya Lea Pamit pulang menuju kediaman keluarga Oscar.


Sebuah kejutan pekik kaget dan peluk cium dengan sambutan tangis menyambut kehadiran Lea. Vino dengan Lina sampai menangis histeris.


Keduanya seakan rindu kepada sosok yang beberapa bulan lalu pergi dari mereka.


Tanpa menunggu lama Lea segera memboyong mereka semua untuk ikut menghadiri acara wisuda nya besok.


Seperti janjinya Kornel pun mendapat undangan kehormatan dari Lea. Kornel sendiri sangat terkejut dengan undangan dadakan itu. Kornel terpaksa harus ikut dan ijin untuk beberapa hari.


Kornel tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk bisa bersama Lea.


Tiket sudah di boking Lea untuk mereka semua. Terlihat Lea dengan Kornel serius bercerita entah apa yang mereka bicarakan.


Lea membawa rombongan itu untuk menginap di apartemen nya. Dia sudah menyediakan semua keperluan untuk mereka.


Besok ada sopir yang akan menjemput mereka ke gedung di mana acara nya berlangsung.


Semua tamu undangan telah hadir, para orang tua yang bangga dengan acara wisuda anak mereka.


Begitu pula Lea dengan keluarga nya, mereka semua telah menempati kursi undangan. Acara berlangsung penuh hikmah.


Tiba giliran Lea mahasiswi terbaik yang menyandang gelar sarjana dengan predikat Cumlaude nya.


Toga sarjana telah di sematkan untuk nya, ucapan selamat berdatangan dari semua Dosen dan rektor untuk nya.


"Terima kasih Prof,,, bisik Lea saat pelukan hangat dan ucapan selamat di ucapkan dari Dosen pembimbing nya itu.


"Apakah kamu tidak akan memeluk ku?"Suara Malik di sampingnya.


Lea menoleh dan spontan menghambur ke pelukan Malik.


"Oscar?" ucap Lea tanpa sadar.

__ADS_1


Terdengar tangisnya saat Malik memeluknya,semua mata tertuju dan terkejut melihat pemandangan itu.


Terlebih lagi Kornel yang terkejut dan ada nyeri di relung hatinya. "Siapakah pria itu....?!!!"


__ADS_2